indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Senin, 18 Januari 2016

18 Pedestrian Terbaik Indonesia ini bikin kamu betah untuk berjalan kaki lama di Kota Terbaik Indonesia !

Senin, 18 Januari 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

18 Pedestrian Terbaik Indonesia ini bikin kamu betah untuk berjalan kaki lama di Kota Terbaik Indonesia ini !
Menata Sebuah Kota bisa jadi adalah sesuatu yang tidak mudah. Bukan hanya kelengkapan fasilitas yang harus dimiliki oleh Sebuah Kota agar layak disebut sebagai kota Terbaik, tetapi juga diperlukan peran serta Masyarakat yang secara sadar patuh dan taat kepada aturan yang berlaku. Salah satunya adalah penataan Pedestrian atau biasa disebut trotoar yang digunakan bagi Para Pejalan Kaki. Di dalam Penataan Pedestrian bukan hanya Peran Pemerintah yang berfungsi untuk mengatur agar Pedestrian dapat dilihat Indah, tetapi juga diperlukan Peran Serta Masyarakat Luas yang secara sadar mematuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah (seperti kesadaran tidak memakai Hak Pejalan Kaki yang digunakan untuk keperluan Pribadi semata maupun menjaga kebersihan di area Pedestrian). Berikut Kami Hadirkan 18 Pedestrian Terbaik Yang Buat Kamu Betah Untuk Berjalan Kaki Lama di KotaTerbaik Indonesia Ini !

Apa itu Pedestrian ?



Pedestrian berasal dari kata ‘Pedos’ yang diambil dari bahasa Yunani, berarti ‘kaki’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pedestrian diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan kaki. Di seluruh dunia pada umumnya, pedestrian adalah trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk menikmati nuansa bangunan perkotaan dan taman-taman kota. Pedestrian menjadi indikator pokok bagi kemajuan peradaban dan pembangunan kota masa depan. Di Eropa dan Jepang, berjalan kaki adalah hal yang menyenangkan karena menyehatkan. Selain itu, pejalan kaki bisa menikmati indahnya suasana kota. Pembangunan pedestrian berguna untuk mengurangi kemacetan, mengurangi polusi udara dan mempermudah kinerja polisi untuk mengatur lalu lintas. Bahkan Pedestrian yang baik merupakan salah satu elemen yang mendukung Potensi Wisata Daerah Perkotaan. Kawasan Pedestrian bisa menjadi kawasan wisata kuliner, kerajinan, pakaian khas setempat dan biasa diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu, melalui event Car Free Day atau Car Free Night di bawah koordinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Sumber Foto Atas : HendraWardhana

Belanda contohnya adalah salah satu negara yang mengutamakan pembangunan pedestrian bagi pejalan kaki, kemudian mengutamakan orang-orang bekerja menggunakan sepeda pancal, mengutamakan orang naik trem dan terakhir, baru mengutamakan orang yang menggunakan mobil dan sepeda motor. Kawasan pedestrian di Belanda biasanya dekat dengan lokasi taman kota yang rindang, ruang terbuka hijau, kawasan perkantoran yang sibuk dan sebagainya. Sumber : http://ciricara.com/2015/04/27/apa-itu-pedestrian/

Walaupun  Konsep Ruang Terbuka bagi Para Pejalan Kaki pertama kali tumbuh dan berkembang di Eropa, dan Amerika, bukan berarti Indonesia tidak mempunyai Pedestrian yang nyaman untuk Pejalan Kaki. Kota  Destinasi Wisata seperti Solo, Bandung, Malang, Yogyakarta, Bali, Bukit Tinggi cukup memanjakan Para Pejalan Kaki untuk dapat menikmati suasana Perkotaan di daerah tersebut. Bahkan bukan hanya itu melalui konsep Urban City dimana berkonsep pada satu kawasan terintegrasi bagi Masyarakatnya, Kota seperti Jakarta, Surabaya, Makasar, Semarang, Banjarmasin dan beberapa Kawasan Mandiri berlomba untuk menciptakan Pedestrian yang nyaman bagi Para Pejalan Kaki. Berikut Kami Hadirkan 18 Pedestrian Terbaik Indonesia yang buat kamu betah untuk berjalan kaki lama di Kota Terbaik Indonesia ini Versi The Colour Of Indonesia !


Sumber Foto : Em Zeeng

1. Kawasan Pedestrian Slamet Riyadi  - Solo

 
Jl. Slamet Riyadi Solo merupakan Jalan Terpanjang dan salah satu Jalan Utama di Kota Solo. Di jalan ini berdiri Mall, Hotel, Gedung Perkantoran, hingga pusat rekreasi bagi masyarakat. Jika kamu mencoba berjalan kaki di jalan tersibuk di kawasan Solo ini, kamu akan dibuat nyaman dengan pepohonan yang rindang pada setiap sisi jalan, dan sesekali kamu akan menemukan tempat duduk yang dipergunakan bagi tempat istirahat demi melepas lelah sesaat. Sesaat kamu akan melihat dengan kecepatan lambat, Railbus Solo yang melintas dengan rute Solo – Wonogiri, maupun Kereta Wisata Uap. Karena di Jalan Utama ini, bersebelahan dengan jalur Kereta Api yang masih aktif, sehingga kamu dapat menikmati keindahan Kota Solo dengan segala penunjangnya. Belum lagi Taman Sriwedari, dan Kampung Batik Laweyan yang ada di Jl. Slamet Riyadi menambah kekhasan Solo Sebagai Kota Budaya dan Batik di Indonesia. Sumber Foto Bawah : HendraWardhana


2. Kawasan Pedestrian Malioboro - Yogyakarta


Kawasan Pedestrian Jl. Malioboro juga merupakan Jalan yang cukup Panjang dan salah satu kawasan tersibuk di Kota Yogyakarta. Di tempat ini juga berdiri Mall, Hotel, Pertokoan, hingga Kantor yang menandakan bahwa Kota Yogyakarta merupakan Kota Yang Tidak Ada Matinya ! sebagai Salah Satu Kota dengan denyut nadi perekonomian terbaik di Pulau Jawa. Kawasan Pedestrian ini dimulai dari Tugu Yogyakarta (Jl Pangeran Mangkubumi – Jl Malioboro), dan berakhir di Titik Nol Kota Yogyakarta. Di sepanjang Jalan ini kamu akan menikmati suasana Yogyakarta dengan keramahan Masyarakatnya, Suasana Pedestrian yang berbaur dengan Aneka Kerajinan Khas Yogyakarta, hingga destinasi wisata seperti Benteng Vredeburg, dan berakhir di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Sumber Foto Atas : mnugrohosusanto I jogjakini I 2013


3. Kawasan Pedestrian Asia Afrika – Bandung

Bandung sebagai salah satu Destinasi Wisata Internasional memang mempunyai beberapa Jalan yang ditata cukup menarik dan nyeni. Terlebih sejak kepemimpinan Ridwan Kamil, Walikota Bandung ini cukup mumpuni dalam menata Bandung agar lebih tertata Indah. Pedestrian di Jl Asia Afrika kini lebih berwarna. Spot menarik banyak ditemui jika kamu berjalan sambil menikmati keindahan Pusat Kota Bandung. Di Jalan tempat terselenggara Pertama Kali Konferensi Asia Afrika ini, menjadi berbeda dengan bangunan kuno. Seakan kamu berada di belahan Kota Eropa. Sumber Foto Atas dan Bawah www.tribunnews.com


4. Kawasan Pedestrian Pantai Losari, Makasar


Makasar juga mempunyai Kawasan Pedestrian Terbaik. Di sepanjang Pesisir atau Garis Pantai Losari terdapat Kawasan Pedestrian yang cukup ramah bagi Para Pejalan Kaki yang ingin menikmati keindahan Pantai Losari. Pantai Loasari merupakan kawasan wisata tersibuk di Makasar. Di kawasan ini berdiri Hotel, Mall, Kantor, dan Pusat Kuliner Makasar yang menyajikan Makanan SeaFood khas Makasar. Di beberapa bagian juga terdapat ruang terbuka yang biasa digunakan sebagai Venue atau Panggung Hiburan Rakyat maupun terselenggaranya event tertentu. Sumber Foto Atas : KelanaKecil.Wordpress.com


5. Kawasan Pedestrian Sungai Martapura, Banjarmasin


Satu lagi Kawasan Pedestrian Terbaik yang berkonsep WaterFront City. Kawasan Pedestrian Sungai Martapura dimulai dari Jl. Piere Tendean hingga Jl. Lambung Amangkurat Banjarmasin. Pedestrian ini merupakan tempat yang nyaman bagi Pejalan Kaki yang ingin menikmati Kota Banjarmasin di tepi Sungai Martapura. Selain melihat aktivitas Masyarakat Tepi Sungai, kamu juga dapat berkunjung ke Pasar Siring Tendean, salah satu Pasar Terapung Terbaik di Kota Banjarmasin.


6. Kawasan Pedestrian Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat


Sebagai salah satu Kota Destinasi Wisata Internasional di Sumatera, khususnya Sumatera Barat, Kota Bukit Tinggi mempunyai kawasan yang ramah bagi pejalan kaki. Meski kotanya kecil, banyak tempat yang bisa dikunjungi. Tak perlu repot ke Luar Negeri untuk melihat salah satu ngarai tercantik di Indonesia: Ngarai Sianok. Tak jauh dari sana, berjalan ke Goa Jepang untuk melihat lebih dalam peninggalan Jepang pada Perang Dunia II. Agenda berjalan kaki belum lengkap tanpa melintasi Jembatan Limpapeh, yang terhubung langsung dengan Kebun Binatang. Kamu bisa menghabiskan seharian jalan kaki di Bukittinggi termasuk mengunjungi Rumah Bung Hatta, Pasar Atas, Pasar Bawah untuk wisata kuliner, dan Terakhir Jam Gadang “Menara Jam Zaman Peninggalan Belanda” sebagai Pusat dari kegiatan Masyarkat. Sumber http://www.kaskus.co.id/show_post/5369b4b86507e79e568b4730/1/jalan-jalan-ke-kota-ramah-pejalan-kaki-di-indonesia-yuk


7. Kawasan Pedestrian Ubud, Bali


Selain Wilayah Pantai, Bali cukup terkenal dengan wilayah perbukitannya. Wilayah perbukitan Ubud cukup terkenal di kalangan wisatawan. Inilah tempat para turis menghindari keramaian Kuta atau Legian, dan meresapi kehidupan lokal yang kaya adat istiadat. Ubud sangat nyaman untuk berjalan kaki. Pepohonan membuat suasana semakin rindang. Trotoar pun tersedia, kendaraan yang lewat pun tak banyak. Panorama pesawahan Bali dengan sistem Subak, terbentang di kiri dan kanan jalan. Rumah Tradisional, Kafe, dan Galeri Seni menjadi pemanis pesawahan di kawasan Ubud. Meski jalannya berkontur, Kamu tak akan letih berjalan kaki di Ubud. Kamu juga bisa menyewa sepeda dan menyusuri daerah Ubud yang cantik ini. Tidak seperti biasa di mana kawasan Pedestrian berada di Daerah Perkotaan, Kawasan Pedestrian Ubud berada di Perbukitan yang dipenuhi dengan area persawahan. Sumber http://www.kaskus.co.id/show_post/5369b4b86507e79e568b4730/1/jalan-jalan-ke-kota-ramah-pejalan-kaki-di-indonesia-yuk


8. Kawasan Pedestrian Boulevard, Malang 


Malang sebagai Kota Destinasi Wisata di Indonesia serta Kota Terbesar Kedua setelah Surabaya di Jawa Timur memang dikenal sebagai Kota yang Berwawasan Lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ruang terbuka hijau yang dapat dipergunakan oleh Masyarakat Kota. Tak ketinggalan Pedestrian di Kota ini juga dikonsep rapih, dan apik. Kawasan Boulevard, sebuah Kawasan peninggalan Kolonial Belanda mempunyai Pedestrian yang sangat ramah bagi para pejalan kaki. Kawasan yang membentang dari Jl. Ijen – Veteran Boulevard Malang ini juga disebut sebagai Heritage Public Space (Kawasan Wisata Sejarah), yang dilengkapi dengan penataan taman yang apik serta bangku tempat beristirahat bagi Para Pejalan Kaki. Kawasan Boulevard juga menjadi tempat event tahunan terselenggaranya acara Malang Tempo Doeloe. Sumber Foto Samping cepamagz.com

Kawasan Boulevard Malang Tempo Doeloe

9. Kawasan Pedestrian Bogor, Jawa Barat


Meski identik sebagai kota hujan, Bogor adalah kota yang pas untuk berjalan kaki. Rindangnya pepohonan di sepanjang jalan membuat agenda berjalan kaki jadi menyenangkan, dan terhindar dari teriknya sinar matahari. Mulailah agenda jalan kaki dari air mancur di Jl Sudirman sampai menemukan Istana Bogor yang rindang. Pilih sendiri akan bertolak ke mana, sebelah kiri atau sebelah kanan. Kalau belok ke kiri, Kamu akan menemukan Taman Kencana. Inilah tempat warga dan turis mengobrol santai di kafe-kafe ternama seperti Macaroni Panggang, Death by Chocolate, dan Pia Apple Pie. Kalau bertolak ke kanan, Kamu akan menyusuri Jalan Juanda melihat Rusa Istana Bogor, tepian Kebun Raya, sampai bertemu Jl Suryakencana yang dipenuhi aneka kuliner khas Bogor. Kamu akan menemukan pintu masuk utama Kebun Raya Bogor, yang bisa langsung dieksplorasi dengan berjalan kaki hingga menemukan Bunga Raflesia Arnoldi “Bunga Bangkai” Khas Indonesia. Sumber http://www.kaskus.co.id/show_post/5369b4b86507e79e568b4730/1/jalan-jalan-ke-kota-ramah-pejalan-kaki-di-indonesia-yuk


10. Kawasan Pedestrian Kuningan Jakarta


Tidak semua kawasan Jakarta tidak ramah bagi para pejalan kaki. Dengan Konsep Jakarta Baru, Kota Megapolitan ini kini tumbuh menjadi lebih baik. Dibangunnya Pedestrian yang nyaman bagi Pejalan Kaki dapat kamu jumpai di Kawasan Kuningan. Kawasan ini membentang dari Jl Dr Satrio hingga Jl. Casablanca yang terkenal dengan kawasan “Shopping Belt” Sabuk Belanja Internasional. Layaknya Orchad Road di tempat ini berdiri Mal Kelas Atas seperti Ciputra World, Kuningan City, hingga Kota Kasablanka. Di bagian lain dari Kawasan Kuningan membentang dari Jl. HR Rasuna Said hingga Kawasan Epicentrum – Mega Kuningan (Sebuah Kawasan Komersil milik Pengembang Group Bakrie)


11. Kawasan Pedestrian Embong Malang, Surabaya

Bukan hanya Jakarta yang memanjakan Para Pejalan Kaki tepat di Pusat Kota. Jl. Embong Malang yang terletak tepat di Pusat Kota Surabaya sangat memanjakkan para pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan Kota Surabaya. Dengan desain Pedestrian yang lebar di tambah dengan adanya Pepohonan tabebuia aurea atau Sakura atau biasa disebut Cherry Blossom, pastinya akan membuat kamu lebih santai dan rileks dengan cuaca Kota Surabaya yang terkadang Panas Tak Menentu. Waktu yang terbaik untuk menikmati Pedestrian ini adalah ketika Bulan Maret, April, dan Mei. Tepatnya saat Bunga Sakura sedang bersemi alias bermekaran.


12. Kawasan Pedestrian Braga, Bandung


Satu lagi kawasan di Bandung yang terkenal dengan konsep Pedestrian. Kawasan Braga Bandung menjadi destinasi bagi Para Wisatawan yang ingin menikmati Kota Tua Bandung. Jl. Braga merupakan salah satu jalan ramah bagi Para Pejalan Kaki. Di tempat ini, kamu dapat menikmati sajian kopi maupun teh yang dihadirkan oleh banyak Kafe maupun Coffe Shop di Jalan ini. Pada waktu tertentu diadakan Event Tahunan Braga Festival.


13. Kawasan Pedestrian Semarang, Jawa Tengah



Kota lain di Pulau Jawa yang terkenal sebagai Kota Tua adalah Semarang. Setidaknya ada 3 kawasan di mana kamu bisa jalan kaki sepuasnya: Pecinan, Kota Tua, Simpang Lima. Kawasan Pecinan di Semarang adalah salah satu yang paling cantik keasliannya. Di sini kamu bisa memasuki kuil  Sam Po Kong, Masjid Cheng Ho, dan menikmati kuliner orental. Di kawasan Kota Tua, berjalanlah di antara gedung peninggalan kolonial Belanda termasuk Gereja Blenduk yang berkubah. Sore menuju malam, langkahkan kaki ke Simpang Lima. Masukilah Lawang Sewu, dan susurilah pinggir jalan untuk wisata kuliner malam.



14. Kawasan Pedestrian Lippo Village, Karawaci


Kawasan Pedestrian juga tumbuh bersama Kota Mandiri. Salah satu kawasan Pedestrian yang dibuat oleh pengembang Lippo pada area kota Mandiri Lippo Village Karawaci sangat memanjakkan fasilitas bagi para Pejalan Kaki. Kawasan ini berada di sekitar Jl. Diponegoro Boulevard dekat dengan Lippo Supermall, dan Universitas Pelita Harapan. Di tempat ini pedestrian tertata cantik, di beberapa bagiannya terdapat restauran yang menawarkan konsep kongkow di sekitar area tersebut (Berada di kawasan Benton Junction). Kawasan ini sengaja dibuat mengikuti gaya Kota San Fransisco – Amerika Serikat.


15. Kawasan Pedestrian Kuta dan Sanur, Bali


Berbeda dengan Kawasan Pedestrian Ubud, Kawasan Pedestrian ini berada pada daerah pesisir Pantai Kuta dan Sanur Bali. Tepat di daerah perkotaan, Kawasan pedestrian ini memanjakkan para pejalan kaki dengan banyaknya Mall, Toko dengan Brand Internasional, Hotel, dan Kuliner di sepanjang Jl. Kuta Legian dan Sanur Bali.






16. Kawasan Pedestrian Merdeka, Bandung


Berbeda dengan dua kawasan sebelumnya di Bandung, Kawasan Jl Merdeka Bandung teramat sejuk dengan pepohonan rindang, dan penataan taman bunga yang cantik. Di sebelah Jalan Merdeka mengalir anak sungai Cikpayung. Kawasan Pedestrian ini merupakan kawasan tersejuk selain Dago, yang ada di Kota Bandung. Sumber Foto : BERJALANJALAN.COM

17. Kawasan Pedestrian Gentala Arasy, Jambi


Kawaasan Pedestrian Gentala Arasy merupakan Kawasan Jembatan Bagi Pejalan Kaki Terpanjang di Indonesia. Jembatan yang membelah Sungai Bataghari ini, menghubungkan Kota Jambi dengan Kawasan Wisata Taman Tanggo Rajo. Di mana terdapat Menara Gentala Arasy. Dari atas Menara kamu dapat menikmati keindahan Kota Jambi secara luas.



18. Kawasan Pedestrian Dago, Bandung


Kawasan Pedestrian Dago Bandung menjadi Kawasan Pedestrian Terbaik Terakhir di Indonesia. Bandung yang terkenal sebagai Kota Destinasi Wisata Internasional, memang mempunyai banyak Pedestrian untuk memanjakan Para Wisatawan, khususnya para pejalan kaki. Kawasan Dago yang legendaris sejak zaman Kolonial Belanda memang dikenal sebagai Kawasan dengan Pedestrian Terbaik. Pepohonan yang rindang berumur ratusan tahun tetap terjaga di Kawasan Ini. terlebih ratusan Rumah Kuno yang berpadu dengan konsep minimalis moderen mempercantik Kawasan Dago sebagai Kawasan Elite Bandung. Di kawasan ini berdiri Hotel, Mall, dan Ratusan Surga Belanja Factory Outlet yang menjadi daya tarik Para Pelancong, khususnya Wisatawan Malaysia, Singapura, Philipines, Jepang, hingga Timur Tengah. Kawasan Dago meliputi Jl. Merdeka, Juanda, Riau, hingga Cihampelas, dan berakhir di Jl. Sukajadi Bandung (Paris Van Java) arah Lembang - Dago Pakar. Di setiap tahunnya terselenggara Event Besar Dago Festival yang mempertemukan para Seniman Indonesia, khususnya Seniman Asal Bandung.


Kembali : TERBAIK
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia


Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>



Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA