indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Senin, 02 November 2015

Flora dan Fauna Papua

Senin, 02 November 2015

Flora dan Fauna Khas Provinsi Papua ditetapkan Buah Merah (Pandanus conoideusFlora Khas Papua dan  Burung Cendrawasih (Seleucidis melanoleucus) sebagai Fauna Khas Papua.

Sumber Gambar : Walter A Webber

Buah Merah Flora Identitas Propinsi Papua


Buah merah (Pandanus conoideus) adalah maskot provinsi Papua. Buah yang termasuk dalam famili pandan (Pandanaceae) dan menjadi maskot (flora identitas) provinsi Papua ini oleh masyarakat setempat sering dijadikan penunjang makanan pokok sehari-hari. Dan oleh sebagian lagi dipercaya sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit. Di Papua sendiri buah merah dikenal sebagai kuansu, sedangkan di Maluku dikenal sebagai Pandan seran (Maluku) atau saun (Seram) dan sihu (Halmahera). Dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Red Fruit. Buah merah mempunyai nama latin Pandanus conoideus Lam. yang bersinonim dengan Pandanus butyrophorus Kurz, P. cominsiiHemsl., P. magnificus Martelli, P. minusculus B.C.Stone, P. plicatus H.St.John, dan P. subumbellatus Becc. ex Solms.  Buah merah (Pandanus conoideus) merupakan anggota famili Pandanaceae (pandan-pandanan) dengan tinggi hingga mencapai 15 meter. Hidup merumpun hingga belasan batang. Batang pohon buah merah berwarna coklat dengan bercak putih, berbentuk bulat dan mempunyai hingga lima cabang. Pada batangnya juga terdapat akar udara yang menggantung sampai ketinggian 1 m dari pangkal batang. Daun pohon buah merah berwarna hijau tua, berbentuk pita sepanjangnya antara 90-an cm hingga 320 cm yang pinggirnya berduri-duri kecil. Bunga berwarna kemerahan. Buahnya berwarna merah coklat saat muda dan merah bata, merah kecoklatan, atau ada pula yang kuning ketika tua, bentuknya panjang lonjong, dengan panjang 50-120 cm dan berdiameter 10-25 cm. Buah merah (Pandanus conoideus) yang merupakan flora maskot Papua tersebar di pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini) serta di Maluku. Tanaman ini dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 2.500 m.


Manfaat Buah Merah


Buah merah digunakan oleh masyarakat Papua diperas dan dimanfaatkan sebagai makanan campuran untuk sagu, talas, dan ubi kayu. Sisa perasan (ampas) digunakan sebagai makanan ternak. Buah merah (Pandanus conoideus) juga dapat diolah menjadi minyak sari buah merah. Minyak ini selain digunakan untuk memasak makanan juga dipercaya mampu menjadi penyembuh berbagai penyakit. Buah merah selain mengandung karbohidrat pun mengandung Lipid, Asam palmitat, Asam linoleat, Asam oleat, beta karoten, beta cryptoxanthin, vitamin E, omega 3, omega 9, dan sodium. Kandungan yang terdapat pada buah merah ini dipercaya mampu menjadi antikanker untuk mengobati berbagai kanker. Juga dapat menyembuhkan tumor, darah tinggi, asam urat, stroke, gangguan pada mata, herpes, kencing manis, ostereoporosis, wasir dan lupus. Karena populasinya masih banyak di alam bebas, tanaman buah merah ini bukan termasuk tumbuhan langka maupun tumbuhan yang dilindungi di Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan dikemudian hari tanaman yang menjadi maskot Papua ini menjadi tumbuhan yang langka. Ini seiring dengan makin meluasnya deforestasi dan eksploitasi buah merah untuk diperjualbelikan sebagai obat herbal. Tetap diperlukan kebijakan dari pemerintah agar Buah Merah Si Maskot Papua yang ampuh ini kalaupun bernilai ekonomis yang tinggi tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Pandanales; Famili: Pandanaceae; Genus: Pandanus; Spesies: Pandanus conoideus.

Burung Cenderawasih Fauna Identitas Propinsi Papua


Burung Cendrawasih (Seleucidis melanoleucus) layak digelari sebagai Burung Surga (Bird of Paradise). Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua, terutama yang jantan, memiliki bulu-bulu yang indah layaknya bidadari yang turun dari surga (kayangan). Keindahan bulu Cendrawasih tiada duanya. Burung Cendrawasih merupakan sekumpulan spesies burung yang dikelompokkan dalam famili Paradisaeidae. Burung yang hanya terdapat di Indonesia bagian timur, Papua Nugini, dan Australia timur ini terdiri atas 14 genus dan dan sekitar 43 spesies. 30-an spesies diantaranya bisa ditemukan di Indonesia. Oleh masyarakat Papua, burung cendrawasih dipercaya sebagai titisan bidadari dari surga. Dulunya burung ini dianggap sebagai burung cantik tetapi tidak berkaki. Mereka tidak akan turung ke tanah tetapi hanya berada di udara saja lantaran bulu-bulunya yang indah. Karena itu kemudian burung Cenderawasih terkenal sebagai Bird of Paradise atau Burung Surga (Kayangan). Dan beberapa jenis yang terkenal adalah dari genusParadisaea yang penamaannya berasal dari kata Paradise.

Diskripsi dan Ciri Cendrawasih.


Burung-burung Cendrawasih mempunyai ciri khas bulunya yang indah yang dimiliki oleh burung jantan. Umumnya bulunya berwarna cerah dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu. Ukuran burung Cenderawasih beraneka ragam. Mulai dari yang berukuran 15 cm dengan berat 50 gram seperti pada jenis Cendrawasih Raja (Cicinnurus regius), hingga yang berukuran sebesar 110 cm Cendrawasih Paruh Sabit Hitam (Epimachus albertisi) atau yang beratnya mencapai 430 gram seperti pada Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung (Manucodia comrii). Keindahan bulu Cendrawasih jantan digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis. Untuk ‘merayu’ betina agar bersedia diajak kawin, burung jantan akan memamerkan bulunya dengan melakukan tarian-tarian indah. Sambil bernyanyi di atas dahan, pejantan bergoyang dengan berbagai gerakan ke berbagai arah. Bahkan terkadang hingga bergantung terbalik bertumpu pada dahan. Namun, tiap spesies Cendrawasih tentunya punya tipe tarian tersendiri. Burung Cendrawasih mempunyai habitat hutan lebat yang umumnya di daerah dataran rendah. Burung dari surga ini dapat dijumpai di beberapa pulau di Indonesia bagian timur seperti Maluku dan Papua. Selain itu juga dapat ditemukan di Papua Nugini dan Australian Timur.


















Jenis-jenis Burung Cendrawasih


Cendrawasih terdiri atas 13 genus yang mempunyai sekitar 43 spesies (jenis). Indonesia merupakan negara dengan jumlah spesies Cendrawasih terbanyak. Diduga sekitar 30-an jenis Cendrawasih bisa ditemukan di Indonesia. Dan 28 jenis diantaranya tinggal di pulau Papua.


Beberapa jenis Cendrawasih yang terdapat di Indonesia diantaranya adalah:
- Cendrawasih Gagak (Lycocorax pyrrhopterus); endemik Maluku.
- Cendrawasih Panji (Pteridophora alberti); Papua
- Cendrawasih Kerah (Lophorina superba); Papua
- Cendrawasih Paruh-sabit Kurikuri (Epimachus fastuosus); Papua.
- Cendrawasih Botak (Cicinnurus respublica); endemik pulau Waigeo, Raja Ampat.
- Cendrawasih Raja (Cicinnurus regius); Papua dan pulau sekitar.
- Cendrawasih Belah Rotan (Cicinnurus magnificus); Pulau Papua
- Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii); endemik Maluku.
- Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis melanoleuca); Papua.
- Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor); Pulau Papua
- Cendrawasih Kuning Besar (Paradisaea apoda); Pulau Papua
- Cendrawasih Raggiana (Paradisaea raggiana); Pulau Papua
- Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra); endemik pulau Waigeo, Indonesia.
- Toowa Cemerlang (Ptiloris magnificus); Indonesia, Papua Nugini, dan Australia.
- Manukodia Mengkilap (Manucodia ater); Indonesia dan Papua Nugini.
- Paradigala Ekor-panjang (Paradigalla carunculata); Papua.
- Astrapia Arfak (Astrapia nigra); endemik Papua, Indonesia.
- Parotia Arfak (Parotia sefilata); endemik Papua, Indonesia.
- Pale-billed Sicklebill (Drepanornis bruijnii); Indonesia dan Papua Nugini.


Burung Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis melanoleuca) ditetapkan menjadi Fauna Identitas provinsi Papua. Dan beberapa jenis seperti Cendrawasih Raja, Cendrawasih Botak, Cendrawasih Merah, Toowa, dan Cendrawasih Kuning Kecil, telah masuk dalam daftar jenis satwa yang dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 dan PP No 7 Tahun 1999. Sayangnya populasi burung Cendrawasih semakin hari semakin terancam dan langka akibat perburuan dan perdagangan liar yang terus berlangsung.

Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes;

Famili: Paradisaeidae; Genus: Lycocorax, Pteridophora, Lophorina, Epimachus, Cicinnurus, Semioptera, Seleucidis, Paradisaea, Ptiloris, Manucodia, Paradigalla, Astrapia, Drepanornis, dan Parotia. 



FLORA FAUNA INDONESIA

ENSIKLOPEDI LAINNYA


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA