indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Jumat, 06 November 2015

10. Taman Satwa Terbaik

Jumat, 06 November 2015

Keaneka ragaman Fauna Indonesia telah menjadi kebanggan bagi bangsa ini. Indonesia kaya akan Fauna ... Beberapa hewan Indonesia masuk sebagai hewan yang dilindungi oleh WWF, bahkan diantaranya menjadi yang terbaik dan mendapat penghargaan dari UNESCO

Berikut 10 Taman Satwa Terbaik versi 
  
1. Taman Nasional Pulau Komodo Flores - NTT


Pulau Komodo merupakan Taman Konservasi bagi hewan purbakala Komodo yang dilindungi oleh WWF “sebuah Badan Dunia PBB yang bergeerak didalam pelestarian Lingkungan dan Fauna”. Pada tahun 2009 Taman Nasional ini terpilih oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. Di sini Hewan Komodo dapat berlembang biak dengan baik di beberapa pulau yang ada di sekitar Taman Nasional ini seperti Pulau Komodo, Rincah, dan Gili Motang. Hewan Purbakala yang merupakan keturunan dari Naga ini hidup di ketiga pulau ini dengan jumlah sekitar 2000 –an Komodo. Pada tanggal 11 November 2011 Taman Nasional ini terpilih sebagai New Seven Wonders Of Nature “Tujuh Keajaiban Alam Terbaru” , selain Hutan Amazon, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Pulau Jeju

2. Taman Nasional Bunaken – Sulawesi Utara




Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang rumput laut, terumbu karang dan ekosistem pantai. Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991 dan meliputi wilayah seluas 890.65 km². 97% dari taman nasional ini merupakan habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan, meliputi lima pulau: Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.


















3. Taman Nasional Ujung Kulon - Banten


Taman Nasional Ujung Kulon memiliki beragam jenis satwa liar baik bersifat endemik maupun penting untuk dilindungi. Secara umum kawasan ini masih mampu menampung perkembangbiakan berbagai populasi satwa liar. Beberapa jenis satwa endemik penting dan merupakan jenis langka yang sangat perlu dilindungi adalah Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis aigula) dan Anjing hutan (Cuon alpinus javanicus). Semenanjung Ujung Kulon pada saat ini merupakan habitat terpenting dari Badak Jawa, yang populasinya diperkirakan ada 50-60 ekor, serta merupakan satu-satunya tempat di dunia dimana secara alami Badak Jawa mampu berkembang biak pada dekade terakhir ini. Di taman nasional ini diperkirakan ada sekitar 30 jenis mamalia, yang terdiri dari mamalia ungulata seperti Badak, Banteng, Rusa, Kijang, Kancil, dan Babi Hutan, mamalia predator seperti Macan Tutul, Anjing Hutan, Macan Dahan, Luwak dan Kucing Hutan, mamalia kecil seperti walang kopo, tando, landak,bajing tanah, kalong, bintarung, berang-berang, tikus, trenggiling dan jelarang. Diantara Primata terdapat dua jenis endemik, yaitu Owa danSurili. Sedang jenis Primata lain adalah Lutung (Presbytis cristata), Kukang (Nycticebus coucang) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) mempunyai populasi yang cukup baik dan tersebar di sebagian kawasan.

Banteng (Bos javanicus) merupakan binatang berkuku terbesar dan terbanyak jumlah populasinya (± 500 ekor). Satwa ini hanya terdapat di Semenanjung Ujung Kulon dan Gunung Honje, serta tidak dijumpai di Pulau Panaitan. Rusa (Cervus timorensis) di Semenanjung Ujung Kulon dan Gunung Honje terdapat dalam jumlah dan penyebaran yang sangat terbatas,dan di Pulau Peucang tedapat dalam jumlah yang sangat banyak, dan di Pulau Panaitan menunjukan perkembangan yang semakin banyak. Babi hutan (Sus scrofa), muncak (Muntiacus muntjak) dan pelanduk (Tragulus javanicus) relatif umum terdapat di seluruh kawasan, tetapi celeng (Sus verrucosus) hanya di jumpai di Semenanjung Ujung Kulon dan Gunung Honje.

Taman Nasional ini masuk ke dalam Situs Warisan Dunia versi UNESCO 

4. Taman Nasional Gunung Leuser – Aceh


Di taman nasional ini terdapat 130 jenis mamalia, di antaranya orangutan sumatera (Pongo pygmaeus abelii), sarudung (Hylobates lar), siamang (Hylobates syndactilus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestriana) dan kedih (Presbytis thomasi). Satwa karnivora di antaranya: macan dahan (Neofelis nebulosa), beruang madu (Helarctos malayanus), harimau sumatera (Phantera tigris Sumatraensis). Satwa herbivora yang ada di taman nasional ini adalah gajah sumatera (Elephas maximus), badak sumatera (Dicerorhinus sumatraensis), dan rusa sambar (Cervus unicolor).

Diperkirakan ada sekitar 89 spesies langka dan dilindungi berada di Taman Nasional Gunung Leuser, di antaranya:
- Orangutan sumatera (Pongo pygmaeus abelii)
- Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)
- Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae)
- Gajah sumatera (Elephas maximus)
- Beruang madu (Helarctos malayanus)
- Rangkong papan (Buceros bicornis)
- Ajag (Cuon Alpinus)
- Siamang (Hylobates syndactylus)

Diperkirakan ada sekitar 325 jenis burung di Taman Nasional Gunung Leuser, di antaranya: rangkong badak (Buceros rhinoceros). Fauna reptilia dan amphibia didominasi ular berbisa dan buaya (Crocodillus sp). Di sini terdapat ikan jurung (Tor sp), ikan endemik Sungai Alas yang bisa mencapai panjang 1 meter. Di sini juga terdapat kupu-kupu. Diterimanya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera ke daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 2004, membuat Taman Nasional Gunung Leuser juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

5. Taman Safari and Marine Park  – Bali


Taman Safari and Marine Park adalah taman yang terletak di Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Provinsi Bali. Taman safari yang populer dengan nama Bali Safari & Marine Park (BSMP) ini merupakan taman safari yang ke 3 di Indonesia dan merupakan "sister park" dari Taman Safari Cisarua, Bogor dan Taman Safari Indonesia 2 di Prigen, Jawa Timur. Seperti kedua Taman Safari sebelumnya itu, BSMP juga merupakan lembaga konservasi dan anggota dari Persatuan Kebun Binatang se Indonesia. Taman Safari Indonesia 3 ini menyediakan sebuah medium unik, kombinasi dari kehidupan satwa liar di habitat aslinya dengan ekosistem bersinggungan dengan kebudayaan masyarakat Bali.\ BSMP menjadi tempat penangkaran hewan endemik atau rawan punah di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Konsep dasar BSMP adalah mengajak pengunjung menikmati pengalaman bersafari yang diawali dari daerah Bali modern, masuk ke kehidupan Bali Kuno, dengan berbagai ajaran filosofis, mitos, sejarah yang erat dengan kehidupan liar. Jadi, selain menyediakan wisata satwa, BSMP memiliki visi pendidikan dan budaya yang kuat. Di sana, pengunjung dapat merasakan kenyamanan memberikan makanan kepada satwa, bersentuhan secara langsung dengan satwa terlatih, dan menonton pertunjukan binatang (animals education and conservation show).

Satwa yang ada di BSMP adalah jenis satwa dari tiga wilayah (Indonesia, India, dan Afrika), di antaranya adalah jalak putih, burung hantu, beruang madu, harimau Sumatra, rusa tutul, beruang Himalaya, nilgai, black buck, kuda nil, greavy zebra, onta punuk satu, burung unta, babbon, blue wildebeest, dan singa. Jumlah satwa ± 400 satwa. Pada awal November 2012, BSMP menerima pengalihan 72 buaya dari Taman Reptil, Mengwi, Badung, Bali karena Taman Reptil tak memiliki izin dan memperlakukan 72 buaya (anak, dewasa, bahkan telor) supaya buaya-buaya itu mendapatkan tempat dan perawatan yang layak. Satwa yang ada di BSMP adalah jenis satwa dari tiga wilayah (Indonesia, India, dan Afrika), di antaranya adalah jalak putih, burung hantu, beruang madu, harimau Sumatra, rusa tutul, beruang Himalaya, nilgai, black buck, kuda nil, greavy zebra, onta punuk satu, burung unta, babbon, blue wildebeest, dan singa. Jumlah satwa ± 400 satwa. Pada awal November 2012, BSMP menerima pengalihan 72 buaya dari Taman Reptil, Mengwi, Badung, Bali karena Taman Reptil tak memiliki izin dan memperlakukan 72 buaya (anak, dewasa, bahkan telor) supaya buaya-buaya itu mendapatkan tempat dan perawatan yang layak. 

6. Batu Secret Zoo – Malang


Batu Secret Zoo merupakan tempat wisata dan kebun binatang modern yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Batu Secret Zoo yang berada di tanah seluas 14 hektare tersebut merupakan bagian dari Jatim Park 2, selain Pohon Inn dan Museum Satwa. Beberapa koleksi hewan dari berbagai habitat yang sebagian besar berasal dari Asia dan Afrika dapat ditemukan di kebun binatang ini, antara lain singa putih, kijang afrika, burung macau, dan bermacam-macam reptil.

Sejarah
Kebun Binatang Batu mulai dibangun pada akhir tahun 2008 bersamaan dengan Jawa Timur Park 2 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010. Fasilitas dan Kebun Binatang Batu Secret Zoo memiliki berbagai jenis dari seluruh belahan dunia, seperti Singa dari Afrika, Gajah dari Sumatra, dan lain sebagainya. Juga terdapat Giant Wheel, Log Flume, Kidz Zone, River Adventure, dan lain-lain sebagai fasilitas dan tempat bermain untuk pengunjung.

6. Taman Safari Prigen – Pasuruan


Taman Safari Prigen adalah salah satu Safari Park terluas di Asia, yang terletak di Taman Nasional Gunung Arjuna, Jawa Timur. Memiliki berbagai macam spesies hewan dan atraksi terbaik se-Indonesia, kolam renang dengan sistem filter air yang canggih, dan habitat yang tidak rusak dan suasana yang rimbun. Taman Safari Indonesia menjadi tempat wisata yang berwawasan lingkungan dan berorientasi habitat satwa pada alam bebas.





















7. Taman Safari Cisarua – Bogor


Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius. Keunikan tempat wisata ini dari kebun binatang lainnya di Indonesia adalah pengunjungnya bisa berkeliling ke berbagai tempat untuk bisa melihat dari dekat semua jenis binatang dengan memakai mobil pribadi ataupun naik bus yang sudah disediakan pihak pengelola Taman Safari. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan memberi makan hewan-hewan tersebut.

Sejarah
Taman Safari Indonesia dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif lagi seluas 50 hektare. Taman ini ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu dan diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990. Kini, luas Taman Safari telah berkembang menjadi 168 hektare dan dilengkapi dengan berbagai sarana edukasi dan rekreasi serta mengadakan safari malam pada saat akhir pekan dan libur panjang. Taman Safari Indonesia juga membuka tempat wisata di daerah lain yaitu Taman Safari Indonesia 2 terletak di lereng Gunung Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan,Jawa Timur, Bali Safari & Marine Park di desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Bali dan Batang Dolphins Center di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
Koleksi dan fasilitas

Penghargaan
Lembaga Konservasi Terbaik
  • Indonesia Green Award
  • Sapta Pesona Award
  • Best Indonesia Travel And Tourism Award
  • Satyalancana Pembangunan Award

8. Taman Nasional karimun Jawa - Jepara


Taman Nasional Karimunjawa merupakan gugusan kepulauan berjumlah 22 pulau yang terletak di Laut Jawa, mempunyai luas 111.625 Ha. Taman Nasional Karimunjawa ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut melalui SK Menhut No.123/Kpts-II/1986 kemudian pada tahun 1999 melalui Keputusan Menhutbun No.78/Kpts-II/1999 Cagar Alam Karimunjawa dan perairan sekitarnya seluas 111.625 Ha diubah menjadi Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Karimunjawa. Tahun 2001 sebagian luas kawasan TN Karimunjawa seluas 110.117,30 Ha ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan dengan Keputusan Menhut No.74/Kpts-II/2001. Di Taman Nasional ini hidup ribuan ikan dan terumbuh karang. Saat ini Taman Nasional Karimunjawa dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan tugas utama melaksanakan pengelolaan ekosistem kawasan Taman Nasional Karimunjawa dalam rangka konservasi Sumber Daya Alam Hewan, Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam pengelolaan terdapat banyak tantangan untuk memadukan konservasi dan pembangunan ekonomi yang memerlukan dukungan seluruh pihak.

9. Kebun Bintang Ragunan – Jakarta


Kebun Binatang Ragunan adalah sebuah kebun binatang yang terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,Indonesia. Kebun binatang seluas 140 hektar ini didirikan pada tahun 1864. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen. Kebun Binatang Ragunan adalah kebun binatang pertama di Indonesia. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin yang berarti "Tanaman dan Kebun Binatang." Terletak pada tanah seluas 10 hektaree di kawasan Cikini, Jakarta Pusat yang merupakan pemberian seorang pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh. Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia. Tahun 1949, nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1969 dipindahkan ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tahun 1964. Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektaree yang menjadi rumah bagi kebun binatang ini. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966. 

9. Kebun Bintang Gembira Loka - Yogyakarta



Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti Orangutan, Gajah Asia, Simpanse,Harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2006. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan. Loka artinya tempat, gembira ya gembira. Syahdan, hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka diatas lahan seluas 20 ha yang separonya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa diantaranya 61 spesies flora. Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.

Gembira Loka Zoo memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap. Akhir-akhir ini, dikabarkan bahwa GLZ sedang mengadakan kesepakatan dengan Singapore Zoo untuk pertukaran hewan, yakni 6 ekor Pinguin Jackass. Gembira Loka Zoo selalu berusaha memberikan yang terbaik demi kenyamanan pengunjung serta kelestarian alam. Beberapa kali didengar bahwa gajah melahirkan, burung kakatua menetaskan telurnya, serta kuda pacu melahirkan anaknya. Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung. Namun, sejak tahun 2010 Gembira Loka Zoo mulai merehabilitasi dan merekonstruksi kebun binatangnya. Bahkan, sampai tahun 2012 ini sedang dalam proses pembuatan untuk "Taman Burung" dan sedangkan untuk "Taman Reptil dan Amfibi" sudah dalam tahap sentuhan akhir. Beberapa pedagang asongan pun sudah mulai dibenahi, agar terkesan rapi dan bersih. Semenjak itu, GLZ mulai dikunjungi pengunjung dengan jumlah yang lebih banyak.
  
10. Arboretum Nyaru Menteng


Arboretum Nyaru Menteng merupakan kawasan hutan hujan tropis yang ada di kalimantan tengah yang menyimpan banyak jenis flora dan fauna unik yang bisa dilihat terutama spesies pohon hutan rawa. Arboretum Nyaru Menteng luasnya sekitar 65,2 hektare yang merupakan bagian dari bumi perkemahan pramuka adalah kawasan pelestarian plasma nutfah ekosistem hutan rawa di Propinsi Kalteng dan khususnya Satwa Orang Hutan.

Sumber :
Wikipedia - Ensiklopedi Indonesia
Foto :
Google Search
Pacarkecilku.com
Pagipho Art 
Kembali Ke Terbaik


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA