indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Kamis, 21 Desember 2017

Adem Ayem - Rumah Makan Dengan Cita Rasa Kuliner Otentik - Rekomendasi Solo

Kamis, 21 Desember 2017

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Adem Ayem - Rumah Makan Dengan
Cita Rasa Kuliner Otentik - Rekomendasi Solo


Percaya apa enggak,

Kota Solo bisa dibilang punya Sajian Kuliner Khas Otentik, yang jumlahnya lebih banyak dari Kota Yogyakarta ...



Kota Yogyakarta, memang kece !

Dari Kawasan Pantai, maupun Budayanya, Propinsi D.I Yogyakarta, dengan Kotanya bisa dibilang juara !

Banyak Para Wisatawan baik itu Domestik maupun Manca, yang berbondong - bondong ke Kota Gudeg ini.

Baik di Akhir Pekan (Weekend) maupun di Puncak Musim Liburan Panjang (Peak Season), seperti saat ini.

Seakan jadi Magnet tersendiri bagi Yogyakarta, yang juga merupakan Daerah Destinasi Wisata Terbaik Kedua di Indonesia setelah Bali.



Akan tetapi, bukan berarti Kota Solo, yang jaraknya juga dekat dengan Kota Yogyakarta nggak punya itu !

Spirit Of Java” pada Salah Satu Tagline dari Kota Solo ini, seakan membuktikan, bahwa :

Jawa menemukan Ruh
maupun Jiwanya di Kota Solo !

Museum Batik Danar Hadi
Salah Satu Gedung Peninggalan Bangsawan Solo.

Hal ini memang ada benarnya !

Karena selain Kota Solo punya sebutan sebagai Kota Batik, Kota ini juga merupakan Salah Satu Kota Budaya di Indonesia.

Di sini juga terdapat Keraton Surakarta Hadiningrat, yang berarti :

Darahnya juga Biru, Sebiru Sebagian Masyarakat Solo, yang memang punya gelar Bangsawan.

Walaupun, jujur diakui,

Jika Kita coba bandingkan antara Kesultanan Yogyakarta dengan Kasunanan Surakarta,

Pamornya masih terbilang dikenal Yogyakarta dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja, sekaligus Gubernur D.I Yogyakarta.

Akan tetapi Kota Solo punya itu !

Nasi Liwet Solo 
Via : https://www.instagram.com/pangluar/

Selain itu,

Ada Satu Hal, yang dipunyai Kota Solo, namun nggak dipunyai Propinsi D.I Yogyakarta, dengan Kotanya.

Yaitu : Soal Kuliner Otentik, yang melekat, dan jumlahnya, bisa dibilang : Beraneka Ragam !

Kamu boleh cek benar apa nggak ?

Jika Kota Solo lebih banyak Kuliner Khasnya ketimbang Yogyakarta.

Kalau Kota Yogyakarta, pastinya punya Gudeg, dan Bakpia sebagai Makanan Khas Andalannya,

Namun Solo, jauh dari itu, jumlahnya cukup dibilang : terhitung banyak.

Mulai dari :

TengklengNasi LiwetSurabi, Sosis, Spikoe Orion, Timlo, Bistik, Bakso, hingga Gudeg Solo, yang jelas beda dari Gudeg Yogya.

Bisa jadi :

Ini Nilai Tersendiri sebagai Destinasi Wisata Alternatif berburu Kuliner Enak, selepas Kamu bersantai di Kota Yogyakarta, yang memang nggak jauh dari Kota Solo.

Dan Soal Rasa,

Salah Satu Tempat Ini bisa jadi Rekomendasi Tepat demi Berburu Kuliner Enak, saat Kamu di Kota Solo !




















Berikut Kami Hadirkan
Adem Ayem - Rumah Makan Dengan
Cita Rasa Kuliner Otentik - Rekomendasi Solo


At Rumah Makan Adem Ayem


Memasuki Rumah Makan Adem Ayem, Kami serasa menemukan Suasana (Atmosfir) tersendiri dari Nuansa Kesakralan Sebuah Kota.

Maklum !

Rumah Makan ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, Sebuah Jalan dengan Pedestrian Terbaik, dan menjadi Jantung Utama Kota Solo.

Dari Tempat inilah Rumah Makan Adem Ayem berada ...



Walaupun Bangunannya berbentuk Ruko Tiga Lantai,

Namun Suasana Lantai Dasar, yang diperuntukan bagi Rumah Makan ini, tetap terlihat Sakral dengan Beberapa Ornamen, yang masih mempertahankan Tradisi Jawa - Solonya.

Lampu Gantung, Beberapa Kolom Kayu, hingga Pola Lantai Keramiknya, cukup menandakan itu !

Terlebih Rumah Makan ini, ternyata telah lama berdiri, sejak Tahun 1969.

Secara Otomatis, juga menjadi Rendezvous tersendiri bagi Para Abehege (Angkatan Babe Gue), yang ingin mengulang Moment Muda Mereka, saat makan di Tempat ini !

Resto Adem Ayem Yogyakarta  (dahulu) !
Via : https://www.panoramio.com



Mendengar nama Adem Ayem, sebenarnya Kami cukup lama tertarik untuk incip Makanan Otentik Khas Solo ini, saat Kami berlibur di Kota Yogyakarta.

Maklum, beberapa Waktu Lalu, Rumah Makan Khas Solo ini, juga buka cabang di Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Margo Utomo/ Mangkubumi - Kota Yogyakarta.




Dari Tempat ini, di mana Beberapa Hotel Terbaik Yogyakarta juga hadir,

Rumah Makan Adem Ayem cukup menjadi Alternatif (Pilihan) bagi Para Wisatawan, yang menginginkan Makanan Khas Beda, terutama Soal Cita Rasa Gudegnya, yang jelas berbeda dengan Gudeg Yogya.

Namun, sangat disayangkan, 

Saat Kami menginap di Hotel sekitar Jalan Mangkubumi - Kota Yogyakarta untuk kedua kalinya, Rumah Makan ini keburu ditutup.

Hasilnya :

Kami memang nggak sempat makan di Rumah Makan ini.

Meski Kami sering bolak - balik ke Kota Gudeg ini, untuk sekedar menikmati Liburan, atau Keperluan Lainnya.

Di Kota Budaya Solo Lah, Kami baru bisa menikmati Sensasi Kuliner Otentik Khas Solo ini !

It’s Time For Incip - Incip !


Berbicara tentang Incip Kuliner Otentik, ini adalah waktunya !

Incip makan Pertama Kami, bermula dari Bistik atau Selat Solo ...



Panganan ini bisa jadi merupakan Perpaduan Kuliner Eropa dengan Kota Solo, yang memang wajib dihidangkan saat Event Penting, seperti : Ulang Tahun, maupun Pesta Pernikahan.

Namanya yang berbau Bistik, mungkin sebagian Kita langsung tertuju dengan Steak !



Ya !

Hal ini memang ada benarnya, sebab Percampuran Budaya (Akulturasi) tadi antara Eropa dengan Solo, menyebabkan Olahan Daging Steak dengan Kuah, yang mirip Semur, dan Rebusan Telur, serta Kentang hingga Tambahan Sayur Mayur,





Membuat Sebagian dari Kita mungkin menganggap Makanan ini berasal dari Eropa.

Terlebih Bistik/ Selat Solo juga mempunyai kemiripan dengan Huzarensla.

Hanya saja :

Jika Bistik Solo mempunyai Kuah, yang mirip Semur, sedangkan Huzarensla menggunakan Thousand Island, Mayonaise, hingga Blue Cheese pada Bumbunya.

Sekali lagi :

Jika Kita memperhatikan Kuahnya, yang 11/12 dengan Semur, barulah Kita dapat menyimpulkan, bahwa :

Selat/ Bistik Solo berasal dari Indonesia !

Bistik Khas Jawa, yang memang telah dimodifikasi, hingga Kita pun dapat menyimpulkan, bahwa :

Bistik/ Selat Solo tergolong Fussion Food, yang memadukan Konsep Budaya Londo, dengan Jawa - Solo pada Cita Rasa Kulinernya ....

Rasa, yang menggoda Lidah, ditambah Kuah Khas menjadi Pilihan Terbaik, saat incip makan di Tempat ini.

Pilihan Kedua, Kami juga sempat mencoba Timlo ...



Makanan Khas Otentik Solo ini juga wajib dihidangkan saat Event Besar Tertentu, selain Bistik maupun Selat Solo.

Makanan Berkuah, yang menyerupai Sup ini terdiri dari Bihun sebagai Makanan Pokoknya, Telur Pindang, Daging Sapi - Ayam Suwir, Sosis Solo, hingga Jamur Kuping.

Saya langsung teringat akan masa kecil.
Ketika Mama membuat Sajian Khas Otentik Ini 
sebagai Makanan Mewah.
Biasa dihadirkan, 
saat Ulang Tahun Anggota Keluarga, 
hingga Arisan R.T !
Penulis

Jadi semacam mengulang Kenangan tersendiri rasanya !

Di Bagian Terakhir, inilah, yang paling utama



Gudeg Khas Solo menjadi Makanan Utama Penutup Kami ...

Gudeg, yang memang berbeda Penyajiannya dengan Gudeg Yogya !

Jika Gudeg Yogya terkenal akan Gudeg Keringnya berbeda dengan Gudeg Solo, yang terkenal dengan Gudeg Berkuah Santan Putih.

Hal inilah, yang membedakan antara Gudeg Yogya, dan Solo !

Jujur bagi Kami, yang juga Penggemar Kuliner Otentik ini,

Gudeg Solo terlihat lebih enak untuk dimakan !

Rumah Makan Adem Ayem bisa jadi Rekomendasi Pilihan Tepat buat makan Gudeg Khas Solo Enak Terbaik Ini !


Tak lupa Es Kopyor, dan Puter, yang terletak di depan Rumah Makan ini, serta Tambahan Teh Manis Hangat jadi Pelengkap Pemuas Dahaga Kami ketika itu !



Indonesia adalah Negara Kaya  ...

Kaya akan Budaya, Wisata maupun Kulinernya, yang cukup dikenal Mendunia ...

Dengan berburu incip
Kuliner Nusantara, diharapkan dapat menjadi :
Salah Satu Cara bagi Kita
Untuk dapat melestarikan Cita Rasa
Kuliner Khas Nusantara !
Penulis


Create your own user feedback survey

Alamat:
Jalan Slamet Riyadi No342PenumpingLaweyanKota SurakartaJawa Tengah 57141


Kembali : ARTIKEL


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2018 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA