indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Senin, 15 Februari 2016

9 Restaurant Tempo Doeloe Terbaik Indonesia

Senin, 15 Februari 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

9 Restaurant Tempo Doeloe Terbaik Indonesia
Terkadang setiap orang ingin mengulang kembali kenangan masa lalu ketika berada lama di suatu daerah. Mengenang masa terindah dapat dilakukan oleh siapa saja, dan dalam bentuk apapun. Ada yang melakukannya dengan menikmati sajian kuliner yang tidak akan membuat kamu lupa akan kenangan terindah bersama dengan seseorang di masa yang lalu. 
Semacam Rendezvous, kenangan itu terasa ingin terulang kembali .... 
Penulis


Berikut Kami Hadirkan  
9 Restaurant Tempo Doeleo Terbaik Indonesia Versi 
The Colour Of Indonesia...

Apa Itu Restaurant Tempo Doeloe ?
ppp
Prosesi penyajian makanan di Tugu Kunstkring Paleis Via http://travel.kompas.com

Jika kita merujuk pada kata Tempo Doeloe, berarti adalah segala hal yang bernuansa masa lalu alias kuno. Kenapa kami meyebutkan Istilah Restaurant ini dengan kata Tempo Doeleo ?. Menurut Sejarah, Bangsa ini telah mengalami penjajahan yang cukup panjang. Dimulai dari kedatangan Bangsa Portugis, Belanda, hingga Jepang. Belum lagi proses adaptasi Kebudayaan, khususnya di bidang Kuliner juga di bawah oleh para Pedagang dari Asia, khusunya China, Arab, dan India. Jadi bisa disimpulkan bahwa Kuliner di Indonesia itu kaya dan beraneka ragam macamnya. Ada yang ber Akulturasi, tetapi juga ada yang tetap mempertahankan Kebudayaan Sendiri melalui proses adaptasi. Hal ini pastinya juga terwujud dengan beraneka ragam Restaurant Tempo Doeloe yang memang menawarkan sajian kuliner yang cukup banyak macamnya, serta identik dengan sajian Kuliner yang dibawa oleh Bangsa Pendatang yang ada di Indonesia.

Berikut Kami Hadirkan  
9 Restaurant Tempo Doeloe Terbaik Indonesia Versi 
The Colour Of Indonesia...


1. Tugu Kunstkring Paleis - Jakarta

Tugu Kunstkring Paleis Via jajanbeken.blogspot.com

Romantisme dan eksotisme jamuan makan ala Bangsawan Belanda yang berasal dari Kebudayaan Perancis bisa kamu temui di tempat ini. Bangunan Tugu Kunstkring Paleis sangat khas, dengan dua menara kembar dan kolom lengkung pada pintu masuknya. Diarsiteki Pieter Adriaan Jacobus Moojen, bangunan ini memang memiliki karakteristik khas Moojen yaitu menara semi bulat, seperti bangunan karya Moojen lainnya, Masjid Cut Mutia yang sebelum jadi masjid adalah bangunan kantor N.V. Bouwploeg dan bangunan Nillmij / Nederlandsch-Indische Levensverzekerings en Lijfrente Maatschappij di Weltevreden atau seputaran Gambir sekarang. Bangunan ini kemudian diresmikan pada 1914 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda kala itu, Alexander Willem Frederik Idenburg dan menjadi rumah bagi Nederlandsch-Indische Kunstkring, organisasi seni dan budaya Hindia Belanda, bangunan inilah yang kemudian menjadi etalase seni di Hindia Belanda awal 1900-an. Dari gedung inilah kemudian dunia seni berkembang dan mendapatkan pengaruh dari luar, karya Picasso tercatat pernah dipamerkan di sini dan mengundang decak kagum publik Hindia Belanda di masanya.


Suasana Kunstkring adalah ekstase tertinggi menikmati jamuan makan. Rasanya begitu menyetujui apa yang Napoleon bilang, seseorang bisa dinilai dari apa yang dia makan. Mereka yang berkunjung ke Tugu Kunstkring pastilah bukan orang yang hanya mencari kenyang, tapi juga ingin menggapai kebahagiaan. Kunjungan ke tempat ini, memunculkan imajinasi bagaimana meriahnya jamuan makan orang-orang kolonial di masa lampau, ambience yang dibangun di restoran ini benar-benar membangun imajinasi yang sempurna akan bayangan masa lampau tersebut. Kuntskring cocok buat Kamu yang suka segala sesuatu yang otentik. Di tempat ini, suasana mistis melengkapi ambience jaman kolonial dan nama-nama menu makanan yang mooi indie banget. Sebut saja misalnya Pindang Kelowek van Visch. Sajian Kopi yang khusus didatangkan dari perkebunan milik keluarga Anhar di Blitar, Kawisari Coffee Plantation, ditemani sepotong bluder nan halus dan lembut teksturnya serta sambil menikmati alunan musik yang tenang bisa menjadi penutup sempurna kunjungan di Tugu Kunstkring Paleis.

Link : http://www.efenerr.com/2014/03/05/kunstkring-paleis/



Alamat: Jl. Teuku Umar No.1, Menteng, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350

2. Toko Oen - Malang



Nama Toko Oen Malang ternyata sudah ada sejak jaman Penjajahan Belanda pada tahun 1930. Didirikan oleh Mr Oen Tjoen Hoek dan istrinya Mrs Liem Gien Nio dahulu Toko Oen membuka gerainya di 4 kota yang berbeda Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Malang. Namun karena kondisi management dalam keluarga Oen sendiri yang kurang baik. Akhirnya Mr Oen memutuskan untuk menutup usahanya di dua kota yaitu Yogyakarta (1972) dan Jakarta (1973)




Toko ini menghadirkan konsep kuliner restaurant autentik kuno Belanda yang berbalut dengan toko ice cream dan pastries. Cerminan tuanya usia Toko Oen ini nampak sekali pada desain arsitektur bangunannya yang khas Belanda serta pajangan foto hitam putih suasana Kota Malang di masa lampau. Furniture seperti kursi rotan rendah yang ditata mengelilingi meja bundar juga nampak sangat khas tempoe doeloe.





Jadi jangan heran banyak para pelancong yang sengaja bersantai atau kongkow sejenak di tempat ini. Terlebih Toko Oen Malang terletak di Jalan Basuki Rachmad yang juga merupakan salah satu jalan utama di Kota Malang, lokasinya berdekatan dengan Alun-Alun, Sarinah, serta Gereja Katherdal Malang. Karena lokasinya yang cukup baik banyak para pelancong yang menyempatkan sesi pemotretan di sini, ditambah lagi Bangunan yang khas bergaya Victorian Belanda menambah kesan romantisme tersendiri bagi setiap orang yang ingin mengulang kenangan terindah mereka di tempat ini.





Alamat: Jalan Basuki Rahmat No. 5, Klojen, Jawa Timur 651191.


















3. Ice Cream Zangrandi – Surabaya


Bila di Jakarta, ada es krim Ragusa, maka pada saat Kamu berada di Surabaya, suasana yang hampir sama akan Kamu temui di es krim Zangrandi. Baik Ragusa maupun Zangrandi Ice Cream merupakan restaurant es krim yang didirikan oleh orang Italia. Zangrandi didirikan oleh Renato Zangrandi yang berasal dari Italia pada tahun 1930. Es krim ini populer di kota Pahlawan sejak jaman penjajahan Belanda dan menjadi favorit banyak kalangan sejak masa itu.


Tampak Bagian Luar atau Pintu Masuk Ice Cream Zangrandi Via www.madangwae.com

Di sekeliling pintu masuk ke dalam ruangan, terdapat beberapa gambar es krim yang menggoda selera beserta nama-namanya. Cukup banyak pilihan es krim yang dapat dipilih. Misalnya Chocolate Twinkle, Noodle Ice Cream, Soda Ice Cream, Avocado Fudge, Tropicana Fruit, Crispy basket, Zangrandi Pie, Horn, Macedonia, Royale Peach, Banana Split. Ada pula es krim dalam bentuk slices yaitu Tutti Frutti, Satay Ice Cream, Surabaya Moon, Pudding Ice Cream. Es krim yang pertama kali terkenal dari Zangrandi adalah Tutti Frutti yaitu es krim berbentuk segitiga dengan berbagai rasa buah-buahan yang nikmat. Sedangkan es krim yang menjadi favorit di Zangrandi adalah Macedonia yang memiliki aroma rum yang terasa kuat.


Di Zangrandi, Kamu tidak hanya dapat menikmati es krim karena tersedia berbagai makanan ringan (snack) sebagai pelengkap es krim Kamu. Risoles, kroket, pastel, siomay, lumpia goreng, pastel tutup, nugget atau french fries (kentang goreng) juga tersedia di tempat ini. Ada pula Ice Taart yang terdiri dari Rainbow, Black Forest, Cassata, dan Mocca Perfecto. Jenis es krim tart ini dapat dipesan dalam ukuran 16 cm, 21 cm, atau 24 cm seharga Rp 155.000,- sampai Rp 295.000,-. Bila Kamu ingin mencicip es krim tart ini, tersedia ukuran slice untuk jenis es krim tart tersebut yang dijual dengan harga Rp 12.000,- sampai Rp 12.500,- per slice. Tekstur es krim memang tidak selembut es krim modern yang banyak mengandung susu, tetapi rasanya yang khas dan nikmat membuat es krim ini tetap diminati walau berasal dari resep zaman dulu. Ditambah lagi rasa rum yang terasa pada scope ice cream.

Suasana Tempo Dulu Ice Cream Zangrandi Via Tepihorizon.wordpress.com

Bangunan dari tempat ini masih merupakan bangunan dengan arsitektur jaman Belanda dan menjadi salah satu cagar budaya di Surabaya. Oleh karena itu, bentuk bangunannya masih dipertahankam seperti saat pertama kali dibangun. Bangunan Zangrandi memang bernilai historis karena bangunan ini telah ada sejak penjajahan Belanda di Indonesia. Pintu dan jendela serta perabot yang digunakan seperti kursi rotan berwarna merah kuning beserta mejanya membuat suasana tempo dulu semakin terasa. Untuk menikmati es krim, Kamu dapat mencoba untuk duduk di dalam ruangan dengan kapasitas yang tidak terlalu banyak. Tetapi, pada halaman bangunan memiliki kapasitas cukup banyak untuk pengunjungnya. Menikmati es krim di bagian halaman, Kamu akan merasakan hembusan angin yang bergerak leluasa dan melihat lalu lalang kendaraan. Bila malam tiba, Kamu dapat memandang lampu kota sambil menikmat es krim sehingga tercipta suasana yang romantis.

Karena kepopulerannya, es krim Zangrandi juga mempunyai beberapa cabang di Surabaya, yaitu di Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, Plaza Surabaya, Mall Atum, Pasar Atom, dan Bonnet Supermarket. Ini memudahkan Kamu yang ingin mencoba es krim ini. Kamu dapat memilih tempat terdekat, walaupun suasana akan lebih mengesankan bila Kamu menikmati di tempat asalnya, yaitu di Jl. Yos Sudarso, Surabaya. Merasakan suasana tempo dulu atau bernostalgia di kota Pahlawan sambil mencoba es krim tua Zangrandi yang nikmat dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan saat berada di kota Surabaya.

Link : http://kumpulan.info/kuliner/wisata-kuliner/242-es-krim-zangrandi.html

Alamat : Jl. Yos Sudarso no. 15 Surabaya, Jawa Timur

4. Braga Permai – Bandung

pp
Di Restauran ini Kamu, dapat menikmati makanan yang dibuat dengan resep-resep peninggalan Belanda sambil menikmati suasana Bandung tempo dulu. Restauran ini  sudah berdiri sejak tahun 1918 dan berlokasi di hook sisi timur Simpang Bragaweg (Bahasa Belanda: Jalan Braga). Kemudian pada tahun 1923, restoran milik L. van Bogerijen ini pindah ke tengah-tengah Bragaweg, di lokasi Braga Permai saat ini. Dulunya bernama Maison Bogerijen seperti nama yang terpampang di atas bangunannnya. Dengan mengadopsi gaya arsitektural Eropa tradisional, bangunannya terbilang baru dan modern di masanya.


Tak seperti restauran kebanyakan yang banyak berdiri pada saat itu, Braga Permai atau Maison Bogerijen merupakan salah satu restoran paling elite di Bandung. Bahkan, restauran ini pernah mendapatkan piagam penghargaan langsung dari Ratu Belanda dan merupakan satu-satunya restauran yang menyajikan hidangan istimewa khas kerajaan seperi Koningin Emma Tart dan Wilhelmina Taart. Menu makanan Maison Bogerijen paling lengkap, mulai dari menu utama, es krim, panganan manis, serta aneka roti. Tak hanya itu, untuk menghasilkan makanan yang berkualitas restauran ini menggunakan oven khusus, serta terhubung langsung dengan saluran distribusi gas kota.


Seiring perkembangan zaman, bangunan mengalami perombakan setelah terjadinya kebakaran. Pengelola mengubah total bangunan Maison Bogerijen menjadi lebih modern. Perombakan itu diikuti dengan  perubahan yang terjadi pada tahun 1960-an. Nama Maison Bogerijen berubah menjadi Braga Permai hingga hari ini.

Link :
http://wisataohhwisata.blogspot.co.id/2013/03/mari-singgahi-3-restauran-jadul-di.html

Alamat : Jl. Braga No. 58, Jawa Barat 40111






















5. Tip – Top Medan


ppp
Tip Top Restaurant, Lunch room, Bakery and Cake Shop pertama kali berdiri pada tahun 1929 di Jalan Pandu dengan nama Restoran Jangkie, sesuai dengan nama pemiliknya. Kemudian pada tahun 1934 pindah ke Jalan Kesawan dan berganti nama menjadi Tip Top Restaurant. Dulu hingga sekarang, kawasan Kesawan merupakan pusat bisnis Utama Medan, dimana banyak kantor pemerintahan perusahaan asing yang berlokasi disini. Pengaruh penjajahan Belanda berdampak pada konstruksi dan gaya interior yang masih dikonservasi hingga saat ini. Awalnya resto ini menjadi tempat berkumpulnya orang Belanda dari perkebunan maupun pemerintahan untuk menikmati breakfast atau sekedar menghabiskan secangkir kopi Robusta lokal dari Sidikalang yang terkenal di sore hari. Resto ini juga menjadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, Tip Top perlahan mulai dikunjungi penduduk lokal terutama di kalangan menengah dan atas. Menu-menu baru pun bermunculan untuk beradaptasi dengan permintaan Masyarakat Lokal seperti Indonesian dan Chinese Food.


Tip Top pada masa kini, masih tetap konsisten mempertahankan Bangunan dan Interior lamanya, walaupun dikelilingi oleh banyak bangunan modern. Resto yang hanya terletak beberapa meter dari Tjong A Fie Mansion ini masih mewarisi gaya cafe ala Eropa. Dimana terdapat beberapa meja di bagian outdoor lounge. Spot ini banyak digemari turis, karena selain santai, mereka juga dapat menikmati sebotol Wine sambil menghabisi beberapa batang rokok sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Selain lounge outdoor, masih terdapat lagi 2 ruangan di dalam, yang satu non-AC (smoking area) dan satunya lagi di bagian paling belakang (non-smoking area) dengan ruangan tertutup dan ber-AC.


Menu seperti Steak dan Bistik, Bitterballen, Moorkop hingga sajian Indonesian and Chinese Food, pastinya tersedia di tempat ini.

Link :
http://makanmana.net/2012/09/18/tip-top-restaurant-lunch-room-bakery-and-cake-shop-medan/

Alamat : Jalan Jendral Ahmad Yani no 92 (Jalan Kesawan) Medan

6. Phoenam – Makasar


pp
Sudah banyak bahasan di internet tentang warung kopi Phoenam (Phoe Nam yang arti harfiahnya terminal atau tempat persinggahan). Bila Kamu penggemar Kopi Toraja, tempat ini merupakan salah satu warung kopi yang wajib dikunjungi  selain untuk menikmati kudapan pisang atau roti bakarnya.  Semua menu kopi disiapkan secara manual dan kopi susu adalah minuman yang paling banyak dipesan. Rasanya kita bisa menerka kalau kopi Toraja yang keasamannya tinggi itu memang cocok dipasangkan dengan susu apalagi sensasi foam-nya menjadikannya sebagai salah satu signature drink di sini. Satu hal yang harus kita kagumi bahwa Phoenam sudah mengukir perjalanan panjang sejak tahun 1946 dan tetap bertahan hingga sekarang. Mungkin  peribahasa Makasar mengenai semangat pantang menyerah naelleamitalanga na toalia atau memilih tenggelam daripada kembali sudah tertanam dalam Ko Afu dalam menjalankan roda usaha warung kopinya hingga bisa terus melakukan pembukaan cabang di beberapa tempat di Kota Makasar, dan Luar Kota seperti Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.


Jadi kalau Kamu berkunjung ke Phoenam coba nikmatilah kopi hitam atau kopi susunya bersama roti bakar untuk menikmati suasana di tengah keramaian Kota Makasar. Oh ya, jangan khawatir tentang harga karena dengan selembar 20 ribu kita masih bisa menikmati secangkir kopi Toraja dan pisang panggang di warung kopi yang buka sejak jam 6 pagi hingga tengah malam ini.

Suasana Dalam Kedai Kopi Phoenam Via http://www.culinarybonanza.com

Link : http://www.cikopi.com/2010/09/warung-kopi-phoenam-sudah-64-tahun/

Alamat : Jl. Jampea No.8, Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan


















7. Toko Oen - Semarang


Sama dengan Toko Oen – Malang, Toko Oen Semarang merupakan Kakak dari Toko Oen yang berada di Kota Malang. Terletak di Jalan Pemuda, dan berdiri sejak tahun 1936, Toko Oen ini menjadi legendaris di jamannya hingga sekarang.



Toko Oen menyajikan berbagai menu makanan. Toko Oen mempunyai spesialisasi steak dan huzarensla (salad ala Belanda). Cobalah rasakan menu gaya Eropa yang jadi andalan Toko Oen. Bistik Hamburg, wcordon bleu, bestik lidah, inner schnitzel, atau kakap ala meuniere begitu nikmat di lidah. Hidangan ala Indonesia juga banyak dicari, di antaranya sate ayam dan nasi goreng spesial. Biasanya bila akhir pekan diadakan live music yang mengiringi para tamu menikmati hidangan. Bermacam-macam ice cream kreasi dengan resep turun temurun dijual dengan harga yang kompetitif dengan toko lain. Tutti frutti atau Oen's Symphony, keduanya bisa membuat Kamu ketagihan. Selain ice cream, Toko Oen juga menjual aneka kue kering yang sangat pas bila dinikmati dengan segelas kopi hangat. Speculaas dan Koekjes buatan Toko Oen selalu diburu turis domestik ataupun manca negara. Ada yang bercita rasa keju, kacang-kacangan, rempah, atau cokelat. Bolu khas Belanda, Ontbitjkoek tak boleh Anda lewatkan begitu saja.


Menikmati hidangan di Toko Oen memang lain dari biasanya. Selain interior tempo dulu, menu masakannya juga tak kalah unik. Banyak menu makanan yang resepnya tetap terjaga meski sudah berusia hampir seabad. Sampai saat ini Toko Oen tetap menjadi lokasi yang menarik bagi para opa maupun oma Belanda yang datang ke Semarang. Saat ini Toko Oen Semarang di kelola oleh Yenny Megaputri, salah satu cucu dari Ibu Liem Gien Nio

Link :
http://www.visitsemarang.com/artikel/toko-oen-dan-nostalgia-tempo-dulu

Alamat: Jalan Pemuda, No.52, 50138, 50139

8.  Ragusa – Jakarta


Ragusa kemungkinan adalah restoran es krim tertua di Jakarta, yang berdiri sejak 1932. Sedikit cerita, sama halnya dengan Kedai Es Krim Zangrandi – Surabaya, Ragusa didirikan oleh dua orang berkebangsaan Italia yang bernama Luigie dan Vincenzo Ragusa.


Mereka datang ke Batavia pada tahun 1930-an untuk belajar menjahit di daerah Jakarta Pusat. Setelah lulus, kedua bersaudara tersebut pergi ke Bandung dan bertemu dengan seorang wanita Eropa yang memiliki peternakan sapi dan memberikan banyak susu sapi kepada mereka. Susu sapi tersebut dimanfaatkan Luigie dan Vincenzo sebagai bahan untuk membuat es krim Italia yang ternyata banyak disuka sampai saat ini. Ketika sudah makan es krim di sini, pasti akan tahu bedanya dengan es krim lainnya. Es krim Ragusa memang cepat meleleh karena tidak memakai pengawet dan dibuat dengan teknologi yang sederhana.


Link :
http://blog.8share.com/id/10-kaferestoran-di-jakarta-yang-akan-membuatmu-keren-di-instagram/

Alamat: Jalan Veteran I, No. 10, Gambir, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

9. Trio - Jakarta


pp
Restaurant Trio merupakan salah satu restaurant jadoel di tahun 60an, terlihat dari bangunan nya yang masih terkesan jadoel. Tidak hanya di bangunan saja, interior toko pun masih terlihat suasana jaman encek dan encim, serta piring sajiannya masih menggunakan pring keramik dengan motif ukiran china dan piring alumunium atau semacamnya. Lokasinya terletak di daerah sekitaran Gondangdia, Cikini, Menteng


Bukan hanya Interior Restaurantnya saja yang bernuansa Jadoel alias Tempo Doeloe, tetapi juga dengan Menu Makanan yang kebanyakan bernuansa Jadoel. Menu yang ditawarkan kebanyakan bernuansa Oriental seperti Bakmi Goreng, Lumpia Udang, Fu Yung Hai Rempah Trio, Samp Kip Tieh "Semacam Kuah Sayur Asin dengan cita rasa Chinese Tempo Doeloe", dan masih banyak lainnya.

Fu Yung Hai Rempah Trio Via food.detik.com

Link :
http://theladymbook.blogspot.co.id/2011/05/restoran-trio.html

Alamat : Jalan Rp. Soeroso No. 29A, Cikini, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330 

Beberapa Tempat ini bisa dijadikan referensi Kamu untuk dapat menikmati Cita Rasa Terbaik di Restaurant Tempo Doeloe Indonesia Ini. Menurut Kamu Restaurant Mana yang bisa jadi Favorit Kamu ?, Kamu bisa isi Komentarnya di bagian paling bawah Halaman Posting ini !
Terima Kasih

Kembali : TERBAIK
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia


Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>



Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA