indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Rabu, 30 Maret 2016

7 Tips Belanja Nyenengin Ala The Colour Of Indonesia Edisi Pasar Loak Pagi Cap Toegoe Pahlawan !

Rabu, 30 Maret 2016

Print Friendly and PDF
CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

7 Tips Belanja Nyenengin Ala The Colour Of Indonesia 
Edisi Pasar Loak Pagi Cap Toegoe Pahlawan Surabaya !



Pasar, tepat bertemunya Penjual dan Pembeli. Dimana di tempat ini, Para penjual menjajahkan Barang dagangan, sesuai apa yang dibutuhkan oleh Pembeli. Dalam proses selanjutnya terdapat kegiatan transaksi jual beli, dan berlaku hukum tawar menawar.

Pasar dari masa ke masa mengalami jenis dan sistem yang berbeda.

Dahulu dikenal dengan Pasar Barter, di mana baik Pembeli maupun Penjual menukarkan barangnya secara bersama, dan barang menjadi alat pembayaran. Pada zaman ini belum mengenal uang sebagai alat pembayaran yang sah.

Lalu dalam perkembangan selanjutnya, kita mengenal adanya Pasar Tradisional yang menjual Kebutuhan Pokok/ Dasar bagi Pembeli hingga Menjual Pakaian, Baju dan Hasil Seni dalam satu tempat tersendiri. Di masa ini, kita mengenal uang sebagai alat pembayaran yang sah, dan berbagi Jenis Pasar yang tersedia. Mulai dari Pasar Tradisonal Komoditi, Pasar Sembako, Pasar Terapung, Pasar Hewan, Pasar Bunga, Pasar Seni, hingga Pasar Loak yang menyajikan barang bekas pakai.

Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, ada Pasar yang buka pada hari tertentu, contohnya Pasar Kamis, Juma’at, dan Minggu, yang melayani kebutuhan Masyarakat, dan warga Pribumi, serta tentunya sesuai dengan Kebijakan dan Izin Pemerintahan Kolonial Setempat di Masa itu.

Di Zaman Modern kita mengenal Pasar sebagai Mall atau Pusat Perbelanjaan, dengan menjual ribuan item barang yang tersedia di Gerai, Butik, hingga Tenant Anchornya. Adanya Fasilitas Modern, seperti AC atau pendingin Udara, Eskalator, Lift, Bioskop, Restaurant, dan Tempat Kongkow, hingga kawasan terintegrasi dengan Hotel, Apartment, dan Perkantoran (Konsep Superblock) menjadi salah satu syarat mutlak bagi kehadiran Pasar Modern ini. Uang tetap menjadi alat pembayaran yang sah, namun ada yang membayarnya, dengan menggunakan Debit Card (Secara Tunai), atau melalui Credit Card (Secara Kredit), Pembeli biasanya membayar, ketika akhir bulan, atau mencicil dengan bunga tertentu, yang ditetapkan oleh Pihak Bank.

Di Era Digital, dimana Internet berkembang, Kita kemudian mengenal Pasar Online, yang biasa menjual barang secara online, tanpa melihat dan meraba barang secara langsung. Modalnya adalah trust/ kepercayaan. Biasa Kita sebut sebagai Market Place, dengan menjual ribuan barang, dan berbagai macam jenis barang dan jasa. Mulai dari Barang Kebutuhan Pokok, Pakaian, dan Pelengkapnya, hingga Pasar Asuransi dan Saham. Pada Pasar Online kita juga mengenal Pasar yang menjual jasa. Contohnya Jasa untuk Les Private, Cleaning Service, Taksi Online, Kurir, hingga Tukang Ojek. Semuanya jadi lebih praktis dan mudah. Market Place, dalam pembayarannya tidak menggunakan Uang Tunai yang dibayarkan secara langsung kepada Penjual. Cukup menelpon atau konfirmasi. Pembayarannya dapat ditransfer, melalui Debit atau Kredit dengan Bank yang ditunjuk atau Bayar langsung ketika barang telah sampai tujuan (COD), dari tangan pengantar (Kurir) yang ditunjuk oleh Penjual atau Penyedia Layanan Online.

Begitu banyaknya Jenis, dan Perkembangan Sistem Pasar dari masa ke masa. Pada tempat lain, kita juga mengenal kegiatan Pasar Ilegal (Ilegal Market), dengan kegiatannya yang memang tidak diizinkan oleh Pemerintah, dan tentunya melanggar undang – undang. Kita mengenal Pasar Prostitusi, dengan Daerah Lokalisasi Tertentu, pada masa sekarang kita mengenal adanya Pasar Prostitusi Online, Pasar Narkoba (Narkotika dan Zat Obat Adiktif Terlarang), yang biasanya dilakukan secara sembunyi dalam melakukan proses transaksi. (Yang ini nggak usah didatengin ya, selain Ilegal, dosanya Kamu Tanggung loh !)

Jenis Pasar lainnya adalah Pasar Saham, Pasar yang menjual selembar kertas yang bernilai, dan diperdagangkan dalam bursa saham dengan ketentuan jumlah lot/ banyak lembar saham tertentu. Kita juga mengenal Pasar Loak, yang menjual barang bekas (Second Bisa dari tangan kedua, ketiga atau seterusnya), yang tidak terpakai, namun masih layak dipakai, menurut sebagian pembeli.

Di Indonesia sendiri Pasar Barang Bekas, terdapat di berbagai tempat, diantaranya :

Jakarta, misalnya Ada Taman Puring, yang menjual Peralatan dan Accesoris Mobil seperti Radio, Knalpot, hingga Sepatu dan Pakaian Bekas, Pasar Ular dan Senen, yang menjual Pakaian, dan Sepatu Bekas, dan Kwitang, yang Menjual Buku Bekas.
Bandung ada Pasar Cimol (Cibadak Mall), letaknya di Gedebage, yang menjual Pakaian Bekas, dan barang lainnya yang memang sudah nggak ke pakai.
Bali ada Pasar Kodok yang menjual Pakaian Import bekas.
Medan ada Pasar Pajak Melati yang menjual Barang Bekas Impor berharga Murah yang disebut ‘Monja’, selain itu Pasar ini juga sama dengan Pasar Tradisional kebanyakan yang menjual Barang Kebutuhan Pokok “Sembako”.
Surabaya ada beberapa tempat yang menjual Pakaian, dan Barang tak terpakai  lainnya seperti Pasar Gembong, Kapasan, dan yang terakhir Pasar Loak Pagi Tjap Toegoe Pahlawan Surabaya.

Mengenai Pasar Loak Pagi Tjap Toegoe Pahlawan - Surabaya, kita akan membahasnya dalam :
7 Tips Belanja Nyenengin Ala The Colour Of Indonesia 
Edisi Pasar Loak Pagi Cap Toegoe Pahlawan Surabaya !



Blusukan Ning Tugu Pahlawan - Surabaya
ppp

Selain menjual Barang Bekas yang memang dah terkenal namanya seantero Indonesia. (Dengan banyaknya Orang dari luar daerah seperti Jakarta, Medan, Makasar, hingga orang Bule yang sengaja ngelancong dan belanja di tempat ini), Wilayah ini juga punya nilai historis, terutama bagi Perjuangan Para Arek Suroboyo dalam mempertahankan Kemerdekaan R.I dari gempuran Tentara Belanda, dan Sekutunya.

Sejarah Daerah Tugu Pahlawan


Daerah Tugu Pahlawan - Jl Pahlawan Surabaya Via www.panoramio.com

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Monumen ini setinggi 41,15 meter berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945, di Surabaya, di mana Para Arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian, karena setiap tanggal 10 November, Kita mengenang peristiwa pada tahun 1945, ketika banyak pahlawan yang gugur dalam Perang Mempertahankan Kemerdekaan R.I, dan dikenal sebagai Hari Pahlawan.

Monumen ini berada di tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya yang terkenal dengan Kompleks Cagar Budaya Bangunan Tua-nya, dan di dekat Kantor Gubernur Jawa Timur. Tugu Pahlawan merupakan salah satu ikon Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektare, dan secara administratif berada di wilayah Kelurahan Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

Pada tahun 1991-1996 dilakukan peremajaan Kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Perjuangan 10 November Surabaya yang dipimpin oleh arsitek Ir. Sugeng Gunadi, MLA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan sedalam 7 meter terdapat sebuah museum untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang di Surabaya, di museum ini juga terdapat foto, dan dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan. Museum ini diresmikan pada tanggal 19 Februari 2000 oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid.

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Pahlawan

Daerah Tugu Pahlawan, yang dahulu juga menjadi Pusat Konsentrasi Peperangan melawan Sekutu, pada saat ini bukan hanya dipergunakan sebagai Tempat untuk memperingati Perjuangan Arek Suroboyo yang dipimpin oleh Bung Tomo dalam mempertahankan Kemerdekaan R.I dari tangan sekutu, (di mana bermula dari insiden Hotel Yamato dengan terbunuhnya Jenderal A.W.S Malaby), namun di masa kini, Daerah Tugu Pahlawan juga menjadi tempat Konsentrasi Massa yang berolahraga di hari Sabtu dan Minggu dengan Program Car Free Day, yang sengaja ditutup, hingga adanya Pasar Loak Pagi Tjap Toegoe Pahlawan Surabaya !

Berikut Kami Hadirkan
7 Tips Belanja Nyenengin Ala The Colour Of Indonesia 
Edisi Pasar Loak Pagi Cap Toegoe Pahlawan Surabaya !

1. Bawa Uang dan Barang Secukupnya


ppp
Di tempat ini kayanya Kamu nggak usah berlaga bawa uang banyak, apalagi bagi Kaum Hawa pake barang yang mecolok kaya perhiasan yang buat kamu kesannya jadi Toko Emas Berjalan. Bisa jadi barang kamu yang nantinya bakal diloakin. Karena Pasar Tugu Pahlawan ini, Pasar barang loak yang barangnya juga nggak tahu dari mana berasal.

Bisa jadi berasal :
- Dari Pihak Pertama yang emang punya barang asli itu secara langsung.
- Dari barang Curian yang sengaja dijual murah di tempat ini.
- Dari barang selundupan Import, yang dateng dari Pelabuhan Perak, Surabaya.

Hampir sama dengan Pasar Uler, dan Taman Puring Jakarta, tentunya kamu tahu donk, bahwa Pasar ini juga jadi tempat berkumpulnya Maling, Jambret, dan Preman. Terlebih lagi juga menjadi tempat berkumpulnya Bagi Sebagian Besar Pedagang Asal Madura yang sudah lama berjualan di tempat ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, dan Unsur SARA, Kamu pasti tahu donk sifat tempramen, dan tabiat orang Madura yang emang sulit diatur, ditambah dengan Bahasa Planetnya ? Terlebih lagi jika dia Preman atau Maling pasti dijamin serem.

Pasar ini sebenarnya bisa dikatakan Ilegal, namun Jadi Legal, karena bayar Retribusi Pajak, dan kemungkinan Bu Risma “Walikota Surabaya”, agak takut untuk ngusir mereka berjualan di tempat ini. Tapi It’s Okay, asalkan roda perekonomian Jalan, dan tentunya bisa jadi Potensi Wisata bagi Daerah ini dan Kota Surabaya pada umumnya. Secara yang ngelancong juga banyak dari Daerah Lain maupun Turis Manca yang nyempetin dateng dan belanja di tempat ini.

Jadi biar Aman, dan punya kesan nyenengin untuk berbelanja, bawa uang secukupnya, dan berlaku ngere emang diperlukan di tempat ini. Uang 200 rb aja, kamu sudah bisa bawa Pakaian Bekas, dengan berbagai Pilihan, yang pastinya nggak bikin bokek Kamu !

Yang Begini Bisa Jadi Sasaran Empuk Kejahatan !

2. Pintar Tawar Menawar



Namanya juga Pasar Tradisonal, nggak ada Label Harganya, jadi cara ampuh untuk beli barang loak di tempat ini ya dengan tawar menawar. Memang di beberapa tempat ada yang diberi harga dengan karton, namun berdasarkan pengalaman, masih bisa ditawar. Kalau Kamu berani nawar, bisa aja kamu dapet barang Branded Middle End, kaya Giordano, Levis, Nike, Polo, Sisley, Naf – Naf, Lacoste dengan harga yang nggak nguras kocek. Bayangin aja Kamu bisa dapet Kemeja Giordano dengan harga Rp. 30.000,- / Potong, dan kalau pinter milih bisa dapet yang bagus,  atau mungkin banyak juga Jas Autograph - Marks and Spencer Import dengan harga Rp. 50.000,- / Potong, sesuai banget dengan gaya Kekinian zaman sekarang.

Kalau Kamu Pinter Nawar dan Milih Barang Kemungkinan Kamu Bisa Dapat Yang Ini !

Sebenarnya masalah Harga, Kamu akan nemunin harga mulai dari ratenya Rp. 10.000,- hingga Jutaan, jadi Kamu memang harus Pinter Nawar, dan Lihat Barangnya. Kaya Jam Black Market Import, karena nggak ada Suratnya, Jam Rolex juga ada yang di jual 5 Juta, dan kata Para Pelancong yang nawar, Jam itu kalau dilihat dan diraba emang orisinil, tapi sayang aja nggak ada Sertifikatnya. Namun, Kamu juga mesti hati – hati jangan sampe beli barang, dan kejebak. Banyak Barang yang dijual dengan harga Mahal, tapi dengan Kualitas KW. Biasanya Penjual pinter. Contohnya nyampurin Jam mereka yang Asli dengan ASPAL alias KW, tentunya dengan harga yang mahal. Berhati – hatilah dalam menawar Barang !

Include Jas Yang dipake buat manggung ini juga Asli Cap Toegoe Pahlawan (samping)






















3. Pinter Milih Barang



Namanya juga Pasar Loak, berarti barang yang dijual ya barang second, entah dari Si Empunya, Maling, atau barang Selundupan, yang jelas barang yang dijual hampir sebagian besar barang bekas.

Jadi Kamu harus telitih sebelum membeli. Diraba, dilihat ada yang sobek nggak atau mungkin Noda yang melekat banyak nggak ?. Biasanya Kalau Baju ada di bagian kerah atau lengan, pas ketiak, lantaran biasanya pake Roll On dan Deodorant kebanyakan. Walhasil ada noda di sekitar itu. Pokonya teliti dalam membeli juga jadi syarat wajib, sebelum Kamu melakukan tawar menawar dengan Penjual.



















4. Bawa Camilan


Dipilih Dulu Camilannya !

Karena Pasar ini juga Pasar Dadakan, yang hanya buka di Sabtu maupun Minggu Pagi pas acara Car Free Day (di hari biasa cuman sedikit Pedagang yang ngelapak barangnya), dan tidak seperti Pasar Loak di Jakarta pada umunya Kaya Taman Puring, dan Pasar Uler yang sudah ada tempat atau kios permanen, di tempat ini konsepnya Pasti Open Air dengan Udara Terbuka, dan Angin Sepoi 2x, ditambah Kondisi Iklim Cuaca Kota Surabaya yang kadang nggak bersahabat.

Kayanya Camilan dan Air Minum jadi syarat wajib untuk nemenin perjalanan Kamu dalam hunting barang bekas. Terlebih lokasinya juga lumayan luas, bisa jadi Kamu gempor kalau nggak prepare ini semua. Kalau Kamu mau, di beberapa tempat juga ada yang jual Camilan Khas Surabaya campur Maduraan, kaya Sate Kikil, Keong, Tahu, Bakwan dan sejenisnya, Klepon dengan harga Rp.1.000,-/ satuan makanan, yang tentunya bisa kamu bawa sambil jalan berbelanja.

Jika Kamu juga nggak mau gempor, dan terkesan loyo, Pake Pakaian yang agak tertutup dan berfungsi ngelindungi Sinar Matahari, dari kondisi Surabaya yang emang nggak berasahabat ini, jika menjelang siang hari (Jam 10 Ke atas). Kalau perlu bagi Kaum Hawa, bawa Sun Block kaya di Pantai, kalau Kamu datengnya cuman pake U Can See dan Celana Pendek, ala Bule Nyasar.

Kayanya Gaya Pakaian Kaya Gini Nggak Banget, Kalau Diterapin di Pasar Loak TP !

















5. Dateng di Hari Sabtu atau Minggu Pagi



Tadi kayanya dah dijelasin di atas, kalau Pasar Loak ini cuman buka Official setiap hari Sabtu atau baiknya lagi Hari Minggu pas acara Car Free Day, diluar hari itu nggak jamin, karena yang ngelapak cuman dikit. Bisa dibayangin juga donk, diluar hari itu pastinya banyak kendaraan yang lalu lalang, kerena emang nggak ditutup akses jalannya, kaya hari Minggu pas ada acara Car Free Day. Daripada jadi Korban Tabrak Lari, dan barang juga kecopetan semua, lebih baik cari di hari dan waktu yang aman.

Amannya lagi, jika Kamu dateng pas Pagi bener, kalau bisa Pas Subuh atau sekitaran Jam 05.00, dijamin juga dah banyak yang ngelapakin barang dagangannya, dan tentunya Kamu juga masih Fresh untuk milih barang yang kamu ingin beli !

6. Pergi Ke Tempat Tugu Pahlawan


Ini Toegoe Pahlawan Yang Terkenal Historis Itu !

Bagaimanapun Daerah di sekitar Tugu Pahlawan merupakan salah satu Daerah Bersejarah Bagi Arek Suroboyo. Rasanya nggak perlu dijelasin, kalau Kamu emang nyimak di atas sebelumnya.

Coba deh setelah selesai berbelanja, kamu sempetin untuk dateng ke Monumen Perjuangan Arek Suroboyo dalam mempertahankan Kemerdekaan R.I dari tangan sekutu. Di tempat ini kamu bakal lebih jadi Nasionalis tentunya. Sebagai  Referensi Di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan sedalam 7 meter terdapat sebuah museum untuk mengenang jasa para pahlawan dengan dipimpin oleh Bung Tomo, yang berjuang mempertahankan Kemerdekaan R.I dari tangan Sekutu di Surabaya. Di museum ini juga terdapat foto, dan dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan.

Selain itu Kamu juga bisa melihat sekelilingnya dengan nuansa gedung tua khas Kota Surabaya Tempo Doeloe. Abadikan Moment SelfieMu di beberapa Gedung Peninggalan Kolonial, seperti : Kantor Gubernur Jawa Timur, Kantor  PT. Pelni, Crown Resturant - bekas Gedung Bioskop Surabaya, Bank Mandiri, Kantor Suara Asia, hingga Jembatan Merah “sebuah tempat bersejarah ketika mempertahankan Kemerdekaan R.I dari tangan Sekutu” yang lokasinya juga tidak jauh dari Jl. Pahlawan – Cap Toegoe Pahlawan Surabaya. Dijamin Foto Selfie Kamu makin kerasa Sejarahnya !

Nampang Dulu Di Salah Satu Bangunan Tua Daerah Tugu Pahlawan

7. Cuci Pakaian Kamu



Nah Kalau dah semuanya dilakuin (beli Barang terutama Pakaian, Makan Camilan Khas Surabaya Mixed Madura, datengin Tempat Bersejarah Monumen Tugu Pahlawan, hingga Selfie di Gedung Tua sekitar  Kawasan Tugu Pahlawan), selanjutnya, jika pulang ke rumah pastinya, Kamu ingin cepet pake donk tuh baju ataupun celana yang kamu Beli.

Tapi tunggu dulu, kayanya jangan keburu nafsu deh. Namanya juga barang bekas, berarti ya bekas dipake orang. Mau itu barang langsung yang dijual dari Si Empunya, Barang Curian atau mungkin Barang Selundupan, tapi yang namanya barang second ya tetap second. Jadi harus ada ritual khusus untuk benar jadi milik Kamu. Pastinya harus dicuci terlebih dahulu.

Bukan bermaksud buruk sih, tapi ditakutkan kalau bekas dipake orang, dan Kamu nggak nyuci dahulu, Dari segi Kesehatan takutnya Jika orang tersebut menghidap penyakit Kaya HIV - AIDS, Hepatitis, TBC, atau Penyakit Menular lainnya, kamu bisa loh ketularan atau terinfeksi. Terlebih, jika Kamu kontak fisik juga dengan baju atau celana bekas pake itu.

Kalau nyuci di rebus dulu dengan suhu 100 derajat celcius, biar Kumannya hilang, dan kalau perlu nyuci pakaiannya pake Kembang, namanya juga ritual khusus. Sehabis itu, baru di cuci, Kalau bisa di laundry yang bagus, jika Kamu rasa barang yang Kamu beli jadi favorit banget bagi Kamu. Selain Pakaian Kamu jadi lebih harum, tentunya nyetrikanya lebih rapih. Bisa jadi Kamu sekalian minta rebusin dulu di air panas, sama tukang laundrynya. Kamu pastinya ingin higienis Donk. Apalagi Kalau Kamu beli Celana baik Celana Pendek, Panjang, atau mungkin Celana Dalam Bekas, masih ada Flek alias Noda Kotoran gitu, pastinya nggak banget deh untuk Kamu Pake !

Kalau Kondisinya Seperti Ini, Pastinya Harus Segera Di Cuci !

Lihat Lokasi !


Kembali : WISATA INDONESIA
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia



Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA