indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Selasa, 15 Maret 2016

7 Kepala Daerah Terbaik Indonesia Ini, Bisa Jadi Punya Gaya Kekinian !

Selasa, 15 Maret 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Berikut Kami Hadirkan 
7 Kepala Daerah Terbaik Indonesia, Yang Bisa Jadi Punya Gaya Kekinian  


1. Ridwan Kamil

Mochamad Ridwan Kamil, S.T, M.U.D (lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971; umur 44 tahun) adalah Walikota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi pejabat publik, ia memiliki karier sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung.

Bang Emil sapaan bagi Walikota Bandung ini memang dikenal mempunyai inovasi yang mumpuni dalam memajukan Kota Bandung sebagai Salah Satu Kota Terbaik Di Indonesia. Selain Kota Bandung berubah dengan Sistem Penataan Kota yang baik, terutama Pedestrian yang tertata rapih, beberapa Aplikasi yang mendukung Kinerja bagi Pemerintahan Daerah yang dipimpinnya menjadi faktor penentu Kemajuan Bandung sebagai salah satu Kota Cerdas Di Indonesia.

Dia pun juga sering terlihat Fashionable dalam kesehariannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan Gaya Fashion yang seakan nggak mau dibilang ketinggalan zaman, baik itu dalam aktivitas keseharian maupun dalam lingkup sosial ketika menghadiri acara Charity, Acara Lelang, maupun Gala Premier, dan kayanya jadi cerminan bagi Pria Sunda, yang memang terkenal Dandy ini. Ridwan yang mendapatkan Penghargaan sebagai Walikota Terbaik Dunia bersama dengan Tri Rismaharani di tahun 2015 ini, juga aktif memposting hasil Karya Arsitekturnya melalui media Instagram, dan terbukti punya basis Massa yang lumayan banyak.

2. Ganjar Pranowo

H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP (lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968; umur 47 tahun) adalah Gubernur Jawa Tengah, yang menjabat sejak 23 Agustus 2013. Sebelumnya, ia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004-2009 dan 2009-2013. Selain itu, ganjar juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) periode 2014-2019 berdasarkan Kongres KAGAMA November 2014 di Kendari.

Gubernur Jawa Tengah ini dikenal aktif dalam menggunakan Media Sosial, terutama Twitter, dalam menginformasikan hal yang terjadi di Daerahnya. Bahkan Ia juga turut menginstruksikan Kepala Daerah di bawahnya harus Punya Account Medsos seperti : Twitter, sebagai Media Sosial yang menjembatani antara Masyarakat dan Pemerintahan Daerah dalam menginformasikan hal yang terjadi di Daerahnya. Di tangannya, lambat laut tingkat kemiskinan di Propinsi Jawa Tengah kian berkurang, dan Semarang menjadi salah satu Kota dengan Iklim Investasi Terbaik di Indonesia.

3. Tri Rismaharini

Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T terkadang ditulis Tri Risma Harini, atau yang akrab disapa Bu Risma (lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961; umur 54 tahun) adalah Walikota Surabaya yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Walikota Surabaya pada 28 September 2010 hingga 28 September 2015. Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Walikota Surabaya sepanjang sejarah. Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi Walikota melalui pemilihan Kepala Daerah sepanjang sejarah Demokrasi Indonesia di era reformasi dan merupakan Kepala Daerah perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.

Bersama Ridwan Kamil ia menjadi Walikota Terbaik Dunia. Bahkan Risma Terpilih Sebagai Walikota Terbaik Dunia Ketiga Versi Major City Foundation di tahun 2014 – 2015. Bu Risma yang terkenal tegas ini memang terkenal mempunyai hubungan kedekatan dengan Warganya melalui program Blusukan. Walaupun tidak seaktif menggunakan Media Sosial seperti Kepala Daerah di atas, namun dalam pengambilan keputusan, Risma dinilai cepat dan tanggap. Inilah yang menjadi indikator Keberhasilan Walikota ini. Di tangannya Iklim Investasi di Kota Surabaya menunjukkan proses Kemajuan yang luar biasa.

4. Yoyok Riyo Sudibyo

Mayor Arh. (Purn.) H. Yoyok Riyo Sudibyo (lahir di Batang, Jawa Tengah, 27 April 1972; umur 43 tahun) adalah Bupati Batang yang menjabat sejak 13 Februari 2012.

Bupati yang terkenal dengan sebutan Mayor Edan ini, memang lebih mempunyai bakat Dagang ketimbang menjalani Karier Militernya. Patience menjadi seorang Pengusaha Tekstil inilah, pada akhirnya mengantarkan ia menjadi Bupati Batang. Di tangannya Batang menjadi maju, dan tidak heran ia dianugerahi Bung Hatta Awards 2015 melalui kiprah kepimimpinannya.

Dalam mengelola pemerintah, Yoyok menerapkan keterbukaan. Dia membuka rumah dinasnya selama 24 jam bagi masyarakat. Meski sudah menjadi bupati, Yoyok juga masih sering naik sepeda ke masjid di Alun-alun Kota Batang untuk shalat berjemaah. Yoyok juga menerapkan transparansi anggaran dan pembangunan. Mulai 2012, Pemkab Batang bekerja sama dengan Ombudsman RI di bidang layanan publik, termasuk mulai menerapkan lelang jabatan. Yoyok juga membentuk Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2) Kabupaten Batang pada 2013. Kantor ini bertugas melayani semua usulan dan pengaduan masyarakat yang belum digarap atau belum masuk agenda pembangunan. Dalam pengadaan barang dan jasa, Yoyok belajar kepada Pemkot Surabaya untuk mengadopsi sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) yang dapat mencegah rekayasa dan korupsi. Hasilnya, LPSE Batang pada 2014 meraih standar ISO 27001 dari Lembaga Sertifikasi Internasional ACS Registrars

Demi menjaga kualitas kegiatan, Pemkab Batang juga bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang sebagai supervisi dan pengawas. Pembenahan ini, bukan tanpa gejolak. Ketika UPKP2 dibentuk, sempat muncul tudingan lembaga itu sebagai inspektorat bayaran. Namun, pembenahan sistem itu akhirnya menuai apresiasi. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran pada 2013 menyatakan, Pemkab Batang merupakan daerah dengan urutan terendah dalam penyimpangan anggaran se-Jateng. Pada tahun itu, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Batang juga meraih Investment Award 2013 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Di tengah kesibukannya ia juga sempat meluangkan waktu sebagai Penyanyi salah satu Band. Maka nggak heran, kalau secara mendadak, Kamu juga nemuin Bupati ini lagi Ngeband di Event tertentu. Yoyok juga aktif di Media Sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Bahkan ia dikenal sebagai Netizen yang sering mempostting artikelnya di Forum seperti Kompasiana.

Link :
http://regional.kompas.com/read/2015/11/05/16100981/Mengenal.Bupati.Yoyok.Mayor.Edan.Penerima.Bung.Hatta.Award.2015

5. Basuki Tjahaja Purnama

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (EYD: Basuki Cahaya Purnama, nama Tionghoa: Zhōng Wànxué / 鍾萬學, lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966; umur 49 tahun), atau paling dikenal dengan panggilan Hakka Ahok (阿學), adalah Gubernur DKI Jakarta, yang menjabat sejak 19 November 2014.

Pria yang dipanggil Ahok ini pada dasarnya punya sifat yang agak tempramen, terlebih, jika melihat keadaan yang nggak beres dengan Daerahnya. Namun sifat tegas dan respon yang tanggap menjadi indikator tingkat kepopuleran Ahok di mata Warga Jakarta. Kondisi Pemasalahan Jakarta yang begitu kompleks, adakalanya dibutuhkan sifat yang tegas dalam bertindak untuk membenahi Kota ini agar tampak menjadi lebih teratur, Indah, dan Manusiawi. Ahok juga salah satu Kepala Daerah yang menerapkan sistem aplikasi dalam Kinerja Pemerintahannya, sehingga Akuntabilitas, Integritas, dan Transparansi dapat diaplikasikan ke dalam Sistem Pemerintahan yang baik (Good Governance). Pro dan Kontra terhadap gaya kepemimpinan Ahok yang serba tempramental, namun tegas dan tanggap memang menjadi salah satu keraguan, namun sepertinya Ahok masih mendapat dukungan untuk memimpin Jakarta kedua kalinya. Kita lihat saja nanti !


6. Emil Dardak

Emil Elestianto Dardak atau Emil Dardak (lahir di Jakarta, 20 Mei 1984; umur 31 tahun) adalah seorang politikus, penyanyi dan eksekutif muda Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Trenggalek sejak 17 Februari 2016. Emil yang berpasangan dengan Wakil Bupati, Mochamad Nur Arifin, memenangkan pemilihan kepala daerah serentak di Kabupaten Trenggalek tahun 2015 dengan perolehan suara sebanyak 292.248 suara atau sekitar 76,28 persen. Ia dan Mochamad Nur Arifin menjadi pasangan termuda pada pilkada serentak 2015. Ia menjadi peraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Jepang dari Ritsumeikan Asia Pacific University pada usia 22 tahun.

Dari sekilas Biografi di atas, dapat dipastikan bahwa Trenggalek akan menjadi salah satu Daerah yang akan diperhitungkan di Jawa Timur. Terlebih wilayahnya yang terdiri dari banyak Pantai, dapat menjadikan Kota ini sebagai Kota dengan Tujuan Wisata dan Industri Kreatif di Indonesia. Salah satu bentuk Keberhasilannya membangun Pelabuhan Prigi sebagai Salah Satu Pelabuhan Wisata dan Peti Kemas di Jawa Timur.

Emil juga tampak eksis dalam pergaulan sosialita. Terlebih beristrikan Arumi Bachsin, yang notabanenya Artis, membuat Ia tidak bisa lepas dari gaya kekinian. Maka tidak heran jika Kamu akan sering lihat Pria yang satu ini wara – wiri dalam suatu Event maupun Seminar yang diadakan oleh Pemerintah maupun Swasta.

7. Zumi Zola

H. Zumi Zola, S.TP, M.A (lahir di Jakarta, 31 Maret 1980; umur 35 tahun) adalah seorang aktor dan juga seorang politisi dari Partai Amanat Nasional yang menjabat sebagai Gubernur Jambi sejak 12 Februari 2016. Zumi berdarah Melayu Jambi.

Kondisi serupa tapi tak sama, juga bakal Kamu temui pada Kepala Daerah satu ini. Selain Notabanenya yang juga punya background Artis membuat Zumi menjadi idola bagi Perempuan Jambi. Di tengah kesibukannya nggak jarang banyak Kaum Hawa yang minta selfie bareng dengan Gubernur satu ini. Apalagi kalau bukan karena muka handsomenya. 

Memang nggak banyak yang tahu kenapa Karier Politiknya yang terkesan begitu cepat naik di usia muda. Terlebih setelah menjadi Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang masih di wilayah Propinsi Jambi. Namun dari beberapa Informasi yang didapat Zumi Zola, yang mempunyai latar belakang sebagai Insyur Pertanian dari Institut Pertanian Bogor ini, dalam kurun waktu yang singkat telah berhasil meningkatkan Ketahanan Pangan di Daerahnya. Terutama ketika harga Kedelai dan Cabai melonjak, Daerah Tanjung Jabung Timur tidak terkena dampak yang signifikan. Itu mengapa karier politiknya begitu mulus, sehingga meloloskan ia menjadi Gubernur Termuda Di Indonesia dengan memimpin Propinsi Jambi.


7 Kepala Daerah Terbaik Indonesia Ini, Bisa Jadi Punya Gaya Kekinian !
Ok, nampaknya Kamu masih Bingung dan Penasaran dengan arti Kata Kekinian. Btw daripada Kamu Penasaran, ada baiknya Kita Bahas mengenai arti Kata ini.

Arti dari Kekinian
Berasal dari ke.ki.ni.an

Secara harfiah Kata Kekinian berasal dari Nomina (kata benda), yang berarti keadaan kini atau sekarang

Pengertian atau Definisi kekinian di sini adalah keadaan kini atau sekarang / terbaru. Jadi bisa diartikan kekinian itu adalah sesuatu yang sedang ngetrend saat ini, atau yang sedang populer, bisa juga artinya sedang booming saat ini.

Link
http://indzign.blogspot.com/2015/11/kekinian.itu.apa.sih.html

Lalu kalau Kita kaitkan dengan Pejabat Daerah yang notabanenya Kepala Daerah, haruskah punya syarat khusus, sehingga mereka dapat dikatakan sebagai individu yang punya Gaya Kekinian ? Di Era Zaman yang serba Digital ini, menuntut individu yang berada dalam Ranah suatu Tatanan Masyarkat, di mana menempati Posisi Tertentu, adakalanya memang harus tampil Eksis, biar sedikit Narsis It’s Okay. Selama dalam koridor yang sewajarnya, dan tidak melanggar norma yang berlaku, terlebih bertujuan untuk memajukan Suatu Daerah yang dipimpinnya. Adakalanya Gaya Kekinian memang diperlukan oleh Seorang individu yang notabanenya Kepala Daerah. Lalu apa saja syarat yang berlaku, sehingga Kepala Daerah punya gaya Kekininan ? Sebenarnya tidak ada batasan, sehingga Pejabat maupun Kepala Daerah dapat dikatakan punya Gaya Kekinian, namun secara umum, dapat kita simpulkan :





















- Kepala Daerah harus punya dan aktif di Media Sosial.


Nggak bisa dipungkuri Media Sosial mempunyai dampak yang luar biasa bagi Seorang Pejabat maupun Kepala Daerah dalam berhubungan langsung dengan Masyarakat di Daerahnya. Medsos seperti Twitter, Facebook, Path, dan Instagram mempunyai dampak yang luar biasa dalam menginformasikan Perkembangan maupun Kejadian yang ada di Daerahnya. Melalui Media Sosial sebuah Daerah lambat laun juga bisa menjadi terkenal, bukan hanya secara Lokal, cakupannnya bisa secara Nasional, Regional bahkan Internasional. Internet yang merupakan hasil dari Perkembangan Dunia Digital, dapat membuat orang berinterkasi satu sama lain, meski dalam jarak yang sangat jauh. Maka dari itu merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang Pejabat maupun Kepala Daerah.

- Punya Sistem Aplikasi Yang Baik Bagi Pemerintahan Daerahnya.


Syarat kedua, juga harus dimiliki oleh Kepala Daerah. Bahkan bisa jadi juga merupakan Syarat Mutlak. Alih - alih Sebuah Kota maupun Daerah harus cerdas, maka Sistem Aplikasi Yang baik diperlukan bagi suatu Daerah yang dipimpinnya. Selain bertujuan untuk memudahkan dalam proses kerja dalam lingkup Pemerintahan yang dipimpinnya, hal ini juga bertujuan untuk menjaga Transparansi dalam Sistem Kerja Pemerintahan Yang Baik (Good Governance). Jadi segala hal yang menyangkut Akuntabilitas, Integritas, dalam hubungannya dengan Kinerja Pemerintahan hingga Pengadaan barang dan Jasa (Procurement) harus menggunakan Sistem Aplikasi yang baik pada setiap Pemerintahan Daerah.

- Kepala Daerah harus berusia Muda


Berusia Muda juga menjadi syarat mutlak bagi Seorang Kepala Daerah yang punya Gaya Kekinian ? Nggak bisa dipungkiri Faktor Usia dapat menunjukkan Kedinamisan Hidup yang selalu berubah dari suatu kondisi ke kondisi lainnya. Kepala Daerah yang memimpin dalam Usia Muda (30 – 45 tahun) mempunyai Gaya Kepimpinan yang lebih Fleksibel dan Realistis dalam menyingkapi Kondisi yang berkembang di Daerahnya. Mereka tidak Konservatif, di mana hal ini dapat menjadi penentu kemajuan Perekonomian suatu Daerah maupun Negara. (Baca : The Death Of Samurai, Mengenai Apa yang menjadi indikator Jatuhnya PerEkonomian Jepang saat ini.)


Via : www.agronomers.com

Di tangan Generasi Muda segala hal yang mencakup Ide dan Kreativitas lebih terasa. Banyak Kepala Daerah yang berusaha untuk meningkatkan Kemajuan pada suatu Daerah dengan Ide Kreativitasnya. Di tangan Kepala Daerah yang berusia Muda, Ide dan Kreativitas akan cepat direspon, dan tidak stuck pada suatu kondisi tertentu. Hal ini juga menjadi penentu dalam mengambil sebuah Keputusan yang cepat dan tanggap, walaupun memang terkadang Keputusan yang matang juga diperlukan. Memang ada kelemahan jika Kepala Daerah mempunyai usia yang relatif masih muda, dalam memimpin suatu Daerah. Sikap yang belum dirasa matang dalam memimpin, belum cukup makan asam garam menjadi indikator kelemahan tersebut, namun di sisi lain Faktor Pengalaman di Usia Muda bisa jadi Penghapus Kelemahan tersebut.

- Kepala Daerah Tersebut Harus Berada Dalam Lingkup Sosialita

Ganjar Pranowo @ Malam Puncak FFI 2013 Via Tribunnews.com

Faktor ini sebenarnya nggak begitu penting, namun Kepala Daerah yang aktif dalam Pergaulan, bisa jadi penentu keberhasilan suatu Daerah. Contohnya gini : Kepala Daerah yang biasa aktif dalam kegiatan sosial, seperti : Event Charity, Lelang Lukis hingga hadir dalam Acara Gala Premier Film, maupun Fashion Show akan mudah punya Link atau Relasi (Better than) hanya stuck di Daerahnya, tanpa melihat Dunia Luar. Event yang biasa dihadiri oleh Para Pejabat mapun Kepala Daerah, biasanya juga dihadiri oleh Para Cukong yang notabanenya Konglomerat dan So Pasti punya duit banyak. Jadi emang nggak ada salahnya kalau Kepala Daerah ikut Event yang diadain baik dalam Skala Nasional, Regional bahkan Internasional. Bukan berarti Pejabat yang ikut dalam Pergaulan Sosial hanya sekedar nampang biar dikata Eksis. Bisa jadi mereka berusaha untuk mempromosikan Daerahnya, dengan maksud Para Cukong tadi dapat menginvestasikan modalnya di Daerah yang dipimpinnya. Hal ini tentunya harus sesuai dengan Prosedur dan Kerja Sistem Pemerintahan yang Baik (Good Governance).

Bupati Trenggalek dan Istri

Banyak Kepala Daerah yang notabanenya Artis, punya Istri atau minimal Punya Gaya Artis, juga bukan tanpa alasan, Karena mereka lebih mudah untuk dikenal dan menyatu dalam lingkup Pergaulan Sosial. Dengan adanya Link ini, secara tidak langsung ke bawa juga untuk meningkatkan perekonomian dan kemajuan suatu Daerah.

- Kepala Daerah Tersebut Harus Eye Catching


Nggak harus Cakep, yang penting menarik dan nggak burik amat kalau dilihat. Terlebih lagi kalau punya Kharisma, Kepala Daerah tersebut, pastinya jadi makin sip lagi ! Tentunya Kita nggak pengen lihat kan Kepala Daerah yang Katrok dan nggak Up To Date dalam mengikuti Perkembangan Zaman. Kamu pastinya lebih senang kalau Lihat Kepala Daerah tersebut Cakep dan Menarik dengan Gaya Fashion Kekiniannya alias Fashionable, dan tentunya itu juga harus diimbangi dengan Kinerja dan Kontribusi yang nyata bagi Kemajuan Daerahnya.





Source Biography :
https://id.wikipedia.org

Kembali : TERBAIK





Terbaik Indonesia
Lihat Lebih Lengkap>>>
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia


Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>



Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA