indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Minggu, 04 Oktober 2015

Wisata Jawa Tengah

Minggu, 04 Oktober 2015

1. Dataran Tinggi Dieng


Berlokasi sekitar 30 KM dari Wonosobo, Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan gunung api raksasa yang mempunyai beberapa kawah dan candi-candi Hindu kuno. Karena berada pada ketinggian 2,000 meter, Dataran Tinggi Dieng mempunyai suhu yang sangat dingin. Pada siang hari, suhu udara dapat mencapai 15 derajat Celsius dan 10 derajat Celsius pada malam hari. Dataran Tinggi Dieng dikelola sebagai tempat wisata di Jawa Tengah secara bersama oleh Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.

2. Batu Raden - Purwokerto



Pesona wisata Baturaden di Banyumas, Jawa Tengah terkenal sebagai destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Kawasan loka wisata Baturaden terletak tepat di kaki Gunung Slamet, sebuah gunung tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini membuat keadaan udara di kawasan wisata Baturaden menjadi sangat sejuk, cenderung akan menjadi dingin di saat malam hari. Dengan panorama alamnya yang indah, kawasan wisata Baturaden dikenal banyak kalangan penikmat perjalanan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang favorit.

Saat Anda berada di kawasan wisata Baturaden, Anda dapat menyaksikan kota Purwokerto dari ketinggian, juga Pulau Nusa Kambangan serta sejumlah pantai berpanorama indah di Cilacap. Tidak hanya itu, Anda dapat mengunjungi sejumlah spot wisata Baturaden yang menarik, di antaranya mulai dari Pancuran Pitu, Wana Wisata, Taman Bitanin hingga Teater Alam Baturaden. Taman Bitanin di Baturaden adalah taman yang memiliki sejumlah tanaman dan bunga yang tergolong langka, misalnya bunga Havana, Daun Dewa, Antarium Lipstick, Palem Paris, dan Widoro Laut.


3. Kepulauan Karimunjawa


Kepulauan Karimunjawa berlokasi di utara kota Jepara dan Semarang. Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau, yang mana hanya 5 pulau saja yang berpenghuni. Kepulauan Karimunjawa adalah salah satu tempat wisata di Jawa Tengah yang paling terkenal karena keindahan laut dan pantai yang ditawarkannya. Selain wisata pantai, Anda juga dapat bermain dengan penyu, lumba - lumba dan hiu di Kepulauan Karimunjawa. Untuk dapat berkunjung ke kawasan wisata ini, Anda harus memperhatikan jadwal kapal dengan baik, jangan sampai ketinggalan!. Pulau Karimun Jawa merupakan Taman Laut Nasional Konservasi disini juga berdiri Safari Marine Park, yang melindungi konservasi Hiu, Lumba - Lumba, dan Penyu dari kepunahan.

4. Candi Borobudur



Candi Borobudur adalah tempat wisata di Jawa Tengah yang paling banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Candi Borobudur adalah candi Buddha yang paling besar di dunia sehingga mengundang minat banyak wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan wisata religi. Berlokasi sekitar 40 KM di sebelah barat laut Yogyakarta, Candi Borobudur mempunyai koleksi relief Buddha yang paling lengkap di dunia. Candi Borobudur adalah model mini dari alam semesta dan dibangun pada tahun 770 Masehi sebagai tempat beribadah dan memuliakan Buddha. Wisata Candi Borobudor dahulu termasuk dalam wisata 7 Keajabaian Dunia yang diberikan oleh UNESCO sebuah Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan dibawah naungan Perserikatan Bangsa - Bangsa atau PBB. 




















5. Museum Kereta Api Ambarawa


Museum Kereta Api Ambarawa berlokasi di pusat kota Ambarawa, sekitar 20 KM dari Semarang. Sebelum beralih fungsi menjadi sebuah museum, Museum Kereta Api Ambarawa dulunya merupakan sebuah stasiun kereta api yang berjaya pada masa lalu. Sesuai dengan namanya, Museum Kereta Api Ambarawa mempunyai koleksi kereta api yang unik dan lengkap di antaranya 21 kereta uap, alat telegraf morse, telepon antik, perabotan antik, dan juga bel antik. Koleksi kebanggan milik Museum Kereta Api Ambarawa adalah kereta uap bergerigi yang hanya ada 3 di seluruh dunia. 

6. Pantai Marina




Pantai Marina yang dimaksud bukanlah Pantai Marina yang ada di Batam, melainkan Pantai Marina yang ada di Semarang. Pantai Marina merupakan salah satu tempat wisata di jawa Tengah yang paling ramai dikunjungi wisatawan lokal karena hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari Bandara Internasional Semarang, yaitu Bandara Ahmad yani. Di Pantai Marina Anda dapat bermain perahu, memancing, balapan mobil mainan, berenang, hingga berjalan-jalan di kebun buah naga.



7. Lawang Sewu



Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober -19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero. Walaupun tampak kuno, dan angker Lawang Sewu saat ini juga merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Semarang - Jawa Tengah

8. Desa Wisata Tlogoweru



Desa Wisata Tlogoweru berlokasi di Demak, Jawa Tengah. Apa yang spesial dari desa ini sehingga menjadi salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi di Jawa Tengah? Desa Wisata Tlogoweru terkenal dengan burung hantunya yang sangat banyak. Burung hantu ini dahulu kala dikembangkan untuk mengurangi dan memberantas hama berupa tikus yang sangat merusak tanaman jagung. Selain berhasil mengendalikan hama tikus, burung hantu ini juga mengubah kawasan ini menjadi sebuah kawasan wisata yang penuh inovasi dan unik. Selain dapat melihat ratusan burung hantu terbang bebas, Anda juga dapat melihat bagaimana cara merawat burung hantu. Desa Wisata Tlogoweru juga mempunyai peraturan yang unik yaitu dilarang menembak burung, bila melanggar Anda akan didenda sebesar 2,500,000 Rupiah.

9. Pantai Kartini



Pantai Kartini adalah sebuah tempat wisata yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah. Kawasan seluas lebih dari 3 hektar ini juga merupakan tempat transit dan penghubung bagi mereka yang ingin berwisata ke Kepulauan Karimunjawa. Pantai ini juga disebut sebagai pantai permandian karena pantai ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pantai Kartini mempunyai beberapa jenis wahana di antaranya kebun binatang, area bermain anak-anak, panggung hiburan, penyewaan perahu, dan lain-lain.

10. Masjid Agung Jawa Tengah



Masjid Agung Jawa Tengah berlokasi di kota Semarang. Masjid yang mulai dibangun pada tahun 2001 ini diresmikan pada tahun 2006 dan merupakan masjid terbesar dan termegah di provinsi Jawa Tengah. Bangunan masjid sendiri merupakan gabungan dari arsitektur Islam, Romawi, dan Jawa. Fasilitas yang dimiliki Masjid Agung Jawa Tengah di antaranya museum, studio radio, Al Quran raksasa, payung elektrik, dan lain-lain.







11. Kuli Sam Po Kong 


Kelenteng Sam Po Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Tempat ini biasa disebut Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.

12. Kota Tua Semarang


Kota Lama Semarang adalah suatu kawasan di Semarang yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20 . Pada masa itu, untuk mengamankan warga dan wilayahnya, maka kawasan itu dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijhoek. Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang dibenteng itu maka dibuat jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai : Heeren Straat. Saat ini bernama Jl. Let Jen Soeprapto. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por. Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 hektare. Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan "Little Netherland". Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang. Bangunan di Kota Lama Semarang, secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Seperti kota-kota lainnya yang berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda, dibangun pula benteng sebagai pusat militer. Benteng ini berbentuk segi lima dan pertama kali dibangun di sisi barat kota lama Semarang saat ini. Benteng ini hanya memiliki satu gerbang di sisi selatannya dan lima menara pengawas. Masing-masing menara diberinama: Zeeland, Amsterdam, Utrecht, Raamsdonk dan Bunschoten. Pemerintah Belanda memindahkan pemukiman Cina pada tahun 1731 di dekat pemukiman Belanda, untuk memudahkan penga- wasan terhadap segala aktifitas orang Cina. Oleh sebab itu, Benteng tidak hanya sebagai pusat militer, namun juga sebagai menara pengawas bagi segala aktifitas kegiatan orang Cina.

13. Kampung Batik laweyan - Solo



Sejak 1970an, kampung Laweyan memang dikenal sebagai kampungnya Juragan Batik. Maklum, kampung ini juga yang menjadi bukti keemasan Serikat Dagang Islam, diprakarsai KH Samanhudi sekitar tahun 1911.  Jika Anda sempat bertandang, banyak rumah-rumah lawas yang disebut loji (berpagar tembok tinggi dan tertutup rapat).  Loji tua nan megah ini lah yang menjadi tanda kampung Laweyan pernah begitu sejahtera. Asal tahu saja, eksportir batik pertama ada di kampung ini. Untuk wisata belanja, Laweyan cocok buat wisatawan yang tak suka menawar. Jika ingin beli dalam jumlah banyak, lebih baik ke Klewer saja. Sebab Laweyan lebih merupakan perjalanan wisata sejarah dengan bonus belanja batik. Karena kampung ini sarat sejarah, sebaiknya jadikan perjalanan Anda istimewa dengan mengikuti agenda perjalanan komunitas lokal yang memperkaya wawasan. Misalnya, Blusukansolo. Koleksi Kampung Batik Laweyan cukup beragam, cap dan tulis. Tidak setiap saat pengrajin batik di Laweyan berproduksi. Karena itu tidak setiap saat Anda bisa melihat proses pembuatan batik Laweyan. Motif khas batik Laweyan ialah Truntum dan Tirto Tejo. Harga rata-rata mulai dari Rp50 ribuan untuk pakaian dewasa.

14. Kampung Batik Kauman – Solo 



Letak Kampung Batik Kauman tidak jauh dari Laweyan. Namun, Anda akan merasakan atmosfer yang berbeda terutama  karena kampung ini sempit saja, dengan jalan-jalan kecil diantara gedung-gedung tua yang tinggi.  Kampung ini terdiri dari dua kawasan, yaitu kawasan luar yang didominasi warga China dan kawasan dalam yang dihuni warga Solo asli. Kampung ini menyimpan sejarah perpindahan Kraton Kasunanan yang dulunya Kraton Kartasura.  Penduduknya, merupakan abdi dalem yang dilatih membuat jarik dan selendang batik. Karena itu, hingga kini motif batik khas Kampung Kauman berhubungan erat dengan motif batik yang sering dipakai keluarga kraton. Misalnya batik tulis motif Pakem yang diproduksi menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun. Karena itu, harganya pun mulai dari Rp300 ribuan.
Kampung Kauman dihuni sekitar 30-an pengusaha batik kelas industri rumahan. Namun rata rata bisnis mereka sampai ke konsumen Jepang, Eropa dan Amerika Serikat, yang memang sudah terjalin secara turun temurun. Di Kampung ini, proses pembuatan batik merupakan bagian dari wisata. Sehingga silahkan saja ikut serta mencoba membatik di workshop mereka.









ENSIKLOPEDI LAINNYA


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA