indonesaEnglish


Jumat, 10 Mei 2024

Lovely Travel Umroh Madinah - Makkah Dan Sebuah Perjalanan Religi Yang Di Nanti

Jumat, 10 Mei 2024

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR 

Lovely Travel

Umroh Madinah - Makkah
Dan Sebuah Perjalanan Religi
Yang Di Nanti

Apabila Seorang Muslim sudah mau,

Maka Allah SWT bukakan jalan baginya ...

Bila Allah SWT sudah membukakan jalan,

Tiada Manusia Satupun dapat menghalanginya !

- Penulis -



Pergi ke Baitullah (Rumah Allah SWT) merupakan impian bagi Setiap Muslim untuk dapat melaksanakan Salah Satu Perintah, dan memenuhi Panggilan-Nya. Dari Tempat inilah Kami dapat menangis, dan berkeluh kesah atas dosa - dosa, yang telah Kami perbuat baik sengaja maupun tidak selama hidup di dunia. 


Sebagai Tamu Allah, Kami cukup bersyukur dapat menunaikan Ibadah Umroh di Bulan November 2023 lalu. Walau Kami belum diberi kesempatan untuk dapat melaksanakan Rukan Islam ke Lima, yaitu : menunaikan Ibadah Haji, namun Kepergian kali ini, sangat dinanti oleh Kami. Setidaknya Kami sebagai Umat Muslim, sekali seumur hidup pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci “Alhamdulillah wa syukurillah !” 

 





















Berikut Kami Hadirkan
Lovely Travel -
Umroh Madinah - Makkah
Dan Sebuah Perjalanan Religi
Yang Di Nanti

1. Persiapan Kami


Via : https://blog.travelsys.co.id

Ada 3 Tempat Suci bagi Umat Muslim di Seluruh Dunia, yang wajib dikunjungi apabila Ia mampu yaitu :  


At Masjidil Aqsa 
Via : https://www.nabawimulia.co.id
 

1. Masjidil Haram, yang berada di Kota Makkah. Di Tempat ini terdapat Ka’bah, yang menjadi Kiblat bagi Umat Muslim dalam menjalankan Ibadah Shalat 5 Waktu, maupun Shalat Sunah. Ka’bah sering juga disebut Baitullah (Rumah Allah), di mana sebagai Tempat Pelaksanaan dari Ibadah Umroh maupun Haji. Saking sucinya Tempat ini, ada Beberapa Aturan, yang wajib dipatuhi oleh Para Jamaah saat melaksanakan Tawaf dengan memakai Pakaian Ihram. Seperti tidak boleh menggunakan wangi - wangian, mencukur rambut, hingga mencaci maki walau hanya dalam hati. Kota Makkah sendiri dikenal dengan nama Makkah Al Mukarrahmah. Makkah Al Mukarramah artinya: Kota Suci & Mulia, yang diberkahi oleh Allah SWT


 

2. Masjid Nabawi, yang berada di Kota Madinah. Merupakan Masjid, yang juga wajib dikunjungi bagi Umat Muslim apabila Ia mampu melaksanakannya. Meski tidak termasuk syarat wajib dari Pelaksanaan Ibadah Umroh, dan Haji, akan tetapi melaksanakan Amalan Sunnah dengan mengunjungi Makam Baginda Rasulullah, Nabi Muhammad SAW, yang terletak di Raudhah - Sebelah Tenggara Masjid Nabawi, hingga Shalat di Masjid Nabawi, Allah SWT akan menggandakan Pahalanya hingga berkali lipat. Jika shalat berjamaah di Masjidil Haram bernilai lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan sholat di Masjid lainnya, maka sholat di Masjid Nabawi bernilai 1.000 kali lipat dibandingkan Masjid lainnya. Kota Madinah sendiri mendapat julukan Madinah Al Munawwarah yang berarti terang benderang/ Kota, yang bercahaya. Madinah disebutkan sebagai lokasi yang paling aman saat hari akhir. Bahkan, Dajjal tidak bisa masuk ke Kota Suci ini. Nabi Muhammad SAW banyak mendoakan Madinah, sehingga Kota ini memiliki banyak berkah, sama seperti Kota Makkah.



3. Masjidil Aqsa dikenal dengan nama Baitul Maqdis atau Baitul Muqaddas (Rumah Suci), yang berada di Kota Lama Yerussalem, Palestina. Menjadi Tempat Kiblat Pertama bagi Umat Muslim untuk melaksanakan Shalat Wajib. Tempat ini juga menjadi Peristiwa Isra Mi’raj dalam Serangkaian Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, dan berhenti di Langit ke Tujuh (Sidratul Muntaha) untuk menjalankan Perintah Shalat Wajib 5 Waktu. Perjalanan itu dilakukan oleh Baginda Rasullulah SAW dalam waktu semalam menggunakan Buraq. Di mana di Sekitar Area Masjidil Aqsa terdapat Dome Of The Rock, yang menjadi Saksi Bisu Peristiwa Isra Mi’raj. Pahala Shalat di Masjidil Aqsa adalah 500 Kali lipat dibandingkan dengan Shalat di Masjid lainnya.


 

Kota Lama Yerussalem sendiri diberi gelar Al Quds berarti Tempat/ Tanah, yang suci. Kota  Lama Yerussalem juga menjadi Tempat/ Tanah Suci bagi 3 Agama, yaitu : Islam, Kristen, dan Yahudi.


 

Jadi jika Kamu sebagai Umat Muslim apabila dirasa mampu secara lahir & batin, baik dari Segi Kesehatan, maupun Keuangan, alangkah baiknya Kamu dapat mengunjungi ke Tiga Tempat Suci tersebut minimal sekali seumur hidup. Syukur - Syukur dapat menunaikan Rukun Islam Ke Lima, yaitu Naik Haji, Aamiin Allahumma Aamiin !


 

Itulah juga, yang dilakukan oleh Kami. Walaupun Kami belum diberi kesempatan untuk dapat melaksanakan Ibadah Haji, tapi dengan kepergian menjalankan Ibadah Umroh ini merupakan Perjalanan Religi, yang sangat dinanti oleh Kami. Bahkan Kami melakukan segala persiapan itu Setahun Sebelumnya. Mulai dari menabung, hingga menjaga Kesehatan Fisik agar tetap prima ketika Pelaksanaan Ibadah Umroh nantinya.



Pandemi Corona (Covid - 19), yang terjadi hampir 3 Tahun di Beberapa Waktu Lalu, menjadi Alasan bagi Kami untuk tidak melakukan Perjalanan ke Luar Negeri. Malas saja dengan Segala Persyaratannya. Mulai dari Vaksin Berbeda untuk di Beberapa Negara, hingga proses Karantina sesampainya di Indonesia. Kalupun ada Waktu berpergian baik Berdua maupun dengan Keluarga, Ya ! Di Sekitaran Pulau Jawa saja. Kalau tidak ke Surabaya, Solo, Semarang, maksimal Yogyakarta



Untuk itulah ketika Pandemi Corona (Covid - 19) dinyatakan sebagai Endemi, Kami memberanikan diri untuk membuat Paspor Baru lagi (Kali ini Paspor Elektronik), ketika Paspor Lama Kami telah habis. Dan Perjalanan Umroh Kali ini, merupakan Perjalanan Religi sekaligus Perjalanan Terindah Pertama Kami lagi setelah Pandemi. Doakan Kami ya Guys agar dapat melakukan Perjalanan Terindah Lainnya agar dapat melihat Indonesia maupun Belahan Negara Lainnya dari Sisi Berbeda, he … he … he… 



Tabungan Haji Mandiri Syariah sekarang menjadi Tabungan Haji Bank Syariah Indonesia (BSI)
Via : https://perjalananumroh.com

 

Sebenarnya Kami telah mendaftar Ibadah Haji Reguler sejak 7 Tahun Lalu, namun Estimasi Keberangkatan hingga 14 Tahun lagi, yang berarti Usia Kami (Baik Sy, dan Istri) bisa dianggap akan lebih sulit secara fisik dari kondisi umur, yang ada, Finally Kami memutuskan untuk melaksanakan Ibadah Umroh terlebih dahulu.


 

Ya !


 

Maunya Kami langsung ikut Program Haji Furoda (Pecepatan) di mana Tahun itu juga dapat berangkat. Namun apa daya, mengingat Biaya Ongkos Haji Furoda sangat mahal sekitar 250 Juta, bahkan ada Biro Haji, yang mematok biaya hingga 500 Juta/ Orang, sehingga Hal itu belum mampu Kami laksanakan. 



Terlebih jika menggunakan ONH Plus walaupun lebih murah, namun harus menuggu 5 - 7 Tahun. Akan sedikit sama dengan Jadwal Kepergian Kami menggunakan Haji Reguler, yang telah didaftarkan 7 Tahun Lalu. Estimasinya sekitar 7 Tahun Lagi dari 14 Tahun Waktu Tunggu, dan Insya Allah Kami bisa berangkat. Ya itupun bisa dimajukan mengingat Kondisi Covid kemarin, sepertinya juga Banyak Calon Jamaah Haji bersamaan dengan Tahun Kami daftar wafat karena Covid. Jadi Kami berharap waktu keberangkatan Haji bisa lebih maju lagi, Amin Ya Rabbal Alamin ! 


 

Untuk itulah Kami memutuskan untuk melaksanakan Ibadah Umroh, tepat di Bulan November Tahun 2023 Lalu. Minimal Sekali Seumur Hidup Kami bertekad untuk dapat melaksanakan Ibadah di Tanah Suci & Hitung - hitung juga sebagai Persiapan Fisik dalam melaksanakan Ibadah Haji nantinya. Ya Syukur - Syukur, kalau diberi kesempatan Kami akan datang Kembali ke Tanah Suci untuk melaksanakan Ibadah Haji maupun Umroh. Amin Ya Rabbal Alamin !


 

Untuk itulah sejak Tahun 2022 Lalu, Ketika Segala Hutang Cicilan dan tetek bengeknya tahap demi tahap mulai lunas, Kami berusaha mengumpulkan rupiah demi rupiah tanpa mengambil Tabungan Inti Kami agar dapat melaksanakan Ibadah Umroh di Tahun 2023. Ketika itu Kami masih belum punya Gambaran mau kapan perginya, dan dengan Agen Travel apa ? Terlebih yang ada dibenak Kami, hanya mengumpulkan uang agar dapat pergi beribadah Umroh berikut dengan Biaya Hidup (Living Cost) nya selama di sana.


 

Di Pertengahan Tahun 2023, Wacana mengenai Kepergian Kami semakin terpampang nyata. Ketika Kakak Perempuan mengajak untuk Umroh Bareng. Waktu itu sebenarnya mau ngajak Mama sekalian, namun mengingat Saya, dan Istri belum tahu medannya seperti apa, dan Kondisi Saya (Penulis) sendiri, yang sering kencing, dan punya bawaan Penyakit Asma, Saya Pribadi agak takut untuk membawa Orangtua. Lagipula Mama sudah dua kali ke tanah suci baik Umroh maupun Haji, Kakak pun juga demikian sudah bolak - balik ke Tanah Suci. Hanya Saya, dan Istri, yang belum sempat sama sekali ke Tanah Suci ketika itu. Akhirnya Kami memutuskan untuk pergi bertiga.


 

Lalu darimana perginya ?


 

Kami melihat di Beberapa Agent Travel Madiun untuk kepergian Umroh di Bulan Agustus - Desember berkisar 39 Juta. Itupun untuk Bulan November - Desember, karena Peak Season harganya mencapai 49 Juta/ Orang dengan Kondisi 3 Orang dalam 1 Kamar. Bagi Kami harganya cukup kemahalan, terlebih Hotel yang ditawarkan Standar ***/ **** yang otomatis semakin jauh dari Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. 



Lalu Kakak memberikan masukan tentang Perjalanan Umroh, yang enak sekaligus ini juga bisa jadi Tips dalam memilih Agent Travel Terbaik. Karena memang Ibadah Umroh juga berkaitan dengan Ibadah Fisik. Terlebih Kami cukup meminimalisir Harinya, karena jatah cuti kantor, jadi harus pinter & teliti dalam memilih Paket, yang ditawarkan oleh Agent Travel Umroh - Haji Terpercaya & Berkualitas.



Paket Tour, yang ditawarkan dari AGENT Travel Umroh - Haji Terpercaya "NRA"
Via : Instagram I NraGroupOfficial


 

Adapun Tips dalam memilih Perjalanan Umroh, yang menyenangkan :


 

1. Pilih Agen Travel Umroh, yang terpercaya.

Hal ini sangat penting. Karena berhubungan nantinya dengan Proses Keberangkatan, saat menunaikan Ibadah Umroh (Di Makkah & Madinah), hingga Proses Kepulangan. 



Biasanya Agen Travel akan menawarkan Paket Perjalanan Umroh dengan Harga, yang sesuai. Jadi jika Paket Perjalanan Kamu terlalu murah dengan Fasilitas, yang ditawarkan terlalu tinggi (tidak Apple to Apple) semisal Fasilitas Hotel *****, Penerbangan Garuda & Saudi Arabia, namun Harganya di bawah 25 Juta untuk Kondisi saat ini, patut untuk dicurigai. Sebab biaya Ibadah Umroh, meski tidak ada Pembatasan Kuota seperti Haji, namun tetap saja mengikuti Kurs Dolar maupun Saudi Riyal. Jadi jika mengikuti Kurs Dolar maupun Saudi Riyal, yang nilai mata uangnya naik, jika ingin mendapati Fasilitas, yang baik ya berkisar di atas 35 Juta Rupiah. Selain itu pilih Agen Travel Umroh, yang memang sudah Banyak Jamaahnya, yang ikut, dan mempercayakan kepada Agen Travelnya sebagai Agent Perjalanan Umroh & Haji Terbaik & Terpercaya.


 

Kebetulan Kami pilih Agent Travel NRA Group, yang membawahi 4 Biro Travel Haji & Umroh seperti NRA, MKU, Aruna, maupun BSA. Agen Travel ini sudah lama berdiri, dan Insya Allah terpercaya. NRA juga menjadi Rekanan dari Berbagai Instansi Pemerintah/ Swasta. Banyak Jamaah dari Instansi tersebut memakai NRA sebagai Biro Perjalanan Terbaiknya, seperti Bank Indonesia & Muamalat.


 

2. Saat memilih Paket Perjalanan, pilih :



* Penerbangan dari Maskapai Luar Negeri, seperti (Saudi Arabia Airlines, Qatar Airways, Emirates Airlines, Oman Air) atau minimal Maskapai Dalam Negeri (Garuda Indonesia). 



Hal ini berhubungan dengan Kenyamanan saat Kamu melakukan penerbangan ke (Madinah/ Jeddah). Mengingat waktunya lebih dari 9 Jam, jadi cukup terasa lelah, jika Kamu memilih Maskapai Penerbangan di luar itu. Semisal ada Beberapa Kursi di Kelas Ekonomi (Standar Paket Umroh) pada Maskapai Penerbangan, yang cukup sempit dan tidak terlalu leluasa untuk duduk. Walaupun memang pada umumnya Kelas Ekonomi akan berbeda dengan Kelas Bisnis, namun jika menggunakan Beberapa Maskapai Penerbangan dari Luar Negeri, yang disebut diatas atau minimal Garuda Indonesia, Kursi di Kelas Ekonomi itu masih terasa agak leluasa, sehingga Kita dapat beristirahat selama di Penerbangan. Selain itu Faktor Keselamatan selama Penerbangan juga menjadi Prioritas.


 

* Jika Tujuan Pertama saat tiba di Arab Saudi adalah Madinah, pilih Bandara Internasional Kedatangannya Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah, jangan Jeddah. Namun jika Tujuan Pertama adalah Makkah, pilih Bandara Kedatangannya King Abdulaziz di Jeddah



Hal ini dikarenakan Perjalanan dari Bandara King Abdulaziz - Jeddah ke Madinah membutuhkan waktu, yang cukup lama sekitar 5 - 6 Jam Perjalanan dibandingkan Kamu landing di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz - Madinah, yang hanya membutuhkan Waktu ½ - 1 Jam Perjalanan menuju Area Hotel sekitar Masjid Nabawi. 



Jadi dengan waktu yang sebentar hingga sampai di Hotel Tujuan, diharapkan dapat menjadi energi bagi Para Jamaah agar tetap bugar dalam menjalankan Kegiatan Ibadah di Masjid Nabawi - Madinah. 



Beda Hal, jika Kamu langsung menuju Makkah untuk melaksanakan Ibadah Umroh terlebih dahulu, Para Jamaah memang harus landing di Bandara King Abdulaziz, yang dapat ditempuh 1 - 1.5 Jam Perjalanan menuju Makkah. Kenapa harus Bandara Jeddah, sebab Makkah tidak mempunyai Bandara Internasional, yang menampung Para Jamaah.


 

* Pilih Kelas Hotel ***** atau minimal ****



Mengapa harus memilih Kelas Hotel *5/ minimal*4 ?



- Hal ini biasanya berhubungan dengan Lokasi. Semakin Tinggi Kelas Hotel, pada umumnya semakin dekat dengan Lokasi Ibadah, baik di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Jadi Kamu tidak perlu jauh - jauh saat mau shalat di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Lagipula saat Kamu melaksanakan Ibadah di Tanah Suci, yang dituju pastinya bisa Shalat di Kedua Masjid itu bukan ?



- Bukan hanya itu, Hotel dengan Kelas ***** biasanya juga dekat dengan Pusat Perbelanjaan, karena memang benar - benar di Pusat Lokasi Ibadah. Bahkan 2 Hotel Kami menginap baik di MovenPick Madinah maupun Makkah Hotel Tower a.k.a Hilton Hotel tepat dibawahnya juga terdapat Pusat Perbelanjaan (Mall), yaitu Anwar Al Madinah, dan Bin Dawood Shopping Centre - Hilton, Makkah.



- Pentingnya lagi memilih Hotel dengan standar ***** / minimal **** yaitu mengenai Soal Kebersihan. Percaya atau enggak rata - rata Hotel di Madinah maupun Makkah, jika bukan ****/ ***** agak kurang dari Soal Kebersihan. Hal ini mungkin dianggap wajar, karena Hotel - Hotel di Madinah maupun Makkah, memang menampung Jutaan Jamaah baik saat melakukan Ibadah Umroh maupun Haji. 



Mereka seakan tidak ada matinya memadati Hotel demi Hotel, yang ada di Madinah maupun Mekkah, dan ini yang membuat Petugas Kebersihan Kamar Hotel (Housekeeper) seringkali kewalahan mengatasi Jumlah Pengnjung yang menginap di Hotel tersebut. Jadi enggak heran Hotel - Hotel, yang mempunyai Standar **** ke bawah, agak kurang dari Soal kebersihan. Bahkan beberapa Hotel ****/ ***** juga kewalahan dalam mengatasi kebersihan bagi Hotelnya.


 

Pilih Standar Perjalanan dari Madinah - Makkah atau sebaliknya menggunakan Bis. Menurut Hemat Kami ini lebih baik. 



Sebenarnya Beberapa Program Paket yang dikeluarkan oleh Agen Travel ada yang menyertakan Pilihan (Option) menggunakan Kereta Cepat (Haramain Express) dalam melakukan Perjalanan dari Madinah ke Makkah atau sebaliknya. Namun ini menjadi tidak efektif, jika 1 Kloter Pemberangkatan tersebut hanya Beberapa Rombongan, yang menggunakan Kereta Cepat sedangkan yang lainnya tidak. 



Hal ini kejadian pada Kloter Kami di mana waktu itu memberangkatkan 100 Orang Jamaah. Di mana 1 Rombongan dari Bank Indonesia kurang lebih 40 Orang menggunakan Kereta Cepat Haramain dari Madinah ke Makkah. 



Maksudnya baik agar lebih cepat sampai di Hotel, dan dapat melakukan Ibadah Umroh lebih dahulu. Akan tetapi apa daya, ketika sampai di Lokasi, Rombongan Para Jamaah tadi ternyata belum dapat melakukan chek in Hotel, jika Rombongan dalam 1 Kloter belum tiba semua, sedangkan Lokasi Sekitaran Ka’bah saat itu sedang ditutup untuk proses pembersihan, jadi belum dapat melakukan Ibadah Tawaf. 



Walhasil Para Jamaah yang menggunakan Kereta Cepat tadi harus menunggu 2.5 Jam-an, dan bebarengan dengan Rombongan Kami, yang menggunakan Bis. Bayangkan saja sudah memakai Ihram dari Perjalanan Madinah ke Mekkah harus menunggu lagi 3 Jam.


 

Waktu yang ditempuh menggunakan Kereta Cepat memang lebih singkat sekitar 2.5 Jam dibandingkan dengan Perjalanan menggunakan Bis 5 - 6 Jam. Namun apabila dalam 1 Kloter ternyata ada yang menggunakan Bis, bahkan jumlahnya lebih besar, Kami sarankan menggunakan Bis. 



Sekali lagi, walaupun maksudnya baik agar Perjalanan lebih cepat, dan tetap fit saat menjalankan Ibadah Umroh, namun apa daya, terkadang Ekspetasi tidak sesuai dengan Realita. 



Terlebih menggunakan Kereta Cepat ternyata juga dikenakan biaya lebih. Untuk Kereta Cepat Kelas Bisnis sekitar 1.3 - 1.9 Juta/ Orang sedangkan untuk Kelas Ekonomi sekitar 400 - 600 rb/ Orang, tergantung Waktu Keberangkatan.


 

Jika Kamu mengambil Paket Umroh dengan Hari yang singkat semisal 9 Hari, jangan Semua Program City Tour diikuti ! 



Jadi Para Jamaah sebaiknya memilih Program City Tour mana, yang dapat diikuti atau tidak, terutama Program, yang dilakukan dengan berjalan kaki sebaiknya tidak diikuti. Ya ! Kalau kondisinya lagi fit memang tidak masalah, namun jika tidak, sebaiknya memang harus memilih. 



Sebenarnya Kami mau mengikuti Program City Tour saat di Kota Makkah untuk mengunjungi Tempat - Tempat Bersejarah itu. Terlebih mumpung di sana, sekali seumur hidup ! Namun apa daya terkadang Asam Urat, hingga pegel - pegel dapat mengalahkan Kemauan Kami, he .. he .. he ... . 



Hal ini sama persis seperti yang dialami oleh Kami ketika itu. Kami mengambil Paket Umroh 9 Hari. Saat di Raudhah, Istri terpaksa harus dua kali mengulang agar bisa Shalat di Rumah Nabi ini, lalu dilanjutkan Perjalanan dari Madinah ke Makkah dan melaksanakan Ibadah Umroh pada malam harinya. Belum lagi Lusa, Kami juga membadalkan Umroh untuk Bapak, dan Eyang, berasa banget capeknya !



Dan Kami lebih baik memilih untuk melakukan City Tour terutama menggunakan bis dibandingkan dengan jalan kaki. Dan yang paling utama, Kami lebih memilih untuk Ibadah Shalat di Masjidil Haram di mana keutamaan pahalanya 100.000 kali lipat. Ya ! Sebenarnya Kami ingin melakukan semua, namun apa daya, terkadang Kondisi Fisik kurang memadai … he .. he … he.. !


 

Untuk itu memilih Paket Perjalanan Umroh dengan berbagai Fasilitas dan Kemudahan seperti di atas, maka diperlukan biaya Umroh, yang pastinya tidak sedikit, dan lebih mahal. Menurut Hemat Kami, minimal di atas 30 Juta Rupiah, baru Para Jamaah dapat merasakan Ibadah Umroh, yang dirasa lebih layak, dan mengasyikan. Sebab menjalankan Ibadah Umroh, juga berkaitan dengan Kemampuan Lahir & Batin termasuk Kondisi Fisik, yang prima.

 

 

Back To The Topic !


 

Finally, setelah melihat Beberapa Referensi yang ada, Kami memutuskan untuk memilih NRA Tour & Travel Jakarta sebagai Teman Perjalanan Kami dalam melakukan Ibadah Umroh. Agen Perjalanan ini didapat setelah Kami mencari Beberapa Referensi Tour & Travel baik di Instagram maupun Website, dan Keputusan Kami bulat setelah Kakak Perempuan, yang berada di Jakarta memilih Biro Travel Ini, saat melihat langsung Tempat Agen Tour - Travel NRA, yang berada di Daerah Tegal Parang - Mampang, Jakarta


Agen Tour and Travel ini atas Referensi dari Keponakan Kami, Niken Puri Astuti. Di mana 3 Tahun Lalu, Ia pergi bersama Mamanya dan cukup puas dengan pelayanan, yang diberikan oleh NRA selaku Biro Perjalanan Haji & Umroh Terbaik.


 

Tentang NRA  



Via :  https://www.nra-tour.co.id

 



NRA Tour & Travel (Nur Rima Al - Waali) adalah Biro Perjalanan Umroh, dan Haji Khusus di bawah NRA Group. NRA Group sendiri membawahi Beberapa Tour And Travel, seperti : NRA Tour & Travel, MKU, Aruna, dan BSA.


 

Didirikan sejak Tahun 2000, selama 23 Tahun NRA Group telah mendapatkan reputasi sebagai Biro Perjalanan Haji & Umroh Terpercaya dan Terbesar di Indonesia. 



Penghargaan itu dapat dilihat ketika Kami memasuki Kantor Pusatnya di Jalan Mampang Prapatan Raya No 47 E Tegal Parang, Jakarta Selatan. Beberapa Penghargaan dari dalam, dan luar Negeri diterima oleh NRA sebagai Apresiasi Bagi Biro Perjalanan Terbaik Ini. NRA juga menjadi Rekanan Jasa (Vendor) bagi Sejumlah Instansi baik Swasta maupun Pemerintah, yang ingin memakai Jasa NRA sebagai Biro Perjalanan Umroh maupun Haji Plus Terbaiknya. Sebut saja Bank Muamalat, dan Bank Indonesia, yang ketika itu bergabung di Kloter Kami.


 

Mungkin ini adalah Satu - Satunya Biro Perjalanan, yang memberangkatkan Jamaah Umroh dalam Jumlah Besar untuk 1 Kloternya (100 Orang),” Kata Kakak Perempuan Kami, Mbak Yanti.


 

Sebelumnya Kakak tidak pernah merasakan seperti ini, meski sudah bolak - balik melaksanakan Ibadah Umroh & Haji menggunakan Agen Travel Lainnya, namun tidak pernah sampai memberangkatkan dalam Jumlah 100 Orang Jamaah Umroh.


 

Ketika Kami browsing, selain Kantor Pusatnya, yang terletak di Mampang - Jakarta Selatan, NRA juga mempunyai Perwakilan, yang tersebar di Ibukota Propinsi Indonesia, seperti : Samarinda, Makasar, Bandung, Surabaya, Mataram, Lampung, Palembang, Pekanbaru, maupun Denpasar - Bali. Beberapa Kotamadya, maupun Kabupaten juga menjadi Cabang bagi Biro Perjalanan Umroh & Haji Ini. Sebut saja : Balikpapan, Malang, Magetan, Cirebon, Sukabumi, Purwokerto, hingga Tembagapura. 



Hal ini yang membuat Kami yakin, bahwa NRA Group melalui NRA Tour And Travel merupakan Biro Perjalanan Haji & Umroh, yang bukan kaleng - kaleng. Dan semakin diperjelas saat Pertemuan Persiapan (Briefing) sebelum Keberangkatan Umroh. Kami bertemu dengan Beberapa Orang Bank Indonesia, yang berasal dari Propinsi Lainnya, bukan hanya Bank Indonesia Pusat, dan Mereka mendaftar melalui Perwakilan NRA di Daerah Domisili Mereka masing - masing. 



Mengapa harus NRA ? Mungkin Jawabannya adalah agar mudah koordinasinya, sebab NRA tersebar di Beberapa Daerah Indonesia. 



Brosur Promo Milad 23 Th - NRA  
Via : https://www.whatsapp.com



Sambil melihat Penghargaan, yang diraih oleh NRA Group dari Beberapa Rekanan Hotel di Madinah - Makkah, seperti : MovenPick maupun Makkah Hotel Ex Hilton Hotel di Kantor Pusatnya, Mampang - Jakarta Selatan, Finally, tepat di Tanggal 3 Oktober 2023, Kami melakukan Peluanasan Biaya, yang mana sebelumnya Kami melakukan Pembayaran Uang Muka (DP) terlebih dahulu sebesar Rp. 10.000.000,-/ Orang.


 

Dengan Total Pembayaran untuk Program Milad 23 Tahun NRA keberangkatan di Tanggal 16 November 2023, sebesar : Rp. 33.450.000,- / Orang, yang mana :


 

* Untuk Kamar 3 Orang : Rp. 31. 950.000,- / Orang

* Untuk Handling + Perlengkapan : 1.500.000,- / Orang


 

Program 09 Hari Umroh - Milad NRA Ke 23 Tahun ini sangat membantu Kami. Di mana, jika Kami membandingkan denga Biro Perjalanan Travel Umroh Lainnya saat itu, Kami mendapatkan Harga, yang cukup Terjangkau (Affordable) dengan Fasilitas, yang benar - benar baik, seperti :


 

* Hotel ***** di MovenPick Madinah, dan Makkah Hotel a.k.a Hilton Hotel di Makkah, yang dekat dengan Pusat Ibadah Masjid Nabawi, dan Masjidil Haram.

* Penerbangan Garuda Indonesia, dan Landing Madinah

Itupun sudah termasuk dengan Asuransi Perjalanan.


 

Alhamdulillah wa syukurillah, akhirnya Kami dapat beribadah dengan Harga Terjangkau, Fasilitas baik, dan apa yang Kami cita - citakan untuk dapat pergi ke tanah suci, 1 Tahap telah selesai, Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin


 

2. Kepergian Kami




Tepat di Hari Minggu, Tanggal 12 November 2023, Kami meninggalkan Kediaman Kami di Kota Madiun menuju Jakarta. 


Ya ! 


Rencananya Kami memang menginap di Rumah Kakak 4 Hari sebelum Kepergian Kami untuk menjalankan Ibadah Umroh di Tanggal 16 November 2023 nanti. Terlebih Istri masih ada Keperluan Kantor di Jakarta, hingga 1 Hari sebelum Briefing, dan Penyerahan Koper unuk Keperluan Umroh di Tanggal 15 November 2023. Lagipula untuk menghemat Kondisi Fisik juga agar tidak terlalu capek, dan Jetlag saat menjalankan Ibadah Umroh nantinya. Jadi dapat beristirahat di Rumah Kakak terlebih dahulu. Sebab Ibadah Umroh juga merupakan Ibadah Fisik. Di mana Kondisi Kesehatan memang harus prima !   


Kalau biasanya Kami menggunakan Kereta Api saat ke Jakarta, namun kali ini Kami lebih memilih (prefer) untuk menggunakan Kendaraan Dinas, karena Banyaknya Barang Bawaan Koper untuk Keperluan Umroh, dan 1 Koper saat Kami menginap di Rumah Kakak. 


Melewati Tol Trans Jawa dari Madiun menuju Jakarta, yang biasanya dapat ditempuh 7 - 8 Jam, namun saat itu Perjalanan Kami cukup lama, hingga sampai Jakarta. Di mana Kami berangkat Pukul 7 Pagi dari Madiun, dan Baru Keluar dari Exit Tol BSD di pukul 7 Malam (Sekitar 12 Jam), dikarenakan ada Perbaikan Jalan di Ruas Tol Palimanan, yang cukup Panjang. Terlebih ketika itu Hari Minggu, Lalu Lintas Kendaraan menuju Jakarta juga cukup padat (crowded). Hampir 3 Jam, Kami harus bergulat dengan Kemacetan. 


Tak banyak, yang Kami lakukan saat di Jakarta selain bertemu dengan Para Kakak, istilahnya pamitan. Karena Ibadah Umroh maupun Haji juga merupakan Ibadah Sakral di mana Para Jamaah harus dapat mempersiapkan secara Lahir & Batin, dan Keluarga, yang ditinggalkan juga harus siap. Karena wafatnya Para Jamaah saat menjalankan Ibadah Umroh maupun Haji di Tanah Suci, dihitung Mati Syahid, sama seperti Para Syuhada, yang mati di Medan Perang. Meski dalilnya Sunah. 


Imam al - Ghazali mengutip riwayat Al-Hasan yang mengatakan, "Barang siapa meninggal tepat sesudah Ramadan, perang atau haji, niscaya meninggal sebagai syahid." Ibnu al-Jauzi turut meriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri dengan redaksi serupa. Hanya saja dalam riwayatnya, Al-Hasan berkata, "Sesudah umrah, haji, atau perang."

 

Link :

https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-6805404/3-keutamaan-orang-yang-meninggal-saat-ibadah-haji





Sebab Jutaan Orang dari Belahan Dunia akan berkumpul saat menjalankan Ibadah Umroh maupun Haji. Jadi Kita sebagai Umat Muslim harus Ikhlas untuk menjalankan Ibadah sepenuhnya kepada Allah SWT saat di Tanah Suci, termasuk kerelaan bagi Keluarga, yang ditinggalkan saat Jamaah wafat di Tanah Suci. 


Untuk itu, pentingnya minta maaf kepada Orangtua, mendatangi Rumah Para Kakak, maupun Kerabat, dan bermaafan sebelum menjalankan Ibadah Umroh maupun Haji sangat penting, karena taruhannya juga nyawa saat menjalankan Ibadah di Tanah Suci. 


Berkumpul dengan Jutaaan Orang di Seluruh Dunia, berdesak - desakan, di mana Kami belum tentu balik ke Tanah Air, dan wafat di sana. Untuk itu selain Kerelaan melepaskan HalKeduniawian (Hedonisme), Kondisi Fisik juga menjadi Hal Utama agar Ibadah Umroh dapat dilaksanakan secara maksimal. 


Dan yang menjadi Catatan, Ibadah Umroh pun sama beratnya seperti menunaikan Ibadah Haji. Walau tak seberat Ibadah Haji, namun dengan padatnya lalu lintas (traffic) Orang, yang menjalankan Ibadah, juga menjadi Faktor Pendukung mengapa Kita harus mempersiapkan Kesehatan Fisik, selain materi untuk biaya hidup (living cost) di sana tentunya … 


At Seasonal Taste - The West In Jakarta
 

Selepas Acara Briefing, dan Penyerahan Koper untuk keperluan Umroh, malam sehari sebelumnya, Kami sempat merayakan Ulang Tahun Keponakan “Raditya Fahritama” di Seasonal Tastes At The Westin Jakarta. Hitung - hitung sebagai Immune Booster sebagai Amunisi untuk menjalankan Ibadah Umroh di Ke Esokan Harinya, Kamis, Tanggal 16 November 2023. 


At Soekarno Hatta


At Terminal III Soekarno Hatta International Airport - Tangerang



Kamis, Tanggal 16 November 2023, Jam 04.30 Pagi selepas Shalat Subuh, Kami Bersiap untuk menuju Bandara Soekarno Hatta di Tangerang. 


Perjalanan dari Rumah Kakak ke Bandara Soekarno Hatta, jika Jam Kantor membutuhkan waktu sekitar 3 Jam an, bahkan lebih jika tejadi kemacetan, yang terkadang tidak dapat diprediksi. Walaupun menggunakan Tol BSD, akan tetapi Kami tidak mau mengamabil resiko, lebih baik datang lebih awal, terhadap Situasi Kemacetan Jakarta, yang tidak menentu. 


Terlebih terlalu Banyak Pembangunan Jalan Tol di Jakarta, yang menyebabkan Beberapa Kali, Kami tersesat menggunakan Google Maps, seperti saat menuju Mampang, Tempat yang menjadi Kantor NRA untuk briefing, dan pengumpulan barang. Di mana Kami seharusnya dapat keluar di Pintu Tol Cilandak, malah dibelokan menuju Tol Andara - Cinere, begitupula saat menuju Bandara Soekarno Hatta dari Tol BSD, ada 2 Lokasi, yang jaraknya agak jauh, namun karena Saya (Penulis) Orang Madiun, yang sudah tidak lagi tinggal di Jakarta, lebih baik menggunakan Jalur, yang lama untuk menuju Bandara Soekarno Hatta. Walaupun kata Keponakan melewati Jalur Baru menuju Bandara Soekarno Hata, memang lebih dekat. Secara dari Jarak saja memang lebih dekat !



Sesuai dengan Rencana Perjalanan (Itinerary), yang dibagikan, di mana Kami harus kumpul di Bandara 3 Jam sebelum Pesawat lepas landas (take off) di Pukul 10.00 WIB, Akhirnya Kami sampai juga di Terminal III Keberangkatan Bandara Internasional Soekarno Hatta tepat pada Pukul 07.00 WIB. Sesuai Estimasi, 3 Jam sebelumnya, Kami dapat sampai di Bandara, jika selepas Shalat Subuh, Kami berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta. 


Menurut Itinerary, yang dibagikan, Pimpinan Rombongan (Muthawif) Kami adalah Ustadz Sidki Maulana, dan nanti sesampainya di Madinah maupun Makkah, Kami dipandu oleh Ustadz Ben Ali


Sambil menunggu Keberangkatan Pesawat, Para Jamaah menunggu di depan Sate Senayan. Para Jamaah juga banyak yang berkumpul dengan Keluarganya sebelum Keberangkatan Umroh, begitu juga dengan Kami, yang menyempatkan untuk bertemu dengan Kakak, dan Keponakan sambil menunggu waktu boarding. 


Seperti biasanya Pintu (Gate) Pesawat, yang cukup jauh, membuat Kami harus memakai Mobil Golf agar dapat menghemat waktu, dan sampai di Tujuan. 


Tepat di Pukul 10.00 WIB, Kami meninggalkan Indonesia menuju Madinah.

 


Terbang Bersama Garuda Indonesia


Via : https://www.garuda-indonesia.com


Pukul 10.00 WIB, Pesawat Garuda Indonesia, yang Kami naiki lepas landas (take off) menuju Madinah


Perjalanan, yang Kami tempuh kali ini sekitar 10 Jam. Namun sebagai Informasi Tambahan Waktu di Indonesia dengan menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB) lebih cepat 4 Jam dari Waktu di Arab Saudi (WAS). Jadi jika Pesawat Mendarat (Landing) menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB) adalah Pukul 7 Malam (19.00 WIB), maka di Madinah, Pesawat landing di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz sekitar pukul 3 Sore Waktu Arab Saudi (WAS) - Madinah. 


Menu Makan Layak !
At Garuda Indonesia Penerbangan Umroh Jakarta - Arab Saudi


 

Sebenarnya sudah beberapa kali terbang menggunakan Pesawat Garuda Indonesia. Namun tidak seperti Penerbangan ke Beberapa Daerah di Indonesia dengan Pesawat Garuda, Penerbangan kali ini sungguh sangat berkesan. 


Selain mendapatkan jatah makan 2 kali, dan Space Kursi, yang cukup luas meski berada di Kelas Ekonomi, Crew Cabin juga sigap memberikan Informasi tentang Waktu Shalat. Ketika dalam Perjalanan baik menuju Jakarta - Madinah, hingga pulang dari Jeddah - Jakarta semua diawali dengan Bacaan Doa Berpergian. Sehingga Kita selalu diingatkan agar selalu dekat dengan Allah SWT, sebagai Sang Maha Pencipta. 


Inilah yang tidak Kami temui ketika Kami menggunakan Maskapai ini saat berpergian ke Beberapa Daerah di Indonesia. Mungkin begitu Sakralnya Perjalanan yang membawa Jamaah Umroh, dan Waktu Perjalanan yang lebih lama (Sekitar 10 Jam), membuat Kami sebagai Penumpang merasakan atmosphere berbeda dari Maskapai Penerbangan Ini. Sepertinya memang dikhususkan karena Penerbangan ini menuju Arab Saudi, dan membawa Jamaah Umroh sehingga ada Bacaan Doa, hingga Kumandang Adzan, ketika waktu Shalat dimulai.

 




Sebagai Maskapai Penerbangan Plat Merah, Garuda Indonesia memang memiliki Standar, yang tinggi dari Soal Keselamatan, Pelayanan, dan Kenyamanan. Meski didera oleh Segala Permasalahan Korupsi, hingga Ancaman Kebangkrutan, namun nyatanya Maskapai Premium ini tetap masih dapat berjalan dengan baik, dan di Tahun 2023 kembali memenangkan Penghargaan Awak Kabin Terbaik Dunia di World Airline Awards 2023 Versi SkyTrax. Penghargaan ini merupakan yang keenam kalinya diraih oleh Garuda Indonesia dalam Kategori ini. Dan Kami rasa NRA Tour & Travel, tidak pernah salah memilih Maskapai Garuda Indonesia sebagai Salah Satu Teman Perjalanan Umroh & Haji Terbaik.

 

Sambil menunggu Pesawat mendarat (landing) Kami juga melewati Gurun, yang dapat dilihat dari kejahuan … 


3. Perjalanan Religi Kami …



 

Madinah, dan Makkah merupakan 2 dari 3 Kota Suci Agama Islam, yang menjadi dambaan bagi Setiap Umat Muslim untuk dapat mengunjunginya. 


Ya


Setidaknya 1 Kali Seumur Hidup, Kita sebagai Umat Muslim mendambakan untuk dapat ke Baitullah (Rumah Allah SWT) di Makkah, dan mengunjungi Makam Rasulullah SAW di Madinah.

 

Hal ini pula, yang juga dirasakan oleh Kami ! 


Sebagai Insan Manusia, Kami butuh untuk menghadap Allah SWT, meminta maaf atas segala kesalahaan yang telah Kami perbuat di dunia, memanjatkan doa, hingga suatu saat dapat diberikan kesempatan untuk pergi ke tanah suci demi menunaikan Ibadah Haji, dan Umroh lagi, Aamiin Allahumma Aamiin.


Ketika Pandemi (Covid - 19), Kami lebih sering menghabiskan Waktu di Kota Madiun
At Pahlawan Street Centre (PSC) - Kota Madiun

 

Perjalanan Umroh kali ini merupakan Perjalanan, yang sangat dinanti oleh Kami. Terlebih ketika Pandemi Corona (Covid - 19) melanda Indonesia, Kami memang belum sempat untuk berpergian ke Luar Negeri Kembali. Kalaupun ada hanya sebatas berpergian ke Kota - Kota di Pulau Jawa, seperti : Malang, Surabaya, Solo, Semarang, Yogyakarta, Bandung maupun Jakarta. Atau paling tidak Kami, yang berdomisili di Kota Madiun lebih sering menghabiskan waktu di sekitar Kota saja. Selebihnya Kami menyisihkan uang demi uang agar dapat terkumpul untuk Perjalanan Umroh nantinya.


Niatan itupun Kami lakukan sejak Pertengahan Tahun 2022. Pokoknya Tahun Depan 2023, Kami pergi Umroh. Hal itu selalu terlintas dalam pikiran Saya, dan Istri, bahkan sering terucap. 


Bukan hanya itu mencari Informasi tentang Umroh pun sering Kami lakukan. Mendatangi Agen Travel baik di Kota Domisili maupun Kota Lainnya, hingga hampir tiap hari membuka Informasi tentang Travel Umroh di Sosial Media, menjadi Salah Satu Rutinitas Kami sebelum tidur. 


Membicarakan Hal - Hal tentang Umroh, mungkin adalah Salah Satu Cara agar Niatan Kami dikabulkan oleh Allah SWT, tentunya sambil berIkhtiar mengumpulkan Biaya Umroh termasuk Biaya Hidup (Living Cost) selama di sana.


https://www.gomadiun.thecolourofindonesia.com/
(Termasuk Brosur tentang Paket Umroh),
Sering Kami lakukan sejak 12 Tahun Lalu.
Via : http://www.adamlodie.com



Ya !


Mengumpulkan Brosur mulai dari Perumahan, Mobil atau lainnya, yang mungkin tidak serta merta Kami dapati dengan mudah, dan harus ada Pengorbanan di dalamnya, memang menjadi Salah Satu Kebiasaan Kami. Siapa tahu Niatan Baik itu dikabulkan oleh Allah SWT. Asalkan Tujuanya baik, dan berkah bagi Kami, Aamiin Allahumma Aamiin


Hal ini pula, yang Kami terapkan sejak Setahun Lalu, mengumpulkan Brosur, dan mencari Informasi seputar Umroh. Harapannya agar Doa Kami dapat dikabulkan oleh Allah SWT untuk dapat mengunjungi Tanah Suci. Menjadi Tamu Allah, yang dikasihi saat menghadap padanya. Dan sekali lagi, tentunya Ikhtiar itu juga harus dibarengi dengan mengumpulkan uang demi uang agar dapat beribadah di Tanah Suci, nantinya


Hingga akhir tahun 2023, Alhamdullilah Kami dapat beribadah ke Tanah Suci. Perjalanan Terindah Kali ini merupakan Sebuah Perjalanan Religi, yang telah lama dinanti oleh Kami ! 

 

Apabila Seorang Muslim sudah mau,

Maka Allah SWT bukakan jalan baginya

Bila Allah SWT sudah membukakan jalan,

Tiada Manusia Satupun dapat menghalanginya !

- Penulis –

 

 

1. Tiba di Madinah



Madinah menjadi Kota Pertama, yang Kami tuju dalam mengikuti serangkaian Ibadah Umroh. Meski tidak termasuk Syarat Wajib dari Pelaksanaan Ibadah Umroh, yang berada di Kota Makkah, namun melaksanakan Ibadah Sunnah dengan Shalat di Masjid Nabawi, hingga mengunjungi Raudhah, Sebuah Tempat, yang dipergunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berdakwah, sekaligus menjadi Rumah & Peristirahatan Rasulullah SAW, pahalanya juga berkali lipat, dan menjadi Tempat Doa, yang mustajab.


Belum lagi mengunjungi Masjid Quba di Madinah, Masjid Pertama, yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW, juga mendapatkan pahala, yang besar. Menurut Muthawif, yang memimpin Rombongan Kami di Bus 26, Ustadz Ben Ali


Barangsiapa yang datang ke Masjid Quba kemudian sudah berwudhu di rumah lalu melakukan salat sunnah 2 rakaat pahalanya seperti menunaikan Ibadah Umrah,”

 

Sedangkan Masjid Nabawi merupakan 1 dari 3 Tempat Suci, yang diutamakan oleh Agama Islam. Di mana keutamaan dengan Shalat di Masjid Nabawi terutama dengan berjamaah, pahalanya 1.000 kali lipat dibandingkan Shalat di Masjid Lainnya. Inilah mengapa ketika melakukan Serangkaian Ibadah Umroh, Kota Madinah selalu disertakan.


Menjalankan Ibadah Sunnah di Madinah, terutama dengan Shalat di Masjid Nabawi, dan mengunjungi Raudhah, yang menjadi Tempat berdakwah sekaligus Makam Nabi Muhammad SAW menjadi Alasan kenapa Kota Ini juga sangat penting untuk dikunjungi oleh Umat Muslim di Seluruh Dunia.


Kota Madinah.
 al-Madīnah al-Munawwarah “Kota Yang bercahaya/ Cemerlang"



Kota Madinah yang mempunyai Nama Kepanjangan al-Madīnah al-MunawwarahKota Yang bercahaya/ Cemerlang  memang diciptakan sebagai Kota paling nyaman, dan aman di Dunia hingga akhir zaman. Bahkan diceritakan Dajjal tidak dapat masuk ke Kota Suci Ini, sama seperti halnya Kota Makkah. 


Saking cintanya Rasullulah SAW terhadap Kota Madinah, Beliau sering memohon dan memanjatkan doa untuk keberkahan, dan kesejahteraan Penduduk di Kota, yang dahulu Bernama Yastrib. Bahkan Kemuliaan Kota ini, yang diberikan oleh Allah SWT sama besarnya  dengan Kota Makkah. Kedua Kota baik Madinah, dan Makkah berada di Sebelah Barat Laut Arab Saudi, dan dikenal sebagai Tempat Terletaknya Dua Kota Suci bagi Umat Islam, Makkah & Madinah (Hijaz).  



 

Menurut Sejarahnya :

 

Madinah adalah Tempat Tujuan Nabi Muhammad untuk melakukan Hijrah dari Makkah, dan secara berangsur berubah menjadi Ibu Kota Kekaisaran Muslim, dengan Pemimpin Pertama Langsung oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib. 


Kota ini menjadi pusat kekuatan Islam selama berabad - abad dalam Komunitas Muslim. Madinah adalah tempat bagi tiga masjid tertua yang pernah dibangun, yaitu Masjid Quba, Masjid Nabawi, dan Masjid Qiblatain ("Masjid Dua Kiblat"). 


Umat Muslim percaya bahwa penyelesaian dari serangkaian penurunan surah alquran diterima Nabi Muhammad di Madinah, yang dikenal seperti kota Makkah. 


Non - Muslim (Nonis) tidak diperkenankan memasuki Wilayah Suci Madinah berdasarkan Aturan Pemerintah Arab Saudi. Larangan masuk ke Makkah dan Madinah, bukan hanya dibuat oleh Otoritas Politik atau Manusia manapun, akan tetapi langsung turun dari Allah SWT yang memberikan Perintah - Nya dalam Surat At-Taubah ayat ke - 28.

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

 

Artinya: Hai Orang - Orang Beriman, sesungguhnya orang - orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Maka, mengacu pada perintah tersebut larangan masuk Makkah dan Madinah mutlak tidak bisa diganggu gugat. Sedangkan alasan lebih normatif dikeluarkan pemerintah Riyadh bahwa pelarangan dilakukan sebagai cara meningkatkan keamanan dan spiritualitas ibadah. Jika Makkah dan Madinah menjadi area bebas masuk dan dijadikan tempat wisata, maka dikhawatirkan juga memicu ketidakkondusifan. Ini akan mengganggu kesungguhan dalam beribadah atau bahkan ibadah haji dan umrah.

 

Namun belakangan ini Otoritas Kerajaan Arab Saudi mengizinkan Orang Non Muslim (Nonis) dapat memasuki Kota Madinah. Hanya saja dengan Syarat, dan Izin Tertentu. Kecuali Kota Makkah, yang tidak diperbolehkan sama sekali dimasuki oleh Orang Non Muslim (Nonis).

 

Link :

https://id.wikipedia.org/wiki/Madinah#:~:text=Madinah%20(%2Fm%C9%99%CB%88d,Provinsi%20Madinah%20di%20Arab%20Saudi.

 

https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20230511105912-29-436488/ini-alasan-non-muslim-dilarang-ke-makkah-bukan-diskriminasi

 

Sama halnya dengan Makkah, ketika Kami memasuki Kota Madinah terasa nyaman, dan sejuk. Suasana (Atmosphere) nya nampak berbeda. Di mana Kami seolah menjadi Orang Baik, yang rajin ke Masjid Nabawi untuk Shalat, dan Aktivitas Utamanya pasti Ibadah. 


Ya ! 


Jutaan Umat Muslim dari Dunia, yang berkumpul untuk melaksanakan Shalat di Masjid Nabawi membuat Kami sebagai Insan Manusia, wajib melepaskan HalKeduniawian (Hedonisme), dan hanya fokus untuk beribadah menghadap Allah SWT sebagai Sang Maha Pencipta. Vibesnya memang jauh berbeda saat Kami liburan di Beberapa Negara Lainnya, dibandingkan saat Kami menjalankan Ibadah Umroh baik di Kota Madinah Maupun Makkah.  

 

At Prince Mohammad Bin Abdulaziz

International Airport


At Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport - Madinah
 

Tepat di Pukul 4 Sore Waktu Arab Saudi (WAS), Kami sampai di Bandara Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport - Madinah. Bandara ini menjadi Satu - Satunya Bandara Internasional, yang berada di Wilayah Hijaz (Wilayah 2 Kota Suci “Madinah & Makkah, di Barat Laut Jazirah Arab Saudi”).   

 

Jika Makkah sebagai Kota Suci, memang tidak diperbolehkan Pesawat Terbang melintasi Ka’bah, yang merupakan Rumah Allah (Baitullah). Selain alasan Agama, yang mana Non Muslim tidak diizinkan melintasi Ka’bah, Makkah juga sebagai Kota Suci mempunyai medan magnet, yang kuat sehingga dapat membahayakan Penerbangan. 


Namun tak demikian dengan Kota Madinah, yang merupakan Kota Suci. Otoritas Kerajaan Arab Saudi masih mengizinkan adanya Penerbangan Internasional di Kota Madinah, yang hanya dikhususkan untuk Kedatangan, dan Keberangkataan Para Jamaah Umroh, dan Haji.





Menurut Wikipedia :

 

Bandar Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz terletak di Madinah, Arab Saudi, Pembangunannya selesai pada tahun 1974. Pembukaan Bandar Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz juga dilakukan pada tahun 1974. 


Bandar Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz menjadi salah satu bandar udara di Hijaz selain Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Jeddah. Selain itu, Bandar Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz merupakan Salah Satu Bandar Udara Internasional yang utama di Arab Saudi. 


Tujuan pembangunannya adalah memberikan fasilitas bagi Para Pengunjung, terutama Para Jamaah Umroh, dan Haji yang datang ke Madinah dengan jumlahnya terus bertambah.

 

Link :

https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Pangeran_Mohammad_bin_Abdul_Aziz

 

 

Meski tidak terlalu besar sebagai Bandara Internasional, namun kesan bersih, dan nyaman selayaknya Bandara Internasional dimiliki oleh Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz


Suasana Kota Madinah, yang cukup sejuk, membuat Kami yakin untuk melangkahkan Kaki Kami ke Tanah Suci Madinah Al - Munawarah, Sebuah Kota Suci Bercahaya, dan Cemerlang, dan menjadi Kota bagi Pemimpin Terbaik di Muka Bumi, Nabi Muhammad SAW


Sambil menunggu Keberangkatan Bis menuju Hotel, Kami, dan Para Jammah Lainnya melakukan Ibadah Shalat Ashar di Masjid Bandara Madinah.

 

Alamat :

Medinah, Saudi Arabia

 

At Anwar Al Madinah Mövenpick Hotel


At Anwar Al Madinah MovenPick Hotel

 

Setelah Bis Nomor 26 menunggu sekitar 1 Jam, dan Para Jamaah menunaikan Shalat Ashar di Masjid Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, tepat di Pukul 5 Sore Waktu Arab Saudi (WAS), Kami bergegas menuju Hotel.

 

Melihat Kota Madinah dari Jendela Bis, tak ubahnya seperti Sebuah Kota, yang penuh dengan kesejukan, serta ditumbuhi oleh Pepohonan & Rerumputan, yang cukup rindang. Tak ada tanda gersang sama sekali. 


Mungkin, Madinah sekarang akan nampak berbeda dengan Kondisi 20 Tahunan, yang lalu, di mana Padang Pasir, yang tandus masih mendominasi sebagian besar Wilayah Ini.


Kamu akan dengan mudah menemukan Deretan Showroom Mobil Mewah di Kota Madinah !

 

Sebagai Negara Kaya Minyak, Kerajaan Arab Saudi, memang cukup memakmurkan Rakyatnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya Showroom Mobil Mewah, yang didirikan di Sepanjang Perjalanan menuju Hotel. Pendapatan Arab Saudi, yang didapat dari Jutaan Umat Muslim, yang mengunjungi Negara Ini di Sepanjang Tahun, juga membuat Kota Ini Nampak cukup rapih, dan bersih. Deretan Rumah Mewah bergaya Arab (Arabic Style) juga sering Kami temui. 


Inilah mengapa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, melalui Putra Mahkota sekaligus Perdana Menterinya, Mohammed bin Salman Al Saud, ingin sekali menjadikan Negara Arab Saudi sebagai Salah Satu Negara Tujuan Wisata, bukan hanya dari Umroh, dan Haji, yang menjadi Variabel Salah Satu Penyumbang Devisa Terbesar bagi Negara Monarki ini, namun dari Sektor Pariwisata Lainnya. 


Neom - Kota Masa Depan bagi Kerajaan Arab Saudi
Via : https://www.neom.com

 

Acara/ Event Musik mulai banyak diadakan. Bioskop mulai Kembali dibuka. Bahkan menurut Informasi, yang Kami dapati bahwa Non Muslim (Nonis) dapat mengunjungi Madinah sebagai Kota Suci asalkan mendapat izin dari otoritas setempat, kecuali Kota Makkah, yang tidak boleh sama sekali dimasuki oleh Orang Non Muslim. 


Hal ini dilakukan semata - mata demi melepas ketergantungan Negara Ini dengan Minyak Bumi. Terlebih adanya Minyak Bumi, yang mulai tergantikan oleh Energi Listrik pada Kendaraan, dan Beberapa Industri. Bahkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bekerjasama dengan Perusahaan Minyak Aramco menciptakan Sebuah Proyek Futuristik bagi Suatu Kota Masa Depan bernama “Neom”, yang juga sarat akan Industri Pariwisatanya, sama halnya dengan Dubai di Uni Emirate Arab, dan Beberapa Kota di Negara Monarki Arab Lainnya.



 

Setelah 30 Menit Perjalanan dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, finally Kami sampai juga di Hotel MovenPick. Anwar Al Madinah Mövenpick, merupakan Sebuah Hotel, yang menyatu dengan Pusat Perbelanjaan (Mall) Anwar Al Madinah Mall. Kehadiran Mall ini, tentunya dapat mengakomodir Kebutuhan Belanja Sehari - Hari Para Jamaah selama di Madinah. Contohnya saja Sabun Cuci, yang mana kebanyakan Para Jamaah jika menginap agak lama, Beberapa Pakaiannya juga dapat dicuci di Kamar Mandi Hotel. Bahkan Gantungan Cuci Pakaian juga disediakan oleh Hotel Ini. Meski Kami lebih memilih (prefer) untuk mencucinya di rumah, dan membawa Pakaian, yang lebih banyak, he .. he .. he …

 

Enaknya lagi, selain dekat dengan Beberapa Pusat Perbelanjaan (Mall), juga dekat dengan Masjid Nabawi. Mungkin istilah selangkah dari Masjid Nabawi ada pada Hotel ini. Bisa dibilang selangkah karena memang masih berada di Sekitar Lokasi Masjid Nabawi, kira - kira 5 Menitan dari Kamar Hotel menuju Masjid. Inilah, yang menyebabkan Kami sebagai Jamaah tak ingin melewatkan untuk Shalat Wajib Berjamaah maupun Sunah di Masjid Nabawi. 



Namun, yang perlu diingat, sebaiknya Para Jamaah, yang ingin Shalat Wajib di Masjid Nabawi, harus datang lebih awal Setengah Jam Sebelumnya, meski Hotel Tempat Kami menginap dekat dengan Masjid Nabawi. Hotel Kami searah dengan Pintu (Gate) 326 - 328, yang sejajar dengan Roof Top Masjid Nabawi, Sebuah Tempat, yang sangat nyaman untuk berdoa, dan memohon ampunan, karena Lokasinya masih terbilang sepi, terlebih saat Shalat Tahajud sambil menunggu Shalat Subuh.


Anwar Al Madinah - MovenPick Hotel
Via : https://www.booking.com

 

Berdasarkan Informasi, yang Kami dapati, Anwar Al Madinah Mövenpick adalah Sebuah Hotel *****  milik Jaringan Hotel Internasional Accor. Bersama dengan Grand Mercure, Angsana, Pullman, Swissotel, - Anwar Al Madinah Mövenpick termasuk Hotel di Kelas Premium dengan Standar ***** . Itulah mengapa Hotel ini menawarkan berbagai Fasilitas Kemudahan bagi Para Jamaah Umroh maupun Haji, selain Mall yang ada dibawahnya, juga Lokasinya yang dekat dengan Masjid Nabawi. 



Dan Kami memang sengaja memilih Paket Tour, di mana Hotel berada di Standar ***** atau minimal **** , agar lebih dekat dengan Masjid Nabawi. Terlebih biasanya jika Hotel itu tidak berada di Kelas **** atau ***** , Sepengalaman Kakak memang tidak terlalu baik dari Segi Kebersihannya. Dan Alhamdulillah, Walaupun terlihat cukup tua, namun cukup bersih untuk Ukuran Hotel ***** di Madinah, yang mana selalu penuh oleh Para Jamaah dari Penjuru Dunia.


Ada Dapur Mininya !

 

Kamar Hotelnya bergaya American Classic. Terdapat 3 Single Bed, untuk Sy, Istri, dan Kakak Perempuan. Di Bagian Lainya terdapat Mini Kitchen Set, yang dilengkapi Kompor untuk memasak. Walaupun menurut Hemat Kami, sangat jarang Para Jamaah menggunakan Kompor itu untuk keperluan masak memasak, karena biasanya sudah terdapat Hidangan Makan buat Sarapan, Makan Siang maupun Malam, yang disediakan oleh Pihak Travel. 


Saat Kami membuka di Situs Daring Traveloka, untuk Pemesanan Kamar Hotel di Tempat Ini, Harganya berkisar 6 Juta/ Malam untuk Tipe Standar.


Ada Ruang Makan Khusus bagi Para Jamaah Umroh - NRA Tour & Travel

 

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, Pihak NRA Tour And Travel menyediakan Ruang Khusus untuk makan buat Para Jamaah baik sarapan, makan siang, maupun malam. Bahkan hampir 24 Jam Ruangan itu tetap terbuka dengan Cita Rasa Masakan Indonesia, karena memang ada Koki (Chef) Khusus, yang sengaja didatangkan dari Indonesia. 


Menu Cita Rasa Nusantara di Resto Khusus NRA Tur & Travel
At Anwar Al Madinah MovenPick Hotel


Ayam Bumbu Rujak, hingga Sate Ayam menjadi Primadona Kami saat makan di Tempat Ini. Meski sekali lagi berada di Ruang Khusus, dan terpisah dengan Tempat Makan bagi Tamu Lainnya di Hotel Ini.


Ada Tiang Jemuran pada Sudut Ruang Kamar Mandinya !
 

Kamar Mandinya, meski terkesan jadul, dan agak sempit, namun cukup bersih. Terlebih bagi Para Jamaah masih diberi kesempatan untuk dapat mencuci, dan menjemur Pakaian di Salah Sudut Kamar Mandinya, karena disediakan Tiang Jemuran.


Pemandangan Gedung Pencakar Langit (Skyline) Kota Madinah !

 

Dari Bilik Jendela Kamar Hotel, Kami masih dapat melihat Pemandangan Gedung Pencakar Langit (Skyline) Kota Madinah, yang bisa dibilang mempunyai Ketinggian Gedung yang sama rata. 



For Your Information (FYI), hampir semua Hotel” yang berada di Sekiling Area Masjid Nabawi mempunyai Ketinggian Maksimum 15 lantai dengan Gaya Arsitektur yang sama, yaitu Arsitektur Islam. Hal ini dikarenakan Hotel maupun Gedung di Sekitar Masjid Nabawi tidak boleh melebihi ketinggian dari Menara Masjid Nabawi, dan agar terlihat lebih menarik perhatian (eye catching), dan seragam. 

 

Alamat :

Bada'ah, Madinah, Madinah 42311, Arab Saudi 

 

At Masjid Nabawi  


 

Tepat Shalat Isya di 16 November 2023, selepas Kami beristirahat sejenak di Hotel Tempat Kami menginap, merapihkan Segala Baju di Koper, yang telah sampai, dan diantarkan tepat di depan Pintu Kamar Hotel, hingga mandi, lalu Kami langsung bergegas menuju Masjid Nabawi Madinah untuk melaksanakan Ibadah Shalat Isya Berjamaah di sana. 



Ya ! 



Rasa Jetlag, dan males, harus segera dilawan. Mumpung di Tanah Suci, Ibadah kami harus lebih diperbanyak lagi, terlebih Suasana (Vibes) untuk menjadi Orang Baik ... ngedukung banget, he .. he .. he  !   


 

Waktu Shalat Isya di Madinah, ketika itu Pukul 19.35 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar Setengah Delapan Malam. Namun, Kami harus mempersiapkan diri (prepare) paling enggak minimal Setengah Jam sebelumnya. Meski Hotelnya dekat/ selangkah dari Masjid Nabawi, akan tetapi tetap saja jika tidak datang lebih awal, dapat dipastikan susah untuk dapat Tempat Shalat, meski berada di Luar Sekalipun ...


 

Ada Beberapa Tips selama Kamu berada di Madinah ... agar Ibadah Kamu dapat khusyuk & menyenangkan.


Via : https://pixabay.com


Adapun Tips & Tricknya :


 

1. Utamakan untuk Shalat Wajib Berjamaah maupun Sunah di Masjid Nabawi. Karena Pahalanya memang besar 1000 Kali lipat dibandingkan Kamu Shalat di Masjid Lainnya (Bukan di Tempat/ Tanah Suci), yang hanya 27 Kali.


 

2. Jika Biro Perjalanan Umroh Mu menawarkan untuk City Tour, pilah - pilah, jangan Semua diambil, terlebih jika Waktu Kamu untuk menjalankan Serangkaian Ibadah Umroh hanya 9 Hari, sebab dijamin Kamu bakal capek !


 

Kami sendiri lebih memilih (prefer) untuk Shalat Wajib Berjamaah, dan melakukan Ibadah di Masjid Nabawi sebab ada Pahala, yang lebih besar di sana. Mengenai diterima atau tidak Pahala Kami, Wallahu A'lam Bishawab, yang terpenting Kami sudah berusaha (ikhtiar) untuk melakukan yang terbaik, toh nanti jika belum sempat Kami mengunjungi Tempat” City Tour, Insya Allah jika diberikan kesempatan, Kami akan mendatangi Tanah Suci kembali untuk melaksanakan Ibadah Haji maupun Umroh Kembali. Itu Harapan Kami serta Seluruh Umat Muslim di Seluruh Dunia. 



Sebagai Bahan Pertimbangan Kami lebih memilih City Tour, yang menggunakan Bis, seperti saat di Madinah, mengunjungi Masjid Qubah, Jabal Uhud, Kebun Kurma, melewati Masjid Kiblatain, Khandak, dan Kembali ke Hotel.


 

3. Patuhi Semua Larangannya. 



Saat Kamu menunaikan Serangkaian Ibadah Umroh di Tanah Suci (Makkah & Madinah) diharapkan Kamu dapat mematuhi segala Larangannya. Terlebih sebagai Tamu Allah SWT, saat beribadah di Tanah Suci, ya memang harus sopan. 



Mencoba melepaskan Hal” yang bersifat Keduniawiaan (Hedonisme) menjadi Kunci Utama. Selain itu berbuat Maksiat, Zalim, Berbicara tentang Keburukan Orang Lain (Ghibah), Pamer Harta, Riya, Bertengkar, hingga Membatin dalam Diri Sendiri tentang ketidakpuasaan saat Beribadah di Tanah Suci, hingga Fasilitas, dan Pelayanan, yang diberikan oleh Pihak Travel, juga menjadi Perhatian bagi Kita supaya untuk dihindari agar Ibadah Kita selalu senantiasa diberkahi & nyaman.



Jujur Saya Pribadi (Penulis) saat Pertama Kali menginjakan Kaki di Tanah Suci juga merasa takut, dan khawatir. Itulah, yang menyebabkan baru pada Tahun Terakhir ini Kami menyadari tentang pentingnya untuk dapat beribadah ke Tanah Suci, minimal 1 Kali Seumur Hidup. 



Sebab ketika itu, Saya sangat menyadari bahwa dalam membina hubungan dengan Orang Lain, Saya juga bukan Pribadi, yang baik banget. Kadangkala ada aja gesekannya karena Keras Kepalanya Saya. Hingga Saya berpikir bagaimana kalau Saya nanti beribadah di Tanah Suci, apakah Saya akan dibales karena pernah menyakiti Orang Lain, baik tutur kata & perbuatan ?


 

Beruntungnya Saya mempunyai Istri, yang selalu bijak menyikapi, dan mensupport Apa yang dilakukan oleh Saya, jika itu benar. Terlebih Ini untuk beribadah ke Tanah Suci. 



Pasrah saja Bi ... Sebagai Tamu Allah SWT, Kita hanya bisa pasrah ! Yang penting beribadah, dan biarlah Allah SWT menilai segala Usaha (Ikhtiar) Kita !”, Kata Istri



Inilah yang membuat Saya yakin untuk dapat memenuhi Panggilan Allah SWT ke Tanah Suci. Dan Perjalanan Terindah kali Ini merupakan Sebuah Perjalanan Terindah Religi, yang lama dinanti oleh Kami.


 

Berikut 9 Larangan selama di Tanah Suci Makkah dan Madinah :


 

1. Membawa dan Mengangkat Senjata

2. Menumpahkan Darah Atau Berperang

3. Mencabut Pohon, Mematahkan atau Memotong Dahannya

4. Membunuh Hewan Buruan

5. Membawa Keluar Tanah Maupun Batu Kerikil Darinya

6. Mengambil Barang Tercecer

7. Non Muslim Dilarang Memasuki Tanah Haram

8. Mengganggu Orang yang Mengunjungi Baitul Haram

9. Melakukan Maksiat dan Berbuat Zalim



 

Link :

https://kalam.sindonews.com/read/1141331/69/9-larangan-ketika-berada-di-tanah-suci-makkah-dan-madinah-1688119579



4. Pentingnya untuk berbagi dengan Rasa Keikhlasan.  


Mumpung di Tanah Suci berbuat baiknya kalau bisa dilipatgandakan dengan mensedekahkan Sebagian Harta Kamu untuk Mereka, yang membutuhkan.



Meski Arab Saudi adalah Negara, yang relatif kaya, yang mana Kami jarang menemukan Pengemis di Pinggiran Jalan, namun tetap saja ada. Biasanya Mereka adalah Para Backpacker dari Negara lain, yang kebetulan kehabisan uang saat Mereka melakukan Ibadah Umroh maupun Haji. Saking pengennya Mereka ke Tanah Suci terkadang tidak memikirkan Biaya Hidup (Living Cost) yang harus dikeluarkan selama di sana.



Jadilah Mereka sedikit memaksa untuk tinggal, dan makan seadanya saat menjalankan Ibadah Umroh. Kalau diibaratkan semacam Bondo Nekat “Bonek” gitu ! 



Saat Kamu belanja di Mall Sekitar Masjidil Haram, beberapa Toko memang menawarkan Program Sedekah Makan, biasanya 1 Bungkusnya sekitar 10 - 15 Riyal atau sekitar Rp. 45.000,- Rp. 67.500,- , jika dikurskan 1 Riyal Saudi (SAR) = Rp. 4.500,- serta untuk minimal 10 Orang.


 

Beberapa Kali Kami ikut Program Sedekah Makan itu. Hal ini biasa Kami temukan saat berada di Kota Makkah, namun lain Halnya dengan Madinah.


 

Madinah jadi Kota, yang relatif aman, dan tenang ... sepertinya Rasulullah SAW, sengaja menciptakan Kota Ini agar terlihat Nyaman, Damai, dan Tenang, tanpa ganguan dari apapun. 



Walaupun pernah 1 Kali, ketika Saya (Penulis) menunaikan Ibadah Shalat Jum’at di Roof Top Masjid Nabawi, ada 1 Orang Jamaah yang menceritakan Kisahnya bahwa Ia Orang Palestina, yang mencoba untuk bertahan di Negeri Orang, serta Endingnya sekarang Ia nggak punya uang untuk makan. Tanpa banyak kata, Saya (Penulis) langsung memberikan uang kepadanya ... Mau Ia berbohong atau tidak Wallahu A'lam Bishawab, yang terpenting Saya Pribadi dengan ikhlas untuk memberikannya.


 

Lalu ke mana Penyaluran terbaik untuk menyisihkan Sebagian Harta Kamu saat berada di Tanah Suci terutama Kota Madinah ? Kalau Sy Pribadi kepada Petugas Kebersihan di sana, yang senantiasa membantu Para Jamaah. Baik mengambilkan Air Zam - Zam, Al Quran untuk dibaca, kursi, menata sendal, hingga membersihkan karpet untuk Tempat Shalat Kita. Pokoknya Siap Siaga semangat mengerjakan tugas untuk Para Jamaah, yang membutuhkan.


  

Dan Kami punya Pengalaman akan Hal ini. 


Kami memang sudah mempersiapkan uang lebih, yang Kami bagikan saat di Tanah Suci nanti. Terlebih Kakak juga menitipkan Uang dalam bentuk pecahan 5 hingga 10 Riyal, yang jumlahnya juga cukup lumayan untuk disedekahkan. Jadilah Kami cukup mudah untuk membagikan kepada Para Petugas Kebersihan Itu. Selepas Shalat Fardu terutama Shalat Subuh, Alhamdullilah, Kami membagikan 5 hingga 10 Riyal/ Petugas kebersihan di sana.


 

Dan apa yang terjadi, Allah SWT membalas semua itu kepada Proses Wafatnya Ibu dengan mudah. Kata Kakak, 



Mulai dari Ambulance, Kain Kafan, hingga Proses Pemakaman, sudah ada yang ngurus. Pihak Keluarga tidak mengeluarkan Biaya Sepeserpun terhadap Proses Wafatnya Ibu. Bahkan Uang Dukanya bisa terkumpul hingga 25 Jutaan. Ibu pun meninggal dalam keadaan tersenyum !”. Subhanallah, seketika itu Kami langsung menangis terharu, ternyata begitu mudahnya Ibu menghadap Allah SWT. 



Cerita ini disampaikan saat sesampainya Kami di Surabaya. Ibu wafat tanpa Keadaan Sakit Keras, hanya sedikit tidak enak badan di Hari Terakhir, saat Kami telah menyelesaikan Serangkaian Kegiatan Ibadah Umroh, dan menunggu Tawaf Perpisahan (Wada). 



Wafatnya Ibu, yang begitu dengan mudah apakah berhubungan dengan Sedekahnya Kami, yang penuh Rasa Ikhlas sehingga Allah SWT menggantinya berkali lipat terhadap Proses Pemakaman Ibu, yang begitu mudah ? Wallahu A'lam Bishawab “Hanya Allah SWT, yang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya !”


 

Yang terakhir, jangan lupa untuk Mewakafkan Al Quran baik di Masjid Nabawi, dan Masjidil Haram. Dengan mewakafkan Al - Qur’an, yang diberikan kepada Masjid Nabawi - Madinah, dan Masjidil Haram - Makkah, Insya Allah, menjadi Amal Jariyah, yang tidak pernah terputus, ketika ada Orang, yang membaca. Bagi yang mewakafkan akan mendatangkan pahala, yang terus menurus bahkan setelah Mereka meninggal dunia. 




Di banyak Toko, yang menjual Perlengkapan Shalat, biasanya juga menyediakan Al Quran dengan Stempel Wakaf. Untuk Harga Al Qur’an kecil dengan Stempel Wakaf di Madinah : 30 Riyal atau berkisar Rp. 135.000,- dan di Makkah lebih mahal sedikit : 35 Riyal atau berkisar Rp. 157.500,-




5. Jangan lupa untuk mengunjungi Raudhah, dan Shalat di Roof Top Masjid Nabawi. Kedua Tempat Ibadah ini menurut Kami sangat sayang untuk dilewatkan.



 

1.   Raudhah, yang berarti Taman Surga adalah Tempat diantara Rumah Rasulullah SAW, dan Mimbar yang Beliau pergunakan untuk berdakwah. Selain Itu Raudhah juga menjadi Makam Baginda Muhammad SAW serta terdapat pula di sisinya makam Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA selaku Sahabat baginda Rasul, yang paling setia lagi bertakwa. Lokasinya yang masih 1 Area dengan Masjid Nabawi di mana terdapat Masjid Kubah Hijau, menjadi Tempat, yang paling mustajab untuk berdoa. Selain itu berdoa, dan shalat di Raudhah juga 1000 kali lipat sama besarnya dengan Shalat di Masjid Nabawi, sebab memang merupakan bagian dari Masjid Nabawi. Dan yang terpenting Kita dapat berziarah sekaligus memanjatkan Doa untuk Nabi Kita, Nabi Muhammad SAW.



 

2.  Jangan lewatkan juga untuk Shalat di RoofTop Masjid Nabawi. Lokasinya yang berada di Lantai Dua Masjid Nabawi, membuat Tempat Ini terasa sunyi, dan nyaman. Berbeda dengan RoofTop di Masjidil Haram, yang terlihat agak kurang bersih, RoofTop Masjid Nabawi cukup terlihat bersih.



 

Waktu, yang terbaik saat beribadah di RoofTop Masjid Nabawi adalah di 1/3 Malam Terakhir (Jam 03.00 - Subuh) saat Shalat Tahajud, dan mengerjakan Shalat Sunah Lainnya. Kamu dapat memohon doa sebaik - baiknya, meminta ampunan kepada Sang Khalik, Sang Maha Pencipta, Allah SWT atas Segala Dosa - Dosa yang diperbuat selama hidup di Dunia, yang fanah ini. Di Sela itu, sambil menunggu Waktu Subuh (Sekitar Pukul 05.30 Waktu Arab Saudi - WAS), Kamu dapat membaca Al - Qur’an, Surat Yasin, Tahlil, hingga Bersholawat... Sungguh terasa Indah, dan Menentramkan Hati !


 

Sebagai Informasi untuk menuju RoofTop Masjid Nabawi, Kamu dapat masuk lewat Gerbang (Gate) 326, yang Lokasinya berada dekat dengan Anwar Al Madinah MovenPick, Hotel Tempat Kami menginap, dan searah dengan itu Kamu dapat masuk melewati tangga dekat Pintu 8 atau Lewat Tangga Eskalator di samping Pintu 21 Masjid Nabawi.


  

6. Selalu menjaga kebersihan.


 

Mengingat Kebersihan itu adalah sebagian dari Iman, jadi menjaga Kebersihan merupakan Kewajiban bagi Setiap Muslim. Terlebih Kita sebagai Jamaah asal Indonesia, juga membawa nama baik Negara, yang Kita cintai.



 

Jamaah asal Indonesia baik di Madinah maupun Makkah, memang terkenal harum namanya. Bahkan Banyak Para Pedagang, yang menggunakan Bahasa Indonesia hingga cukup mengetahui seputar Peristiwa, yang ada Indonesia.



 

Bahkan Pemberitaan itu termasuk Seputar Dunia Politik. Percaya apa enggak Nama Presiden R.I Joko Widodo (Jokowi) cukup terkenal di sana. Sehingga boleh dikatakan #Jokowi Effect memang cukup mendunia.



 

Sebagai Umat Muslim Terbanyak di Dunia, Jumlah Jamaah Indonesia yang datang ke Makkah, dan Madinah saat menunaikan Ibadah Haji maupun Umroh bisa dikatakan paling banyak dibandingkan dengan Jamaah dari Negara Lain. Adakalanya Para Jamaah Kita membelanjakan Uangnya untuk Keperluan Oleh - Oleh di Tanah Air. Maka dari itu Perekonomian di Negara ini, selain Hasil dari Minyak Bumi, juga bergantung kepada Para Jamaah, yang datang saat Haji maupun Umroh, termasuk Jamaah asal Indonesia, yang Jumlah paling besar.



 

Kata Salah Satu Pedagang, yang Kami temui, “Jamaah asal Indonesia paling royal membelanjakan uangnya, terkenal tidak pelit, dan cukup ramah serta dermawan” 




Itulah yang membuat Jamaah Kita selalu disambut baik saat memasuki Toko maupun Tempat Perdagangan Lainnya. Terlebih Jamaah Kita cukup dikenal rapih, dan bersih dalam menjaga Kebersihan pada Kamar Hotelnya. Maka dari itu agar Kita sebagai Jamaah asal Indonesia selalu harum namanya, Kita harus selalu menjaga Kebersihan juga saat berada di Kedua Kota Suci ini, baik Madinah maupun Makkah.




7. Menghilangkan Sejenak Hal” yang bersifat Keduniawian (Hedonisme), sebab ini Waktunya Ibadah. Hal ini termasuk mengurangi kegiatan bersifat keduniawian, yang mengurangi Makna dari Ibadah itu sendiri. Terlebih jika dilakukan secara berlebihan, takutnya akan termasuk ke dalam Perbuatan Riya, dan Pamer. 


 

1.    Kegiatan Berselfie Ria dan mempostingnya melalui Sosial Media baik itu berupa Foto maupun Video secara terus menurus, sebaiknya dikurangi.


 

Boleh jika itu dilakukan sekali - kali, namun tidak sering atau terus menerus mengupdatenya di Sosial Media. Terlebih Para Jaamah Indonesia dikenal narsis, dan suka berselfie ria, tanpa menghiraukan Aturan yang ada oleh Masyarakat Arab maupun Para Jamaah dari Negara Lainnya. Dan Kita tidak ingin Nama Baik Kita tercoreng bukan, lantaran Berselfie Ria tanpa tahu aturan ?


 

Mendokumentasi dalam bentuk Foto maupun Video sah saja, apalagi jika itu tujuannya untuk berbagi kebahagiaan, dan dalam Rangka Syiar Agama agar Orang - Orang Muslim menjadi tertarik, dan menyegerakan untuk ke Tanah Suci terhadap Postingan Postif, yang Kita buat. Namun jika dilakukan secara terus menerus, yang mana Kita mengupdatenya ke dalam Sosial Media Kita terlebih ke dalam Story takutnya akan mengurangi Makna Ibadah itu sendiri, dan menimbulkan kesan Ria/ Pamer.


 

Ada Momentnya nanti saat Kita mendokumentasikan, namun bukan saat Kegiatan Ibadah itu berlangsung. Jika sudah selesai Kegiatan Ibadah Kita sesampainya di Tanah Air, Kita ingin mengabadikan itu lewat Sosial Media Kita, ya tidak masalah, terlebih jika itu bertujuan untuk Syiar Agama, dan tanpa mengurangi Nilai Ibadah saat di Tanah Suci.                      

 

2.    Mengurangi Kegiatan Belanja Belanji juga perlu dilakukan sebab ditakutkan Kamu akan muda capek dengan Kegiatan Ibadah, yang Jadwalnya cukup padat.


 

Terlebih melaksanakan Ibadah Umroh & Haji ke Tanah Suci bukan merupakan Perjalanan Wisata seperti biasanya, karena ini merupakan Wisata Religi, yang ada Nilai Spritualnya, dan juga termasuk Ibadah Fisik. 

 

 

Memang di Lokasi Hotel, Tempat Kami menginap sangat dekat dengan Mall bahkan dibilang cukup selangkah karena menyatu dengan Pusat Perbelanjaan (Mall) baik di Madinah maupun Makkah. Di sekitar Hotel Kami juga terdapat Banyak Pusat Perbelanjaan. Namun, yang menjadi Pertanyaan, Apakah Kita hanya sibuk dengan Belanja atau Melihat Mall saja ?


 

Lagipula Kebanyakan Mall di Madinah & Makkah bisa dikatakan tidak terlalu modern. Hanya saja saat memasuki Abraj Al-Bait Shopping Center, yang berada di Kompleks Zam - Zam Tower Makkah baru terkesan modern dengan Tenant - Tenant, yang cukup mengInternasional. Di mana Mall ini juga menyatu dengan Hilton Makkah Shopping Centre, Pusat Perbelanjaan di atas Hotel Ex Hilton, Tempat Kami menginap.


 

Biasanya Kami belanja di Salah Satu Supermarket di sana untuk melengkapi Kebutuhan saja, semisal sedang bosan dengan Makanan di Restoran Hotel, terutama di Makkah, yang kebanyakan mengandung Lemak, dan Daging Kambing, baru Kami belanja Pop Mie, dan sebagainya.


 

Sebagai saran, jika Hasrat untuk belanja sudah sulit terbendung, Kamu dapat melakukan saat hari - hari terakhir di mana Kegiatan Ibadah Umroh maupun Hajinya sudah terpenuhi semua. Dan jangan lupa untuk Incip, dan membeli Hal Otentik seperti Ayam Al Baik, Juice Buah Nan Segar, Parfum, hingga Emas Arab Rasa 24 Karat.


 

8. Selalu sedia Handphone + Kuota agar Komunikasi Kamu tidak terputus !


 

Hal ini sangat penting, mengingat Lokasi Masjid Nabawi + Masjidi Haram, yang super luas, ditambah Jutaan Umat Muslim Seluruh Dunia berkumpul di sana baik saat melakukan Ibadah Umroh maupun Haji, agar jika Kamu tersesat, Kamu masih dapat berkomunikasi dengan Kerabat maupun Teman Serombongan ataupun Muthawif (Pemimpin Rombongan), yang ditunjuk oleh Biro Perjalanan Haji & Umroh.




Terlebih Kamu masih dapat menggunakan Google Maps, jika benar - benar tersesat. Jika di Makkah mungkin agak lebih mudah dalam mencari Arah Pulang menuju Hotel, yang memang berada di Sekitar Lokasi Masjidil Haram.


 

Contohnya saja Hotel Kami (Makkah a.k.a Hilton Hotel) Lokasinya memang berdekatan dengan Kompleks Zam - Zam Clock Tower, jadi tinggal lihat Gedung Pencakar Langit itu saja sebagai patokannya. Terlebih Hilton - Makkah Hotel sebagai Gedung juga mempunyai Bentuk, yang cukup unik.


 

Namun, yang jadi pertanyaan bagaimana dengan Kota Madinah. Saat Kamu sedang menunaikan Ibadah Shalat di Masjid Nabawi. Di mana Lokasi Sekitar mempunyai Gedung, yang agak mirip, dan Tinggi yang terbilang sama serta tidak boleh melebihi dari Menara Masjid Nabawi ?


 

Selain menghafal Pintu (Gate) yang searah dengan Hotel Tempat Kamu menginap, Handphone juga diperlukan agar Kamu tidak tersesat. Lagipula dengan adanya Handphone, Kamu masih dapat memotret Lokasi/ Tempat, yang dapat dijadikan patokan selain untuk berkomunikasi, dan menelusuri arah via Google Maps maupun Aplikasi Maps - Penunjuk Arah Lainnya. Untuk itulah Handphone + Kuotanya harus ada saat Kamu ingin berpergian.



Salah Satu Outlet Grapari di Kota Makkah
Via : https://www.radarsulteng.net


 

Kami sendiri selalu menggunakan Paket Data dari Telkomsel. Alasannya simple ! Selain nggak mau ribet, Kartu Pasca Bayar Kami juga sudah dilengkapi Ambang Batas Pemakaian, yang biasa Kami gunakan saat berpergian ke Luar Negeri. Tinggal pilih Paket Data Roaming apa yang akan digunakan. Ketika itu Kami menggunakan Paket Data Roaming Umroh - 17 Hari Telkomsel dengan Harga Rp. 425.000,- + PPN 11% (Rp. 46.750,-), Total yang harus dibayarkan : Rp. 471.750,- .



 

Dengan Perincian :

·      Masa Aktif 17 Hari

·      Roaming Umroh 18 GB

·      Roaming Negara Transit 2 GB




Terlebih Jaringan Grapari Telkomsel juga ada di Beberapa Titik baik di Madinah, dan Makkah, yang dapat melayani Para Pelanggan apabila mengalami gangguan pada signalnya, Adapun Kantor Layanan Para Pelanggan Telkomsel ada di : Hotel Tabah Tower dan Hotel Amjad Al Garaa (Madinah), Zam - Zam Tower atau Abraj Al-Bait, Hotel Al Kiswah Tower 4, dan Hotel Arkan Bakkah 2 (Makkah).


 

Sebenarnya Kamu masih dapat membeli SIM Card Made In Saudi Arabia (Arab) dengan Kisaran Harga mulai dari 30 - 35 Riyal (Jika dikurskan 1 Riyal Saudi (SAR) = Rp. 4.500.-) atau sekitar Rp. 135.000,- - 157.500 untuk masa 9 Hari. Memang lebih murah, namun jika tidak ingin ribet melepas SIM Card terlebih Handphone dengan Baterai Tanam di mana harus buka dulu SIM Card, yang kecil itu, lebih baik menggunakan SIM Card Asal Indonesia, yang biasa Kamu pakai. Terlebih ketika Kamu menghubungi Kerabat, Mereka jadi tidak kaget lantaran Nomor Kamu tetap sama (Tidak ganti Nomor).



 

Adapun Provider SIM Card Made In Saudi Arabian : 

Sawa Visito Line (STC), Mobily & Zain.



 

9. Bawa Uang Riyal secukupnya saja !



Kami sarankan untuk membawa Uang Riyal secukupnya saja. Terlebih ATM Indonesia Berlogo Visa, dan Mastercard dapat dilakukan Tarik Tunai pada Mesin ATM Al - Rajhi Bank, Sebuah Bank yang berasal dari Arab Saudi dan merupakan Bank Syariah terbesar di Dunia berdasarkan modal. ATM ini dapat dinikmati seluruh Nasabah Pengguna ATM Bersama di lebih dari 45 ribu ATM Al - Rajhi Bank di Arab Saudi, yang juga meliputi Kota Makkah, dan Madinah.


 

Hingga saat ini, Beberapa Bank Made In Indonesia juga bergabung dalam layanan ATM Lintas Batas (Cross Border) ini, antara lain : BNI, BCA, Bank Jatim, BRI Syariah, BRI, Bank NTB Syariah, Bank DKI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank DIY, Bank Jabar, Bank Sumut, Bank Kaltimtara, dan BNI Syariah. Biaya Administrasinya juga Terjangkau (Affordable) sekitar 4 SAR atau setara Rp. 18.000,- . Dengan Pecahan 50 maupun 100 Riyal, yang dapat Kamu ambil via Mesin ATM Al - Rajhi Bank.


 

Selain itu, Kamu juga dapat mempergunakan Kartu Kredit (CC) dengan Logo Visa maupun Mastercard. Tapi yang perlu diingat Kamu harus mempergunakannya dengan sangat hati - hati, sebab ada Bunga, yang cukup besar, dan harus dibayarkan di Bulan Depan. Jadi menurut Hemat Kami, Kamu harus mempersiapkan uang, yang cukup agar dapat dibayarkan pada Bulan Depan, dan tidak menimbulkan Bunga. Atau Kamu dapat mencicil Maksimal 12 kali (1 Tahun) agar tidak ada Bunga, dan terbebas dari Praktek Riba.


 

Pemakaian Kartu Kredit (CC) biasanya dipergunakan untuk Nilai Pembayaran, yang cukup besar seperti membeli Perhiasan, terutama Emas. Di mana Kamu takut mengambil uang di Mesin ATM dalam jumlah besar, terlebih mungkin juga ada batas pengambilan, sedangkan Mesin Debit untuk Bank Indonesia tidak berlaku, sehingga Satu - Satunya Jalan menggunakan Kartu Kredit (CC) Berlogo Visa maupun Mastercard.


 

Untuk Pembayaran melalui QRIS via Aplikasi, Kami belum pernah mencoba. Namun setahu Kami via Aplikasi BCA Mobile baru dapat digunakan Cross Border (Lintas Batas) pada Negara Lingkup ASEAN, seperti : Singapura, Thailand, dan Malaysia.


 

Link :

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200218170828-78-475829/jemaah-haji-indonesia-bisa-tarik-tunai-atm-di-tanah-suci


 

https://www.bca.co.id/id/informasi/Edukatips/2023/05/11/10/48/ini-dia-negara-yang-bisa-transaksi-qris-lintas-negara-cross-border-lewat-bca-mobile






 

Memasuki Masjid Nabawi, Kami menemukan suasana yang benar - benar nyaman. Di mana Pelataran Masjidnya ditutupi oleh Payung Raksasa Otomatis, yang dapat ditutup saat hujan maupun terik matahari sedang panas menyengat, dan Jika Malam Hari saat cuaca cerah, Payung Raksasa itu dapat terbuka. 


Kipas Pendingin berada di Bawah pada Setiap Payung Raksasa, yang menyemprot ke segala arah, sehingga Kami maupun Para Jamaah Lainnya saat melaksanakan Ibadah Shalat tidak merasakan hawa panas sama sekali. Jika tidak salah Kipas Pendingin itu terdapat 2 Kipas, yang terletak di bawah pada masing - masing Payung Raksasa.



Air Zam - Zam tetap tersedia di Masjid Nabawi !

 

Uniknya, walaupun Kota Madinah tidak mempunyai Sumber Mata Air Zam - Zam, yang mana Sumurnya berada di Sekitar Ka’bah - Masjidil Haram, Makkah, namun Air Zam - Zam ini juga tersedia di Setiap Tempat pada Ruang Shaf Shalat Belakang maupun Samping Masjid Nabawi - Madinah. Pemerintah Arab Saudi sengaja menyalurkan Air Zam - Zam itu melalui Pipa Bawah Tanah ke Kawasan Kudai - Pinggiran Makkah Arab Saudi



Dari Tempat inilah setelah Air Zam - Zam mengalami Penyaringan (Filtrasi), baru didistribusikan baik ke Masjidil Haram (Makkah) maupun ke Masjid Nabawi Madinah. Sekitar 400 Ton setiap harinya, saat Musim Haji maupun Umroh, Air Zam - Zam itu didistribusikan dari Makkah ke Madinah untuk dapat dikonsumsi oleh Para Jamaah Umroh maupun Haji.



Itulah mengapa saat Kami berada di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram, Kami sama sekali tidak merasakan rasa haus disebabkan Air Zam - Zam selalu tersedia di Setiap Tempat baik di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Air Sejuta Manfaat bagi Kesehatan, yang sarat akan protein ini, memang membuat Kami tidak merasakan haus sama sekali, meski cuaca saat itu sedang panas - panasnya.


 

Kalau dibandingkan, 



Meski cuaca di Madinah & Makkah mungkin lebih panas dari Indonesia, terutama Kota Madiun, Kota Domisili Kami, namun panas di sana tidak berkeringat di badan. Itulah yang menyebabkan Pakaian Kami tidak bebau keringat meski terkadang dua hari sekali Kami ganti. 



Terlebih Adanya Kipas Angin, dan Payung Raksasa Otomatis di Plataran Masjid Nabawi, juga membuat Lokasi Sekitar Hotel Kami menginap juga menjadi terasa sejuk. Entah itu ada Efek Domino, karena Lokasinya memang berdekatan entahlah, akan tetapi memang cukup sejuk.



Madinah "Kota Kucing" !


 

Kami juga menemukan Banyak Kucing (Hewan Kesayangan Rasulullah SAW) dalam keadaan gemuk, dan menyehatkan. Identiknya Madinah sebagai Kota Kucing memang sulit untuk dipisahkan.


 

Inilah, yang menyebabkan selain menjadi Kota, yang aman & nyaman, di mana selalu diberi keberkahan oleh Allah SWT, dan Baginda Rasul SAW selalu mendoakan bagi Kota Ini agar nampak selalu bercahaya sesuai dengan Namanya Al-Madīnah Al-Munawwarah, "Kota yang bercahaya" atau "Kota yang cemerlang", 



Kota Madinah ternyata juga menjadi Salah Satu Kota Tersehat di Dunia. Pengakuan itu diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mendefinisikan Sebuah Kota Sehat : Sebuah Wilayah yang terus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial, serta memperluas sumber daya komunitas untuk menjalan fungsi kehidupan dan berkembang secara maksimal. Termasuk dalam lingkup Kota Madinah, dan Masjid Nabawi sebagai Salah Satu Kota, dan Tempat Suci bagi Umat Muslim di Dunia.


 

Link :

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210124225200-120-597823/who-tetapkan-madinah-salah-satu-kota-tersehat-di-dunia


 

At RoofTop Masjid Nabawi 





At RoofTop Masjid Nabawi - Madinah


 

Ada yang berbeda ketika Kami menjalankan Ibadah Shalat baik Shalat Fardu Berjamaah maupun Sunah di Masjid Nabawi. Sisi menarik, yang selama ini menjadi Tempat bagi Para Jamaah untuk lebih khusyuk dalam berdoa adalah RoofTop, yang berada di Lantai Teratas dari Masjid Nabawi.   


 

Tempat ini Kami dapati ketika Saya (Penulis) tidak kebagian Tempat saat ingin menjalankan Ibadah Shalat Jumat baik di dalam maupun Plataran Masjid Nabawi. 



Maklum Setiap Shalat Wajib Berjamaah di sana, memang tampak dipadati oleh Para Jamaah, di mana 1 Jam sebelumnya Para Jamaah harus sudah datang di Masjid. Terlebih Ibadah Shalat Jum’at, yang hanya 1 kali dalam Seminggu, ditambah biasanya Waktu Ibadah Umroh, hanya punya waktu 1 kali untuk Shalat Jum’at di Tanah Suci, jika Waktu melakukan kegiatan Umroh hanya 9 Hari di sana, Jadi wajar jika Para Jamaah ingin merasakan Ibadah Shalat Jum’at di Tanah Suci. 



Baik itu Laki - Laki maupun Perempuan sama saja, Mereka ingin berlomba, dan merasakan untuk Shalat Jum’at baik di Masjid Nabawi - Madinah maupun Masjidil Haram - Makkah. Sehingga Wajar ketika Shalat Jum’at nampak lebih padat (crowded) dibandingkan saat melaksanakan Shalat Fardu Berjamaah.    


 

Ketika itu Para Tentara Arab (Askar) sengaja menempatkan Saya (Penulis) di Lantai 2 menuju RoofTop Madinah. Dan Alhamdullilah menuju Tempat Ini searah dengan Gerbang (Gate) 326, yang lokasinya berdekatan dengan Al Anwar MovenPick Hotel, Tempat Kami menginap. Tinggal searah masuk ke Pintu 8 atau jika tidak ingin capek ada Tangga Berjalan (Eskalator) di Pintu 21, yang lokasinya berdekatan dengan Pintu 8. 



Pintu 21, yang mana terdapat Eskalator menuju RoofTop, Saya dapatkan ketika selesai melakukan Ibadah Shalat Malam berlanjut ke Shalat Subuh. Saya melihat ada Bagian Bilik (Ruang), yang ternyata dikhususkan bagi Ruang Eskalator. Cukup menghemat Tenaga ! Mengingat jika menggunakan Tangga, Saya butuh Beberapa Langka (Step) untuk menuju ke Roof Top Masjid Nabawi. Namun sepertinya RoofTop Masjid Nabawi hanya dikhususkan bagi Para Jamaah laki - laki.




RoofTop Masjid Nabawi sebagai Tempat, yang sunyi, dan penuh kesyahduan !


 

RoofTop Masjid Nabawi, memang menjadi Tempat yang paling hening, dan sunyi untuk meminta Segala Doa, dan Ampunan. Jujur, Saya berkali - kali termehek - mehek saat melakukan Serangkaian Ibadah Shalat Malam (Taubat, Tahajud, Hajat) di Tempat Ini. Tak ada yang bisa terucap kata selain meminta ampunan, dan doa agar diberikan Keselamatan, dan Keberkahan bagi Kami Sekeluarga (Saya & Istri) baik di Dunia maupun di Akhirat nanti.



Tempat, yang sangat tenang untuk membaca Surat Yasin, Tahlil, dan Sholawat sampai menunggu Waktu Shalat Subuh. Biasanya di Sepertiga Malam Terakhir, sekitar Jam 3 - 3.30 Waktu Arab Saudi (WAS), Kami lekas menuju Masjid Nabawi. Sekitar 3 Jam Lebih, Saya rutin melakukan Ibadah Malam dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin, Tahlil, dan Sholawat sambil menunggu Sholat Subuh, di Sekitar Pukul 05.30 Waktu Arab Saudi (WAS)


 

RoofTop Masjid Nabawi menjadi Gambaran Sebuah Tempat Ketenangan, dan Keagungan, yang diciptakan oleh Allah SWT. Sebagai Sang Maha Pencipta, yang menciptakan Masjid Nabawi, Suasana (Atmosphere) Sekitarnya begitu Indah. Sulit untuk terlukis. 



Jadi wajar jika Beberapa TravelBlogger maupun Influencer seperti @amritsaraje I RAJE membagikan Pengalamannya ketika melaksanakan serangkaian Ibadah di RoofTop Masjid Nabawi - Madinah.


 

Sungguh Indah Keagungan Allah SWT lewat Tempat Ini !


 

At Raudhah





At Raudhah Masjid Nabawi - Madinah


 

Raudhah, yang berarti Taman Surga menjadi Salah Satu Penantian bagi Umat Muslim di Seluruh Dunia (termasuk Kami) untuk dapat berdoa di Tempat Ini. 



Sebuah Tempat Paling Mustajab untuk berdoa, dan memohon Segala Ampunan. Tempat diantara Rumah, dan Mimbar Baginda Rasul dalam mensyiarkan Agama Islam agar dapat diterima oleh Penduduk Madinah, yang mana sebelum Hijrahnya Rasulullah SAW, Penduduk Madinah beragama Yahudi, Nasrani, dan Penganut Agama Kristen Kuno (Paganisme). 



Tempat Ini juga menjadi Makam Nabi Muhammad SAW, dan Para Sahabatnya (Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA) selaku Sahabat Nabi yang paling setia lagi bertakwa, dan terletak di dalam Sebuah Masjid Kubah Hijau di Sudut Tenggara Masjid Nabawi Madinah



Karena itu Raudhah, yang juga bagian dari Kompleks Masjid Nabawi, menjadi Tempat, yang cukup dipadati oleh Para Peziarah, yang notabenenya Jamaah Umroh & Haji dari Seluruh Dunia.




Para Pejuang Raudhah (1)


 

Kami (Sy, Istri, dan Kakak) cukup punya Pengalaman, yang tak terlupakan di Tempat Ini, khususnya Istri Saya. Jika Saya hanya sekali memasuki Raudhah, tak demikian dengan Istri yang harus dua kali, menunggu di Keesokan Harinya, disebabkan kondisi, yang cukup padat saat itu, dan Aplikasi Nusuk tidak dapat berjalan secara optimal meski sudah memakai Biro Travel Terpercaya.


 

Ya ! 



Jadwal Ziarah Jamaah Pria, dan Wanita untuk masuk ke Raudhah memang lebih banyak Jadwal Waktu Jamaah Pria. Jika Jamaah Pria Waktunya mulai  11.30 Waktu Arab Saudi (WAS) sampai menjelang pagi, namun tak demikian dengan Jamaah Wanita, yang waktunya dibatasi  06.30 - 11.30 waktu Arab Saudi (WAS). Inilah, yang menyebabkan terkadang Pihak Travel kesulitan untuk memenuhi Semua Jamaah Wanita agar dapat masuk ke dalam Raudhah, meski sudah mendaftarkannya secara online via Aplikasi Nusuk. Walhasil Istri Sy, dan Beberapa Orang Lainnya sempat terpisah dari Rombongan Jamaah Perempuan dan harus mengulang di Ke Esokan Harinya.


 

Memasuki Raudhah memang cuku sulit. Dari Medannya, yang dipenuhi oleh Lautan Manusia rasanya sulit untuk mendaftarkannya secara Individu tanpa melalui Agen Travel. Beberapa Jamaah Asal Malaysia, yang Kami temui memang mendaftarkannya via Aplikasi Nusuk secara Personal tanpa melalui Agen Travel. Meski sudah dilakukan Persiapan secara baik (Well Prepared), tetap saja tidak tembus saat dilakukan Pemeriksaan oleh Para Askar. Terlebih di Jadwal memang nampak penuh, yang ditandai dengan Warna Merah. Entahlah jika itu dilakukan Seminggu Sebelumnya mendaftarkan Via Aplikasi Nusuk.




Nusuk - Platform Aplikasi Resmi Umroh & Haji
Via : https://www.nusuk.sa/id


 

Sebagai Informasi Tambahan,


 

Aplikasi Nusuk : Sebuah Platform Aplikasi, yang memberikan Kemudahan Para Wisatawan Dunia, khususnya Para Jamaah Umroh & Haji baik secara Individu maupun melalui Agent Travel untuk dapat mengajukan Visa Elektronik, Ziarah (Termasuk Raudhah), Tempat Wisata, Pemesanan Hotel, dan Penerbangan saat berada di Arab Saudi (Khususnya Makkah, dan Madinah). Meski dapat dilakukan secara Personal, namun ada Beberapa Tempat, yang harus didaftarkan melalui Agen Travel Umroh & Haji, seperti saat di Raudhah.




Para Pejuang Raudhah (2)


 

 

Ya !

 

Saat Saya, dan Kakak berhasil memasuki Raudhah, Saya berusaha untuk menyemangati Istri agar selalu berdoa, dan jika di Ke Esokan Harinya, ternyata tidak dapat memasuki Raudhah, ya jangan terlalu sedih & kecewa, mengingat Kondisi Medannya, yang cukup sulit, dan memang dipadati oleh Para Jamaah dari Seluruh Dunia. 




Sedih & Kecewa boleh, tapi jangan terlalu. Kondisi Fisik Kami, yang sudah tak muda lagi juga menjadi Alasannya. Berpasrah, dan berdoa meminta jalan agar di Ke Esokan Hari dapat masuk ke Raudhah menjadi Jalan Terbaik. 



Alhamdulillah Wa Syukurillah, Istri Sy dapat memasuki Raudhah di Ke Esokan Pagi Harinya, dan setelah itu, tepat Pukul 14.00/ 2 Siang Waktu Arab Saudi (WAS) selepas Shalat Dzuhur, Kami langsung bergegas ke Makkah untuk menunaikan Ibadah Umroh.



At Masjid Kubah Hijau - Raudhah


 

Saat di Raudhah, yang paling terbaik adalah berdoa !


 

SebagaiTips :


 

Saat Kamu shalat di Raudhah, Perbanyaklah Doa saat sujud. Jadi Sujudnya dilamakan sambil meminta Pengampunan ke Allah SWT. Sebab apabila selesai Shalat, Kamu berdoa, dijamin cepat diusir oleh Para Tentara Arab (Askar), karena memang antriannya yang sangat Panjang. Jadi berdoanya ketika sedang Shalat terutama saat sujud, yang lama. Tempat Shalatnya di antara Rumah, dan depan Mimbar Dakwah Nabi Muhammad SAW.



 

Alamat :

Al Haram, Madinah 42311, Arab Saudi



City Tour Madinah




City Tour Madinah




It’s Time For City Tour !   

 

Ini Waktunya untuk Tour Dalam Kota

 

Meski Kami lebih memilih (prefer) untuk mendahulukan Kegiatan Ibadah baik saat di Masjid Nabawi - Madinah maupun Masjidil Haram - Makkah, namun Kami masih dapat melakukan City Tour Tipis - Tipis untuk sekedar jalan - jalan & berwisata religi demi melihat Bukti Kebesaran Allah SWT atas apa yang telah diciptakanNya. Di Sela Perjalanan, Kami juga sedikit banyak mengetahui lewat Muthawif, yang memandu Rombongan Kami, Ustadz Ben Ally & Sidki Maulana tentang Perjalanan Wisata ini saat mengunjungi ke Beberapa Tempat Bersejarah baik di Madinah maupun Makkah.

 

Lalu bagaimana Kami harus membagi Waktunya di saat Kami lebih mendahulukan untuk melakukan Kegiatan Ibadah dibandingkan ikut City Tour secara lengkap ? 


Kami lebih memilih (Prefer) menggunakan Bis 
Dalam melakukan City Tour
Baik di Kota Madinah maupun Makkah !



 

Ya !

 

Kami  mencoba memilah City Tour mana saja, yang dapat Kami ikuti maupun tidak. Jika itu menggunakan Bis dibandingakan Transportasi Kaki, alias berjalaan Kaki, he .. he .. he .. Pastinya Kami lebih memilih menggunakan Bis. Sebab Waktu yang hanya 9 Hari rasanya akan terasa berat jika Program City Tour itu dilakukan secara menyeluruh baik di Madinah maupun Makkah, baik menggunakan Bis maupun berjalan kaki. 



Sebab Menurut Hemat Kami, yang lebih baik adalah menjalankan Ibadah Umroh, dan Shalat Wajib Berjamaah maupun Sunah di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Kegiatan Ibadah Umroh juga merupakan Ibadah Fisik, yang mana banyak dilakukan dengan berjalan Kaki serta Puncaknya saat melakukan Serangkaian Rukun Ibadah Umroh di Makkah baik Tawaf maupun Sa’i. 


Terlebih Kami juga melakukan Badal Umroh untuk mengUmrohkan Almarhumah Mbah dan Almarhum Bapak. Jadi Kegiatan City Tour ini memang harus lebih selektifInsya Allah jika diberi kesempatan lagi untuk balik ke Tanah Suci dalam rangka Haji maupun Umroh Kembali, Kami akan coba mengunjungi Tempat - Tempat, yang belum sempat Kami kunjungi sebelumnya lewat Program City Tour. 



Sebab rasanya, Jika diberi Kesempatan baik Kelapangan Rezeki maupun Kesehatan, Kita sebagai “Human” perlu meRecharge kembali dengan melakukan Perjalanan Religi baik Umroh maupun Haji. Jiwa - Jiwa, yang terkadang Kosong, terkontaminasi dari Permasalahan Keduniawian, yang begitu fanah rasanya memang perlu diRecharge kembali. Untuk dapat sekedar Berdoa, dan Mendekatkan Diri agar Lebih Dekat lagi kepada Allah SWT sebagai Sang Maha Pencipta sekaligus Penyayang Hambanya.


 

Dan Kami cukup merasakan Suasana (Atmosphere) Itu. Vibes untuk menjadi Orang, yang lebih baik lagi, benar - benar Kami temui saat melakukan Ibadah Umroh di Tanah Suci. Harapan Kami, sepulangnya dari Ibadah Umroh, Kami juga dapat menjadi Pribadi, yang dapat berproses lebih baik dari sebelumnya “To Be A Better Person”, dan diterima dengan dengan sepenuhnya oleh Allah SWT menjadi “Umroh yang Mabrur” !


 

Untuk itulah, Kami mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud, Kebun Kurma serta tak lupa melewati Masjid Kiblatain, Khandak, dan kembali ke Hotel tepat di Hari Jumat, Tanggal 17 November 2023. Jadi Perjalanan City Tour, yang menggunakan Bis di Ketiga Tempat Itu harus sudah selesai Sebelum Shalat Jum’at Jam 12.20 Waktu Arab Saudi (WAS) 


At Masjid Quba



At Masjid Quba




Masjid Quba menjadi Destinasi City Tour Pertama Kali Kami saat di Madinah. Masjid Pertama, yang dibangun oleh Rasulullah SAW pada Tahun 1 Hijriyah atau sekitar Abad ke 7/ 622 Masehi di Quba. Quba sendiri merupakan Daerah sekitar 5 km di Sebelah Tenggara Kota Madinah. 



Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun atas dasar takwa berdasarkan QS. At - Taubah : 108. Jadi walaupun pahalanya tidak setara saat Kami shalat di Masjid Nabawi, yang berpahala 1000 kali lipat atau saat di Masjidil Haram, yang berpahala 100.000 kali lipat, akan tetapi menurut Ustaz Turmuzi saat memberikan Informasi kepada Para Jamaah Umroh NRA Tour and Travel di Hari Senin (9/10/23), menyatakan :


 

"Barangsiapa yang datang ke Masjid Quba kemudian sudah berwudhu di rumah lalu melakukan salat sunnah 2 rakaat pahalanya seperti melakukan Ibadah Umroh,"



Hal ini juga diperkuat di dalam Al Qur'an surah At - Taubah ayat 108 :


 

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ


 

Arab - Latin: Lā taqum fīhi abadā, lamasjidun ussisa 'alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqụma fīh, fīhi rijāluy yuḥibbụna ay yataṭahharụ, wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn


 

Artinya: Janganlah kamu bersembahyang dalam Masjid itu selama - lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.

 

Link :

https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-6981853/salat-di-masjid-quba-pahalanya-setara-umrah# 



Via : https://kemenag.go.id


 

Menurut Sejarahnya :


 

Pembangunan Masjid Quba awalnya diusulkan oleh Ammar bin Yasir. Ia merupakan anak muda yang orang tuanya disiksa oleh Abu Jahal karena mempertahankan aqidah. Dia salah satu pemuda beriman, dan bertakwa.


 

Ammar bin Yasir berkata," Ya Rasulullah bagaimana kalau kita membangun masjid di sini ? Lalu Rasulullah setuju dan dengan para sahabat mulai membangun Masjid Quba.


 

Dari pohon kurma atapnya dari dahan kurma. Lantainya hanya pasir. Ini Masjid Quba yang dibangun pertama kali.


 

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun Menara Masjid ini. Sekarang renovasi masjid ini ditangani oleh Keluarga Saud. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Al - Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, Masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada Masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.



Masjid Quba kini !




Meskipun sangat sederhana, Masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk daripada masjid - masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat - syarat yang perlu untuk pendirian Masjid. Masjid ini sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.


 

Di sebelah utara dibuat serambi untuk Tempat Sembahyang yang bertiang pohon Kurma, beratap datar dari pelepah dan daun kurma, bercampurkan tanah liat. Di tengah - tengah ruang terbuka dalam Masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu, mengambil air sembahyang. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.


 

Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Di seberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.


 

Saat akan memasuki bagian dalam Masjid, sebaiknya memperhatikan Petunjuk di dinding luar masjid. Itu adalah penunjuk pintu masuk yang dikhususkan bagi Jamaah Laki - laki atau Perempuan. Akan terpampang pada Sebuah Plakat yang ditempelkan ke dinding pintu masuk untuk Jamaah Laki - Laki maupun Perempuan.



 

Menariknya Banyak Penjual, yang notabenenya Anak Kecil menyajikan Barang Dagangannya. Biasanya Mereka menjual Parfum Arab Non Alkohol dengan Mini Size. Coba berbagilah di sana, jika memang diberi kelapangan Rezeki. Berlombalah dalam mencari Pahala di sana !


 

Megahnya Masjid Quba juga tampak diperindah dengan Puluhan bahkan Ratusan Burung Merpati, yang terbang di Sekitaran Plataran Masjid ini. Dan tentunya Kami tak akan melupakan Moment Ini.


 

Link :

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Quba

 


Alamat :

3493 Al Hijrah Rd, Al Khatim, Madinah 42318, Arab Saudi

              

At Jabal Uhud


At Jabal Uhud

 

Jabal Uhud menjadi Destinasi City Tour Kedua Kami saat berada di Kota Madinah. Letaknya tidak begitu jauh saat dari Masjid Quba. Sedangkan dari Kota Madinah, Jabal Uhud berada sekitar 5 Km sebelah utara Kota Madinah.


 

Menurut Wikipedia :


 

Jabal Uhud (Arab: جبل أحد) adalah : sebuah gunung di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1077 meter. Gunung ini adalah lokasi pertempuran kedua antara Rasulullah SAW bersama Para Sahabat dengan Pasukan Kafir Quraisy Makkah.


 

Pertempuran Uhud terjadi pada tahun ke 2 hijriyah, kaum muslimin yang berjumlah 700 pasukan dari Madinah yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW, tempat di barat laut Jazirah Arab, dengan kaum kafir yang berjumlah 3000 pasukan yang di pimpin oleh Abu Sufyan.


 

Dalam perang Uhud ini Kaum Muslimin mengalami kekalahan dan pasukan kafir Quraisy memenangkan pertempuran ini.


 

Gunung Uhud terbentuk dari batu granit warna merah memanjang dari tenggara ke barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer. Gunung ini menjadi Gunung terbesar dan tertinggi (1050 meter) di Madinah. Di kaki gunung bagian selatan terdapat pemakaman Para Syuhada, salah satunya adalah Hamzah Bin Abdul - Muththalib, Paman dan Saudara Sepersusuan Nabi Muhammad SAW.


 

Link

https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Uhud





 

Hampir sama dengan Masjid Quba, ketika itu berhawa sejuk, meski cuaca cukup panas. Saat Kami berada di Jabal Uhud pun demikian. Kami merasakan Suasana (Atmosphere) itu. Dari Plataran Parkir Jabal Uhud, Ratusan Burung Merpati pun berterbangan seolah menjadi Pertanda Alam menyambut Kita sebagai Tamu Allah SWT, yang dirindukan. Kami merasakan suasana sejuk, dan nyaman walaupun sekali lagi cuacanya pun tetap panas namun tidak menimbulkan keringat. Hal ini sangat berbeda dengan Indonesia, yang cuaca sehabis hujan pun terkadang sumuk, dan berkeringat.


 

Dari Plataran Parkir dengan Latar Belakang (Background) Gunung Uhud, tak ragu Kami mengabadikan Moment Kebersamaan Ini.


 

Alamat :

Madinah, Arab Saudi

 

At Kebun Kurma


At Kebun Kurma


 

Setelah Kami mengunjungi Jabal Uhud, yang menjadi Tempat Pertempuran antara Kaum Muslim Beriman Madinah, yang dipimpin oleh Baginda Rasul, Nabi Muhammad SAW dengan Kaum Kafir Quraisy, yang dipimpin oleh Abu Sufyan dalam Suatu Peperangan, yang dikenal sebagai Perang Uhud, kini Kami menuju Kebun Kurma.


 

Kebun Kurma, yang Kami kunjungi jika tidak salah bernama Aryaf Taibah, Lokasinya berdekatan dengan Al - Noor Mall, Salah Satu Pusat Perbelanjaan, yang mengusung Konsep Minimalis Modern, dan agak jauh dari Pusat Masjid Nabawi.


 

Di Kebun Kurma Ini juga terdapat Pasar Kurma (Dates Market), yang menjual Aneka Jenis Kurma, mulai dari Kurma Termurah hingga Termahal, seperti : Ajwa, Mejdool maupun Ameber, yang dibandrol sekitar 380 rb/ Kg nya. Bahkan Kurma Kesukaan Nabi Muhammad SAW, Ajwa merupakan Hasil Produksi Kurma Terbesar bagi Kota Madinah sehingga sering mendapat julukan Dataran AjwaLand Of Ajwa” bagi Kota Madinah.



Sebuah Klaim yang layak bagi buah berjuluk “Kurma Nabi” itu. Kurma berwarna hitam tersebut merupakan salah satu makanan kesukaan Rasulullah Muhammad SAW. Kurma Ajwa pertama kali ditanam oleh Rasulullah di sebelah Masjid Quba, Madinah.


 

Nama Ajwa diambil dari nama anak Salman Al Farisi, seorang sahabat yang mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuangan Islam. Untuk mengenang jasa - jasanya, Rasulullah menamakan kurma yang dimakannya saat berbuka puasa dengan nama Ajwa.

 


Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda 



Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka hari itu Ia tidak akan terkena racun maupun sihir” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



Keutamaan Kurma Ajwa itulah yang membuat buah ini menjadi salah satu oleh - oleh wajib bagi Para Jamaah Haji & Umroh asal Indonesia khususnya saat berada di Madinah. Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan jenis kurma lainnya, tetapi Ajwa tetap menjadi buruan.


 

Link :

https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/pariwisata/pr-135099271/melihat-lebih-dekat-kebun-kurma-ajwa-di-madinah-makanan-kesukaan-nabi-muhammad-saw?page=all






Kebun Kurma memang Banyak dijumpai di Kota Madinah. Bahkan Kebun Kurma ini jarang atau mungkin tidak Kami temui di Kota Makkah. Iklim Kota Madinah, yang jauh lebih sejuk dibandingkan dengan Kota Makkah membuat Tanaman Kurma dapat berkembang dengan baik. Selain di Madinah, Perkebunan Kurma juga banyak terdapat di Kota Thaif maupun Provinsi Qassim, yang juga berhawa sejuk. 



Itulah mengapa saat menjalankan Ibadah Umroh maupun Haji, Kebanyakan Para Jamaah juga dijadwalkan untuk mengunjungi Perkebunan Kurma di Madinah. Selain memang Madinah sebagai Dataran Ajwa, Kurma, yang bernilai tinggi, dan menjadi Salah Satu Kurma Favorit bagi Baginda Rasul.


 

Dalam Sejarahnya Perkebunan Kurma di Madinah telah ada bahkan jauh sebelum Nabi Muhmmad SAW hijrah ke Kota Ini. Saat Baginda Rasul membangun Masjid Quba - Masjid Pertama, dan Tertua, yang dibangun oleh Baginda Rasul, Lokasinya juga berada diatas Kebun Kurma seluas 1.200 m2





 

Melihat Kebun Kurma Aryaf Taibah, Kami merasakan Suasana (Atmosphere) berbeda. Nuansa Khas Arabian sangat terasa saat Kami duduk santai selepas berbelanja Kurma.


 

Namun dilain Tempat juga terdapat Bakso, Salah Satu Kuliner Indonesia, yang dijual di sini. Harapannya agar dapat mengobati Rasa Rindu Para Jamaah akan Beberapa Kuliner Indonesia. Selepas meninggalkan Tanah Air hingga berhari - hari ke depannya … Pastinya Mereka Rindu & Cinta 1/2 Mati dengan Masakan Indonesia.


 

Alamat :

4193 Saad bin Sawada Al - Amiri, Al-Ayoun, Madinah 42331 8338, Arab Saudi    



At Masjid Khandaq



Dalam Perjalanan kembali ke Hotel selepas mengunjungi Kebun Kurma Aryaf Taibah, Kami melewati Masjid Kiblatain dan Khandaq. Kedua Tempat ini, memang tidak Kami datangi, mengingat ketika itu juga bertepatan dengan Shalat Jum’at, jadi Kami harus mempersiapkannya. 1 Jam Sebelumnya, Rombongan Kami di Bis 26 harus sudah sampai di Hotel, di mana Jadwal Shalat Jum’at di Madinah berada di Pukul 12. 35 Waktu Arab Saudi (WAS), ketika itu.


 

Kami melewati :

 

1. Masjid Kiblatain/ Qiblatain :



At Masjid Qiblatain



(Artinya: Masjid Dua Kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.


 

Pada permulaan Islam, orang melakukan salat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjid Al-Aqsa) di Yerusalem/Palestina. Baru belakangan turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Makkah.


 

Peristiwa itu terjadi pada tahun ke - 2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah (Qiblatain) ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yang artinya:


 

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang - orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali - kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan


 

Setelah turunnya ayat tersebut di atas, berkata Seseorang dari Bani Salamah, "Ketahuilah, sesungguhnya kiblat telah diganti," maka Mereka berpaling sebagaimana mereka menghadap kiblat, dan kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.



Via : https://hidayatullah.com


 

Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pada Tahun 1987 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan konstruksi baru, tetapi tidak menghilangkan ciri khas masjid tersebut.


 

Kini bangunan Masjid Qiblatain memang memiliki dua arah mihrab yang menonjol (Arah Makkah dan Palestina), yang umumnya digunakan oleh Imam Salat. Setelah direnovasi oleh Pemerintah Arab Saudi, dengan hanya memfokuskan Satu Mihrab yang menghadap Kabah di Makkah dan meminimalisir Mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina. Ruang mihrab mengadopsi geometri ortogonal kaku dan simetri yang ditekankan dengan menggunakan menara kembar dan kubah kembar.


 

Kubah Utama yang Menunjukkan arah kiblat yang benar dan kubah kedua adalah palsu dan dijadikan sebagai pengingat sejarah saja. Ada garis silang kecil yang menunjukkan transisi perpindahan arah. Di bawahnya terdapat replika mihrab tua yang menyerupai ruang bawah kubah batu di Yerusalem, bernuansa tradisional. Sebelumnya Sultan Sulaiman telah memugarnya pada tahun 893 H atau 1543 M. Masjid Qiblatain merupakan salah satu tempat ziarah yang biasa dikunjungi Jamaah Haji dan Umroh dari seluruh dunia.


 

Link :

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Qiblatain#:~:text=Masjid%20Qiblatain%20(artinya%3A%20masjid%20dua,atas%20bekas%20rumah%20Bani%20Salamah.


 

2. Masjid Khandak/ Khandaq :



At Masjid Khandak/ Khandaq


 

Masjid - Masjid yang Tujuh (Arab: المساجد السبعة Al-Masajid As-Sab'ah) atau Sab'u Masajid merupakan salah satu kompleks bersejarah yang dikunjungi oleh para wisatawan Kota Madinah. Masjid ini merupakan gabungan dari tujuh masjid kecil, yang sebenarnya hanya enam masjid ditambah dengan Masjid Qiblatain yang dikunjungi dalam waktu yang bersamaan sehingga disebut dengan Masjid Tujuh. Tidak ada perintah dari Nabi ﷺ maupun dalil syari'at yang menunjukan atas keutamaan mengunjungi masjid - masjid ini. 


 

Masjid - masjid ini terletak di barat Gunung Sala' yaitu merupakan Tempat terjadinya Pertempuran Khandaq. Sebuah Peperangan antara Umat Muslim melawan Persekutuan Besar Kaum Yahudi dan Quraisy, yang terjadi pada Tahun Kelima Hijriah atau 627 Masehi. Nama lain dari Perang Khandaq adalah Perang Ahzab.


 

Link :

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Khandaq

https://www.kompas.com/stori/read/2023/06/02/210000579/apa-sebab-terjadinya-perang-khandaq?page=all


Mall To Mall


Tak seperti saat Kami berpergian ke Negara Lain, Pada Perjalanan Kali ini, Kami memang memfokuskan untuk beribadah dibandingkan memilih untuk jalan - jalan, apalagi berbelanja. 


Ya ! 


Perjalanan ke Luar Negeri kali ini, bukan Perjalanan Wisata Biasa melainkan Perjalanan Religi. Di mana Beribadah menjadi Tujuan Utama/ Fokus Kami.

 

Meski demikian di Sela Sepulang Kami beribadah, terkadang Kami jalan - jalan sebentar di Beberapa Pusat Perbelanjaan/ Pertokoan baik di Madinah maupun Makkah. Baik hanya sekedar cuci mata ataupun membeli Keperluan selama Kami di Tanah Suci. 


Biasanya Kami menuju ke Mall di Sekitaran Hotel. Maklum Hotel, Tempat Kami menginap memang terletak tidak jauh dari Pusat Ibadah baik di Masjid Nabawi Madinah maupun Masjidil Haram Makkah. Dan Lokasinya memang dekat dengan Pusat Perbelanjaan (Mall) maupun Kawasan Pertokoan. Bahkan Hotel Kami menginap baik di MovenPick Madinah maupun Makkah Hotel & Tower a.k.a Hilton Hotel juga menyatu dengan Pusat Perbelajaan (Mall), yaitu : Anwar Al Madinah Mall dan Hilton Tower Shopping Centre, yang Lokasinya juga tidak jauh dan menyatu dengan Abraj Al Bait Mall - Makkah Zam - Zam Tower Complex.

 

At Anwar Al Madinah Mall

At Anwar Al Madinah Mall 

Lokasinya menyatu dengan Hotel Tempat Kami menginap Anwar Al Madinah MovenPick Hotel. Namun Kami tidak mengetahui apakah Mall dan Hotel ini juga dipunyai oleh Satu Pemilik (Owner), yang sama ? Namun yang jelas Hotelnya dikelolah oleh Accor GroupSebuah Group Hotel, yang mengelolah Jaringan Hotel Waralaba sekitar 3.700 Hotel di 5 Benua dengan berbagai merek dagang mulai dari Tingkatan Budget dan Penginapan Ekonomis hingga Akomodasi Mewah di Beberapa Tempat Eksotis Belahan Dunia. 


Di mana MovenPick Hotel berada di Kelas Premium Hotel bersama Mantis, Grand Mercure, Angsana, Pullman, Swissotel dengan Standar ***** .


Mallnya terlihat Jadoel
At Anwar Al Madinah Mall 

 

Melihat Pusat Perbelanjaan (Mall) Anwar Al Madinah, Kamu jangan membayangkan seperti Mall Terkenal, yang ada di Jakarta maupun Kota Besar di Indonesia Lainnya. Meski Mall ini menyatu dengan Hotel MovenPick, yang cukup terkenal sebagai Hotel ***** , dan juga berada di Jantungnya Pusat Ibadah Masjid Nabawi - Madinah, namun Anwar Al Madinah jauh dari Kesan Modern, bahkan bisa dibilang layaknya Mall Tahun 80 - 90 an. Saya jadi membayangkan berjalan di Melawai Plaza/ RatuPlaza hingga Era Akhir 90 an. Btw Kedua Mall itu masih beroperasi nggak ya ?

 

Mungkin maksud Bangunannya menyesuaikan dengan Kultur Arab, yang terkesan Klasik. Terlebih Gedung Di Sekitar Masjid Nabawi memang terlihat, dan mempunyai ketinggian, yang sama. Merek (Brand) Internasional seperti : Uniqlo, Ralph Lauren - Polo, H&M, yang biasa Kita jumpai di Mall Indonesia jangan harap, Kamu jumpai di sini. Bisa dibilang Kehadiran Merek (Brand) Internasional di Anwar Al Madinah Mall jarang. Tidak seperti Pusat Perbelanjaan (Mall) di Makkah, Mall di Madinah lebih dipenuhi oleh Toko Pakaian dengan Merek Lokal, yang biasanya menjual Pakaian Muslim semacam Gamis dan Perlengkapannya, hingga Sajadah. Itu, yang Banyak Kami jumpai di Mall Madinah.


Via : https://bindawood.com
 

Penyewa (Tenant) Bin Dawood semacam Super Store, yang meliputi Supermarket, Departement Store, hingga Perlengkapan Rumah Tangga, Alat Elektronik dan Mainan, menjadi yang terbesar. Super Store ini terbesar hampir di Seluruh Arab Saudi, seperti : Makkah, Madinah, Jeddah, Taif, Khamis Mushayt. 


Toko BinDawood pertama dibuka di Makkah, Arab Saudi pada tahun 1984. Pada Agustus 2020, BinDawood mengoperasikan 27 hipermarket dan supermarket di Kerajaan di kota - kota besar seperti Makkah dan Madinah.

 

Link :

https://en.wikipedia.org/wiki/BinDawood_Stores#cite_note-3

Ajwa Cookies

  

Sebagai Informasi (For Your Information - FYI), Arab Saudi bisa dibilang terkenal akan Buah”an yang cukup menyegarkan (Fresh) dan baik secara kualitas dengan Harga yang lebih murah dibandingkan saat di Indonesia. Inilah yang menjadi Perburuan Kami berbelanja Buah terutama yang dikeringkan (Dried) maupun Olahan Buah seperti Juice juga menjadi Incaran Kami. Selain itu Coklat, Kue dan Biskuit juga Harganya jauh lebih murah bila dibandingkan saat berbelanja di Supermarket Indonesia. Namun jangan ditanya jika belanja Shampo, Sabun atau Bahan, yang mengandung Kimia harganya bisa dua kali lipat di sana.

 

Dan Inilah yang menjadi Perburuaan Kami untuk berbelanja Buah (Kurma, Anggur, Delima, Stroberi maupun Peach), Olahan Buah (Juice), hingga Coklat.     

 

Alamat :

Bada'ah, Madinah 42311, Arab Saudi   

 

2. Tiba di Makkah 

 

Setelah mengalami Proses, yang panjang demi memasuki Raudhah hingga dua kali, di mana Istri harus mengulang kembali di KeEsokan Harinya disebabkan pada Hari Pertama Ia gagal, finally tepat di Hari Minggu, Tanggal 19 November 2023, Jam 2 Siang, selepas Shalat Dzuhur di Pukul 12.35 Waktu Arab Saudi (WAS), Kami meninggalkan Kota Madinah menuju Makkah untuk menunaikan Ibadah Umroh.

 

Sebelumnya Muthawif Kami, Ustadz Ben Ali telah memberikan Arahan tentang Larangan saat sudah memakai Pakaian Ihram. Terlebih setelah Miqat, Batas Waktu/ Tempat dimulainya Niat Ibadah Haji, dan Umroh. Adapun Tempat Pengambilan Niat Ibadah Umroh saat itu adalah Masjid Bir Ali atau Masjid Miqat Dzul Hulaifah, yang menjadi Tempat Miqat bagi Jamaah Umroh maupun Haji, yang berasal dari Madinah atau melaluinya.  

 

1 Jam sebelum Shalat Dzuhur, Kami mempersiapkan segala seuatunya, bahkan jauh sebelum itu, tepatnya setelah mengerjakan Shalat Subuh, Kami melakukan Shalat Safar/ Shalat Berpergian dengan maksud agar Perjalanan Kami lancar. Bacaan Surat Al Kafirun setelah Surat Al Fatihah di Rakaat Pertama, dan Surat Al Ikhlas setelah Surat Al Fatihah di Rakaat Kedua, menajdi Hal Utama.  

 

Sejam Sebelumnya, Kami telah mempersiapkannya mulai dari Niat Mandi Ihram, seperti : mandi dengan sabun, mencukur & merapikan jenggot rambut ketiak & kemaluan, memotong kuku, dan Shalat Sunah Ihram 2 Rakaat, yang termasuk Beberapa Sunah Ihram. Hanya saja Kami agak takut dengan Penggunaan Parfum ditakutkan dapat mengenai Pakaian Ihram. Oh iya sebagai Informasi Tambahan saat di Tanah Suci, Kami selalu memakai Parfum Arab, yang memang cirinya Bebas Alkohol. Harapannya agar Kita selalu dalam Keadaan Suci, dan terbebas dari Hal” Kotor. Takut saja menodai Kesucian dari Kota Madinah, dan Makkah sebagai Tanah Suci, yang dijamin oleh Allah SWT, meski dari Parfum BerAlkohol sekalipun.

 

*Penggunaan Parfum BerAlkohol memang dibolehkan untuk Shalat asal bukan dari Industri Khamar, yang memabukan, dan Penggunaannya tidak boleh berlebihan.


Pakaian Ihram
Via : https://www.bumiqu.org


Saat memakai Pakaian Ihram ada Beberapa Ketentuan & Larangan, yang harus diperhatikan :

 

1. Ketentuan memakai Pakaian Ihram :

 

- Memakai dua helai kain yang tidak berjahit

- Saat melakukan Tawaf, membuka bahu kanan dan menutup bahu kiri

- Disunahkan memakai kain berwarna putih

- Tidak boleh memakai baju, celana, dan sepatu yang menutup tumit, serta tidak

  boleh memakai tutup kepala.

 

2.    Larangan memakai Pakaian Ihram :

 

A. Larangan Bagi Jemaah Laki - Laki :

- Memakai pakaian biasa (seperti celana atau baju)

- Memakai kaus kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit

- Menutup kepala dengan topi, peci, dan sorban

B. Larangan Bagi Jemaah Perempuan :

- Menutup kedua telapak tangan dengan kaus tangan

- Menutup muka dengan cadar

C. Larangan saat berihram yang berlaku bagi seluruh jemaah, baik Laki - Laki maupun Perempuan :

- Memakai wangi-wangian kecuali yang sudah dipakai di badan sebelum niat

  haji/umrah

- Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan

- Memburu dan menganiaya/membunuh binatang dengan cara apa pun, kecuali

  binatang yang membahayakan Mereka

- Memakan hasil buruan

- Memotong kayu - kayuan dan mencabut rumput

- Menikah, menikahkan atau meminang perempuan untuk dinikahi

- Bersetubuh dan perilaku yang mendatangkan syahwat

- Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata - kata kotor

- Melakukan kejahatan dan maksiat

- Memakai pakaian yang dicelup dengan bahan pewangi


Link :

https://blog.principal.co.id/id/ini-yang-perlu-diketahui-tentang-pakaian-ihram

 

Karena Berpakaian Ihram merupakan Rukun Umroh maupun Haji, yang apabila dilanggar akan menjadi tidak sahnya Pelaksanaan Ibadah Haji maupun Umroh. Maka Para Jamaah, yang lupa maupun melanggar aturan Berihram wajib membayar denda (dam), yaitu : 

 

- Menyembelih Kambing saat setelah melaksanan Ibadah Umroh di Makkah.

- Jika tidak mampu, maka orang tersebut harus bersedekah ke orang miskin

  (memberi makan) atau berpuasa 3 hari di saat haji dan 7 hari di Negaranya.

 

Miqat At Masjid Bir Ali

Miqat At Masjid Bir Ali


 

Tepat di Hari Minggu, Tanggal 19 November 2023, Jam 2 Siang, Kami meninggalkan Kota Madinah menuju Kota Makkah untuk menunaikan Ibadah Umroh. Tapi sebelumnya Kami melakukan Miqat, yang mana Tempat Pelaksanaan Niat untuk menjalankan Ibadah Umroh itu berada di Masjid Bir Ali.

 

Miqat sendiri mempunyai pengertian :

 

Miqat (Arab: ميقات, romanized: mīqāt, lit. 'tempat yang sudah ditetapkan') adalah batas waktu dan tempat bagi dimulainya Niat ibadah haji dan umrah (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi miqat, seseorang yang akan memulai ibadah haji dan umrah perlu mengenakan kain ihram dan berniat untuk melakukan ibadah haji, dan umrah.

 

Miqat yang dilaksanakan berdasarkan waktu disebut Miqat Zamani, sedangkan Miqat yang dilaksanakan berdasarkan tempat disebut Miqat Makani.

 

Miqat Zamani

Miqat Zamani (ميقات ﺯﻣﺎﻧﻲ) - batas waktu dan tempat yang ditentukan berdasarkan waktu:

 

- Bagi Haji, miqat bermula pada bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10

  Zulhijah.

- Bagi Umroh, miqat zamani bermula pada sepanjang tahun pada waktu umrah

  dapat dilakukan.


Miqat Makani

Miqat Makani (ميقات مكاني) adalah tempat dimulainya Ibadah Haji dan Umrah yang telah ditetapkan dalam syariat. Di tempat ini seorang muslim pria hanya mengenakan pakaian ihram yang berupa dua helai kain putih yang merupakan simbol telah ditinggalkannya segala kenikmatan dunia. Terdapat Lima Miqat Makani di dunia.

 

Nama

Lokasi

Jarak dari Makkah

Ditetapkan oleh

Untuk jamaah dari

Qarnul -Manazil

As-Sail al-Kabir

82 kilometer (51 mi) timur laut

Muhammad

Najd

Yalamlam

Dekat Asy-Syafa

105 kilometer (65 mi) tenggara

Yaman

Dzat Irq

Dekat As-Sayl al-Kabir

110 kilometer (68 mi) timur laut

Umar

Iran dan Irak

Al - Juhfah

Rabigh

179 kilometer (111 mi) barat laut

Muhammad

Syam

Dzul -Hulaifah

Masjid asy-Syajarah

424 kilometer (263 mi) utara

Madinah

 

 

Sedangkan untuk Jamaah Indonesia, pelaksanaan Miqat bagi Jamaah Haji  & Umroh, yang mendarat di Jeddah, dan langsung melakukan Ibadah Umroh & Haji :

 

1)    Masjid Hudaibiyah

2)    Masjid Tan’im (Masjid Aisyah)

3)    Masjid Jaronah


  

Bahkan bagi Jamaah Haji, yang mendarat di Jeddah, dan langsung melakukan Ibadah Umroh, dan Haji dibolehkan untuk Tempat Pengambilan Niat (Miqat) di :

 

* Asrama Haji Embarkasi Tanah Air,

* Dalam Pesawat ketika melintas sebelum/sejajar dengan Yamlam atau Qarnul

   Manazil

* Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

 

Link :

https://id.wikipedia.org/wiki/Miqat

https://www.detik.com/hikmah/panduan-haji-dan-umrah/d-6780410/miqat

 

Karena Kami mendarat di Madinah, yang mana Kami mengerjakan Ibadah Sunah terlebih dahulu sebelum mengerjakan Ibadah Umroh di Makkah, maka Tempat Pengambilan Niat Ibadah Umrohnya berada di Masjid Bir Ali atau Masjid Miqat Dzul Hulaifah.


Masjid Bir Ali
Via : https://kemenag.go.id

 

Menurut Wikipedia :


 

Masjid Bir Ali adalah Sebuah masjid di Madinah, Arab Saudi, yang merupakan tempat miqat bagi penduduk Madinah, ataupun yang hendak menunaikan ibadah haji atau umrah melewati Kota Madinah. Masjid ini dikenal juga nama : Masjid Miqat Dzul - Hulaifah (Arab: مسجد ذي الحليفة Masjid Dzi al-Hulaifah), Dzulhulaifah, Masjid Asy-Syajarah, Masjid Al-Miqat, Abyar 'Ali, Abar 'Ali, Miqat al-Ihram, Al-Ihram, Al-Muhrim atau Al-Hasa. Masjid ini terletak di Tepi Jalan Raya Madinah Makkah, tepatnya di Distrik Dzulhulaifah, di Sebelah Barat Wadi 'Aqiq, di Wilayah Abyar Ali, dengan jarak 14 kilometer dari Masjid Nabawi.


 

Masjid ini dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz yang memerintah Madinah (87 - 93 H) kemudian direnovasi pada masa Abbasiyah dan direnovasi lagi pada Utsmaniyah pada masa pemerintahan Sultan Mehmed IV (1058 - 1099 H). Pada waktu itu masjid masih berbentuk sangat kecil dan terbuat dari batu, dan belum ada Jamaah Haji dan Umrah yang singgah di masjid ini. Kemudian Raja Fahd bin Abdul Aziz memerintahkan untuk merenovasi dan membangun perluasan masjid.


 

Dikarenakan semakin banyaknya jumlah jemaah haji dan umrah, Masjid ini telah diperluas beberapa kali lipat, dan diberikannya fasilitas yang diperlukan, sehingga masjid menjadi stasiun singgah bagi Para Jamaah yang bepergian. Masjid dibangun dengan bentuk persegi dengan luas 6.000 meter persegi, masjid terbagi menjadi dua bagian dan ditengahnya terdapat Lapangan dengan luas 1000 meter. Masjid ini memiliki kubah yang tingginya 16 meter dari permukaan tanah, Masjid ini dapat menampung 5000 jemaah salat, dan memiliki Satu Menara Adzan dengan bentuk tangga spiral dengan tinggi 62 meter.


 

Masjid ini memiliki ruangan untuk mengganti Kain Ihram dan Tempat Wudhu. Masjid ini memiliki pasar yang menjual kebutuhan Para Jamaah haji dan terletak di timur masjid. Di sebelah barat masjid terdapat parkir bus - mobil dan perkebunan kurma yang luas.


 

Link :

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Dzulhulaifah


 

Setelah Kami mengucapkan Niat untuk melaksanakan Ibadah Umroh di Masjid Bir Ali, berarti semua Ketentuan dan Larangan selama menjalankan Ibadah Umroh termasuk menjaga kesucian Pakaian Ihram harus benar diperhatikan.


 

Kini saatnya Kami menuju Kota Makkah untuk melaksanakan Ibadah Umroh … Bismillah ...


Perjalanan menuju Makkah

 

Perjalanan dari Kota Madinah ke Kota Makkah menggunakan Bis memakan Waktu kira - kira 5 - 6 Jam Perjalanan. Melewati semacam Jalan Tol Bebas Hambatan (Highway) yang terdiri dari 3 Lajur. Anehnya walaupun ketika itu di Bulan November termasuk Musim Puncak Liburan (Peak Season), Kami tidak merasakan sama sekali kemacetan. Tidak seperti saat Kami melewati Jalan Tol Lintas Jawa, di Beberapa Titik, terutama saat melewati Beberapa Kota Besar terlihat sekali kemacetannya. 



Jalan Tolnya terdiri dari Hamparan Gurun, yang bisa dibilang cukup gersang. Kami pun jarang melihat ada Unta, yang menjadi Fauna Identitas bagi Beberapa Negara Arab, terutama Kerajaan Arab Saudi. Dapat dihitung sekali atau dua kali, Kami melihatnya. Mungkin faktor jarang adanya rumput saat itu, membuat Peternak enggan mengembangbiakkan Unta di Sekitar Pinggiran Jalan Bebas Hambatan antara Kota Madinah, dan Makkah. Mungkin akan berbeda Cerita jika Kami mengunjungi Thaif, yang sama - sama berada di Provinsi Makkah, namun berhawa sejuk.


Kereta Cepat Haramain
Via : https://www.bareksa.com

 

Sebagai Informasi (For Your Information - FYI), mengapa Kami lebih memilih untuk menggunakan Bis dalam Perjalanan menuju Makkah dari Madinah dibandingkan Kereta Cepat (Haramain) ? Karena walaupun Kereta Cepat ini lebih dahulu tiba ke Makkah, yang hanya memakan waktu 2.5 Jam Perjalanan dari Madinah, namun saat tiba di Hotel, Rombongan, yang menggunakan itu belum dapat masuk ke Hotel sedangkan untuk menunaikan Ibadah Umroh saat itu, Akses menuju sekitar Ka’bah untuk menunaikan Tawaf, yang merupakan Rukun Umroh juga sedang dibersihkan, dan ditutup Areanya. 



Jadi walaupun tiba di sekitar Pukul ½ 5 Sore, Mereka tetap belum bisa masuk, dan ikut bersama Rombongan Kami, yang tiba sekitar Pukul 7  Malam. Jadi kebayang ya … Mereka dengan Pakaian Ihram, terutama Bapak - Bapak harus menunggu sekitar 2.5 Jam, dan bersama Kami untuk menunaikan Ibadah Umroh.


 </