indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Kamis, 28 Juli 2016

Kontrovesi Sejumlah Menteri Dalam Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi

Kamis, 28 Juli 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Kontrovesi Sejumlah Menteri Dalam Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi
Rabu Kemarin, 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo mengumumkan Perombakan (Reshuffle) Kabinet Kerja  Jilid II yang dipimpinnya.

Hal ini bukannya tanpa Kontroversi.

Seperti biasa, setiap Kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah, terlebih dalam hal ini juga berkaitan dengan Kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia ke depan, pasti menimbulkan Pro dan Kontra.

Populis dan Tak Populis menjadi sesuatu yang wajar.

Banyak diantara Para Pakar, Politikus, Penggiat Media, hingga Netizen sebagai Masyarakat Luas mencoba menyuarakan terhadap Hasil Reshuffle Kabinet Kerja Jilid II ini.

Layaknya sebagai Seorang Komentator tanpa pernah tahu solusi yang harus dipecahkan, Mereka atau mungkin sebagian dari Kita berusaha untuk menyuarakan Isi hatinya dalam hal ini. Baik itu Di Sosial Media, maupun Portal Berita yang berkaitan dengan Hasil Reshuffle ini.

Beberapa Menteri baik itu yang menggantikan, dicopot, bergeser maupun tetap dalam posisi semula, banyak yang dianggap kurang pas dalam Perombakan (Reshuffle), Kabinet Kerja Jilid 2.




















Berikut Kami Hadirkan
Kontrovesi Sejumlah Menteri Dalam Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi

















Anis Baswedan


Entah alasan apa.
Menteri yang menggerakkan Orang Tua mengantar anak anaknya masuk sekolah dihari pertamanya, Menteri pembuat kebijakan baru terkait perlindungan Buruh Migran, Menteri Pendidikan yang getol memberantas Trafficking, Menteri yang semangat memberantas Narkoba dan HIV/AIDS melalui Pendidikan Masyarakat ini harus di Reshuffle.

Bapak Anis Bawesdan ...
Memperbaiki dunia pendidikan tidak harus menjadi Menteri. Apa yang anda lakukan sebelum menjadi Menteri sudah dibuktikan dengan banyaknya prestasi anak didik di lembaga pendidikan yang anda miliki. Terus berjuang dan tetap semangat untuk menciptakan generasi terbaik
 di Negeri Antah Berantah ini

#resufleyangmengecewakan
#‎berjuangtidakharusjadimenteri



Link :
https://www.facebook.com/maizidah.salas.9?pnref=story.unseen-section

Akui saja, Kita semua pastinya kaget mendengar Pencopotan Anis Baswedan.

Entah apa yang terbesit dibalik pencopotan Anis Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Perombakan (Reshuffle) Kabinet Kerja Jilid II ini ?

Sejumlah Pakar, Tokoh Pendidikan, Kritisi hingga Masyarakat Luas mencoba menyuarakan kekecewaan Mereka, baik melalui Pemberitaan di Media, maupun Postingan pada Media Sosial (Medsos) Mereka.

Kata tak setuju, terhadap Pencopotan Anis banyak bertebaran di Media Sosial seperti Twitter, Facebook, dan Path.

Anis yang dinilai berhasil dalam menjalankan Sistem Pendidikan Nasional, ke arah lebih baik. Mulai dari Kebijkaan Perlindungan Buruh Migran, Pemberantasan Trafficking, Narkoba/ HIV AIDS melalui Pendidikan hingga Ide Penggerak bagi Para Orangtua untuk mengantarkan Anaknya ke Sekolah di Hari Pertama, nyatanya tidak semulus Prestasinya.

Ia harus mengalami Pencopotan dalam Perombakan (Reshuffle) Kabinet Kerja Jilid II ini.

Terlebih bagi Anis Baswedan, mungkin ini adalah Kado Pahit yang harus diterima, setelah sebelumnya Ia merupakan Salah Seorang Tim Sukses bagi Kampanye Jokowi – JK, yang kini menjadi Presiden dan Wakil Presiden R.I.

Hingga Pastinya Masyarakat jadi bertanya
Ada Apa Dengan Anis ?


















Saleh Husin


Satu lagi Kontroversi Seputar Pencopotan Menteri pada Reshuffle Kabinet Kerja Jilid 2.

Nama Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian cukup dinilai berprestasi dalam memajukan Industri Nasional Indonesia. Salah satu pencapaiannya adalah : Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus meningkat sesuai dengan Target Pertumbuhan Industri pada tahun 2016 sebesar 5,7 persen.

Entah apa yang mendasari Pencopotan Mantan Menperin ini ? Yang jelas dengan Masuknya Partai Golkar dan PAN pada Kabinet Kerja Jokowi – JK, membuat nama Airlangga HartatoPolitisi Partai Golkar, menggantikan Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian.

Akankah
Isu Seputar Politik Dagang Sapi
Mewarnai Perombakan (Reshuffle) Kabinet Kerja Jokowi ?
















Sri Mulyani


Menggantikan Bambang S. Brojonegoro sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), nama Sri Mulyani pastinya tidak asing lagi.

Pernah menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bapennas, dan Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mungkin ini yang membuat Presiden Jokowi, kepincut untuk meminang Sri Mulyani duduk sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Kerja Jilid 2 ini.  

Terlebih Sri Mulyani juga mempunyai karier cemerlang di Dunia Internasional, yaitu sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Posisi Menteri Keuangan yang diduduki oleh Sri Mulyani, sebab Sri Mulyani adalah Orang Pintar.

Sebagai Seorang Menteri Keuangan memang dibutuhkan Orang yang mempunyai Keahlian seperti Sri Mulyani.

Namun Beban Sejarah dan Track Record Sri Mulyani selama menjabat dahulu, patut dipertanyakan. Terutama mengenai kebijakan Bailout Bank Century.

Mengenai Posisi sebelumnya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia (World Bank), diharapkan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan yang baru, tidak mengeluarkan kebijakan, yang menguntungkan pihak, yang bertentangan dengan Kepentingan Nasional.

Ada sejumlah Pekerjaan Rumah “PR” yang diberikan Presiden Jokowi kepada Menteri Keuangan yang baru ini.

Salah satunya adalah Implementasi Undang-Undang Pengampunan Pajak atau 'Tax Amnesty', yang mana ada Harta Indonesia yang harus diselamatkan sebesar 3000 Triliun, dari Para Konglomerat yang sengaja menanamkan Uangnya di Negara lain seperti Singapura

Semoga
Jabatannya Amanah Bu !



















Wiranto


Sepak terjang Wiranto yang pernah menjabat sebagai Mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan serta Panglima TNI – 1998 -1999, di Era Presiden Soeharto ini memang sempat dipertanyakan.

Rekam Jejaknya terhadap sejumlah Kasus Pelanggaran Haki Azasi Manusia (HAM), membuat banyak Sejumlah Kalangan khawatir, jika Kasus Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Wiranto bakal terbengkalai.

Terlebih Kedudukan Wiranto untuk Posisi Strategis, sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), jelas menyalahi aturan, jika dilihat dalam Konteks Indikasi Keterlibatan Sejumlah Pelanggaran HAM, semasa Beliau menjabat Panglima TNI.

Isu lain seperti Komposisi Menteri dari Partai Pendukung di Kabinet Kerja, memaksa Wiranto yang juga Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), sengaja ditempatkan untuk menduduki Posisi Strategis ini.

Di mana Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), dipegang oleh Wiranto menggantikan Luhut Binsar Panjaitan.

Kita Lihat Saja Masih Berlanjutkah
Pengungkapan Pelanggaran HAM ?

Belanja Indonesia
Lihat Lebih Lengkap>>>










Rini Soemarno

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno adalah salah satu Menteri yang paling kontroversial, tetapi posisinya tetap aman di Kabinet bahkan sama sekali tak tersentuh (Untouchable).

Sejak lama, desakan untuk mundur sudah datang dari PDI-P, Partai Utama Pendukung Pemerintah. Belakangan langkah PDI-P mendesak Rini mundur ini juga disuarakan oleh partai-partai lain. Parpol seperti bersatu menyuarakan agar Rini mundur.

Semua Fraksi yang ada di DPR pun sepakat untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pelindo, yang banyak dinilai untuk menarget Rini.

Hasil akhirnya, pada Bulan Desember 2015 lalu, Pansus, yang dipimpin Politisi PDI-P Rieke Diah Pitaloka itu memang mengeluarkan rekomendasi bagi Presiden Jokowi untuk segera memberhentikan Rini dari jabatannya.

Pansus menganggap Rini sudah melanggar asas umum Pemerintahan yang baik. Terkait perpanjangan Kontrak Jakarta International Container Terminal kepada Perusahaan Asal Hongkong, PT Hutchinson Port Holdings.

Meski tak mengikat, tetapi putusan Pansus, yang tak dijalankan ini berimplikasi panjang. Hingga kini, Rini dilarang untuk mengikuti Sejumlah Rapat Penting di DPR.

Saat Pembahasan Anggaran, Jokowi pun terpaksa menugaskan Menteri Keuangan Bambang S. Brodjonegoro, saat itu, untuk menggantikan posisi Rini.

Tetapi Nyatanya
Ia Sama Sekali Tak Tergantikan !

Link :
http://nasional.kompas.com/read/2016/07/28/10382931/menteri-menteri.untouchable.yang.aman.dari.reshuffle.?page=1

Belanja Indonesia
Lihat Lebih Lengkap>>>










Amran Sulaiman


Selain Rini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjadi salah satu anggota Kabinet Kerja yang kerap digoyang menjelang Reshuffle jilid II.

Amran dianggap tak mampu mengatasi Ketersediaan (Stock) Daging saat Bulan Ramadhan sampai Lebaran.

Ketersediaan Daging, langka di pasaran, sedangkan permintaan membludak. Akibatnya, Harga Daging melonjak hingga Rp 150.000,-

Bahkan setelah Keran Daging impor dibuka untuk Swasta, Harga Daging tak kunjung normal di Pasaran.

Padahal, Jokowi sudah mewanti sejak jauh hari bahwa Harga Daging harus di bawah Rp 75.000,- sehingga dapat dijangkau oleh Masyarakat Luas.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong pun digeser dari posisinya ke Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Posisinya digantikan oleh Politisi Nasdem, Enggartiasto Lukito.

Saat mengumumkan Kabinet baru kemarin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyinggung bahwa masuknya Enggar menggantikan Thomas adalah untuk menekan Harga Pangan yang sempat berfluktuasi harganya.

Namun, posisi Amran yang juga berkaitan dengan fluktuasi harga pangan
Tetap aman dan Tak tersentuh !

Link :
http://nasional.kompas.com/read/2016/07/28/10382931/menteri-menteri.untouchable.yang.aman.dari.reshuffle.?page=1

Belanja Indonesia
Lihat Lebih Lengkap>>>










Puan Maharani


Posisi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang dijabat Politisi PDI-P Puan Maharani menjadi satu-satunya pos Menko yang tidak pernah diutak-atik.

Pada Reshuffle Kabinet Kerja jilid I tahun lalu, Jokowi mengganti Tiga Menteri Koordinator sekaligus.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, yang semula dijabat Tedjo Edhy Purdjianto dipercayakan kepada Luhut Binsar PandjaitanMenteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil diganti Darmin Nasution, dan Menteri Koordinator bidang Maritim Indroyono Susilo diganti Rizal Ramli

Hanya Posisi Puan sebagai Menteri Koordinator (Menko), yang tak tersentuh.

Posisi Menko memang sangat strategis untuk menyatukan kerja Kementerian di bawahnya.

Jokowi berulang kali mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil harus dirapatkan terlebih dahulu di tingkat Menko sebelum dibawa ke dalam rapat di Istana.

Jokowi pun kembali merombak dua Kementerian Koordinator saat Reshuffle jilid II kemarin.

Menkopolhukam diisi oleh Ketua Umum Hanura Wiranto menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan. Sementara itu, Luhut digeser ke posisi Menko Maritim mendepak Rizal Ramli keluar dari Kabinet.

Namun, sekali lagi, posisi Puan aman dari Reshuffle. Padahal, desakan Puan Maharani untuk dicopot juga menguat jelang Reshuffle Kabinet Kerja jilid II.

Puan sebagai Menko dinilai tidak terlihat kinerjanya untuk menyebarkan pesan Revolusi Mental, yang digaungkan Jokowi.

Situs revolusimental.go.id yang dibuat Kemenko PMK dan menelan dana hingga Rp 200 juta sempat tak bisa diakses oleh Publik.

Berbagai permasalahan justru muncul di Kementerian yang berada di bawah Puan, seperti munculnya kasus Vaksin hingga Kartu BPJS Palsu yang meresahkan Masyarakat.

Puan juga sempat dikritik karena saat Bencana Kabut asap tahun lalu jarang turun langsung ke lapangan. Padahal, Ia mengkoordinasikan berbagai Kementerian yang terkait langsung dengan bencana Kabut Asap itu, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Sosial.

Pengamat Politik dari Univesitas Padjadjaran Idil Akbar menilai, para Menteri tersebut mempunyai kunci yang membuat posisi Mereka aman di Kabinet. Kunci tersebut dijadikan alat tawar-menawar (Bargain Position), untuk tidak didepak oleh Presiden.

Puan Maharani misalnya, kata Dia, sulit untuk digusur karena merupakan representasi PDI-P, Partai Utama Pendukung Pemerintahan Jokowi. Terlebih lagi, Puan merupakan Anak dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Kalau Puan ini tak ada alasan lain, karena Satu Perahu saja", kata Idil.

Jadi Wajar, Jika Posisinya
Tak Akan Pernah Tersentuh !
Di Kabinet Kerja Jokowi ....


Link :
http://nasional.kompas.com/read/2016/07/28/10382931/menteri-menteri.untouchable.yang.aman.dari.reshuffle.?page=1

Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia


Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>



Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA