indonesaEnglish

GIIIPPPPPPPPPPPP

Plug-Ins Cart



Senin, 24 September 2018

FELTICS SWEATER - E.1 - IDR 230.000,-

Senin, 24 September 2018

Minggu, 23 September 2018

FELTICS SWEATER - E.1 - IDR 230.000,-

Minggu, 23 September 2018

FELTICS SWEATER - E.1 - IDR 230.000,-

Mengintip Cantiknya Padang Sabana di Pulau Kenawa


Foto/@fabiankiby
Via : https://phinemo.com




Mengintip Cantiknya 
Padang Sabana Di Pulau Kenawa
Penulis : Wike Sulistiarmi


Link : 
https://phinemo.com/mengintip-cantiknya-padang-sabana-di-pulau-kenawa/


Uniknya, 
Padang Sabana di Pulau Kenawa ini 
bisa berubah warna sesuai dengan musim. 
Menguning ketika kemarau dan hijau kala musim hujan !



Pulau Kenawa merupakan pulau tak berpenghuni yang berada di Nusa Tenggara Barat. Cantiknya Padang Sabana di Pulau Kenawa merupakan daya tarik paling menonjol yang membuat wisatawan datang ke sini.


Foto/@veronika.boyanova

Pulau Kenawa sendiri berada di Desa Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.


Pulau ini memiliki luas sekitar 8 hektar dan dihiasi dengan sabana membentang luas sejauh mata memandang. Uniknya, di tengah pulau terdapat bukit yang tidak terlampau tinggi yang menjadi ‘mata’ Pulau Kenawa. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke puncaknya.

Foto/@kovzzz

Dari puncaknya, pengunjung bisa leluasa melepas pandangan, menikmati keindahan rumput savana Pulau Kenawa. Tak hanya itu saja, pengunjung juga bisa melihat cantiknya pulau-pulau di Kabupaten Sumba Barat seperti Pulu Range dan Pulau Kalong.

Foto/@thelangkahtravel

Uniknya, rerumputan dan padang ilalang di sini bisa berubah warna sesuai dengan musim. Jika musim kemarau, pengujung akan disambut dengan padang sabana yang menguning kecokelatan, sedangkan jika musim hujan padang sabana akan menghijau. Benar-benar Indah memesona!

Meskipun tak berpenghuni, namun di sini Anda bisa melihat beberapa gazebo untuk beristirahat wisatawan di pinggiran pulau ini. Tak hanya itu, terdapat pula jembatan kayu yang menjorok ke laut yang bisa menjadi alternatif Anda untuk jumping ke laut yang menawarkan pemandangan surga.

Foto @fakirpiknik

Jika Anda kebetulan memiliki rencana untuk mengunjungi Kabupaten Sumba Barat, wajib hukumnya mengunjungi padang sabana di Pulau Kenawa yang canitknya luar biasa.

Waktu terbaik ke sini konon ketika waktu matahari sedang menuju peraduan. Jadi, datanglah ketika senja jika ke sini !

Kembali : ARTIKEL






Lovely Travel
Lihat Lebih Lengkap>>>

HIDAYAH TUHAN DALAM KEHIDUPAN

CONTRIBUTOR
CAK MUNG



HIDAYAH TUHAN
DALAM KEHIDUPAN

Tuhan menciptakan alam semesta beserta isi dan kehidupannya , disertai pula dengan aturan dan ketentuan Nya.
Sesuatu yang amanah , ada izin Tuhan , hidayahnya tak berhingga dan alam semesta akan mensuportnya.

Sesuatu yang belum atau tidak amanah , belum atau tidak ada izin Tuhan , hidayahnya nol dan alam semesta akan mengingatkannya.
Perhatikan dan dapatkanlah izin Tuhan sebelum bertindak melakukan aktivitas kehidupan , sehingga manusia selalu mendapatkan hidayah dari Tuhan , damai dan bahagia.

Dengan kebersihan hati , menggunakan mata hati serta memperhatikan suara hati , amanah Tuhan ataukah izin Tuhan yang diberikan kepada manusia dapat dibaca dan diketahui.
Hanya Kuasa Tuhan lah yang bisa membuka dan membersihkan hati manusia , karenanya mohon dan mohonkanlah kebersihan hati kepada Tuhan , sehingga bisa beramal ibadah lebih kepada Tuhan.

In sya Allah.

Kembali : ARTIKEL

Lovely Travel - Perjalanan MengAlayNesia At Bangkok, Thailand


CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Lovely Travel -
Perjalanan MengAlayNesia 
At Bangkok, Thailand
From Each Journey, At Least,
You Will Find A Happiness !
Penulis


Kami sangat bersyukur !

Di Sepanjang Pernikahan, setidaknya Kami selalu diberikan Hal Menyenangkan, dan Terindah untuk menikmati Tempat demi Tempat Terbaik, yang ada di Bumi Ini ...

Walau tak banyak,

Setidaknya, Kami pernah menikmati Kuliner maupun mengunjungi Beberapa Tempat Terbaik, yang biasanya Kami tulis dalam Media Blog.

Tujuannya bukan berpamer ria,

Namun jauh dari Itu, memberikan Informasi, dan Pesan Positif, hingga berbagi Kebahagiaan adalah : menjadi Alasan Utama Kami.

Harapannya :

Dengan mengabadikan Moment Terindah dalam Setiap Perjalanan, yang Kami tulis, setidaknya dapat menginspirasi Para Pembaca untuk melakukan Hal, yang jauh lebih baik dari Apa, yang Kami buat !

Ya !

Karena pada dasarnya :


Dari Setiap Perjalanan, Paling Tidak,
Kamu Akan Menemukan Kebahagiaan !


Tak harus mewah !

Terpenting, momentnya dapet !

Meski,

Kami hanya jalan - jalan di Sekitar Alun maupun Taman Kota sekalipun, jika itu dirasa Bahagia, dan perlu untuk dibagikan,

Pastinya, Kami akan menulis Hal itu !



Sepertinya,

Allah SWT nggak terhingga ngasih Keberkahan Hidup pada Keluarga Kami.

Walaupun, hingga saat ini, Kami belum dipercaya untuk dapat Momongan, akan tetapi bukan berarti Hidup Kami menjadi hampa.

Selalu mensyukuri, dan menikmati Setiap Pemberian dari Allah SWT,

Yang juga Kami sisakan untuk berjalan - jalan, mungkin menjadi Salah Satu Cara bagi Kami untuk Saling Menjaga Keharmonisan Satu Salam Lain ...

Ya !

Dari Setiap Perjalanan, yang Kami lakukan, bukannya, tidak ada Perbedaan Pendapat.

Namanya juga Manusia, yang Isi Otaknya antara Satu dengan Lainnya, pastinya tidak sama ...

Namun sekali lagi,

Dari Setiap Perdebatan itu, yang pada Akhirnya menyatukan Kami di Setiap Perjalanan Terindah, yang Kami lakukan.



Seperti Perjalanan Kali ini di Bangkok - Thailand !

Banyak Orang, yang bilang, bahwa :

Bangkok merupakan Salah Satu Destinasi Wisata Alay.

Yang jika dipikir akan sama saja berlibur di Ibukota Negara Thailand ini, dengan Kamu mengunjungi Jakarta, dan Pulau Bali maupun Yogyakarta dan Solo, yang juga dikenal akan Budaya nya ...

Namun sekali lagi !

Menikmati Sebuah Perjalanan dengan Budaya, hingga Destinasi Kuliner, yang memang tidak Kami ketahui sebelumnya menjadi Alasan untuk Sebuah Perjalanan Terindah Kali Ini !

Berikut Kami Hadirkan :
Lovely Travel -
Perjalanan MengAlayNesia
At Bangkok, Thailand
Kenapa Harus Bangkok ?

At Wat Pho - Bangkok

Sebuah Tiket Penerbangan Gratis dari Air Asia menjadi Alasan Utama Kami melakukan Perjalanan Terindah, kali ini !

Ya !

Di Tahun ini, Kami mendapat 8 Kupon Gratis dari Maksapai Penerbangan ini.

Di mana 4 Kupon sebelumnya, Kami gunakan untuk melakukan Perjalanan ke Negeri Singapura pada Ulang Tahun Pernikahan Kami, yang ke Enam di 6 Januari 2018, lalu.

Dan Tepatnya, di Pertengahan Tahun Ini, 4 Kupon Sisanya, Kami gunakan untuk melakukan Perjalanan ke Bangkok, Thailand.

Dengan Perincian :

Untuk Keberangkatan Tanggal 19 Juli 2018, Pukul 12.45 WIB dari Jakarta tiba di Don Mueang, Bangkok Pukul 16.20 Waktu Thailand

Untuk Kepulangan Tanggal 22 Juli 2018, Pukul 11.25 Siang Hari dari Don Mueang, Bangkok tiba di Jakarta Pukul 14.55 WIB

Meski Kuponnya berasal dari Jatah Keponakan, yang kerja di Air Asia,

Namun dari 2 Perjalanan Kami di Negara Asia Tenggara ini, Kami jadi serasa dibayari alias dapat Sponsor Gratis jadinya !

He .. he ... he ...

Ya, Alhamdullilah, jika buat Tahun 2019 nanti,

Ada, yang membiayai Perjalanan Kami lagi ...

Hitung - hitung, sebagai Bahan Pemacu (Trigger) Kami, untuk menulis, dan memberikan Informasi, yang lebih bagi Para Pembaca.

Semoga Doa, dan Harapan baiknya agar Tahun Depan, bisa dapat Sponsor atau Akomodasi apa aja, yang bisa meringankan Perjalanan Terindah Kami, dapat terwujud !

Aamiin Ya Rabbal'alamin !


Malam Hari di Pinggiran Sungai Chao Praya 
At Asiatique The Riverfront 

Meski banyak Orang, yang bilang bahwa :

Jalan - jalan ke Bangkok, nggak ubahnya dengan Kamu melakukan Perjalanan di Beberapa Daerah Terbaik Indonesia, seperti :

Jakarta, Bali, maupun Yogyakarta,

Karena memang Bangkok dikenal jadi Destinasi Alay.

Bahkan bagi Sebagian Para Wisatawan Indonesia, Ada, yang menambahkannya dengan Kata MengAlayNesia,

Namun bagi Kami, yang memang belum pernah berkunjung ke sana,

Ini mungkin, setidaknya menjadi Pengalaman Berharga untuk melihat Sisi Kebudayaan, dan Masyarakat dari Belahan Negara Lain.

Terlebih Rasa akan Kuliner Otentiknya, yang pasti jelas berbeda !

Sebab Kami yakini :

Dari Setiap Perjalanan, Paling Tidak,
Kami akan menemukan Sebuah Kebahagiaan !

Berikut Kami Hadirkan
Lovely Travel -
Perjalanan MengAlayNesia
At Bangkok, Thailand
Persiapan Kami

Via : https://worldinparis.com

Tidak seperti pada Perjalanan ke Singapura, menggunakan Maskapai Penerbangan Air Asia,

Pada Perjalanan kali ini, Kami harus ke Jakarta terlebih dahulu, untuk menggunakan Pesawat ini menuju Bangkok, Thailand.

Ya !

Maskapai Penerbangan Bertarif  Murah ini, untuk Tujuan Bangkok hanya ada di Terminal III Bandara Internasional Soekarno Hatta - Tangerang, yang memang Lokasinya tidak begitu jauh dari Ibu Kota Jakarta.

Sedangkan,

Di Bandara Juanda (Surabaya), Adi Sumarmo (Solo), maupun Adi Sucipto (Yogyakarta), yang memang lebih dekat dengan Kediaman (Domisili) Kami di Kota Madiun,

Untuk Rute Penerbangan Air Asia ke Bangkok, Thailand maupun Sebaliknya, memang belum ada !


Menuju Stasiun Gambir - Jakarta
At Kereta Api Bima

Itulah sebabnya,

Kami harus berangkat lebih Awal, 1 Hari Sebelumnya,

Di Tanggal 18 Juli 2018, Pukul 19.38 WIB menggunakan Kereta Api Bima.

Seperti biasa,

Semua Tiket, dan Akomodasi Selama Perjalanan,

Kami menggunakan Aplikasi Traveloka sebagai Teman Perjalanan Terbaik !

Dengan Perincian :

Tiket Kereta Api Bima,
Tujuan : Madiun - (Gambir) Jakarta berangkat Pukul 19.38 WIB Tanggal 18 Juli 2018 dengan Harga Rp. 990.000 untuk 2 Orang

Tiket Kereta Api Gajayana,
Tujuan : (Gambir) Jakarta - Madiun Pulang Pukul 19.40 WIB Tanggal 22 Juli 2018 dengan Harga Rp. 1.000.000 untuk 2 Orang

Kamar Standar (Standar Room) At Ibis Riverside Hotel - Bangkok Tanggal 19 - 22 Juli 2018 untuk 4 Hari 3 Malam + Wifi + Sarapan Gratis + Reschedule, maupun Refund sebesar Rp. 2.927.585,- atau setara Rp. 730.000,- / Hari

Ketika itu, semuanya, Kami bayarkan di Tanggal 1 Juli 2018.

Tiba Di Stasiun Gambir Jakarta
Terminal III Bandara Internasional Soekarno Hatta - Tangerang 


At Stasiun Gambir - Jakarta

Pukul 05.45 WIB, Kami sampai di Stasiun Gambir, Jakarta !

Berarti masih ada Sisa Waktu 7 Jam, sebelum Pesawat lepas landas (take off) dari Bandara Soekarno Hatta menuju Don Mueang, Bangkok pada Pukul 12.45 WIB.

Sisa Waktu, yang banyak itu, bukan berarti, Kami bisa punya cukup Waktu Lenggang, dan jadi berleha - leha, tanpa memikirkan Waktu, yang tersisa !

Mengingat Tanggal 19 Juli 2018, Ketika itu jatuh di Hari Jumat.

Seperti biasanya, menjelang Hari Terakhir Masuk Kerja di Setiap Minggu,

Jakarta dapat dipastikan bakal Padat Merayap !


Di Sekitar Jalan Katherdal - Jakarta Menuju Terminal III Soekarno Hatta - Tangerang

Bahkan di Salah Satu Titiknya, Ada, yang Macet Total,

Ketika Kami melewati Salah Satu Jalan menuju Bandara Soekarno Hatta - Tangerang.


Stasiun Sudirman Baru (BNI City), yang belum terintegrasi dengan Satsiun Gambir
Via : http://www.aktual.com

Terlebih,

Stasiun Gambir tidak punya Jalur Kereta Api menuju Bandara.

Memang di Stasiun Sudirman Baru (BNI City) ada Akses Kereta Bandara,

Namun sekali lagi,

Jalur Keretanya tidak terintegrasi dengan Stasiun Gambir.

Jadi :

Jika ingin menuju Stasiun Sudirman Baru (BNI City), yang terdapat Kereta Bandara, hanya bisa mengggunakan (Bis Penunjang) Feeder Bus maupun Taksi Online.

Belum ada Commuter Line (KRL), untuk Akses dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Sudirman Baru (BNI City) !

Kalau dipikir,

Pastinya akan memakan waktu dengan Kondisi Ibukota, yang memang macet parah, ketika itu.

Itulah sebabnya :

Kami lebih memilih menggunakan Gocar sebagai Teman Perjalanan Kami !

Disamping Aplikasi Transportasi Online Made In Indonesia ini, pastinya lebih hemat, dan waktu, yang Kami tempuh lebih efisien untuk Perjalanan menuju Bandara !

Harganya hanya berkisar Rp. 124.000,-

Sudah termasuk Biaya Tol menuju Bandara dengan Perjalanan Tempuh sekitar 1,5 Jam, dari Stasiun Gambir.

Bisa dibandingkan,

Jika Kami naik Kereta Api Bandara, dengan Harga Rp. 70.000,- / Orang ?

Belum lagi Perjalanan menuju Stasiun Sudirman Baru (BNI City), dengan menggunakan Taksi Online harganya Rp. 25.000,-

Pastinya lebih mahal dan tidak efisien, jika Kami memilih menggunakan Kereta Bandara dari Stasiun BNI City.


Menunggu Waiting List Antrian Kamar Mandi Ala Hotel
At Stasiun Gambir !

Sebelum berangkat dari Stasiun Gambir menuju Bandara di Pukul 09.00 WIB,

Sesuai Rencana

Kami mandi terlebih dahulu di Stasiun Gambir, yang membutuhkan waktu agak lama, karena menunggu antrian.

Di Lantai 2, dekat Pintu Keluar Timur, Kamar Mandi Ala Hotel ini terletak.

Meski Harganya dirasa cukup mahal, Rp. 65.000,- untuk sekali mandi,

Namun Hari itu, tetap saja Banyak Para Pengantri, yang biasanya berasal dari Para Pekerja Daerah, yang kebetulan lagi dinas di Jakarta.


Kondisi Kamar Mandi Ala Hotel
At Stasiun Gambir - Jakarta !

Agar lebih fresh, Mereka pastinya mandi dulu di Kamar Mandi ini !

Kami mendapat Nomor Urut 39 - 40, sedangkan, ketika itu masih berada di Nomor 12.

Di mana Jumlah Ruang Kamar Mandinya, hanya : 6 Kamar.


Sarapan Di Hokben
At Stasiun Gambir !

Itulah, yang menyebabkan,

Kami sarapan (breakfast) sejenak di Resto Cepat Saji Jepang Hokben sambil menunggu antrian.

Resto ini juga masih satu lantai dengan Tempat Kami mandi nantinya !

Finally,

Setelah menunggu kurang lebih 3 Jam di Pukul 09.00 WIB, Kami berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta.

Alamat :
Jalan Medan Merdeka Timur No.1, Gambir, Kota Jakarta Pusat, 10110

At Terminal III Ultimate Internasional - Bandara Sokearno Hatta Tangerang

Pukul 10.30 WIB,

Kami tiba di Terminal III Ultimate Internasional - Bandara Sokearno Hatta Tangerang.

Meski masih punya waktu lebih dari 2 Jam (2 Jam 15 Menit),

Hal ini bukan juga berarti, Kami bisa bersantai sejenak !

Maklum !

Terminal III, yang menjadi Terminal Internasional, dan Terakhir dari Bandara Soekarno Hatta mempunyai Luas, yang teramat besar.

Terlebih Letak Maskapai Penerbangan Air Asia berada di Pintu (Gate) 3, yang lokasinya cukup jauh dari Saat Kami check in, Pemeriksaan Pasport, hingga Barang Bawaan.

Lokasinya berada dari Ujung ke Ujung, Salah Satu Bandara Terbaik di Indonesia Ini !

Dalam batin Kami :

Lebih baik menunggu, 
daripada harus ketinggalan Pesawat !

Selfie Sesaat !
At Terminal III Ultimate Internasional - Bandara Sokearno Hatta Tangerang

Di Sepanjang Perjalanan menuju Ruang Tunggu Pesawat,

Kami menyempatkan Foto Selfie Sesaat di Beberapa Ruang Bandara,

Yang penuh dengan Ornamen Pelengkap Instagramable, menyambut Kehadiran ASIAN GAMES 2018 di Jakarta, dan Palembang, ketika itu !

Hampir Satu Jam, Kami menunggu sebelum Pesawat berangkat dipukul 12.45 WIB.

Menunggu Pesawat Take Off Menuju Bandara Don Mueang - Bangkok
At Terminal III Ultimate Internasional - Bandara Sokearno Hatta Tangerang

Dalam Waktu Tunggu itu,

Kami juga sempat membaca Rencana Perjalanan (Itinerary), dan Komentar Para Travel Blogger Dalam maupun Luar Negeri tentang Kondisi Kota Bangkok, Thailand.

Dimana :

Kami bisa sedikit menerima Gambaran, dan Tips tentang Perjalanan, yang Kami tuju, kali ini.


Via : http://www.freetravelguidespdf.com

Adapun Tips Perjalanan nya :

- 1. Untuk Transportasi lebih baik menggunakan Transportasi Online.


Kondisinya Berbeda dengan Stasiun MRT Singapore !
At Expo MRT Station Singapore


Meski Bangkok mempunyai MRT, dan BTS Skytrain, yang menunjang Moda Transportasi nya, namun Kondisinya akan jauh berbeda dengan Singapore !

Banyak Stasiun MRT, dan BTS Skytrain, yang tidak mempunyai Lift maupun Eskalator.

Hanya berupa Anak Tangga, saat menuju ke Kereta, yang terletak di Lantai 2 maupun 3.

Kondisinya juga tidak saling terintegrasi !

Ketika keluar dari Stasiun, belum tentu ada Bis maupun Transportasi Feeder (Penunjang) Lainnya.

Hal ini,

Kami dapati, ketika keluar dari Bandara Don Mueang, yang mana Kami lebih memilih menggunakan Transportasi Online Grab ketimbang menggunakan MRT, dan BTS Skytrain sebagai Teman Perjalanan Kami.

Dengan Harga 428 THB atau berkisar Rp. 185.000,-

- 2. Prioritaskan Apa, yang menjadi Tujuan Kamu !


Asiatique Bisa Jadi Destinasi HappeningDan Favorit Selama Kamu Di Bangkok !
At Asiatique The Riverfront

Bangkok, yang terkenal dengan Destinasi Wisata Budaya, dan Belanja Murah bagi Orang Indonesia, membuat Kamu harus pintar memilah Tempat mana, yang lebih baik harus Kamu kunjungi terlebih dahulu.

Dalam Satu Hari Perjalanan, Kamu harus memprioritaskan Apa, yang menjadi Tujuan Kamu !

Misalnya :

Di Hari Pertama, Kamu memilih untuk melihat Sisi Budaya di Grand Palace, Wat Phra, Wat Pho, dan Wat Arun,

Kamu bisa memprioritaskan Hal itu !

Di Hari Kedua, Kamu bisa memilih untuk mengunjungi Destinasi Wisata Belanja di Daerah Siam, seperti : Siam Paragon, Centre, dan Discovery,

Sisanya :

Kamu bisa melihat Pasar Chatuchak, yang hanya buka di Akhir Pekan (Weekend), Sabtu, dan Minggu.

Untuk membeli Beberapa Souvenir, khususnya Pakaian Khas Bangkok, yang memang dikenal murah !

Jika Kamu hanya punya sedikit waktu,

Jangan mengunjungi Pasar Terapung (Floating Market), terlebih lagi Pantai Pattaya, yang lokasinya memang agak jauh dari Kota Bangkok.

Paling dekat sekitar 1 Jam dari Pusat Kota Bangkok.  

Lebih baik mengunjungi Asiatique The Riverfront, yang kini sedang Happening di Kalangan Masyarakat Bangkok sebagai Mall, Tempat Kuliner, maupun Belanja Baju Khas Thailand Terbaik !

Hal ini disebabkan Kondisi Bangkok, yang lagi - lagi sama dengan Jakarta !

Bisa dibilang kondisinya macet di Beberapa Titik, dan cukup Luas sebagai Kota Metropolitan.

- 3. Pilih Hotel, yang dekat dengan Pusat Keramaian maupun Sekitar Daerah Riverside, untuk dapat memudahkan Akses Kamu menuju Berbagai Tempat di Bangkok.


Hotel Terbilang Murah, Nyaman, dengan Fasilitas Lengkap, ditambah Lokasi Strategis !
At Ibis Riverside Hotel Bangkok - Thailand

Seperti :

Hotel Ibis Riverside, Tempat Kami menginap, memang dekat dengan Berbagai Pusat Keramaian.

Menuju Asiatique The Riverfront,

Kami hanya butuh waktu kurang lebih 10 Menit menggunakan Grab dengan biaya 68 THB atau tidak kurang dari Rp. 30.000,-

Selain itu,

Daerah Tepi Sungai (Riverside), juga menjadi Salah Satu Ikon bagi Kota Bangkok dengan Sungai Chao Praya nya,

Di Tempat ini juga terdapat Dermaga (Pier) di Beberapa Tempatnya.

Lokasi Hotel Kami menginap juga dekat dengan Sathorn Pier !

Kami membayar 100 THB atau sekitar Rp. 43.000,- / Orang

Menggunakan Perahu Express, yang cukup menguras Adrenalin menuju Destinasi Wisata Istana Raja (Grand Palace), dan Patung Budha Tidur (Wat Pho).

- 4. Khususnya :

Bagi Kamu Orang Muslim, harus pintar dalam memilih Makanan, dan Minuman mana, yang Halal atau Bukan.


Aneka Sea Food, dan Ayam Panggang, biasanya menjual Kuliner Halal di Bangkok Thailand !
At Hoi Tod - Chaw Lae

Seperti di Negara Asia Tenggara pada umumnya, kecuali : Malaysia, dan Brunei Darusslam,

Mayoritas Penduduk Thailand adalah : Non Muslim !

Di Tahun 2015,

Lebih dari 93 % Mayoritas Penduduk Bangkok beragama Buddha.

Sisanya : Islam, Kristen, Hindu, dan Sikh.

Link : https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand

Hal inilah, yang menyebabkan,

Bagi Kamu, Para Wisatawan Indonesia beragama Muslim harus pintar memilah Makanan, maupun Minuman mana, yang Halal.

Sebaiknya Pilih Resto dengan Menu Makanan, yang berbau Seafood, dan Ayam.

Biasanya Mereka disatukan, serta bebas menggunakan Daging maupun Minyak Babi (Pork).

Atau,

Kamu juga bisa memilih Beberapa Resto Franchise, yang sudah terkenal di Indonesia kehalalannya.

Meski, terdapat Kata - Kata No Pork/ Bebas Babi, pada Beberapa Menu Makananya,

Namun tak jarang, banyak juga, yang menggunakan Bahasa Thailand dalam Penulisannya, sehingga Kita sulit untuk mengartikannya.

- 5. Sedia Mata Uang Baht, saat di Indonesia.


Mata Uang Thailand Baht (THB)
Via : https://www.123rf.com

Untuk Kebutuhan Pembayaran, terutama Transportasi, sebaiknya Kamu menyediakan Mata Uang Baht, dan sisanya Dolar Amerika (USD).

Ternyata, hampir di Semua Tempat Makan, Toko, maupun Biaya Transportasi menggunakan Mata Uang Baht sebagai Alat Pembayaran, yang sah, dan bukan Dolar !

Jadi sediakan Baht agak banyak, saat menukarnya di Indonesia.

Harganya jauh lebih tinggi, ketimbang Kamu menukar Rupiah maupun Dolar Amerika ke dalam Mata Uang Baht (THB) saat di Bangkok, Thailand.

Sebagai Informasi, ketika itu :

Kurs 1 Baht terhadap Rupiah, berkisar Rp. 433,-
Kurs 1 USD terhadap Baht, berkisar 33.38 THB,

- 6. Hati - hati dalam berbelanja !


Model Tas Pinggang, maupun Postman Jadi Hal Tepat, agar Kamu nggak kecopetan !
At Chatuchak Weekend Market 

Nggak seperti Singapura,

Kondisi Kota Bangkok, Thailand hampir sama dengan Indonesia !

Kondisi Kota Bangkok - Thailand, yang sedang berkembang ke arah maju, juga mempengaruhi Kehidupan Sosial Masyarakatnya.

Bangkok, Thailand bukan merupakan Kota, yang aman bagi Para Turis.

Meski Kota ini berkembang sebagai Salah Satu Laju Pertumbuhan Konstruksi Gedung Pencakar Langit Tercepat di Dunia,

Namun tidak dapat dipungkiri,

Juga mempunyai Masalah dalam Sektor Infrastruktur dan Sosial sebagai akibat Perkembangannya, yang pesat.

Inilah, yang membuat Kamu harus berhati - hati dalam berbelanja.

Terutama, saat Kamu membawa Uang Saku, maupun Barang Berharga Lainnya.

Lebih baik ditaruh ke dalam Tas Pinggang, agar memudahkan Kamu dalam memantaunya !

Bawa Uang Secukupnya,

Sebab di Beberapa Tempat, banyak Tersedia Transaksi Pembayaran, menggunakan Kartu berlogo Visa maupun Mastercard.

- 7. Tetap menggunakan Bahasa Inggris, sebagai Bahasa Penghubung Universal.


Via : https://www.indiamart.com

Meski Penduduk Bangkok, kurang lancar dalam menggunakan Bahasa Inggris, namun setidaknya, hampir sama dengan Indonesia.

Paling tidak,

Mereka tahu Apa, yang Kita ucap maupun tulis.

Bahkan di Beberapa Pasar Tradisional, seperti :

Chatuchak Weekend, maupun Tha Tien Market,

Ada, yang bisa Berbahasa Indonesia, walaupun terbata - bata.

- 8. Untuk memudahkan Komunikasi, dan Update Status Kamu,

Sebaiknya ganti SIM Card Thailand, dan jangan pernah menggunakan Fasilitas Roaming, dan Paket Data dari Kartu Asal (Indonesia) !


Beberapa Provider SIM Card Thailand
Via : https://www.tokopedia.com

Terlebih, jika Kartu Kamu adalah : Pasca Bayar !

Bisa - bisa Tagihan Kamu membengkak !

Hal ini dialami oleh Kami sendiri,

Ketika memilih Fitur Roaming dengan Kartu Pasca Bayar, yang sudah direncanakan, dan dihitung Rp. 500.000,- ( Termasuk Biaya Paket Bulanan : Rp. 187.000,- ),

Ternyata Tagihan Kami membengkak hingga Rp. 687.000,-

Cukup mengecewakan !

Selidik punya selidik,

Ketika, Kami menanyakannya kepada Costumer Service Provider Tersebut setelah di Indonesia,

Paket Roaming hanya termasuk Telephone antar sesama Provider Negara Asal,

Namun, Jika Kamu menghubungi lewat Telephone,

Seperti, saat Kami berhubungan Telephone dengan Driver Grab di Thailand,

Yang memang berbeda Provider, dan Negara maka dikenakan Biaya (Charge).

Meski dalam Status di Aplikasi Provider tersebut, tidak terdeteksi Besaran Biaya, yang harus dibayar, saat menelphone Driver Grab di Thailand.

Akan tetapi, secara Total,

Kami harus bayar selisih Harga sebesar Rp. 187.000,-

Lebih baik, Kamu mengganti Sim Card Sementara.

Toh untuk Aplikasi Whats App, maupun Lainnya, masih bisa dibuka !

Di Bandara Don Mueang

Sepertinya Ada, yang menjual Sim Card Thailand

Jika tidak, 

Di Gerai atau Minimarket Seven Eleven, yang hampir tersebar di Seluruh Wilayah Bangkok - Thailand, menjual Sim Card Thailand.

Cukup keluarkan Pasport, dan Penjualnya akan mendaftarkan Nomor Kamu tersebut !

Di Thailand terdapat Tiga Provider Telekomunikasi, yang cukup dikenal, yaitu :

AIS, DTAC dan TrueMove.

Sebaiknya pilih, yang Jangkuan (Coverage)nya luas, cepat, dan bisa diandalkan.

Satu lagi,

Jika Kamu punya rencana untuk tinggal lebih dari 3 Hari, sebaiknya Pilih Paket untuk 30 Hari, karena jatuhnya lebih murah.

Seperti :

Provider AIS dengan Plan, yang menawarkan 1 GB untuk 30 Hari, Harganya 299 THB atau sekitar Rp. 130.000,- !

Link :
https://www.pergidulu.com/cara-beli-kartu-sim-thailand/


Bismillah
Semoga Selamat Sampai Tujuan !

Finally, di Pukul 12.45 WIB tepat, Kami berangkat menuju Bangkok, Thailand menggunakan Pesawat Air Asia !

Alamat :
Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta,
Jalan P2, Pajang, Benda, Tangerang City, Banten 15126.

Welcome To Bangkok !

At Don Mueang Airport - Bangkok

Setelah lebih dari 3 Jam Perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Don Mueang, Bangkok - Thailand,

Akhirnya Kami tiba juga !

Kami tiba di Bandara Don Mueang, Bangkok Pukul 16.20 Sore Hari, Waktu Thailand ...

Sebagai Informasi Tambahan :

Tidak ada Perbedaan Waktu Antara Indonesia maupun Thailand.

Jadi, jika Pukul 16.20 ketika itu di Thailand, Sore Hari, waktunya memang sama dengan di Indonesia.

Hanya saja Matahari nampak masih cerah, belum terbenam, dan memang kondisinya terlihat seperti di Siang Hari, ketika itu.

Hal ini, hampir sama Kondisinya, ketika Kami mengunjungi Singapura,

Yang nampak masih terlihat Siang, walaupun Waktu di Jam Tangan sudah menunjukkan pukul 17.00 sore hari.

Tanpa basa - basi,

Kami langsung bergegas memesan Taksi OnlineGrab” !

Alamat :
222 Vibhavadi Rangsit Rd, Khwaeng Sanambin, Khet Don Mueang, Krung Thep Maha Nakhon 10210, Thailand


Ke mana - mana Pake Grab Car,
Biar Aman, dan Nyaman !

Seperti, yang Kami bicarakan sebelumnya, bahwa :

Transportasi di Bangkok belum sepenuhnya terintegrasi.

Meski ada MRT, maupun BTS Skytrain, namun 2 Moda Transportasi ini, belum cukup terintegrasi, dan Kondisinya juga tidak ramah bagi Para Calon Penumpang.

Tidak tersedianya Lift maupun Eskalator di Banyak Tempatnya, pastinya cukup menyulitkan Kita.

Lagipula tidak seperti : Singapura, maupun Bali (Indonesia),

Minimnya Brosur, yang menunjukkan Peta maupun Lokasi Objek Tertentu di Banyak Tempatnya, yang akhirnya membuat Kami memutuskan untuk menggunakan Transportasi Online, ketimbang lainnya.

Sayangnya hanya Grab, dan Uber, yang masuk di Bangkok,

Sedangkan Gojek sebagai Aplikasi Made In Indonesia, dengar - dengar, hanya baru menggembangkan sayapnya di Vietnam.

Ditunggu Kehadirannya Gojek, yang Made In Indonesia hadir di Bangkok ya ! 

Biar tambah MengAsia gitu !!!

Akhirnya, Kami menggunakan Grab sebagai Teman Perjalanan Kami menuju Hotel, dengan Harga :

- 428 THB berkisar Rp. 185.000,-  +
- Biaya Tol dua kali 90 THB berkisar Rp. 38.970,-

Total Biaya, yang dikeluarkan : 518 THB berkisar : 223.970,-


Wong Thai ...
Driver Grab Perjalanan Menuju Hotel !

Di Sepanjang Perjalanan,

Walaupun Kami kesulitan dengan Pembicaraan Bahasa Inggris, yang Keduanya terpatah - patah,

Namun sedikit banyaknya Mereka tahu Apa, yang Kami bicarakan.

Orang Thailand juga cadel, tidak bisa mengucapkan S dan dibilangnya T/D.

Hal ini, Kami dapati,

Ketika Kami menjelaskan Lokasi di Aplikasi mengenai Nama, dan Alamat Hotel Kami, Mereka mengucapkan kata :

Ibis menjadi Ibit/ Ibid !

Pengemudi Grab nya cukup ramah !

Dia berusaha untuk menunjukkan Lokasi demi Lokasi, yang Kami lewati di Sepanjang Perjalanan menuju Ibis Riverside Hotel !


Gambaran Kota Bangkok dari Jembatan Tol !

Dari Hal tersebut, Kami dapat menyimpulkan, bahwa :

Kondisi Bangkok tak ubahnya dengan Jakarta !

Hanya saja Bangkok sepertinya lebih luas, dan lengkap secara Budaya dari Jakarta.

Jadi :

Kota Bangkok dengan Pemandangan Gedung Pencakar Langit, makin lengkap dengan Sisi Budaya, yang dimilikinya.

Mirip Kota Jakarta, yang digabung dengan Sisi Budaya dari Yogyakarta, Solo, maupun Pulau Bali - Indonesia.

Gedungnya pun, jika boleh dibilang tampak kuno, yang mana Catnya tampak kusam, dan dibiarkan tak terawat.


Menara Baiyoke
Salah Satu Gedung Tertinggi Di Bangkok !

Hal ini,

Kami dapati, ketika Pengemudi Grab tersebut menjelaskan secara detail tentang Menara Baiyoke, yang menjadi Salah Satu Gedung Pencakar Langit di Bangkok dengan Jumlah Lantai 88.

Yang memang, jika boleh jujur tampak kuno, dan kusam.

Sangat berbeda dengan Kondisi Gedung di Indonesia, yang tampak ceriah, dan berwarna.


Gulungan Kabel Semerawut,
Hampir didapati di Banyak Jalan Utama Kota Bangkok !

Begitu juga dengan Penataan Infrastruktur Kota, dan Jalannya.

Masih banyak Kami dapati Gulungan Kabel, yang dibiarkan semerawut, hingga Kondisi Jalan, yang kurang baik di Berbagai Tempatnya.


Melewati Jalan Tol Dalam Kota Bangkok !

Bahkan, kalau boleh dibilang Transaksi Pembayaran di Tol Indonesia lebih baik dari Bangkok !

Di Indonesia sudah menggunakan Kartu E Toll, yang terintegrasi,

Sedangkan di Bangkok, Jalan Tolnya masih dibayarkan menggunakan Uang Tunai (Cash) !

Inilah, yang membuat Perjalanan Kami, kali ini, di Bangkok - Thailand, sungguh MengAlayNesia !

At Ibis Riverside Hotel


Kami tiba di Hotel Pukul 06.00 Sore Hari, Waktu Thailand.

Kurang lebih Jarak Tempuh antara Bandara Don Mueang menuju Hotel, yang terletak di Jalan Soi Charoen Nakhon ini, memakan Waktu 1,5 Jam Perjalanan !

Walaupun begitu, cuaca masih nampak cerah, ketika itu !

Ya !

Seperti Jam 4 Sore, ketika di Indonesia.

Kami pun langsung bergegas menuju ke Tempat Penerima Tamu (Receptionist) Hotel.


Pemesanan Lewat Aplikasi Traveloka
Dijamin Aman !

Seperti biasanya, tidak ada kendala, yang berarti,

Ketika, Kami memesan Hotel lewat Aplikasi Traveloka.



Kami memesan untuk :

Kamar Standar At Ibis Riverside Hotel - Bangkok 4 Hari 3 Malam + Wifi, Sarapan Gratis, dan Reschedule, maupun Refund  di Tanggal 19 - 22 Juli 2018 sebesar Rp. 2.927.585,-  atau setara Rp. 730.000,- / Hari,

Yang Kami bayarkan di Tanggal 1 Juli 2018.

Atas Dasar Waktu Lama Menginap, dan Total, yang dibayarkan, saat itu, menurut Kami cukup besar,

Itulah Alasan mengapa Kami memakai Fitur Penjadwalan Pemesanan Ulang (Reschedule) + Penggantian Kembali Kamar, yang dibatalkan (Refund) untuk Pemesanan Kamar Hotel, kali ini !


At Swiss Bell In Saripetojo Solo !

Alasannya, pernah ketika itu,

Kami memesan Dua Kamar Hotel bersama Orangtua di Swiss - Belinn Saripetojo Solo, menggunakan Aplikasi Ini.

Namun Orangtua membatalkan Rencana Kepergiannya bersama Kami, karena ada Kerabat, yang meninggal,

Sedangkan Kamar Hotel, yang Kami pesan tidak ditambahkan Fitur Reschedule + Refund,

Finally,

Kami tetap memesan 2 Kamar, walaupun 1 Kamarnya dibiarkan kosong.

Hal ini, bisa Kami maklumi, karena segala Pengaturan dalam Aplikasi di Traveloka memang sudah tersistem,

Jadi menurut Standar Operational Procedure (SOP) nya ya begitu !

Itulah sebabnya,

Jika Kamu belum pasti untuk memesan, 

Sebab mungkin Lama Menginap + Biaya, yang dikeluarkan dirasa besar, lebih baik pake Fitur Reschedule + Refund dari Traveloka.

Walaupun agak mahal untuk Biayanya,

Namun setidaknya, Kamu dapat mengatur Jadwal Pesan Kembali atau mungkin Uang Kamu jadi tidak hangus.


Pemesanan Hotel melalui Aplikasi Traveloka, sering Kami lakukan !
At Harper Hotel Yogykarta

Memang sangat disayangkan,

Kami, yang sering memakai Layanan Aplikasi ini sebagai Teman Berpergian

Ketika Kami menghubungi Costumer Service, seharusnya bisa menindaklanjuti Apa, yang menjadi Keluhan Costumer !

Kami berharap ke depannya,

Walaupun Sistem Berbicara,

Namun ,

Jika Pemesan mempunyai Kendala Jadwal, yang mendadak harus dibatalkan, 

Meski memang tidak menggunakan Fitur Reschedule + Refund, seharusnya Pihak Traveloka dapat menindaklanjuti nya.

Terlebih, Kami menghubungi 2 Hari Sebelumnya !

Transaksi Pembayarannya pun telah masuk menggunakan Kartu Debit, yang Kami bayarkan langsung, ketika memesan Hotel via Aplikasi Ini !


Pemesanan Hotel Via Traveloka
At The One Legian Hotel - Bali

Terlebih,

Jika melihat Riwayat (History) Transaksi Pemesanan, yang lumayan banyak di Aplikasi, seharusnya Kami juga menjadi Prioritas sebagai Potential Costumer di Traveloka.

Back To The Topic !!!

At Ibis Riverside Hotel - Bangkok, Thailand

Hotel Ibis termasuk dalam Kategori Hotel Bertaraf Internasional ** hingga ***, namun nyaman untuk ditempati !

Hotel ini dimiliki oleh Jaringan Group Perhotelan Perancis, Accor Hotels Group bersama Mercure, Novotel, dan Sofitel.

Untuk Hotel Ibis termasuk dalam Kategori Hotel Berbiaya (Budget) Rendah, Ekonomis, namun sekali lagi, nyaman untuk ditempati !

Ya !

Kalau dipikir, mungkin ada Label Internasional, yang menyertainya, jadi mau nggak mau Manajemen nya harus mengikuti Aturan (Pakem) dari Standar Hotel Ibis itu sendiri.

Hotel Ibis, terbagi menjadi :

Ibis Budget, yang berlogo Biru
Ibis Style, yang berlogo Hijau
Dan Ibis Hotel, yang berlogo Merah

Apa, yang membedakan dari Ketiganya, entahlah !

Namun, sepertinya Jumlah Kamar, dan Fasilitas, yang tersedia bisa jadi jawabannya.

Contohnya begini :

Kami hampir jarang melihat di Aplikasi Traveloka mengenai Fasilitas dari Hotel Ibis Budget Berlogo Biru, yang menggunakan Kolam Renang.

Jumlah Kamarnya pun jauh lebih sedikit, yang mana rata - rata Hotel ini mempunyai Standar Hotel ** bukan ** seperti Hotel Ibis kebanyakan.

Namun Asumsi ini, nggak semuanya benar !

Hotel Ibis Berlogo Merah, bisa aja nggak punya Kolam Renang, walaupun termasuk Kategori Hotel *** bukan ** !


Breakfast At Ibis Style Mac Pherson - Singapore
Resto + Kolam Renangnya Cukup Mini Gan !

Dan sekali lagi,

Hal ini juga menjadi benar,

Ketika, Kami mencoba menginap di Hotel Ibis Style - Singapore, Beberapa Waktu Lalu,

Fasilitas Kolam Renangnya nampak lebih kecil, nggak seperti Hotel Ibis Riverside di Bangkok Ini.

Walaupun Keduanya masuk ke dalam Kategori Hotel ***,

Namun secara Kelas, Ibis Style, yang Berlogo Hijau lebih rendah Tingkatannya dibandingkan Ibis Hotel, yang Berlogo Merah ...

Ya !

Semoga Penerawangan ini Benar,

Walaupun bukan Penerawangan Mbah Mijan tentunya !!!


Lobby Room 
At Ibis Riverside Hotel Bangkok

Memasuki Lobby Hotel ini,

Bisa dibilang punya Ruang, yang cukup luas !


Lobby Room 
At Ibis Style Mac Pherson - Singapore

Hal ini nampak berbeda,

Ketika Kami coba membandingkannya dengan Hotel Ibis Style On Mac Pherson - Singapore, yang Kami pesan, beberapa waktu lalu.

Ruang Lobby nya, walaupun nampak nyaman, namun sangat kecil dengan Kursi Tunggu Tamu, yang hanya muat untuk 5 Orang.

Walaupun Hotel Ibis Style di Singapore jauh lebih mahal ketimbang di Thailand, namun secara Luasan Lobby, hingga Kamar Hotel, jauh lebih kecil.

Mungkin Biaya Hidup, hingga Tanah di Singapore lebih mahal,

Sehingga Hal ini juga berdampak kepada Hotelnya, yang dibuat seminim mungkin secara Luasan, namun tetap nyaman untuk di Tempati !


Fasilitas Wifi + Komputer - Game Console Tersedia Di Tempat Ini !
At Ibis Riverside Hotel - Bangkok


Hampir sama dengan Hotel Ibis Lainnya,

Fasilitas Wifi, hingga Komputer untuk Searching, dan Game bagi Anak - Anak juga tersedia.

Hanya saja Kecepatan Internet di Hotel Ibis Riverside Thailand bisa dikatakan sama dengan Kebanyakan Hotel di Indonesia, yang sebentar - bentar turun alias lemot, disconect, hingga nggak mau diakses !

Beda banget sama, yang ada di Singapore, kala itu !


Dalam Kamar 
At Ibis Riverside Hotel - Bangkok

Kamarnya, bisa dikatakan cukup guede ...

Dengan Tempat Tidur, hingga Kamar Mandi, yang bisa dibilang cukup Nyaman !


Dari Kamar Hotel bisa lihat Pemandangan Tepi Sungai (Riverside) Chao Praya !
At Ibis Riverside Hotel - Bangkok

Kerennya lagi,

Meski, Kami nggak pesan Kamar Hotel dengan Panorama Riverside Sungai Chao Praya,

Namun dari Bilik Jendela, masih bisa terlihat Sungai Chao Praya, dengan Pemandangan Skyline Gedung Pencakar Langit Kota Bangkok, yang terlihat sesekali Adanya Hilir Mudik Kapal, yang lewat !


Breakfast !
At Ibis Riverside Hotel - Bangkok

Sarapan (Breakfast)nya bisa dibilang Juara !

Punya Menu Makan, yang lebih Variatif, ketimbang Ibis Style di Singapore Sebelumnya.

Walaupun, tentunya,

Kami sebagai Muslim harus lebih pintar memilih :

Mana Makanan, dan Minuman, yang Halal maupun Tidak !

Untuk Tiap Menu Makan, yang tersedia, jika Haram ada Tulisan : With Pork (Dengan Babi).


Menu Sarapan (Breakfast) Kami !
At Ibis Riverside Hotel - Bangkok

Ketika itu,

Kami memilih Nasi Goreng Ala Thailand, yang sepintas mirip Nasi Goreng Hongkong + Kwetiau Goreng Thailand (Pad Thai) dengan Kari Ayam (Chicken Churry), yang dicampur aduk mirip Nasi Goreng Mawut (Campur) Ala Jawa Timuran !

Salad Buahnya Cukup Nyenengin Gan !
At Ibis Riverside Hotel - Bangkok

Begitupula dengan Juice, dan Salad Buahnya, yang bisa dibilang Juara !

Maklum Negara Ini, bisa dikatakan sebagai Penghasil Buah Terbaik !


Suasana (Atmosfir) Bagian Luar Tempat Makan  !
At Ibis Riverside Hotel

Ketika Itu,

Kami memilih Bagian Luar (Outdoor) sebagai Tempat Makan Kami !

Tempatnya, yang Nyaman (Cozy),

Di mana Kami bisa melihat Pinggir Sungai Chao Praya dengan Hilir Mudiknya Kapal dari kejauhan, membuat Kami jadi agak lama, ketika makan di Tempat Ini.


Swimming Pool !
At Ibis Riverside Hotel - Bangkok


Tempat Ini juga menyatu dengan Kolam Renang, yang dapat dikatakan cukup luas !

Sesekali, Kami bisa melihat Tepi Sungai Chao Praya dari Kolam Renang Ini !


Shuttle Bus Gratis Seperti di Ibis Syle Mac Pherson Singapore, tidak tersedia !


Kekurangannya mungkin, tidak tersedianya Shuttle Bus Gratis,

Seperti :

Di Hotel Ibis Mac Pherson - Singapore, Beberapa Waktu Lalu !


Meski di Aplikasi Katanya Tersedia Fasilitas Antar Jemput Berbayar dari Ibis Riverside,
Namun Kenyataannya Tidak Ada !


Meski di Aplikasi Traveloka tersedia Fasilitas Antar Jemput Hotel Berbayar mirip Tuk Tuk

Namun, saat itu, nampak tidak tersedia ...

Hasilnya, Kami menggunakan Transportasi OnlineGrab” sebagai Teman Perjalanan Kami !

Alamat :
27 Soi Charoen Nakhon 17, Banglamphulang, Khet Khlong San, Krung Thep Maha Nakhon 10600, Thailand

Jalan - Jalan Kita !


Ini, saatnya Kami jalan - jalan !

Ketika, Kami melihat Sebuah Tempat demi Tempat Terbaik,

Bukan hanya sebatas kesenangan semata.

Adakalanya timbul Perdebatan di sana - sani !

Ya !

Namanya juga Otak Manusia ...

Antara Satu, dan Lainnya tidak sama !

Namun sekali lagi, mungkin itu, yang menyatukan Kami ...

Seperti Perjalanan Kali Ini di Bangkok - Thailand !

Dimana :

Kami bisa melihat Sisi, yang berbeda dari Tempat Terbaik Ini !

Terutama mengenai : Budayanya, yang memang terkenal sebagai Kota dengan Seribu Kuil (Temple) !

Belum lagi,

Kehidupan Masyarakat, Perkembangan Kota,

Hingga Bangkok, yang terkenal sebagai Kota dengan Tujuan (Destinasi) Belanja Murah bagi Para Turis Indonesia, juga menjadi Alasan Kami untuk Perjalanan, kali ini !

Sekali lagi !

Walaupun terkadang dalam menempuh Sebuah Perjalanan, bukannya tanpa hambatan,

Namun Kami yakini, bahwa :

Dalam Setiap Perjalanan, Setidaknya,
Kami Akan Menemukan Kebahagaiaan !
Penulis


Seperti Perjalanan Kali Ini di Bangkok - Thailand !

1. At Asiatique The River Front


Perjalanan Pertama Kali dimulai dari Tempat Ini !

Tepatnya di Malam Hari, saat Kedatangan Kami di Bangkok - Thailand.

Ya !

Rencananya Kami sekalian makan di Malam Harinya !

Maklum !

Kami memang belum sempat makan, ketika memasuki Kamar Hotel di Pukul 06.00 Sore Hari.

Lagipula,

Menurut Peta, dan Referensi, yang Kami dapati sebelumnya,

Tempat Ini ternyata Lokasinya tidak terlalu jauh dengan Hotel, Tempat Kami menginap.

Hanya berkisar 10 Menit, jika menggunakan Grab biayanya 68 THB atau setara Rp. 30.000,-

Jadi cukup murah untuk menikmati Destinasi Wisata, yang juga terkenal akan Tepi Sungainya Ini !

Memasuki Asiatique The River Front !


Terletak di Jalan Charoen Krung Rd,

Tempat Ini layaknya Pasar Malam, yang buka di Malam Hari.

Hal ini bisa dilihat dari Papan Masuk, yang terpasang, bahwa :

Asiatique, hanya buka mulai dari Jam 4 Sore hingga 12 Malam.

Maka embel - embel Night Market di Kata belakangnya, menjadi pertanda, bahwa :

Asiatique The River Front Night Market buka di Sore hingga Malam Hari.

Tempat Ini juga berada di Pinggir Sungai (Riverside) dari Chao Praya.

Sebuah Sungai, yang juga menjadi Denyut Nadi Perekonomian bagi Orang Bangkok.


Damnoen Saduak
Pasar Terapung (Floating Market), yang Lokasinya agak jauh dari Kota Bangkok !
Via : http://www.bangkok.com

Karena di Beberapa Tempatnya dari Anakan Sungai Ini, juga terdapat Pasar Terapung (Floating Market), yang lokasinya, memang agak jauh dari Kota Bangkok.

Seperti :

Pasar Terapung (Floating Market) Damnoen Saduak, Amphawa, Talin Chan, Khlong Lat Mayom, hingga Bang Nam Pheung,

Yang memang mengitari Kota Bangkok !


Bangkok Eye Sky Ferris Wheel
At Asiatique The River Front

Tempat Ini bisa dibilang layaknya Pusat Perbelanjaan (Mall) dengan Konsep Terbuka (Open Air) di Beberapa Ruangnya.

Ada bagian, yang dipergunakan untuk Taman Tema Bermain (Theme Park), yang mana terdapat Bianglala Raksasa bernama Bangkok Eye Sky Ferris Wheel.

Dari Tempat Ini,

Kamu bisa melihat Pemandangan Skyline Kota Bangkok di Malam Hari, tepat di Tepi Sudut Sungai Chao Praya dengan Harga 370 THB atau setara Rp. 160.000,-

Ya !

Sepintas mirip dengan Singapore Flyer - Singapore, Star of Nanchang - China, hingga London Eye - Inggris.

Hanya saja secara Ukurannya kalah tinggi, dari 3 Bianglala Raksasa di atas.

Kami hanya memutuskan untuk Selfie Sesaat, tanpa mencoba Bianglala Raksasa, yang konon katanya :

Pernah dinaiki oleh Vokalis Cold Play, Chris Martin !


Calypso Cabaret Show At Asiatique The River Front !
Via : http://www.thailandcabaretshows.com

Menariknya lagi, 

selain jadi Tempat Belanja, Bermain, hingga Berburu Kuliner Enak,

Asiatique Ini juga menjadi Ruang bagi Pertunjukkan Olahraga Seni Beladiri Muay Thai, dan Kabaret Ala Transgender Thailand, yang terkenal dengan sebuatan “Lady Boy” dengan nama Calypso Cabaret Show.

Meski Tempatnya tidak terlalu luas dari Tempat Asalnya,

Namun setidaknya,

Kamu, yang ingin menonton Kedua Pertunjukkan ini, tidak mesti pergi ke Pattaya, yang memakan waktu kurang lebih 2 Jam Perjalanan dari Kota Bangkok.


Muay Thai Live Show At Asiatque The Riverfront
Via : http://www.bangkok.com


Ya !

Cukup di Tempat Ini, Kamu bisa melihat :

Para Petinju (Boxer) Thailand berlaga,

Hingga Penampilan Para Bencong Cantik, yang pastinya dikemas menarik !

Harga Tiketnya berkisar :

485 THB atau setara Rp. 210.000,- untuk Muay Thai Show
1200 THB atau setara Rp. 520.000,- untuk Calypso Lady Boy Show


Pinggir Tepi Sungai (Riverside) Chao Praya
At Asiatique The River Front


Di Sisi Lainnya dari Asiatique terdapat Bagian Pinggir Sungai Chao Praya.

Ini, yang menjadi Viewing Point nya !

Dari Tempat Ini,

Kamu bisa melihat Pemandangan Skyline Gedung Pencakar Langit tepat di Pinggir Sungai Chao Praya.


Iringan Live Music dari Salah Satu Resto !
At Asiatique The River Front


Di Temani Iringan Live Music dari Beberapa Resto di Sekitarnya, cukup menambah Romantisme Tersendiri !


Kota Palembang dengan Sungai Musinya di Malam Hari !
Via : https://properti.kompas.com


Kami jadi langsung membayangkan Kota Palembang dengan Tepi Sungai Musi, yang menjadi Sungai Utama, dan Denyut Nadi Perekonomian di Kota Ini,

Serta Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), yang membelah Sungai Musi.

Cukup membuktikan bahwa Kota Palembang di Indonesia, punya itu !


Tinggal ditambahin Gedung - Gedung di Pinggir Sungainya kaya di Asiatique !
At Asiatique The River Front


Hanya saja Keberadaan Pemandangan Skyline Gedung Pencakar Langit, yang menghiasi Sudut Malam di Tepi Sungai Musi, dapat dikatakan belum terlalu banyak.

Mungkin ke depannya, Kota Palembang dengan Sungai Musi nya akan punya itu.

Selayaknya Kota Bangkok, yang punya Sungai Chao Praya !


Cuci Mata !
At Asiatique The River Front

Kami berangkat sekitar Pukul 8 Malam dari Hotel, dan cukup lama demi menikmati Suasana Asiatique, Ketika Itu !

Mulai dari cuci mata, menikmati Sajian Kuliner, hingga bersantai sejenak di Sudut Tepi Sungai Chao Praya, sembari mendengarkan Sajian Live Music Gratis dari Beberapa Resto di Sekitar Area Tersebut,

Dan ini saatnnya Kami pulang !


Menununggu Antrian Taksi, Yang Harus Masuk Ke Asiatique !


Hampir sama dengan Kondisi di Indonesia, ada Beberapa Tempat, yang ternyata dikuasai oleh Segelintir Orang untuk menarik Pungutan Liar (Pungli) bagi Para Penumpang, yang ingin memesan Taksi di Sekitar Wilayah Ini.

Ya !

Kondisi Mafia/ Kongsi Parkir juga ada di Bangkok, ternyata !

Walhasil,

Kami tidak dapat memesan Grab di Tempat Ini Via Aplikasi.

Semua Taksi diatur, yang melewati Jalan di Tempat Ini, harus masuk ke Asiatique !

Di mana,

Kami harus mengantri, sambil menunggu Taksi, yang masuk.

Anehnya lagi,

Kami harus membayar Retribusi bagi Para Penumpang sebesar 10 THB atau setara Rp. 4.300,-

Banyak Para Pengemudi Taksi, yang sebenarnya tidak mau mengikuti Pola Mereka, Para Mafia Parkir Ini.

Namun,

Apa boleh buat, sepertinya Kekuasaan Mereka lebih besar dari Para Polisi, yang hanya duduk santai di Sekitar Area tersebut.

Jelas ini sebenarnya Pungutan Liar (Pungli)

Ilegal, yang memang nggak dibenarkan oleh Hukum !

Karena,

Kami harus membayar Biaya Perjalanan secara paksa, dan tidak ada Pilihan bagi Kami, saat itu.

Ya, Sudahlah !

Toh,

Kami nggak dipungut Biaya Masuk ke Asiatique, yang Kami rasa cukup menyenangkan, saat memasuki Destinasi Wisata, yang memang sepintas mirip Mall ini.


Suasana De Breeze BSD City !


Hitung - hitung sebagai Ongkos Parkir, saat Kami masuk ke De Breeze BSD City, yang sepintas memang mirip Asiatique !

Hanya saja merasa aneh !

Namanya Mall masa pake Tiket Masuk ?


Foto Ukuran Besar MaharajVajiralongkorn 
At Enter/ Exit Gate Asiatique The River Front


Sambil menunggu sekitaran 20 menit,

Kami melihat semacam Bingkai Photo Berukuran Besar bergambar Sang Raja Thailand - MaharajVajiralongkorn dengan Dupa mirip Sesajen, dan Taburan Bunga di bawahnya.

Ya !

Bukan kali ini saja,

Kami melihat Foto Sang Raja Thailand Ini, kala itu.

Hampir di Setiap Ruang Publik,

Seperti : Kantor Pemerintahan, dan Polisi, hingga Beberapa Toko, dan Pusat Perbelanjaan, yang Kami lewati,

Ketika Perjalanan dari Bandara Don Mueang menuju Ibis Riverside Hotel - Bangkok,

Selalu terpajang Foto Sang Raja dengan Taburan Bunga, dan Dupa, yang sepintas mirip Sesajen di bawahnya.

Usut punya usut,

Sang Raja ThailandMaharaj Vajiralongkorn” , yang menggantikan Ayahnya Raja Bhumibol Adulyadej (9 Juni 1946 - 13 Oktober 2016),

Ketika itu, akan berulang tahun, yang ke - 66 di Tanggal 28 Juli 2018.

Hal ini, Kami dapati :

Ketika melakukan Pembicaraan dengan Salah Satu Supir (Driver) Grab, yang membawa Kami dari Patung Buddha Tidur (Wat Pho) menuju Pusat Perbelanjaan di Sekitar Siam Area Ke Esokan Harinya !

Dari Pembicaraan, yang terbata - bata, dan terkadang harus menggunakan Google Translate dari Bahasa Inggris ke Thailand,

Kami dapat mengambil sedikit Kesimpulan, bahwa :

Rakyat Thailand begitu sangat menghormati Sang Raja sebagai Pemimpin, dan Kepala Negara nya.


Foto Kontroversial Pangeran, Sebelum Menjadi Raja Thailand !
Via : https://www.dream.co.id

Meski,

Riwayat Kehidupan Sang Raja Thailand, kali ini, cukup unik, dan penuh kontroversi.

Namun, begitu patuh, dan hormatnya Rakyat Thailand kepada Sang Raja,

Yang mungkin menurut, Agama Buddha, yang dianut oleh Hampir Sebagian Besar Rakyat Thailand,

Kedudukan Sang Raja, hampir sama dengan Para Biksu/ Pendeta, yang menjadi Wakil/ Utusan Tuhan di Dunia.


Penghormatan Kepada Ratu Sirikit, Ibu dari Raja Thailand Saat Ini !
Via : https://www.dream.co.id


Penghormatan itu bukan hanya untuk Sang Raja, namun juga bagi Keluarga Raja, dan Para Keturunannya.

Kami sempat melihat Salah Satu Stasiun Televisi Thailand, jika tidak salah bernama Rama TV di Kamar Hotel, Tempat Kami menginap.

Membahas Berita Sang Raja, dan Keluarga, beserta Seputar Pemerintahan Thailand.

Ada Gambaran, yang jelas terlihat,

Mengenai Orang Biasa (Bukan Keturunan Raja/ Bangsawan), yang bekerja di Pemerintahan, saat menghadap Para Anggota Keluarga Raja (IbuKakak, Adik, Saudara, maupun Anak dari Raja Thailand),

Harus ada Ritual semacam Penghormatan Khusus kepada Mereka.

Ya !

Walaupun, bagi Kami atau mungkin bagi Orang Kebanyakan jadi kesannya berlebih (Lebay, nan Alay),

Namun dari Hal ini, Kita dapat belajar, bahwa :

Menghormati Para Pemimpin / Tokoh Masyarakat di Negara Ini (Indonesia) juga menjadi Tanggung Jawab Kita sebagai Rakyat, dan Bangsa Indonesia.

Karena, jika tidak dari Kita sebagai Anak Bangsa,

Siapa lagi, yang mau menghargai Mereka !

Sebab :

Bangsa, yang Besar,
Bangsa, yang juga menghargai
Para Pemimpinnya !

Ya !

Namanya juga Manusia !

Baik, dan Buruk Para Pemimpin di Negeri Ini, pastinya harus Kita terima.

Jika ingin menyampaikan Aspirasi terhadap Kebijakan, Langkah, dan Kinerja, yang dianggap tidak sesuai dari Para Pemimpin Negeri Ini, lakukanlah dengan Bijak !

Sebab, Kami yakini :

Bagi Mereka, yang memimpin di Negeri Ini, bukan hanya sekedar memimpin dengan Kekuasaan Semata,

Namun jauh dari itu ada Tanggungjawab Moral untuk melakukan, yang terbaik,

Seperti, yang diamanatkan oleh Rakyat, dan Undang - Undang,

Ketika memilih Mereka menjadi Pemimpin bagi Negeri Ini, dalam Suatu Pemilihan (Pilkada - PilPres).

Meski Bentuk Pemerintahan Kita memang tidak sama dengan Thailand, yang Monarki,

Di mana Kepala Negara diangkat berdasarkan Garis Keturunan (Heredity), dan bukan dipilih,
          
Namun, sekali lagi :

Menghargai Seorang Pemimpin menjadi Tanggung Jawab, dan Kewajiban Kita sebagai Anak Bangsa !

Putri Maha Chakri Sirindhorn (Kiri), 
Adik dari Raja Thailand, Maha Raj Vajiralongkorn (Kanan),
Cukup Dominan dalam mengikuti Event Kenegaraan, dan Pemerintahan !
Via : https://www.scmp.com

Ada lagi,

Beberapa Hal Menarik Lainnya, saat Kami menonton Berita Seputar Keluarga Raja, dan Pemerintahan di Rama TV.

Tidak seperti :

Negara Britania Raya, di mana Ratu Elizabeth, yang menjadi Raja hanya sebagai Simbol Negara,

Namun di Thailand, Peran Raja beserta Anggota Keluarganya untuk terjun di Pemerintahan, bisa dikatakan cukup dominan !

Meski Perdana Menteri Inggris ditunjuk langsung oleh Sang Ratu, sedangkan di Thailand, saat ini dipilih melalui Badan Legislatif Junta Militer,

Namun sekali lagi,

Kekuasaan untuk turut campur tangan di Pemerintahan, yang dilakukan oleh Raja maupun Anggota Keluarga nya, dapat dikatakan cukup dominan !


Perdana Menteri Thaksin Shinawatra 2001 - 2006
Via : http://www.netralnews.com


Sebab Penyalahgunaan Kekuasaan (Abuse Of Power) atas Dugaan Korupsi, yang dilakukan oleh Perdana Menteri Thaksin Shinawatra,

Juga menjadi Alasan mengapa :

Masa Jabatan Perdana Menteri Thailand menjadi pendek !

Selain adanya :

Mosi Tidak Percaya dari Rakyat maupun Badan Legislatif Junta Militer terhadap Kepala Pemerintahan (Perdana Menteri), yang memerintah !


Princess Maha Chakri Sirindhorn !
Via : https://www.thephuketnews.com


Menurut Informasi, yang juga Kami tangkap :

Pada saat ini,

Tugas Pemerintahan, dan Kenegaraan, banyak dilakukan oleh :

Putri Ubolratana Rajakanya, dan HRH Putri Maha Chakri Sirindhorn, serta HRH Putri Chulabhorn Walailak, yang merupakan Kakak dan Adik Kandung dari Sang Raja ThailandMahaRaj Vajiralongkorn”.

Alasan susah move on, dan beradaptasi dengan Kehidupan Barunya Kini, sebagai Raja,

Membuat Sang Raja Thailand Ini,

Banyak mewakilkan Tugas Pemerintahan, dan Kenegaraannya kepada Kakak maupun Adik Perempuan Kandungnya.

Hal inilah, yang Kami tangkap selama melihat Pemberitaan di Siaran Televisi dari Tempat Hotel Kami menginap !


At Asiatique The River Front !

Finally,

Kami meninggalkan Asiatique di Pukul 10.00 Malam Hari menuju Hotel Tempat Kami menginap.

Menggunakan Taksi seharga : 80 THB +

Biaya Retribusi Parkir Masuk Taksi di Tempat Ini : 10 THB atau
Total setara Rp. 38.700,-

Alamat :
2194 Charoen Krung Rd, Khwaeng Wat Phraya Krai, Khet Bang Kho Laem, Krung Thep Maha Nakhon 10120, Thailand


2. At Wat Pho (Reclining Buddha)

At Wat Pho (Reclining Buddha)

Ini Hari Kedua, Kami di Bangkok - Thailand !

Rencananya, kali ini,

Kami akan mengunjungi Sisi Budaya dari Negara Ini, yang memang kental dengan Adat Istiadat, maupun Agama Buddha, sebagai Agama Terbesar, yang dianut oleh Rakyat Thailand.

Ya !

Sisi Budaya itu sebagian besar juga berada di Kota Bangkok, yang juga terkenal sebagai Kota dengan Seribu Kuil (Temple)nya !

Kami memang sengaja memilih Destinasi Wisata Istana Raja (Grand Palace), Patung Buddha Tidur - Reclining Buddha (Wat Pho) sebagai Destinasi Wisata Budaya Kami di Hari Kedua - Tanggal 20 Juli 2018.


Wat Arun, Walaupun Satu Tujuan, Namun Lokasinya Masih Agak Terlalu Jauh !
Via : http://www.bangkok.com


Sedangkan Wat Arun, walaupun Lokasinya masih Satu Tujuan (Destinasi) dengan Wat Pho, dan Grand Palace,

Namun Lokasinya, dirasa masih agak terlalu jauh,

Di mana,

Kami harus melewati Sebuah Pasar Tradisional bernama Tha Tian Market.

Itupun, Kami harus menyeberangi lagi menaiki Kapal Boat seharga 10 THB atau setara Rp. 4.300,- / Orang.


Menaiki Kapal Menuju Sathorn Pier !


Menuju Destinasi Wisata ini,

Kami menaiki Kapal Boat, yang lokasi Dermaga (Pier) nya tidak teralu jauh dari Hotel Ibis Riverside, Tempat Kami menginap.

Ya !

Sebuah Dermaga (Pier), memang Lokasinya tidak terlalu jauh dari Tempat Kami menginap,

Dari Tempat inilah,

Kami menaiki Kapal untuk menuju Ketiga Destinasi Wisata tersebut.

Namun,

Kapal, yang Kami naiki, ternyata hanya transit

Sebuah Dermaga di Seberangnya, yang bernama Sathorn Pier, menjadi Dermaga Sebenarnya bagi Perahu (Boath) untuk menuju Ketiga Destinasi Wisata tersebut.

Dalam hati Kami :

“Ko cukup murah ya ?, naik Kapal menuju Wat Pho hanya dikenakan 5 THB atau setara Rp. 2.100,- / Orang !”

Ternyata itu, hanya menyeberang saja.


Tujuan Sebenarnya Menuju Wat Pho menggunakan Perahu Cepat (Express Boat) Ini !
At Sathorn Pier


Sedangkan Tujuan Sebenarnya menggunakan Perahu Cepat (Express Boat), yang pastinya lebih kecil, gesit, dan lincah dari Kapal Sebelumnya,

Namun mempunyai Sensasi Tersendiri, yang cukup menguras Adrenalin untuk menyusuri Sungai Chao Praya menuju Wat Pho !

Harga Karcis 100 THB atau berkisar Rp. 43.000,- / Orang !

Kami menyusuri Sungai Chao Praya menuju Wat Pho, dan Grand Palace sekitar 15 - 20 menit dari Dermaga Sathorn Pier !

At Maha Rat Road

Setelah sampai,

Sebelumnya Kami melewati Jalan Maha Rat Road.

Sekilas Jalanan ini mirip Jalan di Sekitar Daerah Malioboro.

Di mana juga terdapat Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung), Benteng Vredeburg, dan melewati Titik Nol, juga terdapat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai Istana bagi Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X

Deretan Toko, Rumah Makan, hingga Kafe di Sepanjang Jalan Maha Rat Road menuju Lokasi Wat Pho, dan Istana Raja (Grand Palace),

Cukup menggambarkan Suasana Yogyakarta di Sekitar Daerah Malioboro !

Suasana (Atmosphere) Jalan Maha Rat Road 
11/12 (Hampir Sama) dengan Kawasan Pecinan Pasar Gedhe Solo
At Pasar Gedhe Solo


Namun,

Juga tidak melupakan Suasana (Atmosphere) Daerah Pecinan, yang juga mirip dengan Kawasan di Sekitar Pasar Gede - Solo.


At Tha Tien Market
Via : https://www.tripadvisor.co.id


Ada : Pasar Tradisional Tha Tian Market, yang sekilas mirip Pasar Gede - Solo.

Di mana Pasar Ini, memang khusus menjual Barang Makanan, dan Komoditas Pokok Pangan Lainnya

Kami jadi teringat dengan Pasar Tradisional di Indonesia, yang tak ubahnya mempunyai kondisi sama dengan Pasar Ini !

Ketika, Kami mampir sejenak di Tempat Ini,

Untuk Kebutuhan Buang Air Kecil, sebelum memasuki Wat Pho,

Tampak Beberapa Pedagang menggunakan Bahasa Indonesia, dalam menawarkan Barang Dagangannya !

Ya !

Sepertinya : Turis Asal Indonesia memang banyak, yang berkunjung ke Tempat Ini, maupun Bangkok - Thailand secara Keseluruhan.

Maklum,

Bangkok memang terkenal akan Destinasi Wisata Budaya, dan Belanja Murah !




Memasuki Patung Buddha Tidur (Reclining Buddha - Wat Pho), ketika itu, dapat dikatakan cukup padat.

Para Wisatawan, yang berasal dari Belahan Negara Lain, juga banyak, yang melihat Candi (Temple) Ini,

Di mana menurut Cerita, seperti, yang Kami kutip dari Wikipedia :

Wat Phra Chettuphon Wimon Mangkhlaram Ratchaworamahawihan (Thai : วัดพระเชตุพนวิมลมังคลารามราชวรมหาวิหาร), atau dulu dikenal Wat Pho (Thai : วัดโพธิ์), juga dikenal Candi berbaring Buddha, adalah  :

Candi Buddha Distrik Phra Nakhon, Bangkok, Thailand, terletak di Distrik Rattanakosin secara langsung berdekatan dengan Istana Raja.

Candi ini mempunyai nama resmi Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm Rajwaramahaviharn (Thai : วัดพระเชตุพนวิมลมังคลาราม ราชวรมหาวิหาร).

Wat Pho juga dikenal sebagai :

Tempat Lahirnya Pijat Thai Tradisional.

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Wat_Pho

Apakah  Pengenalan akan Metode Pijat, memang dimulai dari Sejak Dini ? Entahlah !
Akan tetapi, yang jelas di Sekitar Wat Pho terdapat Sekolah Setingkat SD
At Wat Pho - Bangkok, Thailand


Di mana, jika Kamu ingin mahir Pijat Tradisional Ala Thailand, Kamu bisa belajar di Wat Pho Thai Traditional Massage School.

Memiliki beberapa Jenjang Kelas mulai dari :

Kelas Pemula dengan Lima Hari Panduan serta Tata Cara Dasar Pijat Ala Thai, sampai ke Kursus Terapi Pijat Profesional selama 30 Hari.

Praktek Pijat Kuno dengan menerapkan Tekanan di Sepanjang Sistem Otot dan Saraf ini telah digunakan di Thailand sejak beberapa abad silam sebelum Masa Sukhothai singgah di Abad ke-12,

Hingga kini,

Metode, dan Beberapa Praktek terus ditingkatkan hingga akhirnya lahirlah Kelas Pijat Wat Pho di Bangkok, Thailand.

Bahkan Wat Pho Thai Massage School ini merupakan Pusat Pertama Pendidikan Tinggi di Thailand, yang berhubungan dengan Kesehatan.

Jika,

Pengunjung mengelilingi Candi / Kuilnya maka Pengunjung  akan menemukan Banyak Karya Kuno, yang bertuliskan Instruksi untuk berlatih Pijat Ala Thai dan Farmakope dengan lebih dari 1000 Obat Herbal, yang terdaftar untuk Berbagai Penyakit.

Uniknya :

Pengunjung juga bisa menemukan Semua Bumbu, dan Bahan, yang diperlukan untuk diracik sebagai Obat.

Di mana Semua Tanamannya ditanam di Dalam, dan Sekitar Candi.

Harga Tiket Masuknya : 100 THB atau berkisar : Rp. 43.000,- / Orang

Termasuk dapat Air Mineral Gratis, yang disediakan oleh Pihak Pengelolah, ketika Kamu memasuki Destinasi Wisata Ini !



Wat Pho juga bisa dibilang merupakan Salah Satu Icon Wisata Budaya di Bangkok - Thailand.

Jika di Kota ini, tidak mengunjungi Salah Satu dari :

Istana Raja (Grand Palace), Patung Buddha Tidur (Wat Pho), Wat Phra Kaew, dan Wat Arun, rasanya memang kurang sah untuk jadi Turis Dadakan di Bangkok - Thailand !

Mungkin Kita boleh lupa untuk tidak datang ke Beberapa Pasar Terapung (Floating Market), dan Pantai Pattaya, yang lokasinya memang agak jauh dari Pusat Kota Bangkok,

Sebab, tak punya Banyak Waktu di Thailand,

Namun,

Untuk Ketiga Destinasi Wisata Ini, sempatkanlah datang, walau hanya menuju Salah Satu dari Tempat Ini !

Seperti, Kami, ketika itu

Yang memang hanya punya Waktu 4 Hari, dan khusus digunakan untuk Keperluan Belanja, yang lagi - lagi katanya Murah !


At Patung Buddha Tidur Mojokerto
Via : https://kumparan.com


Ngomongin Candi Buddha Tidur (Wat Pho),

Di Kota Mojokerto - Indonesia, ternyata juga punya Candi Buddha, yang posisinya, juga menyerupai Patung Buddha, yang sedang berbaring/ tidur.

Menurut Informasi, yang Kami dapat :

Patung Buddha Tidur, yang berada di Provinsi Jawa Timur Ini, merupakan Patung Buddha Tidur terbesar Ketiga di Dunia, setelah :

Wat Pho di Bangkok - Thailand, dan Monywa Buddha di Monywa - Myanmar.



Kami cukup antri untuk memasuki Patung Buddha ini.

Di mana untuk memasuki Area Suci dari Tempat Ini, Kami harus melepas Sepatu.

Kami bawa dengan Kantong Kresek, yang disediakan oleh Pihak Pengelolah.

Dilarang, bagi Kamu, yang hanya memakai Celana Pendek maupun Rok !

Namun, sepertinya :

Juga disediakan Kain untuk menutupi Bagian Aurat Terbuka Kamu, saat memasuki Bagian Utama Candi Suci Ini !


At Pura Tirta Empul !

Sama seperti :

Ketika Kamu memasuki Beberapa Destinasi Wisata, yang dianggap Suci bagi Umat Hindu di Pulau Dewata - Bali !



Patung Buddha Tidur secara keseluruhan, sepertinya berlapis Emas.

Menurut Cerita :

Raja Rama I memerintahkan Pembangunan Wat Pho.

Candi ini, dahulu, dibangun di Situs, yang lebih tua, yaitu pada Era Ayutthaya :

Candi, yang bernama Wat Photharam tepat di sebelah Grand Palace.

Selama Pemerintahan Raja Rama III,

Kompleks Candi itu direnovasi dan diperbesar, yang membutuhkan lebih dari 16 Tahun untuk menyelesaikannya.

Nama Resmi Kuil ini adalah “Wat Phra Chetuphon Wimonmangkhalaram” dan merupakan Satu dari Enam Candi di Thailand, yang berasal dari Kelas Tertinggi, Royal Candi.

Link :
https://sevenworldtours.wordpress.com/2013/07/03/sejarah-patung-buddha-tidur-reclining-buddha/



Penjelasan Ini, Kami dapati, ketika, sekilas, mendengarkan Pembicaraan Pemandu Wisata (Tourist Guide) dengan Wisatawan Asal India.

Di mana Ia menjelaskan :

Kompleks Wat Pho ini, memang dibangun di Masa Pemerintahan Raja Rama I (Dinasti Chakri), yang menjadi cikal bakal bagi Kerajaan Thai Modern (1782 - Sekarang).


Apakah Pintu Ini, merupakan Akses Masuk menuju Istana Raja (Grand Palace) ?
At Wat Pho, Bangkok - Thailand

Mengelilingi Kompleks Candi Wat Pho, yang menjadi Tempat bagi Patung Buddha Tidur (Reclining Budha), dapat dikatakan cukup luas.

Kami tidak tahu apakah, Candi Wat Pho, dan Kompleks Istana Raja mempunyai Akses Pintu Penghubung (Connecting Door) atau tidak ?

Akan tetapi,

Lokasinya memang bersebelahan, dan hanya dibatasi oleh Jalan Kecil (Lorong), yang bernama : Thai Wang Alley.


Grand Palace - Wat Phra Kaew
Via : https://www.dreamstime.com

Walaupun,

Kami tidak sempat mengunjungi Kompleks Istana Raja (Grand Palace), namun menurut Informasi, yang Kami dapati :

Di dalam Area Istana Utama terdapat Candi Wat Phra Kaew, yang biasa Kita sebut Kuil Budha Zamrud.

Bangunan Terracotta dengan Berbagai Ornamen Candi, dan Patung dari Tanah Liat, Batu, dan Keramik, yang sedikit banyaknya juga terpengaruh dari Kebudayaan Hindu - India, cukup melengkapi di Hampir Area Ini.

Kami rasa Hampir di Setiap Bangunan Candi maupun Kuil di Bangkok, juga terpengaruh dari Bangunan Tertacotta Kebudayaan Hindu - India.


Dilihat Dari Miniatur Peta
Lokasi Istana Raja (Grand Palace), dan Wat Pho, memang teramat Luas

Karena, Luasnya Lokasi, dan Terbatasnya Waktu, Kami memang tidak sempat untuk mengunjungi Istana Raja (Grand Palace).

Namun,

Jika Kamu ingin menyempatkan untuk singgah di Istana Raja,

Harga Tiket Masuknya : 500 THB atau berkisar : Rp. 215.000,-


At Wat Pho 

Finally,

Kami mengakhiri Perjalanan untuk melihat Sisi Budaya di Thailand, dan tiba Waktunya bagi Kami untuk Belanja !

Alamat :
2 Sanam Chai Rd, แขวงพระบรมมหาราชวัง Khet Phra Nakhon, Krung Thep Maha Nakhon 10200, Thailand.

3. Belanja Belanji At Siam Area


Ini Perjalanan Kami Selanjutnya di Hari Kedua, Bangkok - Thailand !

Setelah Kami melihat Sisi Budaya di Wat Pho, yang menjadi Tempat bagi Patung Buddha Tidur (Reclining Buddha), dan Sekolah  Lahirnya Pijat Tradisional Ala Thai,

Kami memutuskan untuk mengunjungi Pusat Belanja (Mall) di Beberapa Tempat, yang ada di Bangkok - Thailand.

Ya !

Selain memang kaya akan Sisi Budaya nya, Ibu Kota Negara Thailand Ini, juga menjadi Destinasi Wisata Belanja Murah bagi Para Turis Manca, khususnya Orang Indonesia.

Jika ingin belanja murah di Luar Negeri, khususnya : Kawasan Asia Tenggara, Bangkok bisa jadi Salah Satu Tempatnya !

Nggak seperti di Singapore, atau mungkin Malaysia,

Di Bangkok,

Kamu akan mendapati Harga Barang Belanjaan, yang bisa dibilang hampir sama dengan Indonesia, bahkan lebih murah sedikit dari Indonesia.

Walaupun, bisa dikatakan, ya nggak murah - murah amat !

Tapi untuk Barang Murah, dan Tetap Berkualitas, bisa Kamu dapati hampir di Banyak Tempat !

Maklum !

Perbandingan Nilai Kurs antara THB, dan Rupiah memang nggak terlalu jauh.

Hanya berkisar 1 THB : Rp. 433,- , ketika itu !

Meski lebih tinggi Nilai THB terhadap Rupiah,

Namun Biaya Hidup (Living Cost) lebih murah sedikit di Bangkok, Kami rasa.

Menggunakan Grab ke Asaitique !

Contohnya saja :

Ketika,

Kami menggunakan Grab, ke Asiatique dengan Perjalanan Kurang Lebih 10 Km, Harganya hanya 68 THB atau berkisar : Rp. 30.000,- .

Di mana untuk Waktu Tempuh, yang sama dari Stasiun Gubeng Baru menuju Kediaman Ibu Kami di Jl Manyar Tirtoyoso Surabaya - Indonesia, menggunakan Aplikasi Serupa, Harganya berkisar : Rp. 45.000,-

Jadi,

Jika dipikir lebih murah sedikit Ongkos Transportasi selama Kami di Bangkok - Thailand.

Inilah, yang juga berpengaruh kepada Kebutuhan Belanja, yang mungkin secara Efek Domino dipengaruhi oleh Biaya Transportasi di Bangkok, Thailand, yang sedikit lebih murah dari Indonesia !


Perjalanan Menuju Siam Area !

Untuk menuju ke Siam Area, yang menjadi Tempat bagi Pusat Perbelanjaan Siam Paragon, Discovery, Centre, dan MBK Mall,

Kami menggunakan Taksi Konvensional seharga 200 THB atau sekitar Rp. 86.000,-

Sistem Tawar di Muka, bukan menggunakan Argo Taksi !

Di mana, 

Kami rasa cukup Worth It dengan Jarak, dan Lama Perjalanan sekitar 1 Jam.

Kami dapat Mobil Fortuner, yang bisa dibilang menjadi Taksi Exclusive Kami,

Ketika melewati Salah Satu Pintu Keluar Candi Wat Pho di Jalan Maha Rat Road !

Sepanjang Perjalanan, Kami cukup nyaman dengan Kondisi di dalam Taksi, yang bisa dikatakan cukup bersih.

Bukan kali ini aja,

Hampir di Setiap Transportasi Online Grab, dan Taksi, yang Kami naiki,

Kondisinya cukup nyaman, dan bersih !

Bangunan Baru, yang terletak di Wat Ratchabophit bersebalahan dengan Wat Pho,
Kabarnya merupakan Makamdan Tempat Abu  
Dari Raja Rama IX - Thailand, Bhumibol Adulyadej Agung !

Cerita demi Cerita bergulir !

Walau terbata - bata dan adakalanya,

Kami meminta bantuan dari Google Translate untuk menerjemahkan Bahasa Inggris ke Thailand lewat Fitur Rekam Suaranya,

Namun,

Kami cukup mendapatkan Penjelasan, dan sedikit Cerita tentang Kehidupan Raja, dan Anggota Keluarganya.

Mulai dari Pengangkatan Raja Baru Thailand, Maha Raj Vajiralongkorn, yang penuh dengan Kisah Menarik, dan Unik,

Hingga Kematian Sang Ayah, Raja Bhumibol Adulyadej.

Btw,

Kami cukup Penasaran dengan Lokasi Makam dari Sang Raja Rama IX - Raja Thailand, yang cukup dicintai oleh Rakyatnya Ini.

Menurut Cerita :

Jenazah dari Bhumibol Adulyadej, yang disemayamkan Hampir Sembilan Bulan ini, mempunyai Makam, yang berada di Wat Ratchabophit,

Setelah sebelumnya Mayatnya dikremasi di Lapangan Luas bernama : Sanam Luang, Bangkok, Thailand.

Berdekatan dengan Istana Raja (Grand Palace), dan bersebelahan dengan Wat Pho (Patung Buddha Tidur),

Tempat ini juga menjadi Makam, dan (Abu) bagi Raja, dan Anggota Keluarga Raja Lainnya, seperti :

Raja Mahidol Adulyadej (Rama VIII), Putri Srinagarindra, dan Putri Galyani Vadhana.

Menurut Ia :

“Jika Kamu melihat Bangunan Baru, yang bersebelahan dengan Wat Pho,

Itu merupakan Bangunan Makam dari Raja Rama IX - Thailand, Bhumibol Adulyadej Agung !”

Menurutnya lagi :

Setiap ada Kematian Sang Raja, Bangunan Baru, yang sepintas mirip Menara Kuil (Temple), dipersiapkan untuk menjadi Tempat bagi Makam, dan Abu Raja Thailand, yang wafat !”

Finally,

Kami sampai juga, di Pusat Perbelanjaan Ini !



Tiba di Siam Area,

Bisa dikatakan Tempatnya mirip dengan Kawasan Rasuna Said - Kuningan, yang menjadi Sabuk Belanja (Shopping Belt) di Indonesia.

Di Siam Area berdiri setidaknya,

Pusat Perbelanjaan (Mall) Siam Paragon, Centre, Discovery, MBK, Siam Square Bangkok, serta Bonanza Mall Thailand !


Kawasan Kuningan - Jakarta, yang mirip dengan Siam Area - Bangkok !
At Kuningan City
Via : https://notanescapee.wordpress.com


Hal ini,

Mirip dengan Kawasan Kuningan - Jakarta, Indonesia, yang punya :

Ciputra World, Kuningan City, Mall Ambasador, dan Kota Kasablanka (Kokas).

Begitupula dengan Jembatan Layang (Fly Over) Non Tol di Kawasan Kuningan Jakarta, yang sepintas mirip dengan Jembatan bagi MRT, dan BTS Sky Train, yang melewati Siam Area.

Mall di Sekitar Orchard Singapore, lebih terintegrasi Satu Sama Lain


Jadi :

Kalau ada, yang bilang Siam Area Bangkok itu mirip dengan Kawasan Orchard Singapura, bisa dikatakan sedikit salah !

Karena Lokasinya di Orchard Road lebih luas, dan saling terintegrasi antara Pusat Perbelanjaan Satu dengan Lainnya, seperti :

Ion Orchard Mall, Nge Ann City, Tangs, Somerset, Robinsons, Metro Paragon, Orchard Gateway, hingga Central, yang memang saling terintegrasi.

Di Kawasan Siam Area, memang, ada Mall, yang saling terintegrasi Satu Sama Lain, seperti :

Siam Paragon, Centre, dan Discovery.

Namun sekali lagi :

Jumlahnya masih bisa dikatakan : sedikit !

At Siam Centre

Pusat Perbelanjaan Pertama, yang Kami tuju adalah :

Siam Centre.

Pusat Perbelanjaan ini terletak diantara :

Siam Paragon (1), dan Siam Discovery (3), yang berada di Tengah dari Kedua Pusat Perbelanjaan (Mall) Ini !


Santai Sejenak !
At Siam Centre

Kami cukup lama di Tempat Ini !

Mulai dari :

Duduk santai, hingga menikmati Sajian Makan, di Bagian Luar Mall, yang terhubung dengan Pusat Perbelanjaan Siam Discovery.

Pengalaman Dengan Samsung J7 (2016)
Via : http://www.nirmaltv.com

Kami juga mempunyai Pengalaman, yang kurang mengenakan dengan Hand Phone Samsung J7 (2016), yang saat itu, jatuh dari Lantai 2 di Pusat Perbelanjaan (Mall) ini.

Hal ini, terjadi ketika Hand Phone, yang Kami kaitkan dengan Tongkat Selfie (Tongsis) terlepas, dan akhirnya jatuh, saat Kami menuju Toilet, yang berada di Lantai Dasar (Basement).

Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan, Kami untuk menggunakan Handphone sebagai Media Foto !

Baik untuk keperluan Upload Foto di Sosial Media (Sosmed) Instagram, maupun Dokumentasi Gambar untuk Proses Pembuatan Artikel dalam Blog.

Alasan Kami memilih Hand Phone, pastinya jelas lebih simple !




Di mana,

Ada Beberapa Tempat (Obyek), yang memang tidak mengizinkan membawa Kamera.

Pernah sepintas, Kami ingin berhasrat untuk membeli Kamera SLR maupun Mirrorless, yang lebih kecil,

Namun,

Karena Alasan Kepraktisan, dan Kebutuhan, yang memang belum perlu,

Untuk Hal ini, Kami batalkan !

Lagipula Samsung A7,dan J7, yang Kami punya cukup untuk motret dengan Fitur Kamera Belakang 13 MP, dan Depan 5 MP.

Ditambah Auto Flash Mode di Bagian Belakang, dan Flash pada Kamera Depan, yang memang cocok buat Selfie !

Walaupun Kecepatan Ram nya hanya berkisar 1.5 GB, dan Memori Telphonenya 8 GB,

Namun,

Adanya Fitur Smart Manager, yang membersihkan, dan mengembalikan Kecepatan Ram, dan Ruang Memori Telphone lebih baik,

Juga menjadi Alasan, kenapa Kami belum memutuskan untuk mengganti Handphone Ini !

Kami rasa setelah Jepret Foto, upload, dan update Foto di Sosial Media, seperti Instagram,

Yang mana biasa Kami lakukan : cukup cepat !

Jadi nggak ada Alasan untuk menggantinya !


 Alhamdullilah, Sehat Wal áfiat !
At 223 Room Ibis Riverside Hotel - Bangkok, Thailand


Kabar Baik (Good News) nya,

Walaupun terjatuh dari Ketinggian Lantai 2 di Area Pusat Perbelanjaan Mall Siam Centre,

Namun,

Hand Phone, nampak tidak ada lecet atau gores satupun.

Memang, saat membeli,

Kami memasang Kaca Anti Gores, dan Protector agar Bagian LCD, yang menjadi Komponen termahal dari Hand Phone tidak sampai pecah.

Namun sekali lagi, semua tampak masih dalam keadaan sama, tanpa goresan apapun !

Memang Ada sedikit masalah pada Memori Eksternal Kami, yang jadi tidak dapat membaca dengan lancar.

Mengganti Memori Eksternal Jadi Cara Ampuh Agar Hand Phone Dapat Berjalan Kembali !
Via : https://www.jakartanotebook.com


Namun,

Setelah Kami menggantinya, saat di Rumah dengan Memori Eksternal, yang Baru, Alhamdullilah, semua berjalan dengan Normal.

Kami anggap :

Mungkin hanya sedikit kaget (shocked), terhadap goncangan, ketika jatuh.

Akan tetapi, setelah itu, dapat berjalan normal kembali.

Pengalaman dengan Samsung J7 (2016) Ini, ternyata bukan hisapan Jempol Semata !!!

Back To The Topic !

At Siam Centre

Setelah memeriksa Semua Kondisi Handphone, yang ternyata baik baik saja, hingga ke Toilet untuk Keperluan Buang Air Kecil,

Kami langsung bergegas menuju Tempat demi Tempat di Pusat Perbelanjaan Ini.


Kece nggak Gan ?
At Pacific Place - Jakarta
Via : https://web.facebook.com/dede.t.sukmana.1

Jika dipikir,

Kondisi Mall di Indonesia, juga dibilang nggak kalah kece dengan Mall, yang ada di Daerah Siam Bangkok.

Bahkan Mall seperti :

Grand Indonesia, Pacific Place, dan Plaza Indonesia (Jakarta - Indonesia),

Kami rasa lebih mewah !


Penghargaan Mall Terbaik Se Asia oleh  Asia Pacific Property Award !
At Siam Centre


Siam Centre cukup dipadati dengan Tenant Berkelas di dalamnya,

Seperti :

Aldo, Charles & Keith, Dr Martens, Pull & Bear, Sephora, Rayban, etc,

Sekali lagi !

Walaupun Siam Centre, dianugerahi sebagai :

Best Commercial Renovation/Redevelopment di Tahun 2013 oleh Asia Pacific Property Award,

Dan merupakan Salah Satu Mall Terbaik di Asia.


Mall di Bali Ini, nggak kalah kece Gan !
At Kuta Beach Walk - Bali


Namun, Kami rasa nggak bisa menandingi Kemewahan dari Beberapa Mall Terbaik di Indonesia, seperti :

Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Pacific Place (Jakarta), Grand City, Supermall Pakuwon, Ciputra World (Surabaya), Trans Studio Mall, Paris Van Java, Paskal 23 (Bandung), maupun Kuta Beach Walk (Bali).


 Tunjungan Plaza, yang saling terintegrasi !
Via :  https://www.flickr.com


Kami cukup dibuat lelah, ketika melihat Satu demi Satu Tenant, yang Ada,

Menyusuri Lantai demi Lantai dari Pusat Perbelanjaan Ini !

Bagi Kami :

Pusat Perbelanjaan Ini, seperti :

Tunjungan Plaza (Surabaya), yang terbagi hingga menjadi 6, namun mempunyai Nama, yang berbeda antara Satu Mall dengan Lainnya, yang saling terintegrasi.

Jika Kamu memulainya dari Jalan Rama I Road,

Kamu akan menyusuri Siam Paragon terlebih dahulu, lalu Siam Centre, dan terakhir Siam Discovery.


Pengelolah 3 Pusat Perbelanjaan (Mall) Terbaik di Kawasan Siam Area !
Via : https://enterpriseasia.org


Mengingat adanya Konektivitas, dan Saling Terintegrasi Antara Satu Mall dengan Lainnya,

Sepertinya :

Ketiga Pusat Perbelanjaan (Mall) Ini, memang dikelolah oleh Management, yang sama.

Hal ini, Kami dapati dari Penjelasan di Wikipedia, tentang Nama Pengelolah dari Ketiga Mall Ini.


Emporium Mall Bangkok, yang juga dikelolah oleh The Mall Group !
Via : https://en.wikipedia.org


Hanya Siam Paragon, yang dikelolah secara patungan oleh : Siam Piwat, dan The Mall Group, yang mengelolah sejumlah Mall Berkelas di Bangkok, Thailand, seperti : Emporium, dan EmQuartier.

Sedangkan Siam Centre, dan Discovery, tetap dikelolah sendiri oleh Siam Piwat.

Link :
https://en.wikipedia.org/wiki/Siam_Paragon
https://en.wikipedia.org/wiki/Siam_Center

Kami cukup berkeliling dari Satu Mall ke Mall Lainnya, hanya demi mencari Tenant Zara untuk Kebutuhan Pakaian Kantor Istri.

Sesudah dari Siam Centre, lalu menuju ke Siam Discovery, dan ternyata Kami harus berbalik lagi menuju Siam Paragon, yang terletak paling Ujung, dan Pertama dari Jalan King Rama I Ini.


Foto Selfie Sesaat di Patung Replika Mantan Pacar "Britney Spears" !
At Enter Gate Madam Tussauds - Siam Discovery


Sebelum menuju ke Siam Paragon,

Saya (Penulis) menyempatkan dulu untuk foto selfie sesaat di Patung Britney Spears, yang juga dekat dengan Pintu Masuk Museum Madame Tussauds - Bangkok.

Kapan lagi Foto sama Replika Mantan Pacar,
yang emang jadi Pesohor Dunia !
Penulis

Sepertinya : 

Patung Britney Ini merupakan Property, dan Sekaligus Perlambang, bahwa :

Museum Patung Lilin Madame Tusaauds juga terletak di Pusat Perbelanjaan (Mall) Siam Discovery Ini !

Kami memang nggak punya keinginan untuk masuk ke Museum Ini !


Kondisinya bisa jadi 11/12 (Hampir Sama) dengan Museum De Arca Yogyakarta !
Via : https://www.xtsquare.co.id


Karena Kami pikir akan sama saja, jika Kamu mengunjungi De Arca, yang merupakan Bagian dari Museum 3D De Mata - Yogyakarta.

Pastinya nggak kalah kece dengan Maddame Tusaauds, yang memang sekarang berafiliasi di Beberapa Kota Dunia dari Pusatnya di London - Inggris.

Setelah cukup mengitari Siam Discovery, dan foto sesaat, hingga makan siang di Pojok Food Court antara Siam Centre, dan Discovery,

Finally,

Kami sampai juga di Outlet Zara dari Pusat Perbelanjaan Siam Paragon demi Kebutuhan Belanja Baju di Tempat Ini !

Zara Outlet !
At Siam Paragon

Berbicara Zara, yang ada di Bangkok ternyata kualitasnya kalah jauh, dengan ketika Kami belanja Baju ini di The Shoppes - Marina Bay Sands, Singapore.

Zara di Tempat ini, bisa dibilang Produknya hampir sama dengan, yang dijual di Indonesia, terutama dari Segi Kualitas Bahan, dan juga Modelnya.


At The Shoppes - Marina Bay Sands Singapore


Meski, Harganya lebih murah sedikit dibandingkan dengan Apa, yang ada di Outlet ZARA The Marina Bay Sands - Singapore, namun dari Kualitas, dan Model sangat kalah jauh berbeda !

Lagipula nggak semua Zara, yang ada di Siam Paragon, Harganya berkisar 350 THB atau sekitar Rp. 150.000,- 

Ketika Istri belanja Baju di Tempat Ini,

Harganya ada, yang berkisar 1000 THB atau setara Rp. 433.000,-

Di mana, di Singapore, ketika itu, meski berada di The Shoppes - Marina Bay Sands dengan Tenant Mewahnya,

Namun Harga Pakaian di Zara, yang dibeli, ketika itu, Harganya Berkisar SGD 25 atau setara Rp. 262.500,-


At Zara Siam Paragon - Bangkok


Saya cukup lama di Zara - Siam Paragon,

Demi menemani Istri belanja di Outlet, yang memang berada di Segment Kelas Menengah (Middle End) Ini.


Menunggu Taksi Online Grab, namun apa boleh buat, tak kunjung datang !
At Siam Paragon - Bangkok

Kami cukup untuk jalan - jalan seharian, ketika itu.

Mulai dari melihat Sisi Budaya di Wat Pho, hingga cuci mata sekaligus belanja di Siam Paragon, Centre, maupun Discovery.

Lagipula

Hari sudah menunjukkan hampir Sore, dan Kami memang belum sempat menJamaShalat Dzuhur, dan Azhar, ketika itu,

Terlebih ,

Transportasi Online Grab, yang Kami pesan belum juga datang.


Kawasan Siam Area, terletak di Pathum Wan District Bangkok,
yang juga merupakan Tanah Milik Kerajaan !
Via : http://www.greatmirror.com


Maklum !

Siam Area, selain menjadi Salah Satu Daerah Pusat Perbelanjaan di Bangkok, juga menjadi Jantungnya Area Bisnis Ekonomi, dan Perdagangan di Ibu Kota Negara Thailand Ini.

Menurut Informasi, yang Kami kutip dari Wikipedia :

Siam Area adalah :

Sebuah Area di Pathum Wan District Bangkok.

Dimana Distrik ini secara de facto sebagian merupakan :

Milik Tanah Keluarga Kerajaan (Royal) Thailand sekitar 170.000 m2, yang dipergunakan untuk Pemukiman Keluarga Raja.

17 acre (69.000 m2) adalah : Istana Sra Pathum (Sra Pathum Palace),

Dan sisanya : 110.000 m2 dahulu, merupakan Rumah bagi Siam International Hotel, dengan Taman - Tamannya, yang disewakan oleh : Crown Property Bureau ke Beberapa Kompleks Perbelanjaan, hingga Perkantoran di Kedua Sisi Jalan Rama I Road.

Jadi wajar,

Jika Daerah Siam merupakan Salah Satu Daerah Tersibuk di Bangkok.


Kondisi Jalan Utama di Rama Road I, memang agak macet, ketika itu !
At Siam Paragon - Bangkok


Hal inilah, yang membuat Kami cukup dibuat khawatir,

Ketika Kami coba memanggil Taksi Via Aplikasi Grab, maupun di Tempat Langsung dari Pusat Perbelanjaan (Mall) Ini !

Ternyata banyak, yang tidak mau ke Tempat Hotel Kami menginap di Daerah Soi Charoen Nakhon - Riverside, lantaran macet, ketika itu !

Kami cukup memanggil, dan membayar Taksi hingga 300 THB atau sekitar Rp. 130.000,- ,

Namun, tetap saja banyak, yang menolak !

At Tuk Tuk, Kendaraan Tradisional Bangkok !


Setelah menunggu di Tempat Pemberhentian Grab, meski nggak ada, yang mau menerima tawaran Kami,

Finally,

Kami memutuskan :

Untuk menggunakan Tuk Tuk seharga 300 THB atau sekitar Rp. 130.000,- demi menuju ke Tempat Hotel Kami menginap di Ibis Riverside Hotel.


Tuk Tuk, yang sepintas mirip Bajaj di Jakarta !
Via : https://www.autos.id


Tuk Tuk adalah :

Kendaraan Tradisional Ala Thailand Beroda Tiga, yang sepintas mirip Transportasi Bajaj, yang ada di India, maupun JakartaIndonesia, namun lebih terbuka di Kedua Sisinya.

Tuk Tuk, juga seperti :

Becak Otomatis (Auto Rickshaw), yang banyak tersebar di Negara India, Indonesia, Vietnam, Laos, Kamboja, Banglades, Pakistan, China, El Salvador, Kolombia, Portugal, hingga Ethopia.

Link :
https://en.wikipedia.org/wiki/Auto_rickshaw


Menerobos Kemacetan dengan Tuk Tuk !


Kami cukup dibuat senang, ketika melewati Sudut demi Sudut Kemacetan Kota Bangkok dengan Semilir Angin Cepoi Cepoi, dan Adrenalin, yang sedikit terkuras dari Kendaraan Tradisional ini,

Menuju Daerah Soi Charoen Nakhon, Ibis Riverside Hotel, Tempat Kami menginap, ketika itu !

Alamat :
Siam Area - Pathum Wan District of Bangkok - King Rama I Road, Bangkok Thailand.

4. Belanja Belanji
At Chatuchak Weekend Market

At Chatuchak Weekend Market

Menjelang Hari Terakhir di Hari Ketiga,

Kami memang sengaja untuk memfokuskan Kebutuhan Belanja di Bangkok - Thailand.

Ya !

Selain Mall, yang memang biasa Kami kunjungi di Berbagai Tempat Terbaik,

Perjalanan Kali ini,

Kami juga mengunjungi Pasar Tradisional Chatuchak, yang memang hanya buka di Akhir Pekan (Weekend) : Sabtu, dan Minggu !


Menuju Chatuchak dari Ibis Riverside Hotel Bangkok !


Untuk menuju ke sana,

Kami menggunakan Grab seharga 200 THB atau sekitar Rp. 86.000,-  

Ditambah Biaya Masuk Tol Dalam Kota seharga 90 THB atau sekitar Rp. 39.000,-

Dengan Total : 290 THB atau sekitar Rp. 125.000,-

Lokasi Pasar Tradisional Ini, cukup jauh.

Memakan waktu kurang lebih Satu Jam Perjalanan dari Ibis Riverside, Hotel Tempat Kami menginap.

Sepertinya :

Menuju Arah Bandara Don Mueang - Bangkok !

Hal ini bisa, Kami tangkap :

Ketika melewati Pasar Tradisonal Ini dari Bandara Don Mueang menuju Hotel maupun Sebaliknya di ke Esokan Harinya.


At Chatuchak Weekend Market


Menurut Informasi, yang kutip di Wikipedia :

Chatuchak (Thai : ตลาดนัด จตุจักร) adalah :

Pasar Tradisional, yang buka di Akhir Pekan (Weekend), tepatnya di Jalan Kamphaeng Phet, Disitrik Chatuchak.

Pasar Ini juga dikenal sebagai Pasar JJ, yang memiliki lebih dari 15.000 Kios, dibagi menjadi 27 Bagian.

Pasar Chatuchak menjual berbagai Jenis Barang Seni Khas Thailand.

Termasuk :

Tanaman, Barang  Antik, Elektronik, Kosmetik, Hewan Peliharaan, Makanan, dan Minuman, Makanan Segar, dan Kering, Keramik, Perabotan, dan Aksesoris Rumah, Pakaian, juga Buku.

Link :
https: //en.wikipedia.org/wiki/Chatuchak_Weekend_Market


Situasinya mirip Pasar Beringharjo, Klewer, maupun Seni Sukowati
Namun punya Area, yang lebih luas
Dan hanya buka di Akhir Pekan (Weekend), Sabtu, dan Minggu !
At Chatuchak Weekend Market


Ya !

Kalau diibaratkan semacam Pasar Tradisional Serba Ada, mirip Pasar Sukowati (Bali), Klewer (Solo), maupun Beringharjo (Yogyakarta).

Namun,

Hanya buka di Akhir Pekan (WeekEnd) : Sabtu, dan Minggu, serta Barang, yang diperjualbelikan lebih lengkap, dan punya Area, yang memang Luas !

Sanam Luang, Tempat Pertama Kali bagi cikal bakal Pasar Chatuchak !
At Sanam Luang, Bangkok - Thailand
Via : https://www.thaizer.com


Dalam Sejarahnya :

Pasar Chatuchak telah dibuka sejak Tahun 1942.

Pada Tahun 1948,

Perdana Menteri Plaek Phibunsongkhram memiliki Kebijakan di mana Setiap Provinsi diharuskan memiliki Pasar Mereka Sendiri !

Bangkok memilih Sanam Luang sebagai Pasar, yang menjadi cikal bakal Pasar Chatuchak.

Setelah Beberapa Bulan,

Pemerintah harus memindahkan Pasar ke Sanam Chai, tetapi Pasar kembali ke Sanam Luang pada Tahun 1958.

Pada Tahun 1978,

Pemerintah menggunakan Sanam Luang sebagai Tempat Rekreasi,

Sehingga Kereta Api Negara Thailand menyumbangkan Tanah di sisi selatan Taman Chatuchak untuk didirikan sebagai Pasar.

Pada Tahun 1983,

Semua Pedagang pindah ke Chatuchak.

Pada waktu itu Pasar itu disebut : Pasar Phahonyothin, dan namanya diubah menjadi Pasar Chatuchak pada Tahun 1987.

Chatuchak juga terkenal sebagai Pusat Perdagangan Satwa Liar !
Via : http://www.cookiesound.com


Ada, yang menarik dari survei, yang dilakukan pada Tanggal 28 - 29 Maret 2015,

Para Peneliti menghitung 1.271 Burung dari 117 Spesies, yang dijual di 45 Toko atau Kios dari Pasar Ini.

Dari Jumlah Tersebut :

Sembilan Spesies Terdaftar sebagai "Terancam" pada Daftar Merah IUCN, dan Delapan Spesies sebagai "Hampir Terancam Punah"

Sehingga wajar, jika Hasil Penelitian di Tahun 2015 menunjukkan bahwa : Pasar Chatuchuk adalah Pusat Perdagangan Satwa Liar !

Link :
https://en.wikipedia.org/wiki/Chatuchak_Weekend_Market

Jadi bukan hanya Barang - Barang Seni, yang dijual memang masih baru, dan resmi, namun Beberapa diantaranya dapat dikatakan Ilegal !


Kalau Belanja Murah Begini, masih ada nggak ya ?
Apa Kabar Cap Toegoe Pahlawan - Surabaya


Entahlah,

Apakah Kondisinya sama dengan Pasar Ular, dan Taman Puring (Jakarta), maupun Tugu Pahlawan (Surabaya), yang menjual Hasil Barang Curian maupun Ilegal di Beberapa Tempatnya,

Namun, meski Ketika itu, Kami hanya menemukan Barang Baru Hasil Pabrikan, dan Industri Kerajinan (Craft) di Tempat Ini,

Jalan Sempit, dan rada Becek, Ada di Berbagai Tempat !
At Chatuchak Weekend Market


Akan tetapi,

Kamu harus berhati - hati, saat membawa Uang, Dompet, maupun Barang Belanjaan di Pasar Chatuchak !

Pasar Chatuchak bukan Mall, yang memang punya kesan nyaman, dan aman, ketika Kamu belanja.

Pasar Tradisional Ini cukup dipadati oleh Para Pengunjung, maupun Wisatawan, yang datang !

Meski di Beberapa Bagian pada Toko, memang ada, yang diberi Ruang Penyejuk Udara (AC),

Namun sekali lagi,

Jalan sempit, hingga lokasi becek di Beberapa Tempat, yang sepintas mengingatkan Kami akan Pasar Tradisional di Indonesia, juga cukup banyak dijumpai.


At Chatuchak Weekend Market

Lalu, Apa, yang menarik dari Pasar Ini ?

Menurut Beberapa Ulasan (Review) Tempat Wisata di Bangkok,

Chatuchak menjadi Salah Satu Ikon Destinasi Wisata di Bangkok, karena Belanja Murah, dan Makanan Enak, yang tersedia di Pasar Ini.

Memang,

Ada Beberapa Tempat, yang menjual Pakaian, dan Barang Murah,

Namun sekali lagi !

Tidak di Semua Tempat, pastinya.

Lagipula, Kamu harus berhati - hati, ketika membeli Barang di Tempat Ini.

Sebab Harga antara Satu Tempat, dan Tempat Lainnya bisa jauh berbeda !

Jika Kamu nggak ingin terjebak dengan Harga, yang lebih tinggi dari Toko Lainnya, walaupun Berwujud Barang Sama,

Kamu harus berhati dalam memilih, dan menawar Harga Barang Tersebut !

At Chatuchak Weekend Market

seperti Kami ketika itu,

Yang Alhamdullilah cukup menawar Harga, yang lumayan murah dengan Kualitas Pakaian cukup baik !

Rencananya, Kami akan membeli Beberapa Barang untuk dibagikan bagi Kerabat, maupun Teman Kantor Istri.

Jumlahnya cukup Fantastis : 85 Orang !

Jadi :

Kami harus berhati - hati dalam menentukan Pilihan, dan menawar Barang.

Salah satunya, Kami dapat Kaos Khas Ala Thailand.

Harganya cukup masuk diakal (make sense) !

Untuk Kaos Thailand dengan Gambar Timbul, Harganya : 120 THB atau setara Rp. 52.000 ,- ,

Dari Harga Sebelumnya (Belum ditawar) 150 THB atau setara Rp. 65.000,-

Untuk Kaos Thailand dengan Gambar Tanpa Timbul Thailand, Harganya : 100 THB atau sekitar Rp. 43.000,- ,

Dari Harga Sebelumnya (Belum ditawar) 120 THB atau sekitar Rp. 52.000,-

Cukup murah !

Jika,

Kami coba bandingkan dengan Beberapa Kaos, yang dijual di Pasar Sejenis Indonesia,

Harganya paling murah, mungkin berkisar Rp. 75.000,- untuk Jenis kaos dengan Gambar Biasa (Tanpa Timbul).


Model Pembeli Kaya Kami, cukup banyak di Pasar Ini !
Mereka berasumsi bahwa : Kami juga Pedagang !
At Chatuchak Weekend Market

Ya !

Kemungkinan, karena Kami cukup beli banyak, ketika itu, makanya didiscount murah !

Lagipula Pedagang Baju tersebut, kemungkinan berasumsi, bahwa Kami adalah : juga Pedagang,

Yang Harapannya akan kembali lagi ke Kios Dagangan Mereka !

Hal ini, Kami tangkap setelah melakukan Pembicaraan dalam Bahasa Inggris dengan Pemilik Kios tersebut.

Dikatakan, bahwa :

“Bukan kali ini saja, Orang Indonesia membeli Barang Dagangannya dalam Jumlah Cukup Banyak !”

Menurutnya :

Ia banyak bekerjasama dengan Para Pedagang, maupun Para Pelaku Jasa Titip (Jastip) Asal Indonesia, yang membeli Kaos dalam Jumlah Banyak !”

Jadi,

Jika Kamu melihat di Instagram maupun Toko Online, yang menjual Pakaian/ Kaos/ Pernak - Pernik, hingga Makanan Ala Thailand,

Kemungkinan Besar, memang diimport langsung dari Thailand.

Dua Hal Ini, yang harus menjadi Perhatian :


Sedia Mata Uang Thailand Baht (THB) dalam jumlah agak banyak !
Via : https://www.123rf.com


1. Sebaiknya sediakan Uang Cash THB bukan USD terlebih Mata Uang Rupiah, apabila belanja di Tempat Ini.

Sebab, Hampir di Setiap Toko, sepertinya : hanya menerima Mata Uang Thailand : Baht, bukan Mata Uang Negara Lainnya.

Terlebih Alat Gesek berupa Transaksi Pembayaran Non Tunai, seperti : Kartu Kredit maupun Debit berlogo Master atau Visa juga jarang tersedia di Banyak Tokonya.

Bawa Koper Kosong Sendiri jadi Hal Wajib, ketimbang beli !
Terlebih harganya nggak murah - murah amat !
At Chatuchak Weekend Market


2. Kamu saat di Indonesia, sebaiknya juga membawa Koper Kosong untuk menaruh Barang Belanjaan, saat di Pasar Tradisional Ini.

Meski tersedia Toko, yang menjual Koper, namun Harganya sama saja antara di Indonesia maupun Bangkok - Thailand.

Daripada kesannya buang Uang, lantaran sudah punya Banyak Koper,

Ada baiknya Kamu bawa Koper Kosong dari Indonesia, saat ke Pasar Ini.

Ketika itu, Kami beli Koper Kain seharga 600 THB atau sekitar Rp. 260.000,-

Lantaran Barang Bawaan Kami, cukup berat, dan hanya Satu Kios, yang Kami temui, menjual Koper untuk Keperluan Barang Bawaan, ketika itu !

Sebagai Informasi Tambahan :

Harga Koper baik di Asiatique sebelumnya maupun Chatuchak : sama (lebih mahal sedikit di Asiatique).


At Chatuchak Weekend Market

Finally, Kami Keliling Jalan, hingga makan di Tempat Ini sekitar 3 Jam.

Di mana,

Kami rasa nggak ada Bedanya,

Saat berbelanja di Berbagai Pasar Tradisional Indonesia dengan Pasar Chatuchak Ini !!!

Alamat :
Kamphaeng Phet 2 Rd, Khwaeng Chatuchak, Khet Chatuchak, กรุงเทพมหานคร 10900, Thailand.


5. Belanja Belanji At Bangkok Fashion Outlet

At Bangkok Fashion Outlet

Setelah sekitar 3 Jam, keliling di Pasar Tradisional Bersejarah, Bangkok - Thailand.

Mulai dari belanja Oleh - Oleh, hingga menikmati Sensasi Kuliner Ala Thailand

Finally Kami nyerah juga !

Kami memutuskan untuk pergi dari Tempat Ini, sekitar Tengah Hari, Jam 12.00 an Siang, Waktu Thailand.

Sebab Ada Destinasi Belanja satu lagi, yang ingin Kami tuju !

Bangkok Fashion Outlet, adalah :

Nama Tempat Belanja Selanjutnya, yang menjadi Destinasi Kami !


Sehari Sebelumnya menggunakan Tuk Tuk,
Kami melewati Pusat Perbelanjaan Ini !
At Tuk Tuk

Ya !

Mengenai Informasi Ini, Kami dapatkan ketika Perjalanan Pulang ke Hotel dari jalan - jalan, dan belanja sesaat di Kawasan Siam Area,

Sehari sebelumnya menggunakan Tuk Tuk !

Dari depan JTC Mall Bangkok, yang juga menjadi Tempat bagi Pusatnya Perhiasan (Jewelry Trade Centre),

Kami melihat adanya Discount Besar - Besaran bagi Beberapa Merek (Brand) Internasional hingga 80 % !

Sebagai Anak Mall, yang juga doyan belanja,

Akhirnya Kami memutuskan untuk ke Tempat Ini !

Lagipula, selain belanja,

Demi melihat Salah Satu Bentuk Peradaban Masyarakat Modern dengan mengunjungi Mall To Mall di Beberapa Perjalanan Kami, juga menjadi Alasan, mengapa Kami sering jalan jalan ke Mall !

Walau hanya sekedar cuci mata (window shopping), nonton, makan, hingga belanja !


Nunggu Grab !
At Chatuchak Weekend Market


Hampir Satu Jam,

Kami menunggu Grab di Pasar Chatuchak sebelum menuju ke Destinasi Selanjutnya !

Cukup lama, 

Dan tidak ada Satupun, ketika Itu, yang mau mengantarkan Kami menuju JTC Mall,

Tempat di mana Bangkok Fashion Outlet berada !

Padahal Kami sudah menunggu di Pintu Keluar Barat, Jalan Kampangpetch 2 Rd, sebelah JJ Mall,

Namun sekali lagi,

Belum juga ada Grab, yang menjemput Kami, ketika itu !


Takutnya kejadian bayar retribusi parkir di Asiatique akan terulang kembali di Chatuchak !
At Asiatique The River Front 


Kami jadi agak sedikit “illfeel” dengan Pengalaman Kami,

Ketika di Asiatique, yang membayar Retribusi bagi Taksi,

Dan tidak ada satupun Grab, yang mengambil Pesanan (Order) Kami.

Sebab,

Kami pikir :

Mungkin kejadiannya akan sama, saat Kami berada di Asiatique !

Sepintas Kami lihat tidak jauh dari Pintu Keluar Barat Pasar Ini,

Ada Beberapa Taksi (bukan Grab), yang ngetem di Suatu Tempat, mirip Kejadiannya, ketika di Asiatique !

Bedanya tidak ada Antrian Panjang Orang, ketika itu.

Finally,

Kami memutuskan untuk menggunakan Taksi dengan Harga 200 THB atau sekitar Rp. 86.000,-


Lokasinya berada di Pusat Bisnis Khwaeng Silom - Bangkok, Thailand
Dengan Salah Satu Gedung Tertinggi di Dunia "MahaNakhon" !  
Via : http://investvine.com/


Lokasinya, yang cukup jauh,

Sekitar Satu Jam Perjalanan dari Pasar Chatuchak menuju Daerah Khet Bang Rak, mungkin juga menjadi Alasan, kenapa Grab, yang Kami pesan tidak Ada, yang mau mengambilnya, ketika itu !

Ya !

Meski macetnya Bangkok nggak separah Jakarta,

Namun Satu Jam Perjalanan, yang ditempuh,

Dengan Lokasi, yang memang menjadi Pusat Bisnis, serta berdirinya Salah Satu Gedung Tertinggi di Dunia Ini, MahaNakhon,

Juga menjadi Alasan Utama bagi Beberapa Taksi tidak mau mengantarkan Kami, ketika itu.

Meski banyak, yang lewat,

Namun juga banyak, yang menolak, sebelumnya !

Akhirnya,

Kami mendapatkan Taksi seharga 200 THB untuk menuju Bangkok Fashion Outlet !

Bagian Pertama dari Mall Ini adalah
Pusat Perdagangan Perhiasan (Jewelry Trade Centre)
At JTC Mall - Bangkok Fashion Outlet
Via : http://www.bangkok.com


Tiba, dan memasuki JTC Mall,

Bagian Pertama, yang Kami lewati adalah :

Salah Satu Pusat Perdagangan Perhiasaan (Jewelry Trade Centre), yang ada di Bangkok.

Untuk itulah, mengapa Mall ini lebih sering disebut sebagai JTC Mall, ketimbang Bangkok Fashion Outlet.


Bangkok Fashion Outlet menempati Hampir di Setiap Lantai dari Mall Ini !
At JTC Mall - Bangkok Fashion Outlet


Meski sekali lagi,

Bangkok Fashion Outlet menempati hampir di Setiap Lantai dari Tempat Ini, yang berjumlah 5 Lantai !

Sedangkan Pusat Perhiasan (Jewelry Centre) hanya menempati Lantai Dasar dari Mall Ini.

Meski demikian,

Ketika,

Kami melewatinya, nampak Banyak Orang, yang melakukan transaksi jual beli (Emas, dan Berlian) di Tempat Ini !

Sepertinya : Orang Thailand doyan sekali memakai Perhiasan !


Saat menghadiri Event Kenegaraan
Princess Maha Chakri Sirindhorn
Sering memakai Pakaian, maupun Perhiasan Berwarna Emas Kuning !
Via : http://www.aif.ru

Ya !

Beberapa Kali,

Kami menemukan Orang Thailand, ketika sedang jalan - jalan,

Banyak memakai Perhiasaan Emas Kuning, yang mungkin terkesan lebih mengkilat “bling - bling” menurut Mereka !

Bahkan, ketika Kami menonton Siaran Berita di Televisi Thailand,

Salah Satu Putri Thailand, yang merupakan Adik Kandung dari Raja Maha Vajiralongkorn, yaitu : Putri Maha Chakri Sirindhorn, 

Sering memakai Banyak Pakaian, dan Perhiasaan berwarna Emas Kuning, ketika menghadiri Event Kenegaraan di Thailand !


Warna Kuning,
Simbol Hari Kelahiran Sang Raja Thailand "Maha Vajiralongkorn" !
Via : https://www.officeholidays.com


Itulah juga sebabnya mengapa Warna Kuning Emas, juga menjadi Salah Satu Simbol Warna Resmi bagi Negara Kerajaan (Monarki) Ini. 

Di mana Warna Kuning bagi Mereka dapat diartikan :

Menjadi Warna bagi Penanda Hari Kelahiran Sang Raja ThailandTerkini, Maha Vajiralongkorn, yang jatuh di Hari Senin.


At JTC Mall - Bangkok Fashion Outlet

Finally,

Tiba juga Kami di Bagian Mall, yang menjadi Tempat bagi Bangkok Fashion Outlet berada !

Ya !

Sepertinya Bangkok Fashion Outlet dikelolah oleh Salah Satu Group Retail di Thailand sama seperti PT. Mitra Adi Perkasa di Indonesia.

Group Retail ini juga mengelolah Beberapa Merek (Brand) Middle hingga HighEnd Internasional, seperti :

Marks&Spencer, Hush Puppies, Lacoste, Polo, British India, GAP, Replay, Levis, Jaguar, Mizuno dll.

Hanya saja berada dalam Satu Mall (Bangunan) Tersendiri !

Bukan Department Store, seperti :

Sogo, Seibu, dan Galleries Lavayette, yang dipunyai oleh Mitra Adi Perkasa,

Melainkan Sebuah Tempat Bernama : Bangkok Fashion Outlet !


Bangkok Fashion Outlet Dikelolah oleh Central Group !
Via : https://en.wikipedia.org


Menurut Informasi, yang Kami kutip,

Bangkok Fashion Outlet dikelolah oleh :  

CDG (Central Department Store Group) atau Secara Nama Resminya Central Retail Corporation (CRC), yang mengelolah Sejumlah Department Store, dan Retail seperti :

Central Department Store, Robinson Department Store, Central Embassy, ZEN, CRC Sports, La Rinascente, ILLUM, Alsterhaus, KaDeWe, dan Oberpollinge,

Serta Beberapa Merk (Brand) Internasional, seperti :

Marks&Spencer, Lacoste, Jaguar, Polo Santa Barbara, MCM, Meyer, British India, Mizuno, Portland etc

CDG (Central Department Store Group) atau Central Retail Corporation (CRC) merupakan Kelompok Usaha (Konglomerasi) dari Central Group.


Siam Piwat dengan Rencana Mall Terbesar Bangkok, Thailand "Icon Siam",
Merupakan Pesaing Utama dari Central Group, selain The Mall Group !
Via : http://www.daco.co.th


Merupakan Pesaing (Competitor) dari The Mall Group dengan Siam Paragon, dan The Emporium nya,

Maupun Siam Piwat dengan Siam Paragon, Centre, Discovery maupun Iconsiam (Rencana Salah Satu Mall Terbesar Dunia dengan Luas mencapai 525.000 m2).

Link :
https://en.wikipedia.org/wiki/Central_Group

At JTC Mall - Bangkok Fashion Outlet


Sesuai dari Konsep Factory atau Fashion Outlet,

Meski Beberapa Barang nampak merupakan Pakaian Sisa Ekspor, maupun Jual dari Beberapa Department Store milik Jaringan Central Group,   

Namun punya kesan Layak Jual, dan Berkualitas Tinggi !

Memang untuk Beberapa Barang, terlihat Sisa Reject !

Nampak sedikit cacat, walaupun secara kasat mata, tidak terlihat jelas !

Hanya jika diraba atau dilihat lebih dekat, Kami dapat merasakan Perbedaannya.

Namun begitu, Kami rasa masih dalam Batas Kewajaran,

Terlebih Barang, yang diperjualbelikan adalah : Brand (Merek) Terkenal

Yang didiscount Hampir Setengah HargaLebih Murah dari Harga Sebenarnya, 

Ketika Kami melihatnya di Beberapa Mall Indonesia !

Misalnya :

Harga sebuah Blazer Marks & Spencer di Indonesia dengan Produk, yang sama berharga Rp. 1.000.000,-

Di Tempat Ini,

Harganya hanya berkisar 1.155 THB atau sekitar Rp. 500.000,- , Setengah dari Harga Aslinya.

Meski Beberapa Barang nampak tidak up to date, dan Kamu harus pandai memilih Barang Tersebut,

Namun, Barangnya cukup Patut (Worthy) untuk dibeli !


At JTC Mall - Bangkok Fashion Outlet


Kami cukup lama mengitari Tempat Ini, selama kurang lebih Tiga Jam,

Sebelum Akhirnya,

Kami menyudahi, dan memutuskan untuk pulang ke Hotel dipukul 4 Sore, Waktu Thailand !

Alamat :
919/1 Si Lom, Khwaeng Silom, Khet Bang Rak, Krung Thep Maha Nakhon 10500, Thailand.

 It’s Time For Incip - Incip !

It's Time For Incip - Incip !
At Bangkok, Thailand 


Setelah Kami cukup menikmati Perjalanan demi melihat Sisi Budaya dari Negeri Ini,

Dan menyusuri Tempat demi Tempat hanya sekedar cuci mata, hingga Kebutuhan Belanja Oleh - Oleh,

Rasanya memang kurang lengkap, jika tidak melakukan Eksplorasi Kuliner demi menikmati Hidangan Thailand, yang terkenal Otentik itu !

Ya !

Bisa dibilang Thailand, memang punya Cerita, dan Cita Rasa Masakannya Sendiri, yang cukup dikenal Otentik !

Mulai  dari :

Sea Food, Masakan Berkuah, Jajanan, dan Camilan, Aneka Olahan Mie, hingga Berbagai Macam Buahnya,

Kami rasa bisa jadi Salah Satu, yang terbaik.

Di Thailand, punya itu !


Breakfast Time
At Ibis Riverside Hotel Bangkok


Hal inilah, yang Kami dapati, ketika sarapan (breakfast) di Hotel Ibis Riverside, Tempat Kami menginap.

Cukup Banyak Hidangan, yang tersedia !

Menu Makanannya pun dapat dikatakan lebih bervariasi !

Beda banget, saat Kami menginap di Hotel Ibis Style - Singapore, Beberapa Waktu Lalu.

Nampak kurang ber Aneka pada Menu Makanan, hingga Rasa, yang bisa dibilang cukup Standar, pada saat Kami sarapan (breakfast) di Hotel Ini !

Nah !

Demi memenuhi Rasa Penasaran Kami akan Beberapa Kuliner Khas Thaliand,

Pastinya, Kami tidak ketinggalan untuk melakukan Eksplorasi Kuliner !

Walaupun, hanya sekedar incip - incip, yang penting Momentnya dapet !


1. Incip Pad Thai, dan Swensen’s Ice Cream
At Asiatique The Riverfront


Perjalanan Pertama Kami untuk melakukan Eksplorasi Kuliner di mulai dari Asiatique !

Ya !

Sekitar Pukul 8 Malam, Kami meninggalkan Hotel untuk menikmati Suasana Asiatique, ketika itu !

Terlebih, sebenarnya, bukan hanya cuci mata,

Namun Alasan Utama untuk cari makan, menjadi Hal Wajib bagi Kami,

Yang kebetulan memang belum sempat makan, saat tiba di Thailand !

Untuk itulah,

Kami melakukan Eksplorasi Kuliner Pertama di Tempat Ini.


Beberapa Resto dengan Iringan Live Music, seakan menambah Romantisme Tersendiri !
At Asiatique The River Front


Referensi mengenai Asiatique sebagai Tempat, yang nyaman bukan hanya untuk sekedar cuci mata, belanja, namun juga soal incip kuliner,

Kami dapati, ketika melihat Beberapa Postingan Video di Youtube tentang Pengalaman Para Netizen, saat mengunjungi Tempat Ini.

Ya !

Dari Video tersebut, nampak Tempat, yang nyaman (cozy), hingga Suasana Romantis dari Beberapa Kafe nya juga mengundang Rasa Penasaran Kami untuk mengunjungi Asiatique !

Begitupula dengan Beberapa Kuliner nya, yang memang disajikan cukup lengkap, dan membuat Kami ngeces sesaat,

Saat Mereka melakukan incip Kuliner di Tempat Ini !

Ya !

Walaupun,

Kami hanya makan di Sekitar Pojok Makanan (Food Court), bukan di Beberapa Kafe, yang menampilkan Pertunjukan Live Musik  Gratis,

Kami cukup dibuat puas !


Pad Thai At Food Court Asiatique The River Front !


Menu Pad Thai, dan Es Buah Melon dalam Mangkuk menjadi Pilihan Pertama Kami !

Bagi Kami, yang kebetulan memang belum pernah makan Pad Thai di Negara Asalnya,

Mungkin ini cukup menjadi Pengalaman Pertama untuk sekedar Incip Sajian Kuliner Terbaik di Bangkok - Thailand.

Kami juga cukup tertarik,

Ketika melihat Beberapa Udang Besar mirip Lobster, yang ditempatkan menjadi Satu bersama Makanan Pad Thai tersebut.


Pad Thai
At Madame Ho Sky Lounge - Madiun


Ya !

Kami memang pernah makan Pad Thai, saat di Resto Madame Ho - Madiun, Beberapa Waktu Lalu,

Namun sekali lagi, yang ini jelas beda !

Meski sama - sama berupa : Kwetiau Goreng, yang ditumis dengan Campuran Telur, dan Irisan Tahu, namun Bumbunya Beda !

Jika,

Pad Thai Ala Madame Ho Resto Madiun, menggunakan Campuran Bumbu Pecel pada Menu Pad Thai nya,


At Asiatique The River Front


Lain Halnya,

Dengan Pad Thai, yang dijual di Tempat Ini.

Bumbu dengan Asam Jawa, Kecap Ikan, Udang Ebi, Bawang Putih dan Merah, Cabai Merah, serta Gula Jawa,

Disajikan dengan Irisan Jeruk Limau serta Kacang Tanah Goreng !

Yang sama mungkin adalah :

Mie nya, yang memang berbentuk Kwetiau, Udang, Irisan Jeruk Limau, dan Taoge, yang menjadi Toppingnya.

Keduanya, sama - sama Enak (Delicious) !

Meski Resto Madame Ho, mengkombinasikan Pad Thai dengan Bumbu Pecel, yang mungkin menjadi Ciri Khas Kuliner Madiun, Tempat Resto Ini berada,

Namun juga tak kalah Rasa dengan Pad Thai, yang berada di Tempat Ini.

At Asiatique The River Front


Walaupun,

Pad Thai, yang merupakan Sejenis Kwetiau Goreng, lazimnya dijajakan sebagai Jajanan Kaki Lima di Thailand,

Namun menurut Kami, ketika makan di Tempat Ini, Porsinya cukup besar,

Sehingga, pastinya Kuliner Ini cukup mengenyangkan !


At Asiatique The River Front


Begitupula dengan Menu Es Melon dalam Mangkuk Buah, yang sepintas mirip Melon Madu maupun Golden Melon.

Berwarna Kuning, dan sedikit mirip dengan Blewah pada Warna Dagingnya.

Namun, yang menjadi berbeda adalah :

Ukuran Buahnya, yang lebih besar dari Melon Madu maupun Golden Melon, yang biasa Kami beli di Beberapa Hypermarket Indonesia,

Membuat Kami, lagi - lagi cukup kenyang untuk menikmati Sajian Es Buah Lemon Ini !


   Selain Hasil Pertanian, Peternakan Thailand juga menjadi Andalan Komoditas Pasar Dunia !
- Ayam Bangkok -
Via : https://satujam.com

Ya !

Pamor Negara Thailand memang sudah tidak diragukan lagi dalam menghasilkan Buah - Buahan Terbaiknya !

Maka jangan heran ada Anggapan (Stigma), bahwa :

Segala Hasil Pertanian, Perikanan, maupun Peternakan, yang berkaitan dengan Ukuran Besar,

Pasti berasal dari Thailand !

Istilah Bangkok, yang merujuk pada Buah Durian, Pepaya, Nanas, Jambu, hingga Ayam, sudah pasti, dan sah berasal dari Negara Ini.

Dari segi Pertanian, Perikanan, dan Pertenakan,

Memang seharusnya Kita belajar banyak dari Negeri Ini !

Di mana Negara Thailand mampu menjadikan Hasil Pertaniannya sebagai Salah Satu Andalan bagi Komoditas Pasar Dunia !

At Asiatique The River Front


- Untuk Menu Pad Thai, Kami beli seharga :

200 THB atau sekitar Rp. 86.600 / Porsi

- Untuk Menu Es Buah Lemon, Kami beli seharga :

100 THB atau sekitar Rp. 21.000,- / Porsi 

Alamat :

Food Court - Asiatique The River Front
2194 Charoen Krung Rd, Khwaeng Wat Phraya Krai, Khet Bang Kho Laem, Krung Thep Maha Nakhon 10120, Thailand


At Swensen’s Asiatique The River Front


Masih dari Tempat Ini di Asiatique The River Front,

Perjalanan Kuliner Kami menjadi semakin lengkap dengan Kehadiran Sebuah Kedai Ice Cream bernama Swensen!


Lokasinya dahulu berada di Jalan Melawai Raya
Dekat Melawai Plaza
Via : https://www.flickr.com


Ya !

Bagi Saya (Penulis),

Kedai Cream ini pernah menjadi bagian dari Masa Kecil, hingga Remaja Saya, ketika itu !

Saat Masa SMP,

Beberapa kali, Saya makan di Tempat Ini, yang memang Lokasinya juga Berdekatan dengan SMPN 13 Jakarta.

Biasanya,

Di Akhir Pekan (Weekend),

Ketika menuju Terminal Blok M untuk naik Metro Mini 69 Jurusan Blok M - Ciledug,

Saya biasa melewati Jalan Melawai Raya, yang juga menjadi Tempat bagi Kedai Ice Cream Ini.

Jika tidak salah,

Swensens hadir bersama Gelael Supermarket, dan Resto Cepat Saji Kentucky Fried Chicken (KFC) dalam Satu Gedung.

Jika Gelael Supermarket ada di Lantai Dasar, pada Lantai Atasnya terdapat Swensens dan KFC.


Swensen's Ice Cream, dan American Hamburger (ah), 
Pernah menjadi Tempat Kuliner Favorit bagi Anak Muda Zaman Old Seumuran Saya !
At American Hamburger (ah) Blok M


Ya !

Swensens menjadi Salah Satu Tempat Kuliner Primadona untuk makan enak bagi Anak Zaman Kuno (Old) seumuran Saya !

Selain Resto American Hamburger (Ah), yang juga hadir di Kawasan Blok M.

Walaupun nggak sering, 

Namun Saya (Penulis) berusaha untuk mengumpulkan uang jajan !

Di mana, 

Beberapa Kali di Akhir Pekan (Weekend), biasanya Saya makan di Tempat Ini.


Gedung Gelael, Swensen's, dan KFC Jalan Basuki Rachmat Tunjungan
Yang kini menjadi Ranch Market !
Via :  http://www.srimurnialuminium.com/


Kedai Ice Cream Swensens, ternyata bukan hanya milik Saya saja,

Namun juga menjadi Nostalgia Tersendiri bagi Istri, yang ketika itu masih bersekolah di SMAN 5 Surabaya.

Kondisinya juga hampir sama,

Menurut Ia :

“Kedai Ice Cream Swensens juga hadir bersama Gelael Supermarket, dan Resto Cepat Saji Kentucky Fried Chicken (KFC), yang menempati Gedung di Sebelah Tunjugan Plaza (TP).

Gedung Ini, kini menjadi Supermarket Kelas Atas, bernama Ranch Market !

Alm. Dick Gelael Pendiri, dan Pemegang Lisence Atas
Gelael Supermarket, Kentucky Fried Chicken, dan Swensen's Ice Cream
Via : https://www.liputan6.com


Ya !

Sepertinya,

Jika ditelusuri di antara Gelael Supermarket, Swensens, dan KFC dipegang oleh Orang, yang sama yaitu : AlmDick Gelael !

Ia merupakan : Ayah Kandung dari Richardo Gelael.

Jadi wajar saja,

Jika Gelael Supermarket, KFC maupun Kedai Ice Cream Swensens selalu beriringan, dan berbagi Tempat dalam Satu Gedung.

Namun Sepeninggal Masa Orde Baru, yang mana Mantan Presiden Soeharto tidak berkuasa lagi,

Akibat Krisis Moneter, dan Mosi Tidak Percaya Rakyat dari Rezim Ini terhadap Berbagai Kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yang menghantuinya,

Membuat Keluarga Gelael, yang memang mempunyai hubungan kedekatan dengan Keluarga Cendana, ikut terseret ke dalam Pusara Korupsi.

Bahkan Richardo Gelael, Anak dari Dick Gelael, yang merupakan Teman Balap dari Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto),

Juga menjadi Terpidana untuk Kasus Tukar Guling (Ruilslag) Antara PT. Goro Batara Sakti, dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Kasus Korupsi Inilah, yang mungkin memberhentikan Sebagian Usaha dari Keluarga Gelael.

Termasuk menutup Hampir Sebagian Besar Gerai Swalayan Gelael,

Dan cukup bertahan lama, hingga tidak lagi menjadi Pemegang Lisensi (Lisence) atas Kedai Ice Cream Swensens !

Hanya Resto Cepat Saji KFC, yang mampu bertahan, dan Sebagian Besar Sahamnya dimiliki oleh Keluarga Gelael.

Dan berkat Resto Cepat Saji KFC inilah, secara perlahan Keluarga Gelael dapat bangkit kembali !


Sepeninggal Ayahnya, Alm. Dick Gelael,
Richardo Gelael menjadi Pewaris Kerajaan Bisnis, dan Pemegang Lisence 
Atas Kentucky Fried Chicken, dan PT. Fast Food Indonesia !
Via : http://www.mimbar-rakyat.com


Di mana Richardo Gelael menjadi Pewaris Kerajaan Bisnis Ini, melalui PT. Fast Food Indonesia, sepeninggal Ayahnya Dick Gelael di Tahun 2014.

Jadi, jika Kamu pernah melihat Pembalap Indonesia, yang bernama Sean Gelael, bertanding di Ajang Formula 3 Series bersama Tim Jagonya Ayam - Carlin, pastinya bukan tanpa sebab !

Sebab Sean, pastinya mendapat sokongan penuh dari Ayahnya, Richardo Gelael, selaku Pemilik, dan Pewaris Lisensi (Licence) Waralaba KFC di Indonesia !


Sean Gelael - Tim Jagonya Ayam !
Via : http://manado.tribunnews.com


KFC memang menjadi Sponsor Utama dari Tim Jagonya Ayam,

Yang sesuai dengan Tagline KFC itu sendiri “Jagonya Ayam !”


Booth Swensen's Ice Cream Galaxy Mall,
Sepertinya juga sudah tidak ada !
Via : https://id.openrice.com

Hal ini,

Juga Kami telusuri, saat membuka Situs (Web) Swensens Ice Cream, mengenai Informasi Lokasi Toko (Store Location).

Pada Situs Tersebut jelas bahwa : di Indonesia,

Swensens  sudah tidak hadir lagi !

Untuk Wilayah Asia Tenggara,

Kedai Ice Cream Ini, hanya hadir di Singapore, Malaysia, Brunei, Kamboja, Laos, dan juga Thailand.

Kalaupun ada Swensens Ice Cream, seperti di Mall Galaxy Surabaya hanya berupa Mini Stan (Booth) saja, yang menjual Ice Cream, dan Hot Dog Swensens, namun sepertinya juga sudah tidak ada !


Menu Utama nya !
At Swensen’s Ice Cream - Asiatique The River Front

Untuk itulah demi memenuhi Rasa Rindu Kami pada Ice Cream Ini,

Kami mencoba Ice Cream Swensens berbentuk Scoops Ice Cream, yang halus.

Ada :

9 Varian Rasa Ice Cream ditambah dengan Waffle, Potongan Buah Melon, Pisang Coklat serta Coklat Karamel, yang dihangatkan.

Cukup menambah Rasa Tersendiri bagi Kami, kala itu !


Tambahan (Addition) nya !
At Swensen’s Ice Cream - Asiatique The River Front


Untuk Harga Paket Ice Cream Selezat, dan Selengkap Ini,

Kami hanya bayar : 300 THB atau sekitar Rp. 130.000,-

Cukup Puas, ketika itu !!!


Restonya cukup Nyaman (Cozy), dan Romatis habiezzz !
At Swensen’s Ice Cream - Asiatique The River Front


Terlebih Resto, yang terletak di Depan Pintu Masuk (Enterance) Asiatique Ini, juga punya kesan Nyaman (Cozy) sekaligus Romantis !


Swensen's Ice Cream !
At Swensen’s Ice Cream - Asiatique The River Front

Ini mungkin,

Menjadi Pertemuan Kembali Kami dengan Ice Cream Swensens, setelah Berapa Ratus Purnama, Kami berusaha untuk mencarinya !

Jadi Semacam Pertemuan (Rendevouz) Tersendiri Rasanya !!!


At Swensen’s Ice Cream - Asiatique The River Front


Sambil menunggu Iringan Rintik Hujan, yang mengiringi makan Ice Cream, ketika itu,

Kami akhirnya memutuskan untuk mengakhiri Perjalanan Kuliner di Asiatique, dan pulang menuju Hotel !

Alamat :

Enterance - Asiatique The River Front
2194 Charoen Krung Rd, Khwaeng Wat Phraya Krai, Khet Bang Kho Laem, Krung Thep Maha Nakhon 10120, Thailand 

2. Coba Ayam Panggang dan Sate Gurita
At Pojok Makan Siam Centre

At Food Court Siam Centre


Eksplorasi Kuliner Kedua Kami, Kali ini,

Selepas melihat Sisi Budaya di Wat Pho,

Kami mencoba Ayam Panggang, dan Sate Gurita, yang lokasinya tepat berada di Pojok Makan (Food Court) dari Siam Centre !

Ya !

Tepat di Hari Kedua, Tanggal 20 Juli 2018, Siang Hari nya,

Kami mengunjungi Siam Centre !


At Food Court Siam Centre

Kami rasa cukup untuk mengunjungi Sisi Budaya dari Kota Bangkok - Thailand, yang kebetulan, pada waktu itu, terwakili dengan Wat Pho sebagai Destinasi Budaya Kami di Kota Ini.

Selebihnya,

Perjalanan Ini, memang Kami fokuskan untuk berbelanja.


Tha Tien Market, jadi Salah Satu Tempat bagi Makanan Kaki Lima (Street Food), yang enak !
At Tha Tien Market, Bangkok - Thailand
Via : https://dwharlow.wordpress.com


Selepas dari Wat Pho, Kami memang belum sempat makan !

Seingat Kami hanya minum, yang Kami beli di Pasar (MarketTha Tian seharga 20 THB atau sekitar Rp. 8.600,- untuk Sebotol Juice Apple, dan Melon Ukuran Sedang, yang Kami rasa harganya cukup murah.

Ya !

Thailand, yang Kondisi Negaranya 11/12 (Hampir Sama) dengan Indonesia, juga terkenal akan Jajanan Ala Pinggir Jalan atau Kaki Limanya (StreetFood).

Maka jangan heran,

Jika di Bangkok akan mudah Kamu temui Jajanan Kami Lima Sejenis, yang dibawa oleh Sepeda maupun Gerobak Dorong !

Sama seperti : di Kota Besar Indonesia, kaya : Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Makasar, dll.


Harganya Terbilang Murah !
At Food Court Siam Centre

Itulah, yang juga menyebabkan Harga Makanan,

Meski Kami makan di Pojok Makanan - Pujasera (Food Court)nya di Salah Satu Mall Terbaik Asia, Siam Centre,

Harganya bisa dikatakan cukup masuk diakal (make sense) !

Bahkan dapat dikatakan murah, untuk :

Sepotong Ayam Panggang seharga 100 THB atau sekitar Rp. 43.000,- +
Sate Gurita (Octopus) seharga 150 THB atau sekitar Rp. 65.000,- !

Belum lagi Nasi Putih (White Rice) Khas Thailand, yang sepintas mirip Ketan Rasanya + Es Lyche, yang masing - masih seharga 30 THB atau sekitar Rp. 13.000,-


Ayam Panggang + Nasi Thailand, yang sepintas mirip Ketan !
At Food Court Siam Centre

Ya !

Kami cukup tertarik dengan Ayam Panggang nya, yang bisa dibilang punya ukuran cukup besar, dan berharga murah !

Beberapa Kali,

Kami melihat Ayam Panggang, yang dijual di Beberapa Tempat, yang Kami lewati,

Memang Harganya jauh lebih murah,

Meski Ukuran Ayam Panggangnya, terlihat lebih besar dari, yang ada di Indonesia.

Kami tidak tahu, mengapa Ayam Panggang di Bangkok, di jual lebih murah ?


Hampir Setiap Tempat Makan, lebih banyak menjual Menu Seafood !
At Asiatique The River Front

Akan tetapi,

Memang rata - rata Orang Thailand lebih menyukai Seafood, yang bisa dibilang juga berukuran besar !

Hampir Kebanyakan Resto, maupun Tempat Makan Kaki Lima menjual Seafood dengan ukuran lebih besar.

Mulai dari Udang, hingga Gurita (Octopus), seperti, yang Kami juga makan di Tempat Ini.

Meski Ayam Panggang, yang dijual besar - besar, dan menandakan memang benar - benar Bangkok, namun kalah pamor dengan Seafood, yang ada di Kota Ini.

Hasilnya : Kami cukup dapat makan Ayam Panggang dengan Harga Murah !


Sate Gurita (Octopus) !
At Food Court Siam Centre


Selain itu,

Kami juga tertarik untuk mencoba Sate Gurita (Octopus) !

Di mana Proses Pembuatannya dipotong - potong kecil, lalu diberi Bumbu Cabe Rawit, Bawang Merah, dan Putih serta Kecap Asin.

Jadi nilai tambah sendiri, untuk makan nikmat di Tempat Ini !


At Food Court Siam Centre

Pujasera (Food Court), yang terletak diantara Siam Centre, dan Discovery Ini, bisa dikatakan cukup nyeni,

Dengan adanya Ornamen Khas World Cup, yang masih kerasa waktu itu !


Suasana (Atmosfir) Tempat Makan !
At Food Court Siam Centre


Suasananya cukup Terbuka (Open Air) !

Di mana,

Kami dapat melihat Sisi Panorama Skyline Beberapa Gedung Bertingkat di Bangkok.

Walau sedikit terhalang dengan Jembatan MRT, maupun BTS Skytrain di Kota Ini

Namun Suasana Kota Bangkok, dapat dirasakan oleh Kami, saat makan di Tempat Ini !

Itulah, yang membuat Kondisinya jadi agak terlihat kumuh !


Selama Proses Pembangunan MRT,
Wilayah Blok M, Panglima PolimFatmawati (Kebayoran Baru), 
Memang tampak terlihat kumuhdan sepi !
Via : https://megapolitan.kompas.com


Ya !

Melihat Suasana Kota Bangkok dari Tempat Ini,

Kami cukup membayangkan Kawasan Kota Lama Jakarta, yang sedikit dipermak dengan Kehadiran Jembatan MRT, maupun BTS Skytrain.

Kami juga jadi membayangkan suasana di Sekitar Jalan Fatmawati, dan Panglima Polim, yang sedikit menjadi nampak kumuh dengan Pembangunan Jembatan MRT Jakarta !

Jika dahulu Daerah ini menjadi Salah Satu Pusat Perdagangan, dan Jantung Bisnisnya Jakarta Selatan,

Akan tetapi Suasana Itu cukup berbanding terbalik saat ini !

Wilayah Kebayoran Baru, seperti :

Fatmawati, Panglima Polim, hingga Plaza BLOK M, dan Kawasan Blok M secara keseluruhan, yang juga dilalui oleh Jembatan MRT Ini, cukup terkena imbasnya !

Kita doakan saja dengan Kehadiran MRT di Beberapa Kawasan Ini, akan membawa dampak baik !

Bukan makin sepi Pembeli !

Di mana rata - rata Kawasan Blok M, Panglima Polim, dan Fatmawati adalah : Mereka, yang berstatus sebagai Pedagang !

Doakan !

Semoga MRT dapat memberikan Perubahan dengan Konsep, yang memang saling terintegrasi.

Cukup sudah !

Para Pelaku Usaha (Bisnis) dibuat pusing dengan adanya :

Dampak (Impact) Buruk dari Pembangunan Ini, yang juga menimbulkan Kemacetan selama Proses Pengerjaannya !
                                                                            
Memang, harus ada, yang dirugikan,

Namun, ketika Pembangunan MRT telah selesai,

Beberapa Kawasan tersebut, diharapkan dapat berfungsi kembali, dan mendatangkan Geliat Bisnis, seperti sedia kala !


MRT, dan BTS Skytrain Station - Bridge  !
At Siam Centre - Siam Area
Via : https://hdfootagestock.com


Sama seperti, yang terjadi di Mall Ini !

Maupun Daerah Siam Sekitar, terdapat Jembatan - Stasiun MRT, dan BTS Skytrain, yang lalu lalang,

Namun Geliat Perdagangan di Sekitar Area Tersebut, makin menunjukkan Kemajuan dengan berdirinya Beberapa Mall Terbaik Bangkok - Thailand.

Ya !

Karena, pada prinsipnya, Konsep MRT, dan BTS Skytrain adalah : menyatukan konektivitas, dan saling terintegrasi.

Di mana Beberapa Stasiun MRT, maupun BTS Skytrain juga mempunyai Akses ke Mall.


Stasiun MRT juga melewati Blok M Plaza - Jakarta !
Via : https://www.instagram.com


Sama seperti :

Beberapa Stasiun MRT, yang melewati Pusat Perbelanjaan di Jakarta.

Di mana : Plaza Blok M, juga kebagian Stasiun MRT !

Walaupun di Bangkok, Thailand juga macet,

Namun Kemacetannya tidak separah Kota Jakarta !

Hal ini juga diakibatkan Adanya Pembangunan MRT sebagai Moda Transportasi Massalnya !

Alamat :
989 Rama I Rd, Khwaeng Pathum Wan, Khet Pathum Wan, Krung Thep Maha Nakhon 10330, Thailand

3. Special Cheese Tart By Pablo
At 233 Room Ibis Riverside Hotel

Pablo Cheese Tart !
At 233 Room - Ibis Riverside Hotel, Bangkok - Thailand


Selama kurang lebih 4 Jam,

Kami mencoba mengelilingi Beberapa Pusat Perbelanjaan di Kawasan Siam Area.

Kini saatnya, Kami harus balik ke Hotel !

Namun sebelumnya,

Kami sempatkan membeli Sebuah Cheese Tart By Pablo, yang memang lagi Happening di Kalangan Kaum Masyarakat Urban Asia !

Rencananya, selepas belanja Baju di Zara,

Kami memang ingin makan di Mall Ini,

Di mana Lantai Dasarnya terdapat Pojok Makanan - Pujasera (Food Court), dari Mall Siam Paragon.

Namun,

Kami memang belum sempat menunaikan Ibadah Shalat Dzuhur, dan Ashar, yang Kami jamak waktunya.

Walhasil,

Kami hanya membeli Premium Cheese Tart ini, yang Kami bawa pulang, dan di makan ke Esokan Harinya di Kamar 233 Ibis Riverside Hotel !


Pablo Cheese Tart !
At 233 Room - Ibis Riverside Hotel, Bangkok - Thailand


Pablo cukup menggoda !

Berasal dari Osaka Jepang,

Chessetart ini, memang berada di Segment Premium dalam menjual Cheesetart maupun Olahan Aneka Kue Berbalut Keju, dan Minuman Terbaiknya.

Rasanya, yang kata Orang menggoda,

Membuat Kami penasaran (curious) untuk mencoba Chessetart ini !

Maklum !

Pablo Cheesetart juga cukup Happening di Kalangan Kaum Urban, dan Anak Muda Jakarta.


Makan Nikmat di Resto Happening Made In Japan !
At Kintan Buffet - Gandaria City, Jakarta


Selain Kintan Buffet, dan Shaburi,

Nama Pablo sebagai Tempat Kuliner Otentik Baru Made In Japan, cukup punya Pangsa Pasar di Hati Penikmat Kuliner (Foody).

Bukan hanya di Indonesia, melainkan Wilayah Asia,

Dan ternyata Thailand juga menjadi Pasar, yang menjanjikan bagi Pablo untuk mengembangkan Usahanya.

Melalu Situs Pablothailand.com,

Selain di Mall Siam Paragon, Toko Cheseetart ini, juga hadir di :

Central World, Central Plaza Pinklao, Central Plaza Lardprao, Bandara (Airport) Don Mueang, hingga King Power Rangnam.


Pablo Cheese Tart !
At 233 Room - Ibis Riverside Hotel, Bangkok - Thailand

Kami beli untuk Premium Cheesetart Ini seharga 500 THB atau sekitar Rp. 216.500,-

Terkadang, Pablo memang punya Rasa, yang bikin blenger, dengan Balutan Halus Keju Leleh (Melting), yang terlihat berlebih di dalam Tartnya !

Namun, sekali lagi,

Kami cukup dibuat penasaran (curious) dengan Kehadiran Premium Cheesetart By Pablo Ini !


Pablo Cheese Tart !
At 233 Room - Ibis Riverside Hotel, Bangkok - Thailand


Di ke Esokan Harinya :


 “Alhamdullilah !

Tk Allah SWT atas Semua Nikmat, yang Engkau berikan kepada Kami !

Menikmati di Setiap #PerjalananHidup
dari Hal, dan Keadaan Apapun !

Jadikan Kami menjadi Orang, yang selalu mensyukuri detik demi detik dari
Setiap Perjalanan di #Kehidupan Ini

Nikmat mana lagi, yang harus Kami dustakan dari Pemberian Hidup ini ???

Diberikan Kesehatan, dan
Sebuah #PerjalananCinta,
yang membahagiakan bagi Kami ...

Meski, Kami mengakui,
Kami juga sering berbeda pendapat,

Namun Kami anggap ini sebagai
Bumbu Kehidupan Pernikahan Kami.

Jadikan Kami selalu menjaga
Satu sama Lain diantara Kami !

Sampai Maut memisahkan Kami  !

Dan semanis #CheeseTart ini,
yang Kami beli sebagai :
Pelengkap #PerjalananCinta Kali Ini
- Bangkok, 23 Juli 2018 -
Penulis

Alamat :

At Room 233 level 2 - Bangkok Ibis Riverside Hotel
27 Soi Charoen Nakhon 17, Banglamphulang, Khet Khlong San, Krung Thep Maha Nakhon 10600, Bangkok – Thailand

4. Jajan Sesaat
At Chatuchak Weekend Market

At Chatuchak Weekend Market


Ini Hari Ketiga Kami !

Setelah Kami melakukan Eksplorasi Kuliner di Beberapa Tempat :

Mulai dari :

Mencoba Pad Thai, maupun Swensens Ice Cream di Asiatique The River Front, menikmati nikmatnya Ayam Panggang, dan Sate Gurita (Octopus) di Pojok Makanan - Pujasera (Food Court) Mall Siam Centre, hingga incip Cheese Tart Happening By Pablo at 233 Room - Ibis Riverside Hotel Bangkok !

Kini saatnya,

Beberapa Jajanan Ala Kaki Lima (Street Food) di Pasar Chatuchak menjadi Tujuan (Destinasi) Kami Selanjutnya !

Menikmati Jajanan Ala Thailand !
At Chatuchak Weekend Market


Ya !

Beberapa Video Blog (Vlog) dari Para Traveller Dunia, memang sering ngebahas tentang Pasar Satu Ini !

Sebagai Pasar Bersejarah, dan Tradisional Thailand, yang hanya buka di Tiap Akhir Pekan (Weekend).

Bukan hanya Baju, Sepatu, Tas, hingga Souvenir, yang emang ada di Pasar Ini,

Namun juga Soal Kuliner nya, yang seakan jadi Komoditi, dan Hal Wajib bagi Mereka, Para Wisatawan, yang berbelanja di Tempat Ini !

Bukan hanya sekedar belanja, akan tetapi ingin menikmati Cita Rasa Jajanan Tradisional Thailand Ala Chatuchak Weekend Market !

Ini Lokasi Tempat Makannya !
At Chatuchak Weekend Market


Sebenarnya sih,

Nggak ada menarik (special) juga dari Pasar Ini dengan Tempat Kulinernya ...

Bahkan dapat dikatakan agak sedikit kumuh, dan kelihatan jorok !

Terlebih bagi Kami, yang ketika berkunjung waktu itu, memang agak sedikit hujan.

Jadilah Area Kuliner, yang terletak di Tengah Lokasi Pasar, dekat Menara Jam (Clock Tower), terlihat becek di Beberapa Tempat nya !

Ya !

Kalau dipikir,

Nggak ada bedanya dengan Pasar Tanah Abang, Ciledug, atau mungkin Kawak - Madiun !

Hanya saja Tempat nya : memang besar, dan pastinya lebih MengInternasional gitu !!!

Sensasi Alay Ala Indonesia, dapat Kamu temui di Tempat Ini !

Tapi, yang jadi pertanyaan,

Kenapa Para Bule, seneng banget main becek - becekan di Tempat Ini ?


Kalau, yang sekelibatan lewat Bule Bondo Nekat nggak ya ?
At Chatuchak Weekend Market


Ya !

Menurut Penerawangan Kami,

Rata - rata Para Orang Asing (Bule), yang notabenenya Turis Manca berkunjung ke Thailand memang Bule Backpaker,

Bahkan terbilang Bule Kere ...

Bisa dibilang 11/12, Situasinya sama dengan Bule Jalan Jaksa di Jakarta !

Mereka terbilang Bondo Nekat (Bonek), bawa Uang Sedikit, namun ingin pergi ke Wilayah Asia, yang memang bukan Eropa !

Dan Negara di Asia Tenggara,

Kaya : Thailand, maupun Indonesia (kecuali Bali) bisa dibilang Biaya Hidup (Living Cost) nya murah, ketimbang harus Jalan - Jalan ke Singapura, maupun Malaysia.

Bahkan Ada Anggapan (Stigma), bahwa :

Jika Para Bule (Khususnya Orang Amerika, Eropa, maupun Jepang) ingin jajan Seks, Thailand jadi Surga nya !


Model kaya Lucinta Luna bisa jadi "Recehan" di Thailand !
At PatPong, Bangkok - Thailand
Via :  https://valbonnenews.me


Khsususnya Daerah PatPong (Bangkok), dan Pattaya, bisa jadi Komoditi Seks, yang mumpuni !

Segala macam jenis Ada :

Mulai dari, yang Cantik, Manly (namun sedikit ngondek !), hingga Cewek Halu - Jadian atau Transgender, kaya Lucinta Luna tersedia di Banyak Tempat di Bangkok, maupun Pattaya.

Makanya :

Ada Istilah Lain, yang merujuk Bangkok, dan Pattaya, selain sebagai Kota Wisata, dan Budaya, yaitu :

Kota, yang penuh dengan Dosa (Sin City) !

Segala Hal Maksiat ada di Tempat Ini :

Mulai dari Judi, Narkotika, dan Obat Terlarang (Narkoba), hingga Bisnis Prostitusi buat Para Om Bule, sampe Kaum Homo (Gay),

Bisa Kamu temui dengan mudah di Tempat Ini !

Bahkan tak jarang,

Ada, yang menawarkan Jajanan Seks nya Ala Taman Lawang !


Daerah ini, sepertinya jadi Tempat Mangkal Banci ala Taman Lawang, Jakarta !
Sayang Beberapa Waria, nggak sempet kefoto Gan !
At Bangkok Fashion Outlet - Si Lom, Khwaeng Silom, Khet Bang Rak  


Hal Ini, Kami dapati, ketika melewati Daerah Si Lom, Khwaeng Silom, Khet Bang Rak dekat Bangkok Fashion Outlet,

Beberapa Waria sengaja mangkal dipinggir Jalan,

Demi menjual Tubuhnya, yang Eksotis, Kehitam - Hitaman, maupun Keputih - Putihan, dan terlihat memang seperti Wanita Tulen !


 
Bule Bali untuk Pertunjukkan Tari Tenun !
Via : http://discovertaribali.blogspot.com


Itulah Alasan kenapa Para Bule jadi betah, dan ingin menetap di Bangkok lebih lama.

Jika di Bali, dan Yogyakarta (Indonesia), Mereka menetap karena memang jatuh cinta akan Keindahan Alam, dan Budayanya,

(Walaupun memang diakui, di Tempat Ini, pastinya juga ada Bisnis Prostitusi, maupun Pergaulan Bebas),

Lain Halnya dengan Bangkok, dan Pattaya - Thailand,

Mereka bukan hanya jatuh cinta dengan Budaya,

Namun Seks, dan Pergaulan Bebas, yang menjadi Alasan Kota Ini, menjadi Destinasi Para Bule !


A Prayer Before Dawn,
Sebuah Film, yang diambil dari Kisah Nyata (Based On A True Story),
Dan Sebuah Novel Berjudul Sama !
Via : http://www.impawards.com


Bahkan, terkadang Ada, yang berbuat Kriminal, hingga masuk Penjara dan sok sokan ikut Seni Bela Diri Ala Muay Thai, yang juga diperlombakan Antar Penjara !

Pernah lihat Film A Prayer Before Dawn ?

Ini merupakan Kisah Nyata (Based On A True Story) dari Kehidupan Billy Moore,

Seorang Mantan Petinju (Boxer) dari Liverpool Inggris, yang Kecanduan Obat, hingga akhirnya dikirim ke  Penjara  Klong Prem - Thailand !

Dari Tempat inilah,

Selama menjalani Masa Hukumannya, Ia belajar Seni Bela Diri Muay Thai (Thai Boxing), dengan mengikuti Turnamen Antar Penjara  !

Novelnya, yang berjudul :

A Prayer Before Dawn : My Nightmare In Thailand's Prisons by Billy Moore (2014),

Menjadi Latar Belakang Pembuatan Film dengan Judul, yang sama : A Prayer Before Dawn (2018) !


Kalau Cewek Halu, yang ini OP nya di Thailand apa Korea ?
Via : https://www.youtube.com

Walaupun,

Para Petinju Thailand (Thai Boxing) terlihat Macho (Manly), namun tak jarang beberapa punya Kecendrungan Penyimpangan (Disorientasi) Seks sebagai Penyuka Sesama Jenis alias Homoseksual !

Kalau Cowok Korea emang terlihat modis, namun beda dengan Cowok Thailand, yang kelihatannya Macho (Manly), namun lagi - lagi tetap ngondek !

Itupula Sebabnya, kenapa Para Transgender, juga lebih seneng milih Operasi Plastik, dan Kelamin di Thailand, ketimbang Korea ?

Selain lebih murah,

Rasa nyaman, karena serasa berada di Dunia nya,

Dengan Banyaknya Kaum Sejenis, yang memang senasib, dan berstatus sama dengan Mereka,

Juga menjadi Alasan Utama, 

Thailand sebagai Surganya buat Operasi Plastik, dan Kelamin bagi Para Transgender !

Meski terlihat tambal sulam, nggak kenapa !

Terpenting bisa kelihatan seperti : Cewek Tulen, murah, dan nyaman, pastinya !

Acara Take Guy Out, sempet Viral Beberapa Waktu Lalu !
Via : https://www.youtube.com/

Bahkan,

Di Stasiun Televisi Thailand punya Program Acara Cari Jodoh, yang beda dari biasanya bernama Take Gay Out !

Program Acara Ini, memang sempet Viral, dan menjadi Bahan Perbincangan di Sosial Media, karena Kontroversinya menghadirkan Sekumpulan Cowok Gay !

Faktor inilah, yang lagi - lagi membuat Perjalanan Kali Ini, emang punya Kesan Alay ...

Dimana,

Ketika Kami melihat Kehidupan Masyarkat Bangkok - Thailand maupun Kota nya, memang nggak begitu bagus, dan cenderung punya masalah Sosial, yang kronis sebagai Kota Berkembang ke Arah Maju !

Namun menjadi Tanda Tanya Besar, kenapa Thailand cukup rame didatangi Para Turis Manca ???


Incip - Incip !
At Chatuchak Weekend Market

Sama Halnya, 

Ketika Kami mencoba incip Jajanan Ala Kaki Lima (Street Food) Thailand di Tempat Ini !

Begitu antusiasnya Mereka, Para Pengunjung, yang kebanyakan Turis Manca menikmati Kuliner demi Kuliner, yang ditawarkan Ala Jajanan Kaki Lima !

Memang dari Bentuk cukup mengundang Perhatian Kami untuk membeli,

Namun sekali lagi Rasa dari Beberapa Jajanan di Indonesia juga nggak kalah - kalah amat !

Incip - Incip !
At Chatuchak Weekend Market

Harga Beberapa Makanan di Thailand memang hampir sama dengan di Indonesia.

Es Krim Kelapa Ini, memang nyegerin
Tapi Kelapa, yang dipake bukan Kelapa Muda, 
Sehingga Daging (Isi) Kelapa nya agak keras, ketika dimakan !
At Chatuchak Weekend Market


Seperti :

*Es Krim (Ice Cream) Kelapa Thailand, yang beralaskan Mangkok Kelapa dengan Butiran Nanas, Kacang, hingga Agar - Agar (Jelly) sebagai Toppingnya seharga 50 THB atau sekitar Rp. 21.600,- / Cup nya.

Es Krim nya cukup menyegarkan, dan terkesan enak dipandang alias Instagramable,

Namun,

Kelapa, yang dipake bukan merupakan Kelapa Muda, membuat Daging (Isi) nya agak keras, ketika dimakan !


Ayam Crispy - Cup !
At Chatuchak Weekend Market


* Ayam Crispy bercampur Saus Merah, dan Mentimun seharga 80 THB atau sekitar Rp. 35.000,- / Cup nya.

Cukup membuktikan, sekali lagi, bahwa :

Segala Kuliner, yang berbau Ayam lebih murah ketimbang Kami beli Menu Seafood di Bangkok.

Menu Ayam Crispy Ini, hampir mirip dengan Menu Ayam, yang dijual sebagai Menu Jajanan Kami Lima (Street Food) di Indonesia,

Hanya saja dalam Porsi Cukup Besar, dan Harganya, yang relatif Murah !


Menu Mixed Buah Lychee, dan Beri !
At Chatuchak Weekend Market


* Hingga Juice Mixed Buah Lychee, dan Beri seharga 50 THB atau sekitar Rp. 21.600,- / Cup.

Minuman Ini, sekali lagi juga, membuktikan bahwa :

Negara Ini kaya akan Aneka Buah, yang menyegarkan !

Hal ini, juga menandakan Beberapa Makanan maupun Minuman di Tempat Ini, hampir berharga sama dengan di Indonesia !

Finally, setelah melakukan Eksplorasi Kuliner,

Kami akhiri Perjalanan di Pasar Chatuchak, Kali Ini !

Alamat :
Kamphaeng Phet 2 Rd, Khwaeng Chatuchak, Ket Chatuchak, Krung Thep Maha Nakhon 10900, Thailand.

5. Berburu Aneka Camilan
At Seven Eleven - Charoen Nakhon Road

 Aneka Camilan !
 At 7 Eleven - Charoen Nakhon Road 


Di Daerah Sekitar Hotel Kami menginap, Charoen Nakhon Road, yang memang dekat dengan Tepi Sungai Chao Praya,

Lokasinya memang cukup terkenal nyaman !

Dekat dari mana - mana !

Mulai ke Asiatique sekitar 10 Menit dari Hotel, hingga Pusat Kota.

Kami juga bisa naik Speed Boat menuju Pusat Budaya di Bangkok (Wat Pho, Grand Palace, Wat Phra, hingga Wat Arun),

Lewat Dermaga (Pier) bernama Sathorn, yang Lokasi nya dekat dengan Hotel.


Mall Sena Fest
At Charoen Nakhon Road 
Via : https://www.skymapbangkok.com


Selain itu,

Walaupun Kami tidak pernah menggunakan Moda Transportasi ini selama di Bangkok,

Stasiun MRT, maupun BTS Skytrain bernama Saphan Taksin, juga dekat dengan Hotel Tempat Kami menginap !

Stasiun ini digunakan ke Sejumlah Perjalanan, terutama menuju Pusat Kota (Down Town) !

Meski Suasananya tidak seramai Daerah Khao San, maupun Pratunam,

Namun Beberapa Pusat Belanja (Mall), seperti : Sena Fest ada di Daerah Ini !


Riverside Hotel Area dengan Gedung Pencakar Langitnya di Malam Hari !
At Riverside (Chao Praya) River
Via : http://www.bangkok.com

Sepertinya Daerah Charoen Nakhon Road, yang terletak di dekat Tepi Sungai (Riverside) Chao Praya, juga merupakan Tempat Exclusive bagi Sejumlah Hotel ***** dengan Gedung Pencakar Langitnya, yang memang menjulang tinggi !

Sebut saja :

The Peninsula, Shangri - La, Riva Surya, Anantara, Avani, ChatriumRoyal Orchid Sheraton, Ramada, Mandarin Oriental, hingga Milenium Hilton Bangkok !


Ibis Riverside Hotel Bangkok
bisa jadi Salah Satu Hotel Berbintang Termurah dalam Aplikasi
At Ibis Riverside Hotel, Bangkok


Jika Kamu melihat Penawaran Hotel di Beberapa Aplikasi maupun Situs Online Terbaik,

Harga, dan Fasilitas Sejumlah Hotel, memang lebih mahal, dan baik,

Saat Kamu memilih di Daerah Sekitar Tepi Sungai (Riverside) Chao Praya, ketimbang di Pusat Kota, Khao San, maupun Daerah Lainnya !

Ya !

Meski, nggak semuanya terbilang mahal ,

Seperti : Ibis Riverside, Hotel Tempat Kami menginap,

Kami cukup dapat murah dengan Kenyamanan Fasilitas, yang tersedia untuk Hotel Budget, dan Keluarga (Family Hotel) Berbintang *** ini !

Khao San Road,
Area menginap bagi Para Backpacker !
At Khao San Road
Via : http://www.bangkok.com


Alasan ini cukup dibilang tepat, sebab

Kami juga tidak ingin terlalu ramai dengan Suasana Hotel, seperti di Khao San, maupun Daerah Pratunam,

Secara Kondisi di Bangkok - Thailand memang enggak senyaman, saat Kami berpergian ke Singapore, maupun Bali (Indonesia) !

Sebagai Kota Berkembang, yang ke arah maju di Asia,

Bangkok juga mengalami Permasalahan Sosial, dan Kependudukan !

Jadi, takut aja, jika Kami memilih Hotel Ala Backpacker !

Walaupun begitu sekali lagi !

Sejumlah Mall, Tempat Makan, hingga Minimarket 7 Eleven, hadir di Daerah Charoen Nakhon dekat dengan Hotel Tempat Kami menginap !


At 7 Eleven - Charoen Nakhon Road 


Berbicara tentang 7 Eleven, Minimarket Ini memang dekat dengan Hotel Ibis, Tempat Kami menginap,

Namun, yang jadi Perhatian Kami adalah :

Jenis Camilan apa saja, yang dijual di Minimarket Ini ?

Dan Apakah sama Produknya dengan Minimarket 7 Eleven di Indonesia, yang memang sudah tidak ada lagi,

Lantaran kalah saing dengan Minimarket Sejenis Made In Indonesia (Indomaret, dan Alfamart), yang memang dikenal Massive,

Hingga Gempuran Pasar Toko Online, yang juga menyebabkan menurunnya Transaksi Pembelian di Sejumlah Pasar Retail ?

Ice Cream Walls Rasa Taro Ini,
Cukup Murah, dan Enak Gan !
At Ibis Riverside Hotel, Bangkok - Thailand


Beberapa Produk Serupa, tapi tak sama, seperti :

Ice Cream Walls, dan Keripik Kentang, serta Rumput Laut Lays juga ada di Minimarket, Harganya Kami rasa lebih murah, berkisar :

18.5 THB atau sekitar Rp. 8.000,- untuk Keripik Kentang Lays Ukuran Sedang (Mediun),

13.85 THB atau sekitar Rp. 6.000,- untuk Ice Cream Potong Walls, yang mana , ketika itu, Kami coba adalah :

Rasa Taro, yang berbeda Rasa dengan, yang ada di Indonesia !

Yoghurt dalam Botol Ukuran Sedang (Medium), hanya dijual 13.85 THB atau sekitar Rp. 6.000,- ,

Hal Ini cukup dikatakan murah dengan Apa, yang Kami beli di Supermarket maupun Minimarket Sejenis Indonesia.

Di mana Harganya Rata - Rata sudah di atas Rp. 12.000,-  untuk Ukuran Sedang (Medium).



Dried Mangoes !
Via : https://web.whatsapp.com/


Menariknya,

Kami dapat Mangga, yang sudah dikeringkan (Dried Mangoes), seharga 60 THB atau sekitar Rp. 26.000,- .

Lebih murah dari Apa, yang dijual di Pasar Chatuchak, maupun Bandara !

Memang punya Ukuran, yang lebih kecil,

Akan tetapi, cukup mengenyangkan !

Chokanan Mango - Thailand
Sepertinya : Hasil Persilangan (Hibrida) Antara Mangga Golek dengan Podang !
Via : https://tanamanmart.com


Berbicara tentang Dried Mangoes,

Kami tahu Camilan Satu Ini,

Ketika Kakak memberikan Oleh - Oleh Ini, yang juga sehabis berlibur dari Bangkok - Thailand.

Rasa, yang manis, dan sedikit gurih, karena sudah dikeringkan, menjadi Alasan Mengapa Kami, juga membeli Camilan Ini sebagai Buah Tangan bagi Kerabat setibanya di Madiun, Indonesia !

Mangga nya mirip Mangga Podang !

Mempunyai Warna Menarik, dan sedikit Peach, hanya saja berukuran lebih besar.

Sepertinya :

Hasil Persilangan antara Mangga Podang, dan Golek !

Sebab Petani Thailand memang jago dalam Hal Perbanyakan Bibit Tanaman dengan Persilangan (Hibrida) !




A post shared by Pangki Pangluar (@pangluar) on

Produksi Mangga melimpah di Kota Madiun !
Via : https://www.instagram.com 


Kami jadi membayangkan tentang Produksi Mangga melimpah di Kota Madiun, Tempat Kami tinggal.

Terkadang saking Banyaknya, sampe berjatuhan lama, dan dibiarkan tergeletak di Halaman, hingga Lalat Buah menghinggapinya !

Di mana Kebanyakan Jalan, dan Hampir Tiap Sudut Pekarangan, termasuk Halaman Rumah Kami terdapat Beraneka Jenis Mangga !

Entah Itu :

Harum Manis, ManalagiIndramayu, Podang, maupun Golek, tumbuh subur dengan Iklim Tropis, dan Tanah Berpasir di Wilayah Madiun, hingga Keseluruhan Jawa Timur.

Andai saja bisa diolah, seperti : Produk Dried Mangoes dari Thailand, akan sangat bermanfaat dalam memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) tentunya !

Terlebih Kami tidak usah jauh - jauh beli, maupun via Jasa Titip (Jastip) untuk Camilan Terbaik dari Thailand Ini !

Teramat disayangkan !

Alamat :
Charoennakhon Soi 34, Bangkok - Thailand.

6. Makan Tom Yam, dan Pad Thai
At Hoi - Tod Chaw - Lae Restaurant

At Hoi - Tod Chaw - Lae Restaurant

Ini adalah : Penjelajahan (Eksplorasi) Kuliner Terakhir Kami di Bangkok - Thailand !

2 Malam Terakhir, tepatnya 20 - 21 Juli 2018, Kami mencoba makan di Restaurant Ini.

Di mana lagi - lagi,

Letaknya, dekat dengan Hotel Kami menginap di Daerah Charoen Nakhon Road.

Masih Satu Deret dengan Minimarket Seven Eleven (Sevel), yang terletak di Jalan, yang sama !


At Hoi - Tod Chaw - Lae Restaurant


Hoi - Tod Chaw - Lae, nama Restaurantnya !

Sebuah Resto Kecil, yang hanya menjual Makanan Ala Thailand.

Seperti :

Tom Yam, Pad Thai, Kerang Telur, Ayam + Bebek Panggang, maupun Menu Mixed (Fussion) Ala Asia,

Minus Daging Babi (Pork) !

Hal inilah, yang membuat Kami tertarik untuk dua kali makan di Tempat Ini !

Selain Menu, yang ditawarkan memang mempunyai Konsep Halal, yang sesuai dengan Kami sebagai Orang Muslim,

(Hal ini, Kami dapati ketika mencoba menanyakan kepada Pelayan Resto tersebut),

Rasa, yang enak, dan Harga, yang relatif murah dengan Porsi, dapat dikatakan cukup besar, pastinya menjadi Alasan Utama Kami !

Lagipula,

Lokasinya dekat dengan Hotel Tempat Kami menginap !


Hampir Sama dengan Indonesia,
Pedagang Sayur Khas Mbok Belanja, juga Kami temui !
At Dekat At Hoi - Tod Chaw - Lae Restaurant, Depan Minimarket Seven Eleven
   - Charoen Nakhon Road -

Ya !

Hotel Tempat Kami menginap cukup dikatakan ramai dengan Deretan Resto, Toko, maupun Minimarket, yang hadir.

Suasananya memang tidak seramai : Daerah Khaosan, Pratunam, maupun Pusat Kota (Down Town) Bangkok,

Namun, tetap saja ramai dengan berdirinya Sejumlah Hotel Berbintang di Tepi Sungai Chao Praya Ini.

Terlebih, Suasana (Atmosfir) nya, seperti di Indonesia.

Di mana dari Jalan Ini,

Kami masih menemukan Tukang (Bakul) Sayur Khas Mbok Belanja, yang menempati Area Trotoar Jalan, tepat di Depan Minimarket Seven Eleven.

Hanya Saja,

Mereka berjualan di Malam Hari dengan kondisi Sayur, yang sepertinya masih Segar (Fresh) !