indonesaEnglish

GIIIPPPPPPPPPPPP

Plug-Ins Cart



Minggu, 24 Maret 2019

FELTICS SWEATER - E.1 - IDR 230.000,-

Minggu, 24 Maret 2019

FELTICS SWEATER - E.1 - IDR 230.000,-

FELTICS SWEATER - E.1 - IDR 230.000,-

Sebelum Naik MRT Jakarta, Baca Aturan Penggunaan Tiketnya Di Sini !

Jakartamrt
Via : https://www.goodnewsfromindonesia.id




Sebelum Naik MRT Jakarta, 
Baca Aturan Penggunaan Tiketnya Di Sini!
Penulis : M Fachrezy Zulfikar


Link : 
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/03/24/sebelum-naik-mrt-jakarta-baca-aturan-penggunaan-tiketnya-di-sini

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta resmi beroperasi pada hari Minggu ini, 24 Maret 2019

Pilihan Moda Trasportasi Massal Terbaru Ini telah mendapat Izin Penyelenggaraan Sarana, dan Prasarana sejak 21 Maret dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Presiden Joko Widodo telah melakukan Peresmian MRT

Kemudian MRT akan beroperasi penuh secara gratis pada Tanggal 25 - 31 Maret 2019.

Selain Izin dari Pemprov DKI

Izin, dan Rekomendasi juga diberikan oleh : Kementerian Perhubungan, seperti : 

Rekomendasi Terkait Penyelenggaraan Prasarana, Sarana, Depo, hingga Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).

Sebelum mencoba MRT Jakarta

Ada baiknya membaca Aturan Penggunaan Tiket berikut ini :

*Mulai 25 Maret 2019, Masyarakat, yang ingin melakukan “Trip” harus sudah memiliki Tiket Jelajah MRT.

*Ada 2 Macam Tiket, yakni “Single Trip” seharga Rp. 15.000,- , dan “Multi Trip” seharga Rp. 25.000,- .

*Tiket Single Trip hanya dapat digunakan (tap-in) pada Stasiun Pembelian, dan di Stasiun Tujuan (tap-out). Tiket Ini berlaku pada Hari, yang sama.


*Untuk Tiket Multi Trip

Tiket tersebut harus memiliki Saldo Minimal sebesar Tarif Minimum, dan saat tap-out, Tiket harus memiliki Saldo Minimal sebesar Tarif Perjalanan.

Sumber : iNews, CNBC Indonesia, Detik Finance

Kembali : ARTIKEL






Lovely Travel
Lihat Lebih Lengkap>>>

IZIN TUHAN

CONTRIBUTOR
CAK MUNG






IZIN TUHAN
Izin Tuhan , adalah hak yang diberikan Tuhan kepada manusia , didalam kehidupannya beramal ibadah kepada Tuhan.

■ Sesuatu yang ada Izin Tuhan , adalah hak , bagi mereka yang mendapatkan Izin Nya

■ Sesuatu yang tidak ada Izin Tuhan , adalah tidak hak , bagi mereka yang tidak mendapatkan Izin Nya

■ Sesuatu yang ada Izin Tuhan , adalah benar adanya , karena Tuhan telah mengizinkannya.

■ Sesuatu yang tidak ada Izin Tuhan , adalah tidak benar adanya , karena Tuhan tidak mengizinkannya.

■ Sesuatu yang ada Izin Tuhan , hidayahnya tidak berhingga , dan alam semesta senantiasa mensuportnya.

■ Sesuatu yang tidak ada Izin Tuhan , hidayahnya nol atau tidak ada , alam semesta senantiasa tidak mensuport , dan akan mengingatkannya.

■ Izin Tuhan , bisa diketahui oleh setiap manusia , apabila manusia dengan kebersihan hatinya , menggunakan mata hati , serta memperhatikan suara hati memberi informasi petunjuk haqiqi dari Tuhan.

■ Dengan kebersihan hati , kaitkan dan kembalikanlah segala sesuatunya kepada Tuhan , dimana Tuhan senantiasa memberi informasi petunjuk haqiqi kepada manusia , dimana informasi petunjuk haqiqi Nya senantiasa muncul sebagai suara hati , sebagai pedoman kehidupan , dalam kehidupannya beramal ibadah kepada Tuhan.

■ Kebersihan hati adalah anugrah , hidayah dari Tuhan kepada manusia

■ Hanya Kuasa Tuhan lah , yang bisa membuka dan membersihkan hati manusia , karenanya untuk membersihkan hati , mohon dan mohonkanlah kebersihan hati kepada Tuhan , dimana dengan kebersihan hati itu , untuk beramal ibadah lebih kepada Tuhan.

Insya Allah

Kembali : ARTIKEL

Lovely Travel - Menikmati Moment Pergantian Tahun Di Kota Semarang  


CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Lovely Travel -
Menikmati Moment Pergantian Tahun 
Di Kota Semarang
With Travelling,
We Can Remember
What Is Like To Feel A Live !
Penulis


Berlibur, dan berpergian,

Mungkin menjadi Suatu Kebutuhan bagi Sebagian Besar Umat Manusia di Dunia !

Tak harus mewah,

Terpenting Moment nya dapet !

Dengan pergi ke Alun Kota dekat Rumah bersama Keluarga,

Jika itu dirasa sudah bahagia,

Kamu pasti akan dapat menikmatinya !

Ya !

Menikmati Detik demi Detik Setiap Moment, yang terekam di Ingatan Kita !

Karena,

Bagiamanapun Moment dari Setiap Perjalanan Hidup, mungkin akan berbeda dari sebelumnya !

Walaupun,

Kita dapat melakukan Perjalanan Itu Kembali !

Perjalanan Terindah Kami !

Itulah,

Yang selalu Kami coba lakukan !

Dan Insya Allah,

Akan Kami lakukan !

Melakukan Sebuah Perjalanan Terindah !

Entah itu,

Dalam Event Tertentu, maupun Setiap Akhir Pekan (Week End) !

Ya !

Walaupun hanya sekedar Nonton, Cuci Mata, maupun Plesir Kuliner di Sekitar Kota Kami,

Yang terpenting,

Kami berusaha untuk melakukan Sebuah Perjalanan Itu !

Dan lagi - lagi,

Memang tak harus Mewah !

Terpenting Momentnya dapet !

Sebab Kami percaya :

Dengan Melakukan Suatu Perjalanan,
Kita Bisa Mengingat
Seperti Apa Rasanya Hidup !

Mensyukuri Detik demi Detik Pemberian dari Allah SWT,
Dengan Melakukan Sebuah Perjalanan Terindah !
At Nongko Ijo - Madiun

Ya !

Hidup adalah Suatu Anugerah !

Anugerah, yang diberikan oleh Allah SWT,

Sang Pencipta Alam Semesta,

Dan patut untuk Kita syukuri !

Merekam Detik demi Detik dari Setiap Perjalanan Hidup, yang mana Salah Satu nya juga digunakan untuk berpergian,

Mungkin juga menjadi Salah Satu Wujud Rasa Syukur Kita terhadap Semua Maha Cipta Nya !

Terlebih,

Kita dapat berbagi Kebahagiaan, dan Hal Postif dari Setiap Moment Perjalanan di Daerah/ Tempat, yang Kita tuju !



Hidup Itu Harus Seimbang,
Jangan sampai Kamu stress, hingga Hari Tua,
Disebabkan hanya mencari Materi Semata !
Via : https://www.truscore.com


Ya !

Semuanya memang harus berimbang antara Bekerja mencari Nafkah

Beribadah, Berlibur, hingga Berbagi dengan Sesama !

Sebab Hidup memang nggak melulu untuk mengejar Harta, dan Materi Semata !

Ya !

Nggak munafik,

Kita memang butuh Materi !

Bahkan di saat berpergian, pastinya memang Ada Biaya, yang harus dikeluarkan !

Namun intinya :

Biarkan saja Hidup itu mengalir

Just Let It Flow !

Jika Ada :

Waktu untuk berpergian, dan berlibur dengan Keluarga,

Maka gunakanlah Waktu itu dengan sebaik - baiknya !

Janganlah,

Kamu menunda Hal itu hanya untuk mencari Materi Semata !

Terlebih lagi,

Kamu jadi melupakan Masa - Masa Emas,

Di mana Anak Kamu tumbuh berkembang di Tengah Keluarga Kecil Kamu !

Namun, lagi - lagi,

Kamu hanya asyik sibuk untuk mencari Materi Semata !


Hidup dengan Merencanakan Sesuatu untuk Masa Depan,
Pastinya Kita setuju akan Hal Itu !
Via : http://www.mcenearney.com

Hidup memang butuh Perencanaan,

Dan Kami juga setuju akan Hal itu !

Namun,

Janganlah dengan Kita merencanakan Sesuatu untuk Hidup Kita bersama Keluarga di Hari Tua, menjadi terbebani,

Dan pada Akhirnya,

Kita tidak dapat menikmati Waktu Kebersamaan Bersama Keluarga dengan hanya sekedar berpergian, dan berlibur !

Sebab bagaimanapun :

Kita boleh Berencana,
Namun Sang Maha Kuasa, Allah SWT,
Yang menentukan !


Maka jangan tunda,

Setiap Ada Kesempatan untuk berpergian, maupun berlibur bersama Keluarga !

Sebab sekali lagi :

Dengan Melakukan Suatu Perjalanan,
Kita Bisa Mengingat
Seperti Apa Rasanya Hidup !


Ya !

Seperti Perjalanan Terindah Kami, kali ini !

Demi Menikmati Moment Pergantian Tahun di Kota Semarang !




















Berikut Kami Hadirkan
Lovely Travel -
Menikmati Moment Pergantian Tahun
Di Kota Semarang

Persiapan Kami !

Via : https://phinemo.com/

Kota Semarang sengaja dipilih oleh Kami demi menikmati Perjalanan Terindah, kali ini !

Ya !

Memang bukan tanpa Alasan !

Selain,

Kami berdua, memang belum sempat untuk meng Eksplorasi Kota Semarang secara lengkap,

Faktor Kedekatan dengan Kediaman Kami di Kota Madiun juga menjadi Salah Satu Penentu nya !

 Kehadiran Tol Trans Jawa,
Menjadi Salah Satu Alasan Kami,
Untuk melakukan Perjalanan TerindahKali Ini !
- Melewati Tol Salatiga menuju Semarang -

Kehadiran Tol Trans Jawa, yang sudah berfungsi secara penuh, 

Menyebabkan Jarak Tempuh antara Kota Madiun, dengan Semarang, memang menjadi lebih dekat !

Hanya butuh Waktu sekitar 2,5 Jam Perjalanan dari Gerbang Tol Bagi, Madiun menuju Gerbang Tol Muktiharjo, Kota Semarang !

Lagipula,

Kami juga sengaja memilih Perjalanan ke Kota Semarang, tepat di Pergantian Tahun 2018 menuju Tahun 2019,

Dan bukannya,

Saat merayakan Ulang Tahun Pernikahan Kami, yang ke Tujuh !

Ya !

Sebab, Insya Allah, jika tidak berhalangan,

Kami akan melakukan Perjalanan lebih dari Seminggu di Tanggal 26 Maret 2019 bersama Keluarga !

Mengingat,

Jatah Cuti Kantor Istri, yang hanya 7 Hari dalam Setahun, dan Sedikitnya Hari Libur di Tahun 2019,

Akhirnya,

Kami memutuskan untuk merencanakan Perjalanan kali ini, tepat di Moment Pergantian Tahun 2018 !

Yang, lagi - lagi

Pada 2 Minggu itu,

Cukup banyak Jatah Hari Liburnya

Baik Libur Natal maupun Tahun Baru !


Pemesanan Hotel Via Aplikasi Traveloka,
Biasa Kami Lakukan !

Finally,

Kami memutuskan, untuk :

1. Menginap di Louis Kienne Hotel Pandanaran Via Aplikasi Traveloka pada Tanggal 30 Desember 2018 - 1 Januari 2019 untuk 3 Hari 2 Malam.

Dengan Pembayaran Rp. 2.900.000,- atau Kisaran 1.400.000,- / Malamnya !

Harap Maklum !

Ketika itu,

Kami memang telat untuk memesan Hotel Ini !

Di mana,

Kami memesan Hotel, memang berdekatan dengan Moment Pergantian Tahun, di Tanggal 27 Desember 2018.

Jadi,

Wajar saja, Jika Harga Hotel, yang terletak di Jalan Pandanaran Ini, menjelang Moment Pergantian Tahun Baru menjadi Mahal.

Dari sebelumnya berkisar Rp. 300.000,- hingga Rp. 800.000,- , menjadi Rp. 1.400.000,- / Malam nya, ketika itu.

Ya !

Terlebih Hotel di Sekitar Jalan Pemuda, Pandanaran, hingga Simpang Lima, yang menjadi Pusatnya Keramaian Kota Semarang, ketika itu,

Memang Full Booked alias Penuh !


Menggunakan Tol Trans Jawa
Dari Madiun menuju Kota Semarang !

2. Menggunakan Jalan Tol Trans Jawa dari Kota Madiun menuju Semarang.

Sebenarnya ada Beberapa Cara, yang dapat ditempuh untuk Perjalanan dari Kota Madiun menuju Semarang, antara lain :

- Menggunakan Bis Patas Antar Kota Antar Propinsi Eka Jaya maupun Sugeng Rahayu dari Terminal Purboyo Kota Madiun menuju Terminal Terboyo Semarang,

Dengan Tarif sekitar Rp. 65.000,- hingga Rp. 70.000,- / Orang

Maupun,

- Menggunakan Kereta Api Eksekutif  Bangunkarta untuk Tiket Go Show dari Stasiun Madiun menuju Tawang dengan Harga Tiket :

Rp. 105.000,- / Orang.


Bis Sugeng Rahayu
Via : https://setia1heri.com


Namun,

Lagi - lagi Hal ini, tidak Kami lakukan !

Kami lebih memilih (prefer) berkendara sendiri, menggunakan Jalur Tol Trans Jawa menuju Kota Semarang.

Dengan Tarif Rp. 143.000,- untuk Satu Kali Perjalanan !

Lagipula,

Kondisinya bisa jadi berimbang (Apple to Apple),

Jika Kami memilih menggunakan Bis Patas, yang waktu sampai nya bisa jadi lebih lama, dan Ongkos Perjalanan, yang hampir sama berkisar  : 

Rp. 140.000 untuk 2 Orang.

Kalau menggunakan Kereta Api Bangunkarta dengan Tiket Go Show, menuju Stasiun Tawang, Semarang,

Sebenarnya juga menjadi Pilihan Kami.

Akan tetapi,

Berhubung Jadwal (Schedule) Keberangkatannya, yang bisa dibilang Malam (Sekitar Jam 22.00 WIB),

Sedangkan Waktu Check In Hotel adalah Pukul 2 Siang,

Kami rasa sayang,

Untuk menghabiskan Waktu Hotel, yang hanya 3 Hari 2 Malam,

Dipergunakan untuk menunggu Kereta berangkat !

Terlebih,

Kami pastinya juga ingin banyak meng Eksplorasi, dan merekam Setiap Perjalanan Terindah di Kota Semarang
  
Finally,

Kami memutuskan untuk melakukan Perjalanan Terindah Kali ini dengan berkendara sendiri,

Melewati Tol Trans Jawa menuju Kota Semarang, yang tidak pernah Kami lakukan sebelumnya !




















Berikut Kami Hadirkan
Lovely Travel -
Menikmati Moment Pergantian Tahun
Di Kota Semarang

Sekitar Pukul Delapan Pagi di Hari Minggu, Tanggal 30 Desember 2018,

Kami berangkat menuju Kota Semarang menggunakan Tol Trans Jawa !

Ya !

Sebenarnya,

Sudah beberapa kali,

Kami menggunakan Tol ini menuju Kota Solo, yang kala itu belum berfungsi secara total.

Tol Trans Jawa ini, harus berhenti di Gerbang Tol Ngawi !

Di mana Kami harus lebih berhati - hati dengan Jalur, yang cukup sempit,

Ditambah adanya Bis Maut Mira, Eka, dan Sumber Kencana (Sugeng Rahayu) melewati Jalur Kawasan Hutan Jati Ngawi - Mantingan menuju Sragen !

Lalu rada sedikit lega,

Ketika Kami masuk Tol Kembali di Daerah Sragen, dan keluar di Gerbang Tol Palur - KarangAnyar !


Tol Trans Jawa telah diresmikan  secara penuh
Oleh Presiden R.I, Joko Widodo
Via : http://jakarta.tribunnews.com

Namun,

Hal ini cukup menjadi lengkap,

Ketika Tanggal 20 Desember 2018,

Tujuh Ruas Jalan Tol Trans Jawa diresmikan secara penuh oleh Presiden R.I, Joko Widodo !

Ya !

Kini Tol Trans Jawa sudah berfungsi secara Total !

Dan Otomatis,

Kami jadi bisa menggunakan Tol ini,

Tanpa harus Keluar Masuk Pintu Tol, lantaran ada Beberapa Bagian Tol, yang belum dapat berfungsi sebelumnya !

Tepat,

Di Akhir Tahun kemarin, semua seakan menjadi mudah !


Bisa Jadi, Orang dari Surabaya ke Madiun,
Menggunakan Tol Trans Jawa dari Perjalanan 1.5 Jam 
Hanya untuk makan Pecel, yang buat Kamu susah Move On !
At Nasi Pecel Sri Tanjung - Jalan Cokroaminoto Kota Madiun


Kemudahan Akses,

Adanya Jalan Tol ini, yang menyebabkan Kami berpikir :

Bisa jadi Orang ke Madiun,
hanya untuk Plesir Kuliner Pecel,
yang terkenal Otentik itu !

Dari Perjalanan Satu Setengah Jam 
Surabaya maupun Solo
Menggunakan Tol Trans Jawa !

Terlebih,

Beberapa Jokes Kekinian tentang Perjalanan Kuliner, yang berkembang di Masyarakat Kota Madiun dalam menyikapi dibukanya Tol Trans Jawa ini cukup menggelitik Kami.

Yang isinya :

Berkat Tol,
Makan Pagi di Semarang, Siang di Solo,
Balik, Makan Malam di Madiun !

Ya !

Kemudahan Akses itulah,

Membuat Kami tertarik menggunakan Tol Trans Jawa, yang difungsikan secara penuh di Akhir Tahun Kemarin menuju Kota Semarang !


Perjalanan Pulang !
At Rest Area 429 Km, Ungaran - Kab Semarang 

Ada Beberapa Kota, yang Kami lewati !

Dan sepertinya,

Setiap Kota, nanti akan ada Rest Area !

Hal ini,

Kami dapati,

Ketika Kami melewati Beberapa Gerbang Tol, yang memang terdapat Rest Area, sedang dalam Proses Pengerjaan.

Seperti Rest Area 575 Km Ngawi, 538 Km Sragen, 490 Km Salatiga, hingga 429 Km Ungaran - Semarang !

Meski,

Jalan Tol Trans Jawa ini, belum dapat dikatakan mulus alias belum di Hot Mix,

Akan tetapi,

Kami rasa cukup membantu !

Hanya cukup berada di Kecepatan 80 - 100 Km/ Jam di Jalur Lambat,

Jika Ban ingin awet, dan tidak cepat tipis lantaran berjalan di Jalan, yang memang belum ber Aspal !

Namun, semua itu cukup terbayar !

Dengan Waktu Tempuh, yang hanya 2.5 Jam Perjalanan !


Selfie Sesaat !
Presiden Joko Widodo, dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo
Di Jembatan Kali Kuto (Batang), yang terkenal Instagramable !
Via : https://www.republika.co.id

Terlebih,

Ketika Kami melewati Solo, Boyolali, Salatiga, hingga Semarang,

Pemandangan, yang indah, cukup tersaji lengkap lewat Tol Trans Jawa Ini !

Beberapa Jembatan juga Kami lewati !

Pada Umumnya menghubungkan Sungai dengan Jalan Berbukit.

Jembatan Kali Kuto, dan Kenteng,

Bisa jadi Salah Satu Spot, yang cukup Instagramable !

Meski,

Banyak, yang bilang Tarif Tol Trans Jawa relatif lebih mahal,

Di mana Rp. 1.000,- untuk Setiap 1 Km nya,

Namun bagi Kami,

Waktu, yang efisien,

Cukup Seimbang dengan besaran Tarif, yang dikenakan.

Coba saja !

Perjalanan menggunakan Jalur Umum (Biasa), akan butuh Waktu Berapa Lama ?

Belum lagi,

Harus bersitegang dengan Truk, yang ada di depan, maupun Bis Mira, Eka, Sugeng Rahayu, yang terkadang lewat tanpa permisi !!!,

He .. he.. he ..

Lagipula Mobil Brio Kepunyaan Kami cukup hemat !

Dengan mengisi Bensin Pertalite Penuh Rp. 200.000,- ,

Kami sudah bisa melakukan Perjalanan Pulang Pergi dari Madiun - Semarang kembali ke Madiun.

Itupun masih Sisa ¼ nya !

Tiba di Kota Semarang !
At Bundaran Tugu Muda

Finally,

Kami sampai juga di Kota Semarang,

Di mana Kami harus mengeluarkan Tarif Tol sebesar Rp. 143.000,- .

Yang berarti 143 Km Perjalanan dari Pintu Tol Bagi (Madiun) menuju Gerbang Tol Muktiharjo (Kota Semarang) !





















Berikut Kami Hadirkan
Lovely Travel -
Menikmati Moment Pergantian Tahun
Di Kota Semarang



Tiba Di Kota Semarang

Kawasan Jalan Pemuda - Semarang !

Kami tiba di Kota Semarang, sekitar Pukul 11 Siang.

Sebenarnya di Pukul 10.30 WIB,

Kami sudah keluar dari Gerbang Tol Muktiharjo,

Akan tetapi,

Ketika keluar dari Pintu Tol lalu melewati Beberapa Ruas Jalan di Kota Semarang, seperti : Pasar Johar, Pemuda, hingga Pandanaran,

Tempat Kami makan, hingga menginap,

Memang terkenal sebagai Kawasan Macet di Kota Ini !

Ya !

Bisa jadi,

Ibu Kota dari Propinsi Jawa Tengah ini, memang menjadi Salah Satu Pusat Bisnis, dan Perdagangan di Indonesia !

Sehingga Wajar,

Jika Semarang, juga menjadi Tujuan Masyarakat Urban, yang ingin menetap di Kota ini !

Walaupun, sejujurnya,

Kota ini, tidak begitu nyaman untuk menjadi Tempat Tinggal !

Terutama di Sekitar Daerah Semarang Lama !


Kondisi Beberapa Ruas Jalan Berdebu, dan Cuaca Panas di Kota Semarang !
Via : http://m.tribunnews.com

Sebagai Kota, yang dekat dengan Pantai Utara (Pantura) nya Pulau Jawa,

Kota Semarang bisa dibilang mempunyai Kondisi Cuaca, yang cukup panas !

Hal ini bisa dirasakan oleh Kami !

Ketika Terik Matahari, yang menyengat, terkadang mengikuti Langkah Kami,

Saat mengunjungi Beberapa Destinasi Terbaik di Kota Ini !

Maklum !

Kota Semarang dipengaruhi oleh Letak Lintang, yang cukup jauh dari Garis Khatulistiwa,

Sehingga Efek ITCZ (Hujan Tahunan) kurang berpengaruh di Kota Ini.

Di mana Iklim Monsunal juga berpengaruh terhadap Pola Musim di Semarang secara Periodik !

Yaitu :

Musim Kering/Kemarau, dan Musim Basah/Penghujan !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang

Ya !

Hal ini bisa dilihat dari Temperatur (Suhu) di Kota Semarang, kala itu, yang mencapai 36°C.

Memang bisa dibilang cukup panas bagi Ukuran Cuaca Sebuah Kota di Indonesia !


Banjir di Kota Semarang, seperti menjadi Budaya !
Via : htp://rri.co.id/ 

Beberapa Daerah di Semarang Lama juga menjadi Langganan Banjir !

Sepertinya,

Banjir di Kota Semarang, sudah menjadi Budaya !

Bahkan,

Beberapa Kali,

Kami melewati Stasiun Tawang dari Perjalanan menggunakan Kereta Api Bangunkarta menuju Jakarta,

Stasiun ini, tergenang Banjir !

Ya !

Masyarakat Kota Semarang, mungkin sudah menganggap Banjir itu biasa, dan membudaya !

Ketika Hujan Ekstrim melanda Kota ini, dapat dipastikan Sebagian Besar Wilayah Semarang terendam Banjir.

Walaupun,

Beberapa Daerah di Kota Semarang, memang sudah tidak menjadi Langganan Banjir,

Namun tetap saja,

Banjir menjadi Budaya bagi Kota Ini !


Semarang jadi Salah Satu Kota Metropolitan di Indonesia !


Meski demikian,

Kota Semarang tetap menjadi Salah Satu Kota Metropolitan di Indonesia !

Yang menjadi incaran bagi Kaum Urban untuk mencari Pekerjaan, dan Sebuah Penghidupan Layak di Kota Ini !

Dengan Penduduk, yang mencapai lebih dari 2.5 Juta Jiwa,

Kota ini bisa dibilang menjadi Kota Metropolitan !

Ditambah dengan adanya,

Kawasan Mega - Urban Semarang,

Yang tergabung dalam Wilayah Metropolitan Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kota Semarang - Purwodadi, dan Kabupaten Grobogan),

Kota Semarang menjadi berPenduduk mencapai 7,3 juta jiwa,

Sekaligus sebagai Wilayah Metropolitan Terpadat ke Empat di Indonesia, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya), dan Bandung Raya !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang


Tiba di Louis Kienne Hotel - Pandanaran Kota Semarang

Finally,

Kami tiba di Louis Kienne Hotel Pandanaran sekitar Pukul 2 Siang !

Di mana sebelumnya, ...

Kami makan Siang, terlebih dahulu di Toko OenSemarang !

At Louis Kienne Hotel Pandanaran



Pukul 2 Siang,

Kami tiba di Louis Kienne Hotel Pandanaran !

Di mana,

Sebelumnya,

Hotel ini, Kami pesan melalui Layanan Aplikasi Online Traveloka !

Untuk Tanggal 30 Desember 2018 - 1 Januari 2019 selama 3 Hari 2 Malam.

Dengan Pembayaran Rp. 2.900.000,- atau Kisaran 1.400.000,- / Malamnya.

Hotel, yang Kami pesan, ketika itu, memang agak mahal !

Maklum,

Karena, Kami telat memesannya !

Baru di Tanggal 27 Desember 2018, menjelang Moment Pergantian Tahun,

Kami memesan Hotel Ini !

Maka jangan heran,

Secara Otomatis,

Hotel di Sekitar Jalan Pemuda, Pandanaran, hingga Simpang Lima, yang menjadi Denyut Nadi Perekonomian Kota Semarang, hampir semua Penuh (Full Booked), ketika itu !

Peresmian Semarang Bridge Fountain oleh Walikota SemarangHendrar Prihadi
Via : http://jateng.tribunnews.com


Terlebih,

Jalan dekat Pandanaran, yang menuju Jakarta, di Pusatkan sebagai Tempat Merayakan Moment Pergantian Tahun oleh Pemerintah Kota !

Maklum !

Bersamaan dengan Peresmian Jembatan Air Mancur Menari (Semarang Bridge Fountain), yang terletak di Kawasan Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang !

Padahal,

Harga Beberapa Hotel Terbaik di Kota Semarang, tidak terlalu mahal !

Seperti :

Louis Kienne Hotel - Pandanaran, Tempat Kami menginap,

Jika Hari Biasa,

Harganya berkisar :

Rp. 300.000,- hingga Rp. 800.000,- !


 At Swimming Pool - Louis Kienne Hotel Pandanaran 

Berbicara Louis Kienne Hotel - Pandanaran, Tempat Kami menginap,

Jika merucuk pada Alamat Website (Situs) nya di :

http://louisworldwide.com/ ,

Merupakan Jaringan Condominium, dan Hotel, yang berpusat di Havelock Road, 554 - Singapore !

Walaupun demikian,

Cabangnya lebih banyak di Indonesia !

Di Indonesia sendiri, tepatnya di Kota Semarang,

Memiliki 3 Cabang Hotel Terbaiknya, yaitu :

Di Kawasan Simpang Lima, Pandanaran, dan yang terbaru di Jalan Pemuda !


Gumaya Hotel,
Hotel ***** dengan Brand Nama Cita Rasa Lokal Indonesia !
Via : https://www.javaloka.com

Entah Apa, yang membuat Condominium Hotel (Condotel) ini,

Memiliki Banyak Cabang di Kota Semarang,

Dan belum membuka di Kota Besar Indonesia Lainnya, seperti :

Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Makasar, maupun Pekanbaru, dan Palembang !

Akan tetapi,

Jika Kita melihat Kota Semarang, memang tidak terlalu banyak dalam Penyebaran Jaringan Hotel Internasional nya !

Hanya Beberapa Jaringan Hotel Internasional, seperti :

Aston, Novotel, Daffam, dan Harris, yang membuka Cabang nya di Kota Ini !

Selebihnya,

Meski di Semarang banyak terdapat Hotel *** hingga ***** ,

Namun tetap memakai Nama Lokal, seperti :

Gumaya, Ciputra, Grand Candi, dan Chanti by Tentrem.


Louis Kienne Hotel Pemuda  - Marquis De Lafayet Apartment
Cabang Paling Anyar dari Hotel Louis Kienne di Semarang
Via : http://louisworldwide.com/louis-kienne-hotel-pemuda-semarang-indonesia/

Itulah sebabnya, 

Kenapa, 

Louis Kienne Hotel, sebagai Jaringan Hotel Internasional, yang tidak terlalu punya Nama,

Berani membuka Banyak Cabangnya di Kota Ini !

Faktor Daya Saing bagi Standar Hotel Internasional, yang masih terbilang sedikit,

Mungkin menjadi Alasan bagi Hotel Internasional **** Ini, membuka Banyak Cabangnya di Kota Semarang !

Terlebih Konsep dari Hotel Ini,

Bukan hanya semata - mata sebagai Hotel,

Namun juga difungsikan sebagai Condominium !

Di mana Konsep Condominium Hotel (Condotel), memang belum banyak dipunyai oleh Kota Semarang !

Hal ini juga menjadi Alasan bagi Louis Kienne Hotel, yang memang

ber Konsep Condominium, dan Hotel, membuka Tiga Cabangnya di Kota Ini !

Di saat Pemasukan tidak terlau banyak pada Hotel,

Masih Ada,

Biaya Condominium, yang disewakan Per Tahunnya,

Walaupun memang,

Sepertinya, ada Condominum, yang menjadi Milik Pribadi, dan tidak disewakan !


At Lobby Louis Kienne Hotel Pandanaran


Memasuki Hotel Ini,

Kami langsung terbawa oleh Suasana (Atmosphere) Hotel, yang serba Minimalis,

Namun tetap dengan Sentuhan Klasik bergaya Vintage pada Beberapa Desain Interiornya !


Kamar Hotel - Louis Kienne Hotel Pandanaran


Sepertinya,

Memanfaatkan Hal Kuno, yang Kekinian di Beberapa Bagian Interior, dan Furniture nya

Menjadi Hal Wajib bagi Hotel Ini !

Mulai dari Lobby, hingga Kamar Hotel semua memang ber Nuansa akan Hal Itu !


Penampakan Louis Kienne Hotel 
Dari Jalan Pandanaran !

Jika melihat Hotel Ini dari Jalan Pandanaran,

Memang nampak terdapat 2 Bagian,

Bagian Pertama, nampak Depan dipergunakan untuk Louis Kienne Hotel.

Dan Bagian Kedua, nampak Belakang, dipergunakan untuk Condominum (Apartment) bernama Pinnacle,

Maka,

Dari Penamaan Pinnacle Tower, yang juga menjadi Salah Satu Gedung Tertinggi di Kota Semarang berlantai 21,

Juga dimiliki oleh Gedung Ini !



Suasana Skyline Gedung Pencakar Langit
At Infinity Pool - Louis Kienne Hotel Pandanaran

Dari Tempat Ini,

Tepat di Lantai Teratas, Lantai 21,

Kami mendapati Kolam Renang Tanpa Batas (Infinity Pool).

Dengan Pemandangan Skyline Gedung Pencakar Langit Kota Semarang !


At Harper Hotel - Yogyakarta

Lagi - lagi,

Sepertinya,

Memanfaatkan Kolam Renang dengan Pemandangan Sklyine Gedung Pencakar Langit,

Wajib dipunyai oleh Beberapa Hotel di Sekitar Semarang, Yogyakarta, dan Solo !



Ya !


Hal Kekinian ini, memang tidak boleh terlupakan !

Sehingga wajar,

Jika Kolam Renang Tanpa Batas (Infinity Pool) ini,

Juga menjadi Titik (Spot) Terbaik bagi Sesi Pemotretan, yang dijamin Instagramable !


Sebagian Gedung dilihat dari Atas
Kolam Renang (Infinity Pool)
Louis Kienne Hotel - Pandanaran

Sebab dari Tempat Ini,

Kami disuguhkan oleh Pemandangan Gedung Pencakar Langit, dan Bersejarah di Sekitar Jalan Pandanaran, Tugu Muda, hingga Pemuda - Kota Semarang !

Mulai dari :

Aston Hotel, Mall Paragon - PO Hotel, Daffam Hotel, hingga Lawang Sewu Sebuah Bangunan, yang cukup Bersejarah itu !


Kolam Renangnya,
Cukup Luas Gan !
Kolam Renang nya, yang Luas,

Cukup memudahkan Kami untuk berenang !

Di Bagian Lainnya,

Juga terdapat Kolam Renang untuk Anak, yang terlihat lebih kecil !


Gaya Punggung Ala - Ala !
- At Swiss Bell In Saripetojo - Solo - 


Hanya saja,

Untuk Kolam Renang Dewasa, yang mempunyai Kedalaman sekitar 1.2 Meter, sepertinya perlu ditambah !

Agar Saya (Penulis) sedikit banyaknya bisa melakukan Gaya Punggung Ala Kadarnya,

Sama seperti, ketika berenang di Beberapa Hotel Terbaik Lainnya !

He ... he ... he ... ☺☺☺


Di Belakang Kolam Renang Ini, ada Fasilitas Gym
Walaupun minim !

Di Lantai Teratas Ini,

Tepatnya, Lantai 21,

Juga terdapat Fasilitas Gym.

Hanya saja tidak terlalu lengkap !

Cukup tersedia Beberapa Alat Pemanasan untuk Lari (Treadmill), dan Barbel !


Breakfast At Gastro Cafe
- Louis Kienne Hotel - Pandanaran -

Begitupula dengan Menu Sarapan (Breakfast) nya !

Di mana Gastro Cafe, yang terletak di Lantai Enam dari Hotel Ini,

Menjadi Tempat Sarapan bagi Para Tamu Hotel !

Menu Hotel nya,
Bisa dibilang Standar !

Menu nya bisa dibilang Standar !

Dari 2 Kali, Kami makan di Tempat Ini,

Kurang bervariasinya Menu Makan, yang hanya Omelet, Nasi - Mie Goreng, Beberapa Olahan Sosis, hingga Makanan Otentik, seperti : Bubur,

Cukup dibilang agak membosankan !

Walaupun,

Cukup punya Rasa (Taste) nya, yang bisa dibilang Lezat.


Beberapa Piring Makan, PisauSendok, dan Garpu,
Tampak habis !

Terlebih,

Sepertinya Manajemen juga tidak terlalu siap dalam menerima Lonjakan Tamu, yang ingin sarapan di Tempat Ini, saat Moment Pergantian Tahun !

Beberapa Sendok, Garpu, Pisau, Piring Makan, hingga Gelas, nampak habis, ketika Kami ingin mencoba Beberapa Menu nya !

Yang bikin Kami agak bertanya ?

Baru, kali ini,

Kami kehabisan Tempat Duduk, dan menunggu hingga lebih dari 10 Menit !

Dan,

Jika tidak salah,

Hampir dialihkan ke Tempat mirip Ruang  Rapat (Meeting Room), yang sama terletak di Lantai 6 dari Hotel Ini !

Konsep Condominium, dan Hotel (Condotel), 

Mungkin, juga menjadi Alasan mengapa Hotel Ini, tidak terlalu memfokuskan pada Pelayanan Hotel nya, dan harus terbagi - bagi !

Meskipun Secara Keseluruhan (Overall),

Pelayanannya cukup ramah,

Serta Kamar Hotelnya Bersih, dan Nyaman !


Pemandangan Skyline Gedung Pencakar Langit
Menara Suara Merdeka - UOB, Dari Jendela Kamar Hotel 
- At Louis Kienne Hotel Pandanaran -

Dari Kamar Hotel,

Kami juga disuguhkan Pemandangan Skyline Gedung Pencakar Langit di Jalan Pandanaran menuju Simpang Lima !

Dari Jendela Kamar,

Nampak Menara Suara Merdeka - UOB,

Salah Satu Gedung Tertinggi di Kota Semarang, berlantai 16,

Cukup berada dekat dengan Hotel Ini !


Fasilitas Wifi, dan Akses Internet 
- At Lobby Hotel - Louis Kienne Hotel Pandanaran -

Fasilitas Wifi, dan Akses Internet, yang berada di Lobby Hotel,

Cukup memudahkan Kita dalam berselancar di Dunia Maya !


Liftnya, sering mengalami Masalah (Trouble) !

Namun sekali lagi,

Yang menjadi Perhatian bagi Pihak Pengelolah (Manajemen) adalah :

Lift dengan Merk Schindler, yang Made In Switzerland itu !

Jujur !

Liftnya agak susah untuk di Akses, dan sering mengalami Masalah (Trouble) !

Mulai dari :

Tombol Lantai, yang secara mendadak tidak menyalah, Kartu Kamar Hotel, yang tidak bisa diSwipe di Lift,

Hingga Lift, yang jalannya terlalu pelan, dan Tombol Layar Sentuh (TouchScreen), yang sering mengalami Masalah (Trouble) !

Hal ini bukan dialami oleh Kami saja,

Namun oleh Pengguna (Tamu Hotel) Lainnya !



Maka,

Sudah seharusnya,

Beberapa Kekurangan dari Hotel Ini,

Menjadi Evaluasi bagi Pihak Pengelolah (Manjemen) Hotel dalam memberikan Pelayanan, yang lebih Maksimal atau Baik Lagi ke Depannya !

Seperti :

Ketika,

Kami menempati Hotel Ini, tepat di Moment Malam Pergantian Tahun !

Yang Kami anggap,

Pihak Pengelolah (Manajemen) belum dapat memberikan Pelayanan Terbaik bagi Para Tamu nya dengan Beberapa Peristiwa, yang agak kurang nyaman bagi Kami selaku Tamu dari Hotel Ini !



Namun, sekali lagi,

Secara Keseluruhan (Overall),

Hotel Ini cukup jadi Rekomendasi bagi Hotel Terbaik di Kota Semarang !

Karena dekat dengan Pusat Kota (Jalan Pemuda, Pandanaran, dan Simpang Lima) !

Terlebih,

Hotelnya memang cukup Bersih, dan Nyamaan !

Serta Kolam Renang Tanpa Batas (Infinity Pool), yang Instagramable itu,

Cukup menjadi Nilai Tambah (Plus) nya !



Alamat :

Louis Kienne Hotel Pandanaran - Recommended On Trip Advisor
Jl. Pandanaran No.18, Pekunden, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 5024 - Telephone : (024) 86453888 

Saatnya Jalan - Jalan !


Setelah Kami bersantai sejenak di Hotel, Tempat Kami menginap,

Sekitar Pukul 5 Sore,

Kami memutuskan untuk Jalan - Jalan, sembari meng Eksplorasi Beberapa Destinasi Kuliner Terbaik, yang ada di Kota Semarang !

Maklum !

Ibukota dari Propinsi Jawa Tengah ini, memang cukup terkenal, punya Beberapa Tempat Bersejarah (Historis), yang menarik !

Sebut Saja :

Lawang Sewu, Gereja Blenduk, dan Kota Tuanya, Kawasan Pecinan, hingga Kampung Arab Semarang !


Seperti Kota Kembar - Pulau Jawa
(Jakarta, Surabaya, dan Semarang)
Via : https://www.skyscrapercity.com/

Ya !

Kalau diibaratkan,

Semarang, Surabaya, maupun Jakarta merupakan Kota Besar di Pulau Jawa, yang secara Geografis mempunyai Kemiripan Satu Sama Lain.

Ketiga Kota ini sama - sama terletak di Tepi Pantai Utara (Pantura) nya Pulau Jawa !

Jadi wajar,

Jika Kota Semarang juga menjadi Salah Satu Water Front City Terbaik di Indonesia !

Dengan Tanjung Emas sebagai Pelabuhannya !

Jika :

Jakarta punya Tanjung Priok, dan Sunda Kelapa,

Surabaya punya Tanjung Perak, demikian Halnya dengan Kota Semarang, yang punya Tanjung Emas !


Kota Tua Semarang
(Diambil dari Atas Udara)
Via : https://pesona.travel

Kesamaan Letak Geografis inilah, yang turut mempengaruhi Pembagian Wilayah di Kota Semarang,

Berdasarkan Penggolongan Strata Masyarakat di Masa Kolonialisme Belanda !

Ada:

Kota Tua Semarang, yang berciri Bangunan Kolonialisme untuk Orang Belanda, dan Eropa,

Kawasan Pecinan, seperti : Semawis,

Serta Kampung Arab - Kauman untuk Orang Timur Asing (Arab, China, maupun India),

Sedangkan,

Kawasan Depok, dan Poncol di Kota Semarang, dahulu dikhususkan bagi Orang Pribumi Jawa.

Jadi,

Jika Kamu melihat Kota Tua Jakarta, Surabaya, dan Semarang,

Dapat dipastikan, dahulu, juga dihuni oleh Orang Belanda, dan Eropa !


Kawasan Candi, yang kini, juga ditumbuhi Sejumlah Hotel !
At Grand Candi Hotel Semarang
Via : http://www.hotel-semarang.com/grand-candi-hotel-semarang/

Dalam Perkembangannya,

Kota Semarang juga meliputi Kawasan Candisari,

Sebuah Daerah ke Arah Ungaran, Ibukota dari Kabupaten Semarang.

Di Tempat, yang sejuk dengan Alam Perbukitan ini,

Di Tahun 1906

Pemerintahan Kolonial Belanda, sengaja menjadikannya sebagai Kawasan Pemukiman bagi Orang Belanda, dan Eropa, ketika itu !

Jadi wajar,

Jika di Kawasan ini, juga terdapat Rumah Kuno, hingga Villa dari Peninggalan Masa Kolonialisme Belanda.

Lalu Pemerintah Hindia Belanda di Tahun 1925 mengembangkan lagi Kawasan Candi Baru.

Hingga saat ini,

Kawasan Candi menjadi Tempat Pemukiman Elite bagi Masyarakat Kota Semarang.

Sepertinya :

Menjadi Sebuah Pembuktian, bahwa :

Dengan memiliki Rumah di Kawasan Candi (Candisari), 

Baik Candi Lama maupun Baru

Berarti Status, dan Istilah Kekayaan bagi Mereka (Masyarakat Kota Semarang) telah meningkat !

Kawasan Candi memang telah Ada, sejak Zaman Kolonialisme Belanda, dengan Alam Perbukitannya,

Akan tetapi,

Tetap menjadi Kawasan Semarang Baru,

Hingga saat ini,

Sebagai Tempat Pemukiman, dan berdirinya Sejumlah Hotel, Pusat Perbelanjaan (Mall), Lapangan Golf, dan Club Kebugaran, Waterpark, hingga Sekolah International !

Kawasan ini meliputi :

Candi Lama, hingga Candi Baru.

Membentang dari Jalan MT Haryono, Candi Lama, Gajah MungkurSultan Agung menuju Ungaran, Ibukota dari Kabupaten Semarang !


Gereja Blenduk
At Kota Tua Semarang - Semarang Lama
Via : https://www.kompasiana.com

Jadi,

Jika merujuk saat ini,

Secara Geografis, Kota Semarang dibagi menjadi 2 Kawasan, yaitu :

- 1. Kawasan Semarang Lama, yang meliputi :

Kota Tua Semarang, Kampung Arab, Kawasan Pecinan,

Hingga Sejumlah Kawasan, dan Jalan, seperti :

Depok, Poncol, Pemuda, Pandanaran, hingga Simpang Lima, yang menjadi Alun, dan Pusat Kota Semarang.

Dan ...

- 2. Kawasan Semarang Baru, yang meliputi :

Daerah Candi Lama, dan Baru !


Lawang Sewu, dan Bangunan Bersejarah di Kota Semarang !
At Jalan Pemuda - Semarang Lama

Untuk Pemukiman,

Kota ini memang lebih nyaman berada di Daerah, yang lebih tinggi dengan Alam Perbukitannya,

Akan tetapi,

Kawasan Semarang Lama, yang terletak di Dataran Rendahnya juga tidak kalah menarik,

Dan lebih banyak dipergunakan sebagai Pusat Bisnis, dan Perdagangan,

Serta Banyak menyimpan Nilai Historis Budaya pada Beberapa Bangunan Tua nya !

1. Mall To Mall


Meski Kota Semarang merupakan Ibukota dari Propinsi Jawa Tengah,

Dan menjadi Kota Besar Terbesar ke Enam berdasarkan Jumlah Penduduk di Indonesia setelah Makasar,

Bukan berarti,

Daya Beli Masyarakat di Kota Ini, bisa dibilang tinggi !

Dibandingkan dengan Propinsi Lainnya di Pulau Jawa,

Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah di Tahun 2019 merupakan, yang terendah ke Dua, setelah D.I Yogyakarta !

Link :
https://www.koranperdjoeangan.com/daftar-ump-tahun-2019-dari-6-provinsi-yang-ada-di-pulau-jawa/

Bahkan,

Jika berada dalam Daerah, yang tergabung dalam “Joglosemar”, Jogjakarta, Solo, dan Semarang,

Kota Semarang, masih kalah dengan Yogya, dan Solo soal Daya Beli Masyarakat nya !


Kota Yogya, dan Solo lebih terkenal Sebagai Destinasi Wisata, dan Budaya
Dibandingkan Kota Semarang dalam Lingkup "JogloSemar" !
(Kiri - Jalan Malioboro) , (Kanan - Pasar Gedhe Solo)
                    
Ya !

Mungkin Kedua Kota tersebut,

Yogyakarta, dan Solo lebih terkenal sebagai Kota Wisata, dan Budaya, dibandingkan dengan Kota Semarang !

Yang secara Kondisi Iklim, dan Geografis,

Kota ini tidak terlalu nyaman sebagai Kota Wisata !

Meski sekali lagi,

Kota ini tentunya punya Tempat Wisata Bersejarah, nan Historis, hingga Destinasi Wisata Kekinian Lainnya !


Jika dilihat dari Tenant, yang menyasar Kaum Menengah Atas Masyarakat Urban Semarang,
Mungkin Paragon Semarang, Satu - satu nya Mall, yang cukup mewakili itu !
Via : https://www.instagram.com


Hal ini pula, yang turut mempengaruhi Perkembangan Mall di Kota Semarang !

Meski Kota Ini juga berstatus sebagai Kota Metropolitan, yang menghubungkan Kota / Daerah Sekitarnya, seperti :

Kendal, Salatiga, Demak, maupun Grobogan,

Akan tetapi,

Cukup jarang ditemukan Mall dengan Tenant Berkelas,

Layaknya Kota Yogyakarta, dan Solo, yang tergabung dalam Daerah Joglosemar !

Ya !

Mungkin Pamor Semarang sebagai Kota Wisata, yang masih kalah dengan Yogyakarta, dan Solo,

Membuat Para Wisatawan agak jarang untuk pergi ke Kota Ini !

Kemungkinan secara Otomatis,

Juga mempengaruhi Daya Beli, hingga Pola Belanja Masyarakat nya, yang masih kalah, dan tidak seramai Kota Yogya, dan Solo !

Karena kurangnya Para Wisatawan Manca maupun Domestik, yang melancong ke Kota Ini !


Solo saja punya The Park dengan Penyewa (Tenant) Department Store Metro !
At The Park Solo

Sebagai Perbandingan nya :

Di Kota Solo, terdapat Mall dengan Penyewa (Tenant) Department Store Berkelas, seperti : Metro (The Park Solo), dan Centro (Solo Paragon),

Maupun,

Di Kota Yogyakarta terdapat Mall dengan Penyewa (Tenant) Department Store Berkelas, seperti : Centro (Plaza Ambarukmo), dan Parkson (Hartono Mall),

Akan tetapi,

Kota Semarang, hanya punya Penyewa (TenantDepartment Store Matahari untuk Mall Terbaiknya, Paragon Semarang !

Meski Tenant, yang Ada di Mall Paragon, maupun Ciputra Semarang cukup berada di Segment Kelas Menengah,

Akan tetapi masih kalah,

Jika dibandingankan dengan Mall, yang Ada di Kota Yogyakarta, dan Solo !

Hal inipula, yang turut mempengaruhi Pertumbuhan Hotel dengan Jaringan Internasional di Kota Semarang,

Yang lagi - lagi,

Terbilang lebih sedikit dibandingkan dengan Jaringan Hotel Internasional, yang ada di Kota Yogya, dan Solo !

Setelah Kami bersantai sejenak di Hotel,

Finally,

Kami memutuskan untuk jalan - jalan di Beberapa Tempat di Kota Semarang !

Ya !

Di Hari Pertama, Tanggal 30 Desember 2018 Lalu,

Kami rencananya akan berbelanja sedikit di Mall Ini buat Keperluan Perjalanan bersama Keluarga di Tanggal 26 Maret 2019, nanti !

Memang Ada,

Beberapa Pakaian, yang belum sempat Kami beli.

Mengingat Rencana Kepergian Kami nanti cukup lama,

Dan sepertinya masih Ada Musim Dingin di Tempat, yang Kami kunjungi nanti,

Nggak ada Salahnya,

Cuci Mata, sekaligus berbelanja di Tempat Ini !

Ya !

Hitung - hitung,

Sembari melihat Sisi Kemajuan, dan Peradaban dari Kota Semarang, lewat Beberapa Gedung, dan Pusat Perbelanjaan (Mall) nya !


Di Solo juga ada Pusat Perbelanjaan dengan Nama Solo Paragon !
Via: https://www.solo-paragon.com

Mall Paragon adalah : Mall Pertama, yang Kami tuju !

Berbicara tentang Mall ini, sepertinya :

Di Kota Solo (Indonesia) juga terdapat Nama Pusat Perbelanjaan, dengan Nama, yang sama, yaitu : Solo Paragon.

Entah !

Apakah Kedua Mall Ini, berada dalan Satu Manajemen, yang sama atau tidak,

Serta,

Apakah Mereka (Mall Paragon Semarang, dan Solo) merupakan cabang dari Pusatnya, Siam Paragon, yang berada di Bangkok (Thailand) ?

Akan tetapi,

1. Jika merujuk kepada Wikipedia :


Sepertinya beda Manajemen !
(Atas - Paragon Semarang) (Bawah - Solo Paragon)


Paragon Semarang dikelolah oleh Pollux Group,

Sebuah Group Property, Hotel, dan Perbelanjaan Asal Singapura, yang juga mengelolah Beberapa Hotel Louis Kienne di Semarang,

Sedangkan Solo Paragon dikelolah oleh : Tauzia Hotel Management, yang mengelolah Hotel Harris, Pop, Yello, dan Solo Paragon Hotel !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Paragon_City_Mall_Semarang
https://id.wikipedia.org/wiki/Superblok_Solo_Paragon

2. Jika melihat,

Lambang dari Kedua Mall ini, yang ada di Indonesia,


Dilihat dari "Tagline", dan Kata Belakang, yang sama
Antara Solo Paragon (Solo - Indonesia), dengan Siam Paragon (Bangkok - Thailand),
Cenderung memiliki Kemiripan !

Sepertinya, berbeda, dan tidak berada dalam Satu Manajemen, yang sama !

Namun untuk Solo Paragon,

Kemungkinan merupakan cabang dari Siam Paragon di Bangkok, Thailand !

Hal ini bisa dilihat dari Nama Kedua Pusat Perbelanjaan (Mall) ini,

Yang Kata Depannya memakai Kata Solo, dan Siam,

Sedangkan,

Kata Belakangnya memakai Kata Paragon !

Begitupula dengan Tagline, yang disematkan kepada Kedua Mall Ini !

The Pride Of Java” untuk Solo Paragon, dan “The Pride Of Bangkok” untuk Siam Paragon !

Namun,

Apakah Solo Paragon berada di bawah : Manajemen Siam Piwat Bangkok, yang mengelolah Siam Paragon, Centre, Discovery, dan Iconsiam ?

Entahlah !

Sebab, ketika Kami membuka Wikipedia,

Yang merujuk kepada Superblock Solo Paragon,

Di mana terdapat : Mall, dan Hotel Solo Paragon,

Ternyata Kawasan ini dikelolah oleh : Tauzia Hotel Management,

Yang mengelolah Sejumlah Hotel berbasis Low Budget hingga **** , seperti : Harris, Pop, Yello, serta Solo Paragon Hotel !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Superblok_Solo_Paragon
https://en.wikipedia.org/wiki/Siam_Piwat

Jadi,

Kalau disimpulkan :

Apakah Mall Solo Paragon, dan Siam Paragon juga berada dalam Satu Manajemen, masih dalam Tanda Tanya Besar ???

Dan Apakah Siam Piwat selaku Pemilik dari Pusat Perbelanjaan Siam Paragon, mengafiliasikan Manajemennya kepada :

Tauzia Hotel Management dalam Hal Masalah Investasi, dan Permodalan Asing di Indonesia,

Kami juga kurang tahu ! 

Back To The Topic

Mall Paragon Semarang memiliki Luasan, yang lebih besar dari Solo Paragon
Di Lantai Atasnya berdiri PO Hotel (Dahulu Crowne Plaza Hotel - Semarang)

Mall Paragon Semarang, terdiri dari Pusat Perbelanjaan, dan Hotel PO (Dahulu Crowne Plaza Hotel), yang berada tepat di Atas nya !

Ya !

Kondisinya hampir sama dengan Solo Paragon,

Hanya saja mempunyai Luasan Mall, yang lebih besar sekitar 120.000 M² ,

Sedangkan Mall Solo Paragon, hanya mempunyai Luasan sekitar 60.000 M² !

Meski demikian :

Tenant Departement Store nya, masih kalah dibandingkan dengan Solo Paragon !

Paragon Semarang, hanya punya Matahari,

Sedangkan Solo Paragon dapat menggandeng Centro di Kelas Middle End untuk Tenant Department Store nya !

Ya !

Mungkin Paragon Semarang lebih memilih Cita Rasa Lokal untuk Department Store nya dengan hadirnya : Matahari Department Store.

Namun,

Kami rasa Brand (Merek) , yang tersedia di Matahari Paragon Semarang, sama dengan Hartono Mall Yogyakarta !

Merek nya lebih Premium dibandingkan Department Store Matahari Lainnya , yang biasa Kami kunjungi !

Sama dengan Halnya,

Kehadiran Galleria Matahari sebagai Department Store Exclusive nya Matahari di Indonesia, Beberapa Waktu Lalu !

Mall ini cukup hadir dengan Penyewa (Tenant) Berkelas di dalamnya !

Yang memang menyasar Pangsa Pasar Middle, dan High Level nya Kaum Masyarakat Urban Semarang !

Sebut saja Penyewa (Tenant) :

L'occitane, Hush Puppies, Guess, Body Shop, Elegance Jewelry, Donini, Urban Icon, Frank & Co, Levi's, Charles & Keith, Wakai, Giordano, Polo Ralph Lauren, Adidas, Optik SEIS, Burger King, BreadTalk, J.CO Donuts, Starbucks Coffee, hingga Cinema XXI,

Cukup memberikan Kelas Tersendiri pada Mall Paragon Semarang !

Ya !

Mall ini,

Mungkin satu - satu nya,

Yang cukup mewakili (Representatif) sebagai Mall Kaum Kelas Menengah hingga Atas Masyarakat Kota Semarang !

Sedangkan,

Beberapa Pusat Perbelanjaan (Mall) Lainnya, seperti :

Mall Ciputra, dan Java Supermall, terlihat agak terlalu lama, dan kuno sebagai Mall, yang juga cukup Favorit di Kota Ini !


Mall Paragon Semarang selalu ramai dikunjungi oleh Para Pelancong maupun Pembeli,
Terutama Tiap Akhir Pekan (Weekend) !


Itulah sebabnya,

Karena minimnya Mall Terbaik dengan Penyewa (Tenant) Terbaiknya,

Maka,

Jangan heran,

Bila Mall Paragon selalu penuh dikunjungi oleh Kaum Masyarakat Urban Semarang !

Terlihat dari Parkiran Mall ini !

Yang Kami pikir bisa membutuhkan Waktu Sejaman hanya untuk cari Parkir Mobil di Mall Ini !

Hal ini,

Dialami oleh Kami Sendiri, yang ketika itu,

Kami, sebenarnya sudah ke Mall ini dari Perjalanan setelah menyantap Hidangan Makan Siang (Lunch) di Toko "OenSemarang, yang masih Satu Jalan dengan Mall Ini, di Jalan Pemuda !

Jadi Sebelum,

Perjalanan menuju Hotel, Tempat Kami menginap di Louis Kienne Hotel Pandanaran,

Rencananya,

Kami ingin mampir sebentar di Pusat Perbelanjaan (Mall) Ini !

Namun, Apa boleh buat,

Kami hampir Setengah Jam menunggu, dan muter - muter cari Parkir Mobil,

Meskipu sudah menghubungi Parkir Valet,

Akan tetapi, tetap saja Penuh (Full Booked) , dan tidak dapat !

Finally,

Kami memutuskan untuk menggunakan Go Car sebagai Transportasi untuk berkeliling di Kota Semarang, termasuk di Mall Ini, sesudahnya !



Alamat :

Paragon Semarang
Jl. Pemuda No.118, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132

Mall berikutnya, yang Kami tuju adalah Mall Ciputra !

Tepat di Hari Kedua,

Tanggal 31 Desember 2018,

Setelah Kami melakukan Eksplorasi di Beberapa Destinasi Wisata Kota Semarangseperti :

Taman Pelangi, dan Klenteng Sam Po Kong,

Finally,

Kami memutuskan untuk mengunjungi Mall ini !


Renovasi Beberapa Pedestrian Kota Tua (Old Town) Semarang,
Menyebabkan Kami memutuskan untuk membatalkan ke Perjalanan Tempat Ini,
Dan beralih ke Mall Ciputra, dan Kawasan Simpang Lima Semarang !
Via : https://jpp.go.id

Sebenarnya,

Kami tidak Ada Keinginan untuk mengunjungi Pusat Perbelanjaan Mall Ciputra !

Mall Ini tidak termasuk dalam Daftar Perjalanan Kami, saat di Kota Semarang !

Ya !

Tapi lagi - lagi,

Berhubung Kondisi Cuaca di Kota Semarang Sangat Panas, ketika itu,

Akhirnya, Kami membatalkan Perjalanan ke Kota Tua Semarang !

Yang, lagi - lagi,

Kata Supir (Driver) Go Car, ketika mengantarkan Kami ke Klenteng Sam Po Kong,

Kota Tua Semarang sedang direnovasi, ketika itu !

Bisa dibayangkan ya ?

Kondisi Kota Semarang, yang panas, kala itu,

Namun,

Kami harus asyik berSelfie Ria di bawah Terik Sinar Matahari, yang menyengat, dan Pedestrian, yang belum jadi di Kota Tua Semarang ?

Pasti, banyak sekali Debu, yang berterbangan, ditambah Kondisi Terik Panas Matahari, yang tidak bersahabat !

Jadi, Kami pikir nggak deh !


Mall nya berada di Kawasan Simpang Lima !
Sebagai Salah Satu Landmark, Yang cukup Ikonik 
Di Kota Semarang ! 

Lagipula,

Mall Ciputra, yang terletak di Simpang Lima,

Bisa dibilang sebagai Landmark, yang cukup Ikonik, dan Jantung Pusatnya Kota Semarang !

Jadi,

Bisalah sedikit Foto Selfie di Daerah Simpang Lima Ini !


Lokasi Louis Kienne Hotel Pandanaran, Tempat Kami menginap
Yang dekat ke mana - mana
Via : https://www.google.com/maps

Alasan Lainnya,

Kenapa Kami pilih Mall Ciputra, bukan Mall Lainnya, seperti : Java Supermall, yang Ada di Kota Semarang ?

Karena, Faktor Kedekatan Lokasi, yang membuat Kami lebih memilih Mall Ini !

Dimana :

Jarak antara Hotel, Tempat Kami menginap di Louis Kienne Hotel Pandanaran dengan Paragon Semarang, Lawang Sewu, Kampung Pelangi, Klenteng Sam Po Kong, dan Simpang Lima,

Memang bisa dibilang tidak terlalu jauh !

Bisa jadi Lokasi itu masih berada di Satu Kawasan, dan Pusat Bisnis Kota Semarang !

Untuk Ongkos Go Pay - Go Car, yang dikenankan saja, hanya berkisar :

Rp. 6.000,- hingga Rp. 14.000,- (Tidak Kurang dari Rp. 20.000,-) !

Sungguh hemat bukan ?


Ngadem dulu ah !
- At Mall Ciputra Semarang -

Lagipula,

Sebelum Ada Mall Paragon,

Mall Ciputra bisa dibilang jadi Mall terbaik di Kota Semarang,

Ya !

Sambil ngadem dari Teriknya Matahari,

Nggak Ada Salahnya ke Mall ini !



At Mall Ciputra Semarang !

Mall Ciputra Semarang,

Mungkin menjadi Salah Satu Mall Tertua di Kota Semarang, yang masih bertahan, hingga saat ini !

Didirikan pada Tanggal 12 Desember 1993,

Mall ini merupakan Adik dari Mall Ciputra (Dahulu Citaland Mall) Jakarta, yang didirikan pada Tanggal 26 Februari 1993.

Secara Luasan,

Mall Ciputra Semarang memang kalah dengan Mall Ciputra Jakarta.

Mall ini hanya Tiga Lantai dengan Luas Mall sekitar 20.000 M² .

Sedangkan Mall Ciputra Jakarta terdiri dari Delapan Lantai dengan Luas Mall sekitar 43.115 M² .

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Mal_Ciputra_Semarang
https://id.wikipedia.org/wiki/Mal_Ciputra_Jakarta

Meski demikian,

Pamor Mall Ciputra Semarang juga tidak kalah dengan Mall Ciputra Jakarta, Cibubur, dan Seraya (Pekanbaru) !

Bisa dikatakan Mall ini,

Cukup bertahan sebagai Salah Satu Mall Terbaik di Kota Semarang, setelah Paragon Semarang !

Ya !

Meski nggak semua Penyewa (Tenant) dapat dikatakan Berkelas,

Dan punya segment di Middle maupun High End nya Kaum Urban Semarang !

Contohnya saja :

Untuk Department Store,

Robinson sebagai Tenant (Penyewa) di Pusat Perbelanjaan (Mall) Ini.

Yang, memang lagi - lagi,

Jika tidak salah,

Masih dalam Satu Manajemen Ramayana Group,

Dan menyasar Kelas Menengah ke Bawah (Middle - Low End) nya Kaum Masyarakat Urban Semarang !


Ramayana Prime 
At Plaza Lawu Madiun
Via : http://madiuntoday.id

Jadi :

Tak seperti Matahari, yang berada di Mall Tertentu, menjadi seakan naik kelas sebagai Department Store Premium,

Robinson, maupun Ramayana,

Walaupun ada embel di belakangnya Prime, seperti :

Ramayana Prime di Plaza Lawu Madiun,

Tetap saja, Ramayana maupun Robinson !

Yang lagi - lagi,

Menyasar Segment Kelas Menengah ke Bawah !

Beberapa Mall Ciputra di Indonesia

Sepertinya :

Mall ini memang memadukan Ritel Mixed Used,

Antara Penyewa (Tenant) Kelas Menengah Atas, dan Bawah !

Sebab, nggak semuanya Penyewa (Tenant) di Mall ini berada di Kelas Menengah Atas (Middle - High End) nya Kaum Masyarakat Urban Semarang !

Hal ini juga menjadi benar,

Sebab Beberapa Mall Ciputra di Indonesia, juga menganut Konsep Serupa !


Ciputra World Surabaya
Dengan Penyewa (Tenant) Berkelas di Dalam nya
Via : http://ciputraworldsurabaya.com/mall/

Tidak seperti :

Kehadiran Mall Ciputra World, yang ada di Jakarta, dan Surabaya (Indonesia).

Jika Superblock Ciputra World, yang juga terdapat Mall di dalamnya (Lotte Shopping Avenue) Jakarta, dan (The Mall At Ciputra World) Surabaya,

Cukup menghadirkan Tenant Kelas Atas,

Berbeda Halnya dengan Mall Ciputra, termasuk Mall Ciputra Semarang, yang juga Ada di Indonesia !


Ada Jembatan Penghubung (Sky Bridge) nya
Menghubungkan antara Mall Ciputra Semrang dengan Plaza Simpang Lima !

Mungkin Luas Mall Ciputra Semarang, tidak terlalu Luas !

Akan tetapi,

Mall ini mempunyai Sky Walk,

Sebagai Jembatan Penghubung Langsung antara Mall Ciputra dengan Plaza Simpang Lima !
                                           
Jadi,

Nggak Ada Salahnya,

Jika Kamu punya waktu lebih, dapat berkunjung ke Plaza Simpang Lima,

Sebagai Salah Satu Mall Tertua di Kota Semarang, yang kini juga menjadi Pusat Komputer, dan Handphone sehingga dikenal sebagai IT Mall nya Kota Semarang !



Alamat :

Mall Ciputra Semarang
Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50134 

2. Kampung Pelangi
Kampung Pelangi,

Menjadi Destinasi Wisata Kami Selanjutnya !

Ya !

Destinasi Wisata Kekinian Happening dengan memanfaatkan Kearifan Lokal, dan Perkampungan Warna Warni, yang terdapat di Beberapa Kota Besar Indonesia, seperti :

Kampung Jodipan (Malang), Kampung Bulak - Kenjeran (Surabaya), Desa Kelir (Gresik), Desa Bejalen (Kab Semarang), Pasar Ilir 16 (Palembang), Kalilo (Banyuwangi), hingga Kampung Jati Jajar (Kota Madiun),

Ternyata,

Kampung Warna - Warni ini, juga dipunyai oleh : Kota Semarang !

Itulah, yang menyebabkan,

Tempat Ini,

Juga menjadi Alasan, yang tepat bagi Kami untuk memilih Kampung Pelangi sebagai Destinasi Wisata Selanjutnya di Kota Semarang !

Terlebih,

Lokasinya dekat dengan Louis Kienne Hotel - Pandanaran, Tempat Kami menginap !


Menyusuri Pedestrian Pandanaran ke Arah Tugu Muda
Lalu Belok Kiri menuju Kampung Pelangi

Berbicara tentang Hotel Ini, memang Lokasinya dekat kemana - mana !

Hanya Bebarapa Menit dari Alun, dan Pusat Kota, Simpang Lima,

Ke Destinasi Wisata Bersejarah Lawang Sewu, cukup Jalan Kaki menyusuri Pedestrian Jalan Pandanaran, dengan Pemandangan Beberapa Gedung Pencakar Langit nya,

Mau melihat Pusat Perbelanjaan Mall Paragon di Jalan Pemuda, cukup naik Gocar dengan Harga tidak sampai Rp. 15.000,-

Dan,

Saat mengunjungi Destinasi Wisata Happening, Kampung Pelangi Ini,

Kami juga cukup berjalan Kaki !

Ya !

Lokasinya, sedikit agak jauh dari Wisata Bersejarah Lawang Sewu,

Akan tetapi, 

Kami masih bisa berjalan Kaki menyusuri Pedestrian Jalan Pandanaran menuju Jalan Dr Sutomo - Kota Semarang !

Kecuali,

Saat Kami ingin mengunjungi Klenteng Sam Po Kong, yang terletak di Jalan Simongan, dan masih Satu Arah dengan Kampung Pelangi,

Kami harus naik Go Car, maupun Taksi Online Lainnya tidak lebih dari Rp. 10.000,- !

Cukup Murah bukan ?


- At Kampung Pelangi -

Seperti Kampung Warna, pada Umumnya,

Kampung Pelangi Semarang, juga memiliki kemiripan !

Kesan Warna Warni, dan Instagramable, juga dimiliki oleh Destinasi Wisata Kekinian Happening Ini !


Lokasinya Mirip "KickStart" ,
Sebuah Perkampungan Warna Warni di Rio De Janeiro, Brazil
Via : https://fronteer.com

Namun, yang sedikit membedakan dengan Beberapa Kampung Warna di Indonesia, kecuali Jodipan, Malang

Adalah : Lokasinya,

Yang sedikit Berbukit, dan mirip dengan Kickstart,

Sebuah Kawasan Perkampungan Warna - Warni di Rio De Janeiro, Brasil !

Sekali Lagi !

Lokasinya bisa dibilang :

Sama - sama Berbukit, dan Cukup Instagramable !


Segi Keamanan (Safety) nya masih kurang Gan !
- At Kampung Pelangi -

Hanya saja dari Segi Keamanan (Safety), Kampung Pelangi Semarang,

Memang perlu diperbaiki !

Contohnya :

Ketika, Kami, menyusuri Kampung Pelangi Ini,

Ternyata, jalannya sangat licin, dan sedikit berlumut

Untuk Penduduk Setempat, dan Para Pemanjat mungkin sudah biasa !

Tapi bagi Orang Awam, seperti : Kami,

Memang harus lebih berhati - hati demi menyusuri Jalan Setapak Berbukit, yang berlumut, dan licin itu !

Iulah sebabnya,

Kami enggan untuk menyusuri Kampung Pelangi ini, hingga menuju Bukit, yang katanya menjadi Titik (Spot) Gardu Pandang, dan Instagram Terbaik di Destinasi Wisata Happening Ini !

Terlebih,

Sepatu, yang Kami pakai, ketika itu memang sangat licin, dan tidak cocok dipakai demi menyusuri Kampung Pelangi Ini !


Beberapa Lukisan Mural,
Di Kampung Warna Jati Jajar, Kota Madiun,
Sepertinya Terlihat lebih "Kece" !
- At Kampung Warna Jati Jajar - Kota Madiun -

Lagipula,

Walau terlihat Instagramable,

Namun untuk Beberapa Spot Terbaiknya,

Kami rasa lebih baik di Kampung Warna Jati Jajar !

Sebuah Destinasi Wisata Kampung Warna, yang dekat dengan Kediaman Kami di Jalan Kemiri - Kota Madiun !


Ilustrasi Souvenir di Kampung Pelangi Semarang
Via : https://coretanpetualang.wordpress.com

Untuk Harga Tiket Masuk di Tempat Ini,

Gratis (Free) !

Namun Kami harus membeli Souvenir Boneka Seharga Rp. 10.000,- untuk 1 Orangnya,

Tepat di Beberapa Pintu Masuk menuju Kampung Pelangi !


Memanfaatkan Sosial Media (Sosmed), yang dilakukan oleh Para Netizen,
Membuat Kampung Pelangi menjadi lebih terkenal
Bahkan di Dunia !

Seperti Kampung Warna Warni Kebanyakan,

Memanfaatkan Daerah Pemukiman Padat di Sosial Media, yang kemudian dimanfaatkan, dan punya kesan Layak Jual,

Pastinya juga dimiliki oleh Kampung Pelangi Ini !

Namun, yang menjadi Pertanyaan ?

Dimanakah,

Para Penghuninya memakirkan Kendaraan Pribadi Mereka, semisal Motor ?

Mengingat bukan hanya Lokasi Jalan, yang terlalu Sempit, namun cukup Curam, Terjal, dan Berbukit !

Sebuah Pasar Bunga bernama “Kalisari” , tepat di Depan Pintu Masuk !

Cukup menambah Kesan Lain dari Kampung Pelangi Ini !


Kampung Pelangi,
Harus lebih diperbaiki lagi ke Depannya !
- At Kampung Pelangi -

Dengan Segala Kelebihan, dan Kekurangan,

Kampung Pelangi, yang cukup menjadi Sorotan Dunia, nyatanya harus lebih diperbaiki lagi !

- At Kampung Pelangi -


Alamat :

Kampung Pelangi
Jl. Wonosari III, Randusari, Semarang Sel, Kota Semarang, Jawa Tengah 50244

3. Destinasi Wisata Budaya Kota Semarang !


Selain menjadi Destinasi Wisata Kuliner,

Kota Semarang, memang kaya akan Destinasi Wisata Budaya nya !

Hal Ini,

Memang dapat dilihat dari Beberapa Peninggalan Bangunan Tua nya, seperti :

Klenteng Sam Po Kong, Lawang Sewu,

Hingga Gereja Blenduk, dan Gedung Marba, yang terletak di Kawasan Kota Tua, Semarang Lama !

Meski,

Kota Semarang, kalah dalam Destinasi Wisata Kekinian, dan Belanja dengan Kota Lainnya, seperti Jogja, dan Solo,

Namun,

Untuk Destinasi Wisata Budaya nya, terutama, yang merujuk pada Bangunan Tua, dan Sisa Peninggalan Kolonialisme Belanda,

Kota Ini cukup diperhitungkan dalam Lingkup Kawasan JogjaSoloSemarangJoglosemar” !

Walaupun, 

Sebagai Daerah Tujuan Wisata Budaya

Para Turis Domestik maupun Mancanegara lebih memilih Kota Yogya, dan Solo dibandingkan Kota Semarang !

Disebabkan Faktor Kedekatan

Di mana Kota Yogya, dan Solo secara Jarak lebih dekat dibandingkan dengan Kota Semarang, yang sama - sama "Joglosemar" ! 


Pelabuhan Tanjung Emas
Via : https://www.suaramerdeka.com 

Hal Ini, bisa dimaklumi !

Sebab,

Dari Sejak dahulu dalam Sejarah Pembangunan Kota,

Semarang memang dikenal sebagai Pusat Perdagangan bagi Orang Eropa, dan Belanda di Asia, maupun Hindia Belanda (Indonesia) !

Hal Ini juga dikuatkan dengan adanya :

Pelabuhan Tanjung Emas,

Yang menjadi : Jalur Keluar Masuk nya Distribusi Barang menuju Daerah Semarang, Jawa Tengah, dan Sekitarnya !

Ya !

Kondisinya mirip dengan Kota Jakarta, yang punya Pelabuhan Tanjung Priok, dan Sunda Kelapa, ketika itu, di Zaman Belanda,

Maupun Surabaya dengan Tanjung Perak nya !


Kawasan Pecinan - Kota Semarang
Via : https://www.kompasiana.com

Hal Ini pula,

Yang secara Hukum turut mempengaruhi Pembagian Wilayah berdasarkan Kelompok maupun Kelas Sosial Masyarkatnya !

Misalnya saja :

*Kawasan Kota Tua Semarang (Little Netherland) untuk Orang Eropa, dan Belanda

*Kawasan Pecinan (Semawis), Pekojan dan Kauman untuk Orang Arab, India, China maupun Asia Timur Lainnya

Sedangkan,

*Kawasan Depok, dan Poncol, hingga Beberapa Kawasan, yang tidak Ada sebelumya, didiami oleh Orang Pribumi (Inlander) !


Kaum Pribumi, yang terpinggirkan !
Via : https://www.republika.co.id/

Secara Geografis,

Kondisi nya 11/12 dengan Kota Surabaya, dan Jakarta !

Di mana,

Kaum Pribumi sebagai Kaum, yang terpinggir (marginal) kan,

Pada Masa Pemerintahan Kolonialisme Belanda,

Mereka tidak mempunyai Wilayah/ Daerah bahkan Tempat Tinggal !

Sehingga Mereka menempati Wilayah Baru dipinggiran Kota Semarang, ketika itu,

Sebagai Rumah maupun Tempat Tinggal Mereka !

Sungguh Ironi, bukan ?

Tapi itulah, Sebuah Kenyataan, yang harus diterima oleh Kita sebagai Bangsa, yang tertindas, dan terjajah oleh Pemerintahan Kolonialisme Belanda !

Di mana Kita sebagai Pemilik Bumi Pertiwi, Nusantara Indonesia,

Ternyata harus terjajah, dan tidak memilik Hak, bahkan Tempat Tinggal Sekalipun !

Cukup kurang lebih 350 Tahun,

Kita terjajah !

Dan Kini,

Saatnya Kita bangkit untuk mengisi Kemerdekaan, yang lebih bermanfaat !

Agar Bumi Pertiwi, Indonesia, makin bersinar, dan lebih baik lagi !

Back To The Topic !

Proses Akulturasi Budaya,
Yang dibawa oleh Para Pedagang China,
Telah berlangsung Beratus Tahun Lamanya di Indonesia !
Via : https://nusantara.news

Jadi jika ditanya ?

Darimanakah Keanekaragaman (Diversity), yang dipunyai oleh Beberapa Kota Pelabuhan di Sepanjang Pantai Utara (PanturaPulau Jawa, seperti :

Jakarta, Semarang, dan Surabaya ?

Kita dapat menyimpulkan :

Faktor Perdagangan, dan Kependudukan Wilayah Tertentu,

Hingga Beratus Tahun di Bumi Pertiwi pada Masa Pemerintahan Kolonialisme Belanda,

Cukup membuat Kota Semarang, dan Beberapa Kota Lainnya di Sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa menjadi Beraneka Ragam Budaya !

Bahkan tak jarang,

Ketika,

Mereka, Para Pedagang Eropa - Belanda, China, Arab, India, maupun Gujarat (Persia) melakukan perdagangan, hingga bermukim di Kota Semarang,

Akhirnya menikah dengan Orang Pribumi Asli !

Proses Akulturasi Budaya, yang ber Aneka Ragam inilah, cukup membuat Kota Semarang kaya akan Budaya, termasuk Peninggalan Beberapa Bangunan Tua nya !

Klenteng Sam Po Kong, menjadi Destinasi Wisata Budaya Pertama Kami di Kota Semarang !

Sebenarnya Ada : Tiga Destinasi Wisata Budaya, yang ingin Kami tuju, Saat itu !

Selain Klenteng Sam Po Kong,

Lawang Sewu, dan Kota Tua Semarang, memang menjadi Ikon Destinasi Budaya, yang cukup melegenda bagi Para Pelancong, yang singgah di Kota Atlas Ini !

Namun, sayang,

Kondisi Kota Tua Semarang, yang sedang mengalami renovasi di Beberapa Jalur Pedestrian nya,

Hingga Teriknya Sinar Matahari, yang menyengat, dan Debu, yang berteberangan, Ketika Itu,

Membuat Kami berfikir untuk tidak mengunjungi Kota Tua Semarang, yang terkenal dengan sebutan “Little Netherland” ini !

Informasi ini,

Kami dapati dari Supir (Driver) Go Car,

Sebuah Transportasi Online mirip Taksi, yang memang Made In Indonesia !

Di mana Tarif dari Kampung Pelangi menuju Klenteng Sam Po Kong, yang masih Satu Arah, hanya berkisar Rp. 6.000,- .

Ya !

Cukup murah untuk Sebuah Perjalanan Terindah menuju Destinasi Wisata Budaya di Kota Pelabuhan Ini !

Dan, tepat di Hari Kedua, Senin, Tanggal 31 Desember 2018,

Kami mengunjungi Destinasi Wisata Budaya Ini !


Patung Laksamana Zheng He (Cheng Ho)
- At Sam Po Kong -

Merujuk pada Wikipedia :

Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong (Tionghoa : δΈ‰δΏζ΄ž) adalah :

Sebuah Petilasan

Yaitu : Bekas Tempat Persinggahan, dan Pendaratan Pertama dari Seorang Laksamana Tiongkok Beragama Islam, yang bernama Zheng He / Cheng Ho di Nusantara (Indonesia) !

Terletak di Daerah Simongan, Sebelah Barat Daya Kota Semarang !

Tanda, yang menunjukan sebagai Bekas Petilasan, yang berciri KeIslaman, dengan ditemukannya Tulisan, yang berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an".

Dalam Bahasa China !

Disebut Gedung Batu, karena Bentuknya merupakan Sebuah Gua Batu Besar, yang terletak pada Sebuah Bukit Batu !

Orang Indonesia Keturunan Cina menganggap Bangunan itu adalah : Sebuah Klenteng

Mengingat Bentuknya memiliki Arsitektur Bangunan Cina, sehingga mirip sebuah Klenteng !

Sekarang,

Tempat tersebut dijadikan Tempat Peringatan, dan Tempat Pemujaan atau bersembahyang serta Tempat untuk berziarah.


- At Sam Po Kong -

Untuk Keperluan Tersebut,

Di dalam Gua Batu itu diletakan Sebuah Altar, serta Beberapa Patung Sam Po Tay Djien.

Padahal Laksamana Cheng Ho adalah : Seorang Muslim, tetapi oleh mereka di anggap Dewa !

Hal Ini dapat dimaklumi mengingat Agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap Orang, yang sudah meninggal dapat memberikan Pertolongan kepada Mereka !


The History Of "Zheng He" In Semarang (Indonesia)
- At Sam Po Kong -

Menurut Cerita :

Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati Laut Jawa,

Namun saat melintasi Laut Jawa, Banyak Awak Kapalnya, yang jatuh sakit, kemudian Ia memerintahkan untuk membuang sauh.

Lalu merapat ke Pantai Utara Semarang untuk berlindung di Sebuah Goa, dan mendirikan Sebuah Masjid di Tepi Pantai, yang sekarang telah berubah Fungsi menjadi Klenteng !

Bangunan itu, sekarang, telah berada di Tengah Kota Semarang !

Diakibatkan Pantai Utara Jawa selalu mengalami Proses Pendangkalan, yang diakibatkan adanya Proses Sedimentasi sehingga lambat laun Daratan akan semakin bertambah Luas ke Arah Utara !

Konon,

Setelah Zheng He meninggalkan Tempat Tersebut, karena Ia harus melanjutkan Pelayarannya,

Banyak Awak Kapalnya, yang tinggal di Desa Simongan, dan menikah dengan Penduduk Setempat !

Mereka bersawah, dan berladang di Tempat Itu !

Zheng He memberikan pelajaran bercocok - tanam serta menyebarkan Ajaran Agama Islam.

Di Klenteng Ini, juga terdapat Makam Seorang Juru Mudi dari Kapal Laksamana Cheng Ho, yang bernama : 'Kjai Djoeroemoedi' !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng_Sam_Po_Kong


Klenteng Sam Po Kong dahulu
Via : http://wisata-semarangbiz.blogspot.com

Melihat Klenteng Sam Po Kong kini,

Mungkin akan berbeda dari Bentuk Bangunan Pertamanya !

Ya !

Pada Masa Dahulu,

Bangunan Ini memang mirip dengan Gua Batu !

Di mana,

Akses menuju Tempat Ini memang sulit, karena terletak di Tepi Pantai !

Namun, Kini,

Masjid, dan Goa Batu, yang terletak di Tepi Pantai Itu telah berubah,

Karena adanya Pendangkalan, Proses Sedimentasi, yang berakibat Daratan bertambah Luas ke Arah Utara !

Bangunan, yang menjadi Klenteng Itu, kini,

Tepat, Berada di Tengah Kota Semarang !


- At Klenteng Sam Po Kong -

Klenteng Sam Po Kong, saat ini, mempunyai Beberapa Gedung Baru.

Seperti:

Yang didirikan bertepatan dengan Perayaan 600 Tahun Misi (Muhibah) Cheng Ho di Tanah Air pada Tahun 2005 !

Di Klenteng, yang dahulu menjadi Masjid, juga terdapat :

Makam 'Kjai Djoeroemoedi' dan 'Kjai Jangkar' !


- At Klenteng Sam Po Kong -

Untuk Harga Tiket Masuk nya :

Hari Biasa :

Dewasa : Rp. 7.000,- ,
Jika Terusan (Termasuk menggunjungi Area Sembahyang : Rp. 37.000,-)      
Anak - Anak : Rp. 5.000 ,
Jika Terusan (Termasuk menggunjungi Area Sembahyang : Rp. 20.000,-)

Hari Libur (Sabtu, dan Minggu) :

Dewasa : Rp. 10.000,- ,
Jika Terusan (Termasuk menggunjungi Area Sembahyang : Rp. 38.000,-)     
Anak - Anak : Rp. 8.000,- ,
Jika Terusan (Termasuk menggunjungi Area Sembahyang : Rp. 23.000,-)

Source :
https://macamtiket.com/


Alamat :

Klenteng Sam Po Kong
Jl. Simongan No.129, Bongsari, Semarang Bar, Kota Semarang, Jawa Tengah 50148

Setelah mengunjungi Klenteng Sam Po Kong pada Hari Kedua Kami di Kota Semarang,

Tepat di Hari Ketiga, Tanggal 1 Januari 2019, Hari Terakhir Kami di Kota Ini,

Lawang Sewu menjadi Destinasi Wisata Budaya Selanjutnya, yang Kami tuju !


- At Lawang Sewu -

Ya !

Meski,

Kami membatalkan untuk mengunjungi Salah Satu Landmark, Kota Tua Semarang, disebabkan, ketika itu masih dalam Tahap Renovasi untuk Beberapa Jalur Pedestrian nya,

Namun,

Lawang Sewu, yang dikenal sebagai Salah Satu Wisata Bersejarah, yang cukup Angker, dan menjadi Cerita Legenda Urban (Urban Legend), Masyarakat Kota Semarang,

Cukup menjadi Pelengkap Kami untuk melihat Sisi Budaya Lainnya dari Kota Semarang !

Jika,

Klenteng Sam Po Kong terkenal akan Wisata Budaya, yang cukup religius dari Perjalanan Laksamana Tiongkok, yang Beragama Islam, bernama Zheng He / Cheng Ho,

Tidak demikian Halnya dengan Lawang Sewu, yang cukup menawarkan Aroma Mistis, dan Keangkeran Tersendiri pada Bangunan Tua nya !

Dari Lawang Sewu bisa terlihat 
Gedung Louis Kienne Hotel Pandanaran, Tempat Kami menginap !
 - At Lawang Sewu -

Lokasi, yang lagi - lagi,

Terbilang dekat dengan Hotel Tempat Kami menginap di Louis Kienne Pandanaran, yang hanya selangkah,

Menyusuri Pedestrian Jalan Pandanaran, menuju Daerah Jalan Pemuda (Bundaran Tugu Muda) Kota Semarang,

Membuat Kami berfikir, rasanya sayang, jika Kami melewatkan untuk mengunjungi Tempat Bersejarah Ini !

Meski, lagi - lagi,

Hanya Saya (Penulis), tanpa didampingi oleh Istri, yang kebetulan katanya takut !


Hanya Saya (Penulis) Sendiri, yang mengunjungi Lawang Sewu
Edisi minta tolong difotoin sama "Mbaknya" ☺☺☺
- At Lawang Sewu -

Entah !

Apa, yang Ada, di dalam benak Istri Saya, ketika itu, yang memutuskan untuk tidak ke Lawang Sewu !

Apakah capek, karena 2 Hari Penuh, Kami cukup berjalan mengitari Beberapa Tempat di Kota Ini,

Atau Apakah,

Ada Aroma Mistis, nan Menyeramkan (Spooky) di dalamnya ?

Yang, jelas,

Hanya, Saya (Penulis) Sendiri,

Mengunjungi Lawang Sewu, tepat di Hari Terakhir Kami di Kota Ini !


- At Lawang Sewu -

Menurut Wikipedia :

Lawang Sewu (Bahasa Indonesia: Seribu Pintu) adalah :

Sebuah Gedung Bersejarah di Indonesia, yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah !

Gedung Ini,

Dahulu,

Merupakan Kantor dari Nederlands - Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS ,

Sebuah Perusahaan Jawatan Kereta Api di Masa Pemerintahan Hindia Belanda !


Lokasinya, jika dari Bundaran Tugu Muda (Wilhelminaplein) menuju Arah Jakarta
Tepat berada di Sebelah Kanan Arah Jalan Pemuda, dan Pandanaran !
- At Bundaran Tugu Muda (Wilhelminaplein) -

Dibangun pada Tahun 1904, dan selesai pada Tahun 1907,

Terletak di Bundaran Tugu Muda, yang dahulu disebut : Wilhelminaplein,

Masyarakat Setempat menyebutnya : Lawang Sewu !

Karena Bangunan Tersebut memiliki Pintu, yang sangat banyak,

Meskipun Kenyataannya,

Jumlah Pintunya tidak mencapai Seribu.

Bangunan Ini memiliki Banyak Jendela, yang tinggi dan lebar, sehingga Masyarakat sering menganggapnya sebagai Pintu (Lawang).

Bangunan Kuno, dan Megah berlantai Dua ini, setelah Kemerdekaan R.I dipakai sebagai Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia !

Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro), dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah !


Pertempuran Lima Hari di Semarang,
Cikal Bakal berdirinya Tugu Muda !
Via : https://lintas24.com

Pada Masa Perjuangan,

Gedung Ini memiliki Catatan Sejarah Tersendiri, yaitu :

Ketika berlangsung Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 - 19 Oktober 1945).

Gedung Tua Ini,

Menjadi Lokasi Pertempuran, yang hebat antara Pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai, dan Kidobutai Jepang,

Dan tepat di Bundaran Tugu Muda (Dahulu Wilhelminaplein) ! 

Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992,

Memasukan Lawang Sewu sebagai Salah Satu dari 102 Bangunan Kuno Cagar Budaya atau Bersejarah di Kota Semarang, yang patut dilindungi !

Saat ini,

Bangunan Tua Tersebut telah mengalami Bebeerapa Kali Tahap Konservasi, dan Revitalisasi, yang dilakukan oleh : Unit Pelestarian Benda, dan Bangunan Kuno Bersejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu


Lorong Bawah Tanah Lawang Sewu
Via : https://www.dagelan.co

Menurut Informasi

Lawang Sewu juga mempunyai Lorong Bawa Tanah, yang konon katanya terhubung (terintegrasi) dengan Beberapa Bangunan Tua, yang terletak di Kota Tua Semarang !

Panjang Lorong Bawah Tanah, hingga menuju Kota Tua Semarang, kurang lebih 4 - 5 Km.


Lorong Bawah Tanah Lawang Sewu, yang terkenal Angker !
Via : https://bonvoyagejogja.com

Inilah, yang menjadi Asal Muasal, mengapa Lawang Sewu, menjadi terkenal Angker, dan Teramat Menyeramkan (Spooky) !

Sebab Dahulu,

Pada Masa Pendudukan Jepang,

Lorong, yang sangat lembab, dan tingginya, tidak lebih dari 2 Meter Itu,

Digunakan sebagai Penjara, yang memang dikhususkan untuk menyiksa Para Tahanan !

Ada Dua Model Penjara untuk menyiksa Para Tahanan, yaitu :

Penjara Jongkok, dan Penjara Berdiri !


Penjara Jongkok Lawang Sewu
Via : https://www.tripadvisor.ca

*Penjara Jongkok berada di Lorong Bawah Tanah, yang bentuknya seperti Bak Ukuran Tinggi 0,5 meter.

Para Tahanan harus Jongkok di dalamnya, dan diisi Air hingga sebatas Leher lalu bak itu ditutup Teralis Besi !

Sementara itu,


Penjara Berdiri Lawang Sewu
Via : https://www.dagelan.co

*Penjara berdiri hanya berukuran sekitar 1 meter x 1 meter.

Kemudian Para Tahanan, yang jumlahnya sekitar 7 - 8 Orang akan berdiri berhimpitan di dalam Penjara Itu !

Memang,

Penjara itu tidak dimaksudkan untuk menahan, namun untuk menyiksa Para Tahanan, hingga kemudian tewas dan dilempar ke Sungai di Belakang Lawang Sewu !

Link :
https://news.detik.com/berita/d-2786242/misteri-lorong-bawah-tanah-lawang-sewu-konon-jadi-penghubung-gedung-tua-di-semarang


Ada Beberapa Larangan, yang harus dipatuhi
Saat Memasuki Lawang Sewu !
- At Lawang Sewu -

Inilah, yang menyebabkan ke Angkeran Lawang Sewu, menjadi tidak tertandingi !

Konon,

Kabarnya Banyak Teriakan Minta Tolong, dan Suara Aneh, yang tak tahu darimana Asalnya.

Rintihan demi Rintihan semakin jelas,

Ketika berada di dalam Lorong Sepanjang kurang lebih 4 - 5 Km,

Menuju Pusat Kota (Down Town) Kota Tua Semarang !

Melihat Bangunan Tua nya saja, ketika Menjelang Malam Hari,

Saat Kami melewati Daerah itu, pastinya membuat Bulu Kuduk Kami merinding !

Terlebih,

Ada Beberapa Larangan, yang memang harus dipatuhi Pengunjung, saat memasuki Lawang Sewu !


Informasi mengenai Sejarah PerKeretaApian di Indonesia ada di Lawang Sewu !
Maklum, Lawang Sewu, kini
Difungsikan sebagai Salah Satu Museum Kereta Api di Indonesia.
Karena dalam Sejarahnya, Lawang Sewu menjadi 
Kantor bagi Nederlands - Indische Spoorweg Maatschappij
Sebuah Jawatan Kereta Api di Masa Pemerintahan Hindia Belanda
- At Lawang Sewu -

Namun begitu,

Semua terbayar, ketika Saya (Penulis), memasuki Lawang Sewu !

Begitu Banyak Informasi, yang Saya peroleh di Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda Ini !

Mulai dari Sejarah Pembentukan Tata Kota Semarang dahulu, Potret Lawang Sewu dari Masa ke Masa,

Hingga, yang terakhir ,

Tentunya Informasi, mengenai Sejarah Per KeretaApi an di Indonesia, berikut dengan Beberapa Stasiun Penting di Masa nya !

Ya !

Bisa dimaklumi !

Seperti, yang Saya ceritakan sebelumnya di atas,

Lawang Sewu dahulu merupakan bekas Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia !

Maka,

Tentunya Banyak Memori, yang terekam tentang Kehadiran Gedung Ini sebagai Rumah dari Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) !

Beberapa Animasi tentang Perkembangan Kereta Api, dan Potret Stasiun Kereta Api di Indonesia pada Masa nya, turut hadir melengkapi Gedung Bersejarah Ini !

Wajar saja,

Jika,

Kini,

Lawang Sewu juga dikenal sebagai Salah Satu Museum Kereta Api di Indonesia !


- At Lawang Sewu -

Untuk Harga Tiket Masuk ke Lawang Sewu :

Dewasa : Rp.10.000,-
Pelajar, dan Anak - Anak : Rp. 5.000,-

Jika ingin masuk ke Ruang Bawah Tanah dikenakan Biaya Tambahan sebesar : 
Rp. 30.000,- , 

Dan untuk menyewa Pemandu Wisata (Tourist Guide) juga dikenakan Biaya Tambahan sebesar Rp. 30.000,- !

Lawang Sewu buka Setiap Hari, mulai Pukul 6 Pagi hingga 9 Malam !

Source :
https://macamtiket.com/



Alamat :

Lawang Sewu
Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132 

Waktunya Incip Incip !


Ini saatnya,

Kami menikmati Sajian Kuliner Terbaik di Kota Ini !

Menjelajah Tempat demi Tempat Terbaik, yang Ada di Kota Semarang !

Ya !

Semarang bisa dibilang, punya Sajian Kuliner, yang cukup Lengkap !

Faktor Keberagaman, dan Akulturasi Budaya, cukup memegang Peranan Penting bagi Beberapa Kuliner Terbaik di Kota Semarang, dan Sepanjang Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa !

Khususnya,

Kuliner China - Jawa Peranakan !

Maklum !

Para Pedagang China, yang datang ke Nusantara, ketika Itu,

Khususnya di Wilayah Pantai Utara Pulau Jawa,

Pada Umumnya,

Mereka hanya datang sendiri, dan biasanya menikah dengan Perempuan Asli Pribumi di Tanah Jawa !

Itulah mengapa,

Faktor Akulturasi (Proses Perpaduan Kebudayaan),

Antara Kebudayaan Asing, dengan Lokal (Setempat), yang dipertahankan, hingga kini,

Turut mempengaruhi Cara Makan, serta Selera Kuliner Orang Indonesia !


Lumpia, Salah Satu Kuliner China - Jawa Peranakan,
Yang cukup Populer di Kota Semarang !
- At Lumpia Kaki Lima Pandanaran -

Lumpia, Caudo (Soto), hingga Nasi Goreng Babat Khas Semarang, cukup membuktikan, bahwa :

Melalui Proses Akulturasi,

Kuliner di Kota ini dapat Beraneka Ragam !

Belum lagi,

Sajian Kuliner Khas Eropa,

Di mana Kedatangan Para Kaum Kolonialisme Eropa - Belanda, yang cukup lama menjajah Indonesia,

Juga berdampak domino pada Beberapa Kuliner Khas Semarang, yang dipengaruhi oleh Gaya Sajian Masakan Eropa - Londo !

Sebut saja :

Bandeng Presto, hingga Wingko Babat !


Cita Rasa Londo
- At Toko "Oen"-

Bahkan,

Ada Beberapa Resto, yang sengaja menghadirkan Masakan Eropa, dan berdiri sejak Masa Kolonialisme Belanda !

Toko Oen adalah : Salah Satu Resto Tempo Doeloe Terbaik dengan Penyajian Kuliner Eropa, yang ada di Kota Semarang !

Itulah mengapa,

Kota Semarang juga mendapat Julukan sebagai Kota Beragam Budaya, sesuai Tagline nya “Variety Of Culture” !

Toko Oen menjadi Penjelajahan Kuliner Pertama Kali Kami di Kota Semarang !

Ya !

Toko Oen” memang masuk ke dalam Salah Satu Daftar (List) Kuliner Utama Kami, saat di Kota Ini !

Selain meng Eksplorasi Pasar Semawis, dan makan Gurihnya Bandeng Juwana Elrina,

Kami memang cukup dibuat Penasaran (Curious) dengan Kehadiran Resto Ini di Kota Semarang !

Pasalnya,

Kami pernah mencoba Resto Ini dengan Nama, yang sama “Toko Oen” di Kota Malang !


- At Depan Toko "Oen" Semarang -

Meski beda Manajemen, dan Kepemilikan,

Toko Oen” , yang berada di Kota Semarang,

Merupakan Toko Oen dari Pemilik (Owner) Asli, yang Pertama, yaitu :

Ny. Liem Gien Nio (“Oma Oen”), dan Tn. Oen Tjoen Hok (“Opa Oen”), yang membuka Toko Pertamanya di Yogyakarta pada Tahun 1910 - 1937, dan Kini diwariskan oleh Para Keturunannya !

Mereka membuka Toko Oen di Semarang pada Tahun 1935,

Setelah Beberapa Toko nya mengalami Kebangkrutan, Penutupan, Pengambil Alihan, hingga Pengakuan (Klaim) secara Sepihak oleh Pemilik Baru nya !


Serupa tapi tak sama !
Meski sama - sama punya Nama "Toko Oen",
Namun beda Manajemen, dan Kepemilikan
- At Toko "Oen" Malang -


Resto, yang buka pada Tahun 1934, bersamaan dengan Kehadiran Resto Ini di Batavia, Ibu Kota Pemerintahan Hindia Belanda,

Toko Oen Malang  juga diambil alih oleh Pemilik Baru !

Gedung Ini sampai sekarang,

Tetap difungsikan sebagai Restoran dengan Nama Dagang TokoOEN”, tetapi tanpa ijin dari Pemegang Hak Paten (License) Pemilik Nama TokoOEN”.


- At Toko "Oen" Semarang -

Di Kota Semarang lah, Resto Toko Oen dari Pemilik Asli itu berdiri !

Menempati Gedung, yang dipakai dahulunya sebagai Tempat untuk memanggang (Grillroom), yang dioperasikan oleh Seorang Berkewarganegaraan Inggris !

Gedung Ini berlokasi di Jalan Bodjong Nomor. 52 (kini Jalan PemudaKota Semarang !

Sejak 1936,

Beroperasilah TokoOENSemarang !

Hingga Kini,

Pihak Manjemen, yang diwakili oleh : Keluarga Opah, dan Omah Oen”, tidak mengakui Keberadaan Toko Oen”, yang berada di Kota Malang !

Dan hanya, mengakui TokoOen”, yang berada di Semarang, dan Pasar Malam, Den Haag (Belanda) !

Link :
http://tokooen.com/id/infobox/history_of_toko_oen


- At Depan Pintu Masuk Toko "Oen" -

Itulah Alasan,

Mengapa Kami harus wajib (kudu) berkunjung ke Toko Oen, yang berada di Kota Semarang !

Selain “Oen” menjadi Nama Jaminan bagi Sebuah Sejarah Resto Tempo Doeloe di Indonesia,

Faktor Pemilik (Owner) Pertama, yang mengelolah Resto ini,

Menjadi Alasan bagi Kami untuk mengunjung “Toko Oen” !

Sebab sekali lagi !

Oen” adalah Nama bagi Sebuah Cerita, dan Sejarah Resto Tempo Doeloe !

Lokasinya dekat Kota Tua (Old Town) Semarang Lama
- At Depan Toko "Oen" -

Memasuki “Toko Oen”, yang terletak di Jalan Pemuda Semarang,

Kami serasa dibawa oleh Suasana (Atmosphere) Tempo Doeloe !

Bukan hanya dari Penampakan, hingga Interior Dalam Gedungnya,

Namun juga Suasana Lingkungan Sekitar (Ambience) dengan Beberapa Bangunan Tuanya, turut mendukung Segalanya !

Terlebih,

Lokasinya, dekat dengan Kota Tua (Old Town) Semarang Lama.

Ya !

Jika diukur,

Jaraknya, kurang lebih 3 hingga 4 Km dari Resto Tempo Doeloe Ini !

Sehingga wajar,

Suasana Semarang Lama dengan Kota nya, terbawa, dan sedikit banyaknya berpengaruh pada Resto Ini !

Dagangan Khas Semarang, seperti :

Lumpia, turut hadir di Sekitar Pedestrian Jalan Pemuda Nomor 52 Ini,

Tempat TokoOen” berdiri !


- At Bagian Dalam Toko "Oen" -

Memasuki bagian dalam Resto,

Lagi, dan lagi Atmosphere itu sengaja dihadirkan !

TokoOen”, yang sangat kental dengan Suasana Resto Tempo Doeloe, sedikit banyaknya juga membawa Kami larut ke dalam Masa - Masa Itu !

Ya !

Walaupun, bisa dibilang :

Kami termasuk dalam Generasi Milenialis Zaman Now, yang mungkin tidak pernah merasakan Era di mana Masa Kolonialisme Belanda di Indonesia itu hadir !

Namun setidaknya,

Dari Ornamen, dan Detail Bangunan, cukup menggambarkan akan Hal Itu !


Citra Rasa Kuliner Eropa Londo !
- At Toko "Oen" Semarang -

Terlebih,

Menu Makanan, yang disajikan, kebanyakan adalah : Eropa Belanda !

Meski Pemilik (Owner) nya merupakan Keturunan Tionghoa !

Dan, jika mau jujur

Mulai dari Penataan Ruang, Pelayanan, dan Menu Makanan, yang dihidangkan TokoOenSemarang sebagai Pemilik Awal dari Hak PatenOen” ,

Memang jauh lebih baik dibandingkan dengan TokoOenMalang !

Walaupun Keduanya sama - sama menjadi Legenda bagi Resto Tempo Doeloe di Indonesia !


Citra Rasa Kuliner Eropa Londo !
- At Toko "Oen" Semarang -

Mulai dari :

Huzarensla (Salad Belanda), Rib Eye, dan Sirloin Steak semuanya, punya Cita Rasa Lezat !

Begitupula dengan Ice Cream Soda, dan Es Kopyor nya !

Maka, jangan heran,

TokoOenSemarang,

Menjadi Destinasi Pertama Kami, saat tiba di Kota Ini !

Kisaran Harga untuk Menu Kami, Ketika Itu :

Rp. 30.000,- - Rp. 150.000,-



Alamat :

TokoOenSemarang
Jl. Pemuda No.52, Bangunharjo, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50138

At Pasar Semawis 




Kemarin Malam, Kami mengunjungi #PasarSemawis , yang terletak di #GangWarung #Semarang . Daerah ini merupakan #KawasanPecinan di #SemarangLama Beraneka #JajananMakanan Ala Kaki Lima membentang Sepanjang kurang lebih 1 - 2 Km Tersaji lengkap, layaknya #SurgaMakanan di #Thailand , dan #KawasanPecinan Dunia Dan overall, Enak semua πŸ˜‹ Bagi Kamu, yang Muslim jangan khawatir , sepertinya #MakananHalal lebih banyak dijumpai, walau memang ada, yang menjual Beberapa Makanan Non Halal ! Sepertinya #AkulturasiBudaya lewat #Kuliner tersaji lengkap di sini Wajar, #PasarSemawis menjadi Salah Satu #StreetFoodTerbaik di Indonesia atau bahkan #Asia πŸ‘ Harga Rata Rata Makanan : Rp.25.000,- - Rp. 35.000,- Baca Artikel Kami : http://www.thecolourofindonesia.com/2016/01/10-lokasi-street-food-terbaik-indonesia.html?m=1 #PasarSemawis #GangWarung #InstaTravel #InstaGram #Travelling #FoodBlogger #Blogger #OurJourney #InstaGram #Foodie #Foody #KotaSemarang #Semarang #ChinaTown #LovelyTravel #Indonesia
A post shared by Pangki Pangluar (@pangluar) on


Ini Penjelajahan Kuliner Kedua Kami di Kota Ini !

Setelah menikmati Enaknya Cita Rasa Masakan Eropa Londo di Resto Tempo DoeloeToko Oen”,

Kini saatnya,

Kami melakukan Eksplorasi Kuliner Kedua di Kota Ini !


Pasar Makanan - Setiap Malam Akhir Pekan ini
berada di Sebuah Gang bernama "Gang Warung"
- At Pasar Semawis -

Ya !

Pasar Semawis,

Sengaja dipilih untuk menghabiskan Waktu Malam Pertama Kami di Kota Semarang !

Secara, kebetulan,

Pasar Ini, hanya buka Petang Sore, hingga Malam Hari,

Setiap Akhir Pekan (Weekend), Sabtu, dan Minggu, maupun Hari Libur !

Di Sebuah Jalan Kecil, yang bernama Gang Warung, Salah Satu Daerah Pecinan di Kota Semarang !


Istirahat + Bersih - Bersih Dahulu !
- At louis Kienne Hotel Pandanaran -

Walhasil,

Kami, yang sedikit beristirahat di Louis Kienne Hotel Pandanaran, Tempat Kami menginap, akibat Perjalanan 2.5 Jam dari Kota Madiun menuju Semarang,

Jadi agak sedikit punya Waktu, ketika Pasar Ini, buka di Malam Hari, pada Hari Minggu, Tanggal 30 Desember 2018 !

Ya !

Lagipula,

Ketika itu,

Kami masih cukup kenyang,

Setelah menikmati Lezatnya Menu Eropa Londo, yang dihidangkan pada Salah Satu Resto Tempo Doeloe TerbaikOen” !


Tiba di Hotel !
- At Louis Kienne Hotel Pandanaran -

Sekitar Pukul 2 Siang,

Kami tiba di Hotel !

Jadi masih Ada Waktu kurang lebih 4 Jam,

Untuk Beristirahat, dan tentunya Shalat !

Di Pukul 8 Malam,

Selepas Cuci Mata, dan Sedikit Belanja Kebutuhan di Mall Paragon Semarang,

Finally,

Kami menuju ke Pasar Semawis !


- At Pasar Semawis -

Menurut Informasi, yang Kami kutip :

Pasar Semawis atau Pasar Malam Semawis atau dikenal juga sebagai Waroeng Semawis, adalah :

Pasar Malam, yang menjual Berbagai Jenis Makanan, dan Minuman (Kuliner) serta Berbagai Oleh - Oleh Khas Semarang !

Pasar, yang hanya ada Setiap Akhir  Pekan (Weekend) Ini, digelar di Kawasan Pecinan Kota Semarang, tepatnya di Sepanjang Jalan Gang Warung !

Lahirnya Pusat Kulineran Ini digagas oleh :

Perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) !

Pasar Semawis boleh dibilang sebagai Bentuk Revitalisasi untuk menghidupkan kembali Kawasan Kota Tua Semarang !

Kawasan Pecinan merupakan cikal bakal Kota Semarang Modern !

Dan juga berbaurnya 3 Kebudayaan :

Tionghoa, Arab, dan Lokal (Pribumi)

Pasar Semawis bermula dengan diadakannya Pasar Imlek Semawis pada Tahun 2005, menyusul diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia !

Setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, di Sepanjang Jalan Gang Warung (sekitar 300 Meter), berdiri Puluhan Tenda Tempat Berjualan, dan tersedia Set Meja Kursi sebagai Tempat Makan !


- Makanan Ala - Ala Thailand, dan Asia,
Juga banyak dijual di Tempat Ini !
- At Pasar Semawis - 

Sehingga Wajar,

Jika Pasar Semawis merupakan Salah Satu Street Food Terbaik di Indonesia, yang kondisinya sedikit mirip dengan Beberapa Kawasan Street Food Bangkok, Thailand !

Terlebih,

Bukan hanya Makanan Tradisional Indonesia, maupun China - Jawa Peranakan, yang dijual di Tempat Ini, seperti :

Aneka Makanan/ Minuman, dan Jajanan Khas Semarangan, Soto, Tahu Gimbal, Nasi Ayam, Nasi Gandul, Lumpia, Pisang Plenet Khas Semarang, Es Puter, dan Kacang, Kue Serabi, hingga Bubur Kacang Ijo.

Namun ada juga Berbagai Menu Asia, yang disajikan, seperti :

Steamboat, Grilled Squid - Seafood, hingga Tom Yam, dan Pad Thai !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_Semawis


- At Pasar Semawis -

Pusat Jajanan Terpanjang di Semarang Ini digelar mulai Pukul 6 Sore hingga Tengah Malam !

Jadi,

Ketika Malam Hari, dapat dipastikan, bahwa : 

Tempat Kuliner Ini, akan selalu Padat Merayap !

Ya !

Seperti, Waktu itu !

Saat,

Kami datang di Pukul Setengah Sembilan Malam, di Akhir Pekan (Minggu), Sehari Sebelum Moment Malam Pergantian Tahun !

Jalanan, yang nampak kecil, mirip Gang, namun masih sedikit Lebar Ini,

Dipadati oleh Para Pelancong !

Bukan hanya dari Semarang, namun juga dari Luar Kota Semarang !

Seperti : Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Makasar, maupun  Manado !

Semuanya Penasaran, ingin menikmati Sensasi Makan di Tengah Keberadaan Pasar Malam Kuliner Ini !

Bahkan, tak jarang Turis Manca, sering lewat di depan Kami, sambil sesekali Selfie, sebagai bukti Eksistensi Diri, saat makan di Tempat Ini !

Ya !

Informasi mengenai Pasar Semawis,

Memang Kami dapati dari Beberapa Postingan Penggiat Makanan - Foodie Domestik, maupun Mancanegara, saat Mereka berada di Tempat Ini !

Inilah, yang membuat Rasa Penasaran (Curious) Kami tentang Keberadaan Pasar Semawis,

Hingga akhirnya Terjawab Sudah, dengan mendatangi Tempat Terbaik Ini !

Sedikit Saran :


Transportasi Online, seperti Go Car by Go Jek,
Bisa jadi Salah Satu Solusi nya,
Agar Liburan Kamu tambah menyenangkan, dan tidak stress di Jalan !
- Perjalanan Menuju Pasar Semawis - Kota Semarang -

1. Akses Masuk, yang agak sulit disebabkan Lokasinya, yang padat, dan sempit,

Sebaiknya, Kamu menggunakan Transportasi Online, jika ingin ke Semawis !

Ya !

Hal ini, memang biasa Kami lakukan !

Jika berpergian menggunakan Kendaraan Pribadi !

Biasanya Mobil, Kami parkir di Hotel,

Dan Kami lebih senang menggunakan Transportasi Online, dan tak jarang Becak untuk mengunjungi Tempat demi Tempat Terbaik di Kota Lain !

Sebab,

Beberapa Tempat, seperti :

Pusat Perbelanjaan (Mall) , hingga Icon - Landmark Tertentu akan selalu ramai di datangi Para Pelancong !

Meski, sekali lagi,

Ada Fasilitas Parkir Valet, tak menjadi Jaminan, serta biasanya selalu penuh !

Sama, ketika Kami mengunjungi Pasar Semawis Ini !

Kami menggunakan Go Car sebagai Transportasi Berpergian Kami !


Bekal Minuman, dan Sedikit Makanan Kecil,
Sebaiknya jangan lupa dibawa !
Via : https://aqua.co.id/

2. Persiapkan Bekal Minum terlebih dahulu,

Mengingat antrinya hampir di Setiap Area Stand Makanan, yang cukup panjang,

Lebih baik Kamu, mempersiapkan membawa Kebutuhan untuk Makan, dan Minum !

Minimal Air Mineral, dan sedikit Makanan Kecil sebagai Teman Perjalanan Meng Eksplorasi Kuliner Terbaik Ini !

Bekal Air Mineral, dan Makanan Kecil Ini, bisa Kamu beli, sebelumnya di Minimarket Terdekat !


Jika Kamu tidak ingin seperti Kami,
Harus antri untuk dapetin Meja + Kursi Makan,
Lebih baik, Kamu datang lebih Awal !
- At Pasar Semawis -

3. Datang Lebih Awal !

Karena Semawis, Konsepnya adalah : Pasar Malam (Night Market),

Maka sebaiknya Kamu datang lebih awal bila ingin ke Tempat Ini !

Sebab, makin Malam, makin dipenuhi oleh Para Pelancong !

Sehingga,

Kamu, menjadi sulit untuk membeli Makanan Tertentu, karena dapat dipastikan bakal disesaki oleh Para Pembeli, dan Penikmat Makanan !

Lagipula, jika Malam Hari,

Meja, dan Kursi, akan selalu penuh sebagai Tempat Makan, Kumpul Keluarga, dan Kongkow Bareng Para Pelancong, yang memang ingin menikmati Lezatnya Makanan, dan Minuman di Tempat Ini !

Waktu, yang tepat mungkin Sekitar Pukul 7 Malam, untuk Kamu datang ke Pasar Semawis !


Meski Banyak Makanan, yang Halal,
Namun seperti Daerah Pecinan Umumnya
Juga Banyak Makanan Tidak Halal !
- Makanan Halal At Pasar Semawis -

4. Bagi Umat Muslim harus lebih berhati - hati dalam membeli Makanan !

Layaknya Street Food di Daerah Pecinan, pasti juga banyak, yang menyediakan Makanan Non Halal, yang mengandung Babi, maupun Sejenisnya !

Maka,

Bagi Umat Muslim, harus lebih berhati - hati dalam memilih Menu Makanan tadi !

Beberapa Menu Mie, banyak, yang tidak Halal,

Walaupun diakui, lebih Banyak, yang Halal daripada tidak Halal !

Dan biasanya Mereka, Para Pedagang selalu mencatumkan dengan KataNon Halal” dan “Pork” atau mengandung Babi !


Bawa Tas Pinggang, Jadi Solusi Tepat,
Agar Dompet Kamu tidak kecopetan !
- At Chatuchak Weekend Market -

5. Selalu Waspada dalam Membawa Barang Bawaan !

Mengingat Semawis merupakan Pasar Malam bagi Rakyat Kebanyakan, dan selalu Padat Merayap,

Maka ada baiknya, Kamu selalu waspada untuk membawa Barang Bawaan Kamu !

Ya !

Untuk menghindari Hal, yang tidak diinginkan, seperti : Kecopetan, maupun Dompet hilang !

Serta,

Jika, membawa Anggota Keluarga,

Kami sarankan :

Juga jangan terlalu berpencar, agar tidak sulit untuk mencarinya !

Sebab,

Pusat Informasi, untuk melakukan Pengaduan Kehilangan, sepertinya : tidak ada !


- At Pasar Semawis -

Semawis bisa dibilang mempunyai Menu Makanan, yang ber Aneka Ragam !

Ketika itu, 

Kami coba Grilled Squid, yang mengingatkan Kami, saat melakukan Penjelajahan di Bangkok - Thailand, Beberapa Waktu Lalu !

Begitupula dengan Nasi Goreng, dan Ayam Panggang Tulang Lunak nya,

Ke Semua Makanan, yang cukup Lezat itu dibandrol dengan Harga :

Rp. 25.000,- - Rp. 35.000,- / Menu Makan !



Alamat :

Pasar Semawis
Kranggan, Jl. Gg. Warung Nomor. 50, Kauman, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50139 !

At Soto Kudus Mbak Lin



Hari Kedua Kami di Kota Semarang,

Eksplorasi Kuliner, tetap berlanjut !

Kali ini, yang Kami tuju adalah :

Lezat nya Soto Otentik Semarang !

Maklum,

Selain Lumpia, Bandeng Presto, hingga Nasi Goreng,

Semarang, juga terkenal akan Soto nya !

Makanan Berkuah ini,

Sepertinya juga menjadi Kuliner Wajib bagi Para Pelancong, yang sedang berkunjung ke Kota Atlas Ini !

Soto Bangkong, Soto Pak Wito, dan tak lupa Soto Kudus Mbak Lin, menjadi Pilihan Terbaik bagi Kuliner Soto di Kota Semarang !


Sebenarnya, Kami ingin makan Soto di Tempat Ini !
- At Soto Pak Wito Dargo, Kota Semarang -

Sebenarnya,

Tujuan Pertama Kami dalam meng Eksplorasi Kuliner Soto Terbaik di Kota Semarang,

Sebelumnya adalah :

Soto Pak Wito , yang ada di Jalan Peterongan - Kota Semarang !

Rekomendasi Ini,

Kami dapati,

Ketika Dua Kali menanyakan kepada Supir (Driver) Go Car untuk Rekomendasi Soto Terbaik Semarang !

Dan Semuanya,

Tertuju kepada Soto Pak Wito !

Selain lebih murah dari Soto Otentik Lainnya di Kota Semarang,

Soto Pak Wito mempunyai Daging, dan Suiran Ayam, yang lebih banyak, dan Cukup punya Rasa, yang Lezat !

Namun,

Hal ini menjadi pupus,

Ketika Soto Pak Wito, yang terletak di Jalan Peterongan, tutup atau mungkin tidak ada !

Google Maps sudah menunjukkan arah, yang tepat, namun Kami tidak menemukannya, hingga dua kali, Kami berkeliling !

Padahal, jika dipikir :

Menurut Peta, ketika itu,

Soto Pak Wito ada 2 Tempat, yang Lokasinya berdekatan dari Tempat Kami memesan Go Car di Daerah Simpang Lima (Mall Ciputra Semarang)

Bahkan Kami sempat melewati Lumpia Gang Lombok, yang Lokasinya juga berdekatan dengan Soto Pak Wito di Jalan Dargo !

Namun lagi - lagi,

Kami tidak menemukannya, ketika itu !

Hingga Akhirnya,

Kami menyerah, dan memtuskan untuk ke Soto Kudus Mbak Lin !


Serupa Tapi Tak Sama,
Dibandingkan dengan Soto Semarang,
Soto Kudus lebih Berkuah Keruh, dan Kuning !
- At Soto Kudus Mbak Lin -

Ya !

Meski Soto Kudus, dan Semarang tidak sama,

Disebabkan Kuah Soto Kudus lebih keruh, dan kuning dibandingkan dengan Soto Semarang, yang berkuah bening, dan kecoklatan,

Akan tetapi,

Keduanya masih mempunyai kemiripan, yaitu dari Segi Penyajian dengan Seporsi Mangkok Kecil !

Begitupula dengan Lauk Pauk nya, yang disajikan sebagai Pelengkap !

Mulai dari :

Perkedel, Serunduan (Sate Usus, dan Telur Puyuh), hingga Tempe Kering !

Mungkin Inilah, yang membuat Kami juga cukup menjatuhkan Pilihan kepada Soto Kudus Mbak Lin !


- At Soto Kudus Mbak Lin -

Soto Ayam Khas Ini, cukup nikmat dihidangkan bersama Lauk Pauknya !

Kuahnya, yang memang agak sedikit keruh, dan kuning dengan Adanya Campuran Kunyit di dalamnya, menambah Nikmat Tersendiri dari Lezatnya Soto Kudus Ini !

Harganya cukup terjangkau, untuk  1 Porsinya, sekitar Rp. 12.000,-

Ketika itu dengan 3 Mangkok Porsi, dan Beraneka Lauk Pauk,

Kami hanya mengeluarkan Uang sekitar Rp. 70.000,- untuk 2 Orang !


Ekspresi Kelelahan, dan Akhirnya nemu Soto Ini !
- Soto Kudus Mbak Lin -

Tempatnya juga cukup nyaman, dan luas, mirip Pojok Makanan (Pujasera/ Food Court) ,

Dan sepertinya bukan hanya Soto Ayam Kudus, yang dihidangkan di Tempat Ini untuk Menu Terbaiknya !

Rasa nya cukup terbayar,

Bagi Kami, ketika itu, yang Seharian Penuh mengunjungi :

Kampung Pelangi, Klenteng Sam Po Kong, hingga ngadem sebentar di Mall Ciputra, Simpang Lima - Semarang !



Alamat :

Soto Kudus Mbak Lin
Jl. Ki Mangunsarkoro Nomor.15, Karangkidul, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50241

Jalan Pandanaran, sebagai Lokasi, Tempat Kami tinggal,

Memang terkenal akan Kuliner Terbaiknya !

Di Tempat Ini,

Setidaknya berdiri Berbagai Macam Pusat (Sentra) Oleh - Oleh Khas Semarang Sekitar !

Mulai dari Bandeng, Wingko Babat, Wingko Rolls, Lumpia, Tahu Bakso, hingga Moaci (Moci) !

Tak lupa !

Beberapa Kuliner Khas Jawa Tengah Sekitar, juga dijajahkan oleh Beberapa Pedagang Kaki Lima, yang sengaja mangkal di Tempat Ini !


Es Dawet Ayu Banjarnegara
- At Pedestrian Pandanaran - 

Begitujuga dengan Es Dawet Ayu Khas Banjarnegara (Banyumasan) !

Kuliner Satu Ini,

Kami dapati, selepas pulang dari cuci mata di Mall Ciputra, sekaligus melihat Suasana Simpang Lima Semarang, dan dilanjut makan Soto Kudus Mbak Lin !

Ya !

Kota Semarang, yang memang panas, Ketika Itu,

Membuat Kami ingin cari, yang seger - seger,

Selain Es Teh Pucuk Harum dalam Kemasan Botolan, yang sering menjadi Teman Perjalanan Kami !


Walaupun nggak sempet beli Lumpia "Gang Lombok" ,
Lumpia Kaki Lima di Jalan Pandanaran Ini,
Cukup mengobati Rasa Penasaran Kami akan Lumpia
Yang seakan jadi Otentik Kota Semarang !
- At Room 1110 - Louis Kienne Hotel Pandanaran -

Kami turun, tepat di depan Louis Kienne Hotel, Tempat Kami menginap di Jalan Pandanaran !

Sambil membeli Beberapa Kudapan (Jajanan) Pasar sebagai Camilan untuk merayakan Moment Pergantian Tahun di Malam Harinya !

Tak ketinggalan Lumpia, yang menjadi Jajanan Khas Wajib Semarang, seharga Rp. 10.000.- / Lumpia !

Ya !

Meski,

Kami tidak sempat membeli Lumpia Gang Lombok (Sebagai Lumpia Tertua di Kota Semarang),

Namun,

Nggak masalah buat Kami !

Terlebih Rasa, yang juga cukup nikmat dengan Olahan Rebung hingga Daging Ayam, dan Seafood, tercipta dari Lumpia Kaki Lima Ini !

Yang juga mangkal di Jalan Pandanaran, tepat di Depan Pusat Oleh Bandeng Juwana Elrina !


Harganya mungkin lebih mahal dari Lumpia Ini !
- Lumpia Mahkota - Kota Madiun -

Harganya, bisa dibilang lebih mahal di Kota Semarang,

Dibandingkan,

Jika Kami beli Lumpia Mahkota, sebagai Lumpia TerEnak di Kota Madiun, Tempat tinggal Kami !

Sebagai Perbandingan :

Harga Lumpia Mahkota adalah : Rp. 6.000,- ,

Namun, saat Kami beli Lumpia di Tempat Asalnya, walaupun di Pinggir Jalan Kaki Lima sekalipun Harganya : Rp. 10.000,- !

Bahkan Ada, yang mencapai Rp. 12.000,- - Rp. 15.000,- ,

Seperti : Lumpia Gang Lombok Nomor 11 sebagai Lumpia Tertua di Kota Semarang !

Namun, jika boleh jujur,

Olahan Rebung, yang berpadu dengan Daging Ayam, Sapi, maupun Udang (Seafood), pastinya begitu menggoda !!!


Kami sering minum Es Dawet Ayu di Tempat Ini !
- At Pinggir Jalan - Pematang Sawah, Jalur Propinsi - Selatan Jawa, Rawalo -
Via : http://tempatwisataindonesia.id

Selepas Kami membeli sedikit Kudapan, Camilan Malam Tahun Baru,

Bergegaslah, Kami menuju Es Dawet Ayu Banjarnegara itu !

Ketika,

Minum Es Dawet Ayu Banjarnegara,

Saya (Penulis),

Langsung teringat akan Sebuah Kenangan Minum Es Dawet Ini, sewaktu Kuliah dulu di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) - Purwokerto !

Ya !

Ketika pulang ke Rumah Mbah di Cilacap,

Saat melewati Jalur Rawalo, Wangon, hingga Lumbir menuju Majenang, Cilacap,

Beberapa Pedagang Kaki Lima Es Dawet Ayu Khas Banjarnegara, dan Banyumasan selalu ada, tepat di Pinggiran Pematang Sawah Jalur Selatan Propinsi Itu !

Jika, tidak salah, Harganya Rp. 3.000,- - Rp. 3.500,- , Ketika Itu !

Akan tetapi Entahlah sekarang ?

Jika dilihat dari Nilai Inflasi, dan melemahnya Mata Uang Rupiah, bisa jadi Harganya naik !


Daging Buah Duriannya Cukup Besar !
- At Pedestrian Pandanaran -

Yang membedakan dengan Es Dawet Ayu, yang Saya minum dahulu adalah :

Es Dawet Ayu Banjarnegara di Jalan Pandanaran Ini,

Ada Potongan Buah Durian, walau hanya Satu Biji Durian dengan Pongge lebih kecil, dan Daging, yang cukup Besar !

Inilah, yang membuat Kami tertarik !

Ternyata Ada Satu Biji Daging Durian dalam Mangkoknya !

Sehingga Penambahan Kata “Durian” menjadi Es Dawet Ayu Durian Banjarnegara, cukup disematkan pada Kuliner Tradisional Ini !

Walau sekali lagi,

Es Dawet Ayu Aslinya tidak menggunakan Durian, yang mana Buah Ini hanya sebagai Pelengkap Saja !


Dawet, dan Cendol mempunyai Kemiripan,
Hanya saja Bahan Tepung Dawet berasal dari Tepung Beras,
Sementara Cendol berasal dari Kacang Hijau "Hunkwe" !
(Kiri - Dawet) (Kanan- Cendol)

Secara Garis Besar,

Antara Dawet, dan Cendol sebagai Minuman Khas Tradisional tidak ditemukan Perbedaan Mencolok !

"Dawet, dan Cendol historisnya sama, penyebarannya saja berbeda !" kata Sejarawan Kuliner, Fadly Rahman !

Hanya Satu Perbedaan, yang begitu nampak antara Dawet, dan Cendol, yakni : Bahan Tepung, yang digunakan !

"Kalau Dawet itu dari masa lalu, sebut dalam Kakawin Kresnayana menggunakan Bahan Baku Tepung Beras. Sementara sampingannya seperti Santan, dan Cairan Gula Merah sudah umum dari dulu,"

"Sementara Cendol di Kawasan Jawa Barat, Pembuatan Cendol menggunakan Bahan Tepung Kacang Hijau atau Hunkwe !" kata Sejarawan Kuliner, Fadly Rahman !

Link :
https://travel.kompas.com/read/2018/12/06/191000727/perbedaan-cendol-dan-dawet

Es Dawet "Durian" Banjarnegara !
- At Pedestrian Pandanaran -

Harga satu Porsi Dawet Durian adalah : Rp. 15.000,- / Mangkok nya.

Di mana,

Rasa, yang Nikmat, pastinya Kami temui pada Kuliner Tradisional Ini !



Lokasi :
Jl. Pandanaran No. 52 - 57, Randusari, Semarang Sel, Kota Semarang, Jawa Tengah 50244 - Depan (Seberang) Louis Kienne Hotel Pandanaran.

Japanese Cheese Cake Holland Bakery
At Room 1110 - Moment Pergantian Tahun




A post shared by Pangki Pangluar (@pangluar) on


Masih di Hari Kedua,

Selepas,

Kami berpergian ke Beberapa Tempat di Kota Semarang !

Mulai dari :

Destinasi Wisata Kekinian Kampung Pelangi, Wisata Budaya Klenteng Sam Po Kong, hingga cuci mata di Mall Ciputra Semarang, dan Ikon Landmark Simpang Lima,

Lalu Kami lanjut untuk makan di Soto Kudus Mbak Lin, dan membeli Kudapan (Jajanan) Lumpia, serta minum Es Dawet Ayu Banjarnegara, tepat di Jalan Pandanaran,

Dan,

Lagi - lagi,

Demi merayakan Moment Pergantian Tahun, dan juga berdekatan dengan Ulang Tahun Pernikahan Kami, yang ke Tujuh,

Sebuah Cheese Cake ala Jepang (Japanese Cheese Cake), dipilih Kali Ini untuk merayakan Moment Pergantian Tahun !


Merayakan Moment Perjalanan Terindah Kami di Yogyakarta !
Red Velvet

Ya !

Demi menjaga Keharmonisan Satu Sama Lain,

Tidak lupa,

Kami selalu merayakannya dengan membeli Kue maupun Sepotong Kue sebagai Bukti Tanda Cinta Kami !

Menjadi Hal Romantis, walaupun hanya sebatas Makanan !

Dari Hal Kecil Inilah (Dengan membeli Kue di Suatu Tempat),

Kami terbiasa untuk menjaga Keharmonisan Satu Sama Lain !

Walaupun, lagi - lagi,

Hanya sebatas Makanan !


- At Room 1110 - Louis Kienne Hotel Pandanaran -

Japanese Cheese Cake dari Holland Bakery,

Sengaja dipilih oleh Kami untuk merayakan Moment Pergantian Tahun Kali Ini di Kota Semarang !

Ya !

Cheese Cake Ala Jepang Ini, memang cukup Happening saat ini,

Sejak kemunculan Pablo, dan Uncle Tetsu, yang mengeluarkan Produk Kue ini, dan cukup digilai oleh Masyarakat Urban Dunia !

Walaupun jujur diakui,

Tak seperti New York Cheese Cake,

Cheese Cake Ala Jepang (Japanese Cheese Cake) Ini, mempunyai tekstur, yang lebih lembut (Smooth), dibandingkan Cheese Cake Ala New York (New York Cheese Cake) !


Pamor Holland Bakery sebagai Toko Kue memang tidak diragukan lagi !
- At Holland Bakery - Pandanaran, Kota Semarang -


Terlebih pamor Holland Bakery sebagai Toko Kue, dan Roti, yang cukup dikenal di Indonesia, pastinya sudah tidak diragukan lagi !

Sebelum,

Beberapa Toko Kue, dan Pastry Ala Rasa Luar Negeri menjamur di Indonesia, seperti :

Le Gourmet, Bon Ami, Igors, maupun Pastries Cake Era Kini, The Harvest Bakery !


Bersaman Mon Ami, yang didirikan Tahun 1976,
Holland Bakery juga menghadirkan Aneka Kue di Segment Premium !
Hanya saja, Jika Mon Ami lebih menghadirkan Kue Tradisional,
Holland Bakery lebih menyajikan Kue Ala Western!
Via : http://www.monamibakery.co.id/

Bersama Mon Ami, yang didirikan Tahun 1976,

Holland Bakery (1978), mampu menjadi Perintis (Pionir) bagi Toko Kue Kering, Pastries, dan Roti untuk Segment Premium di Masa nya !

Hanya saja,

Jika Mon Ami lebih banyak berada di Segment Premium untuk Kue Tradisional Indonesia,

Sedangkan Holland Bakery, lebih banyak menyajikan Kue, dan Roti Ala Eropa - Western (Kebarat - Baratan) !

Holland Bakery, juga dikenal sebagai Spesialis nya Kue Tart,

Dan Beberapa Kue Kering nya, seperti : Kue Kering Keju (Kaasstengels), cukup jadi Juara !

Harganya ,

Juga cukup dijangkau, dan masih Masuk Akal (Make Sense) !

Walau sekali lagi,

Tanpa mengurangi Cita Rasa, dan Lezatnya Kue, Roti, dan Pastri, yang dijajahkan !



Itulah Sebabnya,

Holland Bakery, yang didirikan Pertama Kali di Jakarta, Tahun 1978,

Kini memiliki lebih dari 200 Gerai di Seluruh Indonesia, seperti :  

Di Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Semarang, Lampung, Batam, Pekanbaru, Makassar, Bali, Balikpapan, hingga Manado !

Berbagai Penghargaan, yang diterima oleh Holland Bakery, seperti :

- Top Brand Awards oleh Frontier Consulting Group, dan Marketing Magazine di Tahun 2009,

- The Most Favourite and Popular Bakery berdasarkan Survei Bakery Indonesia Magazine di Tahun 2009,

- Top Brand Awards oleh Frontier Consulting Group, dan Marketing Magazine di Tahun 2010,

- Top Brand Awards oleh Frontier Consulting Group, dan Marketing Magazine di Tahun 2011,

Cukup membuktikan akan Hal itu !

Sebab :

Slogan (Tagline) “Teratas Karena Kualitas” dari Holland Bakery lah, yang menyebabkan Roti, dan Kue Premium Ini dapat bertahan hingga kini !


Japanese Cheese Cake - Holland Bakery
- At Room 1110 - Louis Kienne Hotel Pandanaran -

Finally,

Kami memilih Japanese Cheese Cake dengan Harga Rp. 35.000,- / Cheese Cake untuk merayakan Moment Pergantian Tahun Ini !



Alhamdullilah ,
Terima Kasih Allah SWT ,
Zat, yang Maha Pengasih, dan Penyayang !

Hampir 7 Tahun Perjalanan Pernikahan,
Kami diberikan Kekuatan Satu Sama Lain,
Untuk Saling menyayangi, dan melengkapi !

Jadikanlah Kami sebagai Pribadi,
Yang selalu mensyukuri Detik demi Detik
Dari Perjalanan Ini !

Berikanlah Kami ,
Kesehatan, Kelancaran, Kebahagiaan,
Dan Keberkahan Hidup
Pada Keluarga Kami !

Aamiin Ya RabbalAlamin !

Sepotong Japanesse Chesse Cake ini,
Mengawali Hari Pertama Kami
Dengan Rasa Syukur
Pada Moment Pergantian Tahun Ini
Di Kota Semarang !


Alamat :

At Room 1110 - Louis Kienne Hotel Pandanaran
Jl. Pandanaran No.18, Pekunden, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50241

Sedikit Oleh - Oleh
Ini Hari Ketiga,

Hari Terakhir Kami di Kota Semarang !

Ya !

Bisa dibilang Kota Ini, cukup memberikan Kesan bagi Kami, terutama Soal Cita Rasa Kuliner nya, yang rata - rata Lezat, dan ber Aneka Ragam !

Sebuah Kota Pelabuhan dengan Keanekaragaman Kuliner nya, yang cukup mumpuni, dan mampu diperhitungkan di Indonesia !

Walapun diakui,

Kota Ini, tidak cukup nyaman untuk ditinggali !

Dengan Cuaca Panas, Berdebu, dan Adanya Titik Kemacetan di Beberapa Tempat, membuat Suasana Jalan - Jalan Kami, ketika itu, menjadi tidak Nyaman !

Sepertinya Pemerintah Kota,

Harus berusaha lebih keras lagi untuk menjadikan Kota Ini,

Layak secara Sempurna !

Bukan hanya Layak sebagai Destinasi Kuliner Terbaik,

Namun juga Layak sebagai Destinasi Wisata Budaya, Kekinian, hingga Belanja, yang benar - benar dapat diAndalkan !


Titik Kemacetan di Jalan Pandanaran !
- At Kota Semarang -

Di Sepanjang Jalan Utama,

Terutama seperti :

Jalan Pemuda, Pandanaran, dan Kawasan Simpang Lima, memang terdapat Pedestrian, yang cukup ramah bagi Para Pejalan Kaki,

Namun sekali lagi,

Hal itu dirasa belum cukup,

Sebab Semarang, yang Kotanya memang Panas, harus lebih bersih, bebas dari Polusi, dan Asap Kendaraan Bermotor dari Beberapa Titik Kemacetan, yang ada di Kota Ini !

Beberapa Tempatnya, yang memang dikenal sebagai Daerah Banjir, juga harus lebih Bebas dari Banjir !

Sehingga,

Budaya Banjir, yang melekat pada Kota Ini, lambat laun menjadi hilang dengan sendirinya !


Eksplorasi Oleh - Oleh Pertama Kali Kami di Jalan Pandanaran 
- At Tahu Bakso Tresno Ati -

Untuk itulah,

Demi memuaskan Rasa Penasaran Kami akan Jalan Pandanaran, yang dikenal sebagai Salah Satu Pusat (Sentra) Oleh - Olehnya Kota Semarang,

Kami menuju ke Tempat Ini !

Setelah Pukul 2 Siang selepas Check Out dari Louis Kienne Hotel - Pandanaran, Tempat Kami menginap, 

Rencananya Ada Beberapa Tempat, yang Kami tuju untuk membeli Oleh - Oleh di Sekitar Jalan Pandanaran Ini !

Ada Pesan Moral di balik Cerita KI Ageng Pandan Arang (Pandanaran 1)
Via : http://agathanicole.blogspot.com

Menurut Sejarahnya :

Jalan ini diambil dari Bupati Pertama Semarang, yang diangkat oleh Sultan Demak Bintara, yang bernama :

Ki Ageng Pandan Arang (Pandanaran, Pandanaran I)

Ki Ageng Pandan Arang juga dikenal sebagai :

Tokoh Penyebaran Islam di Daerah tersebut.

Meskipun Se Zaman dengan Para Wali Sanga,

Ia tidak termasuk di dalamnya !

Berdasarkan Arsip De Gouverneur Van Java,

Dia pun dikenal sebagai Sultan Bajat atau Kiyai Gede Semarang !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Ageng_Pandan_Arang


Jalan Pandanaran menuju Tugu Muda, kini, yang juga ditumbuhi oleh Hotel !
- At Louis Kienne Hotel Pandanaran -

Masa demi Masa berganti,

Dan kini,

Jalan Pandanaran dikenal sebagai Pusat Bisnis, dan Perdagangan, yang tergabung dalam Kawasan Segitiga Emas, dan Central Business District (CBD) nya Kota Semarang, meliputi :

Pemuda, Pandanaran, dan Kawasan Simpang Lima !

Jalan ini ditumbuhi oleh Hotel, Pusat Perbelanjaan, Rumah Sakit, Restaurant,

Serta tentunya dikenal sebagai Pusat Oleh - Oleh !


- At Depan Bandeng Juwana Elrina Pandanaran -

Entah Apa, yang menjadi Alasan,

Pandanaran juga dikenal sebagai Pusat Oleh - Oleh !

Namun,

Kehadiran Bandeng Juwana Elrina, Tahu Bazo Tresno Ati, hingga Wingko Gulung - Wingko Rolls, cukup membuktikan itu !


Lumpia Mbak Lien Cabang Pemuda 
- Depan Bandeng Juwana Elrina -
Via : https://www.indonesiakaya.com

Belum lagi Beberapa Toko Oleh - Oleh, yang tidak Kami kunjungi, sebelumnya ! 

Hingga Lumpia Mbak Lien, yang juga buka cabang Kaki Lima nya, tepat di Depan Bandeng Juwana Elrina !

Kabarnya,

Mbak Lien adalah :

Generasi Penerus Lumpia Siem Swie Hie, yaitu : Kakak Kandung dari Siem Swie Kiem, Pendiri Kuliner Lumpia di Gang Lombok,

Sebagai Lumpia Tertua di Kota Semarang !

Yang Spesial dari Lumpia Mbak Lien adalah : Isinya, yang ditambahi Racikan Daging Ayam Kampung.

Selain itu, terdapat Tiga Macam Isi Lumpia, diantaranya :

Lumpia Isi Udang (Seafood), Ayam, dan Campuran Keduanya.

Link :
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/jalan-pandanaran-surga-belanja-oleh-oleh-khas-semarang

Finally, 

Demi memenuhi Rasa Penasaran Kami,

Kami mencoba membeli Beberapa Oleh - Oleh, dan MengEksplorasi Beberapa Kuliner Otentik, yang Ada di Kota Semarang !

1. Yang Pertama Kali,

Kami tuju adalah : Tahu Bazo Tresno Ati !


- At Tahu Bazo Tresno Ati -

Ya !

Tahu Bakso sepertinya juga menjadi Salah Satu Kuliner Otentik Khas Semarang !

Semarang, yang merupakan Kota Pelabuhan, dan juga dihuni oleh Masyarakat Tionghoa,

Menjadikan Beberapa Makanan nya, merupakan Perpaduan (Akulturasi) dari Kedua Budaya Itu (China - Jawa Peranakan) !

Bukan hanya Lumpia, dan Siomay, yang juga hadir di Beberapa Tempat di Kota Semarang, sebagai Kuliner Otentik Masyarakat nya,

Namun Kehadiran Tahu Bakso, yang memang Asli Ungaran, Semarang, juga cukup diminati oleh Para Pelancong !

Begitu juga dengan Kami !


Enaknya lagi, makan sambil kletus Cabai !

Tahu Bakso ini biasanya digoreng, namun Ada juga, yang dikukus, dan Bentuknya Kotak - Kotak !

Baksonya,

Ada, yang berasal dari Sapi, Ikan, maupun Udang (Sea Food) !

Harganya Rp. 35.000,- / Kotak dengan isi 10 Tahu Bakso, ketika itu,

Cukup memberikan Kepuasaan, dan Kenikmatan Tersendiri !

Terlebih,

Saat Kami menggorengnya di Rumah dengan Beberapa Cabai, yang siap dikletus !


Alamat :

Tahu Bazo Tresno Ati
Jl. Pandanaran No.41, Randusari, Semarang Sel, Kota Semarang, Jawa Tengah 50244

2. Yang Kedua,

Kami menuju Sebuah Tempat  Oleh - Oleh, yang bernama Wingko Rolls Semarang !


- At Wingko Rolls Semarang -

Kalau mendengar Istilah Wingko,

Kota Ini memang jadi Jagonya !

Meski Wingko Babat bukan berasal dari Kota Semarang,

Melainkan berasal dari Daerah Babat,

Sebuah Kota Kecil di Lamongan Jawa Timur, yang menjadi Titik Persimpangan Bojonegoro, Jombang, Tuban, dan Surabaya,

Namun, lagi - lagi,

Wingko Babat seakan menjadi Kuliner Otentik Kota Semarang !

Bahkan mampu menguasai Pasar Semarang dalam Hal Kuliner Tradisional Indonesia, yang dijual di Kota Ini !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Wingko_babat


Apakah ini Nasi Gandul atau bukan ?
 Entahlah !!!
Yang jelas, Kami beli via Babang Gojek, saat di Kota Semarang !
- At Louis Kienne Hotel Pandanaran - Kota Semarang -

Sama Hal nya dengan Beberapa Kuliner Tradisional Daerah Pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura), dan Jawa Tengah Lainnya,

Semisal :

Nasi Gandul, yang berasal dari Pati, Sebuah Daerah Pesisir Pantai Utara, yang berada di Jawa Tengah !

Kepopuleran Nasi Gandul di Semarang, seakan - akan juga menjadi Kuliner Otentik Kota Ini !

Di Beberapa Tempat,

Di Kota Semarang, memang menjual Kuliner Ini !

Bahkan,

Nasi Gandul Pak Hary, yang berada di Jalan Gajah Mada, juga seakan menjadi Kuliner Wajib bagi Para Pelancong, yang ingin berburu Kuliner Tradisional di Kota Semarang !

Wingko Babat, juga sangat terkenal di Kota Semarang !
Via : https://id.tastemade.com

Maka dari Itulah,

Wingko Babat seakan menjadi Kuliner Otentik Khas Semarang !

Sejenis Kue, yang terbuat dari Kelapa Muda, Tepung Beras Ketan, dan Gula.

Di mana,

Wingko sangat terkenal di Pantai Utara Pulau Jawa !

Kue ini sering dijual di Stasiun Kereta Api, Terminal Bis atau juga di Toko Kue untuk Oleh - Oleh Keluarga !

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Wingko_babat


- At  Semarang Wingko RollsPandanaran -

Memasuki Toko Kue Ini,

Kami langsung tertuju dengan Penamaan Semarang Wingko Rolls, tanpa embel Wingko Babat !

Ya !

Sepertinya Toko Kue Ini,

Ingin mempopulerkan Nama Wingko Gulung Semarang (Semarang Wingko Rolls), 

Memang berasal dari Kota Semarang, dan seakan menjadi Trade Mark Kuliner Kue bagi Kota Semarang !


Dewi Sandra, Si Pencipta (Founder) Semarang Wingko Rolls !
Via : https://ksmtour.com

Latar Belakang Wingko Gulung ini,

Karena Kesukaannya, Si Pencipta Semarang Wingko Rolls Ini, “Dewi Sandra” !

Seorang Selebriti Indonesia, yang memang suka akan Kue Wingko Babat, dan Kenanekaragaman Budaya di Kota Semarang, yang dapat hidup secara damai !

Untuk itulah :

Dewi Sandra memutuskan untuk membuka Bisnis Oleh - Oleh, yang Kekinian, tapi tetap menjaga Cita Rasa Asli Khas Wingko Babat itu sendiri.

Semarang Wingkorolls dibuka Tanggal 22 Juli 2017, di Jalan Kawi No. 3 Semarang,

Dan kini,

Tersebar di Beberapa Penjuru Kota Semarang, seperti :

Di Jalan Pandanaran, Trans Studio Mini, dan Java Supermall Semarang !

Konsep Kue nya bisa dibilang Kekinian !
Via : https://semarangwingkorolls.net

Ya !

Konsepnya bisa dibilang Kekinian !

Memadukan Hal Kekinian dalam Kue, seperti adanya Rasa Keju, Hazelnut Crispy, Peanut Nougghat, Greentea Cornflakes, dan Choco !

Namun tetap mempertahankan Rasa Asli Wingko Babat itu sendiri, yang kental akan Aroma Kelapa Muda, Beras Ketan, dan Gula, yang dipanggang !


Surabaya Patata milik Selebriti Ria Ricis, dan Oki Setiana Dewi !

Sepertinya, memadukan Hal Kekinian dalam Bisnis Kue, memang dilakukan oleh Para Selebriti Indonesia !

Sebut saja :

Malang Strudel milik Teuku Wisnu, Jogja Scrummy milik Dude Harlino, Bandung Makuta milik Laudya Chintya Bella, Medan Napoleon milik Irwansyah, dan Zaskia Sungkar, hingga Patata milik Ria Ricis, dan Oki Setiana Dewi !

- Semarang Wingko Rolls Cheese -
Via : https://semarangwingkorolls.net

Ketika itu,

Kami membeli Semarang Wingko Rolls Rasa Keju, dan Peanut Nougghat dengan Harga :

Rp. 60.000,- untuk Rasa Peanut Nougghat, dan
Rp. 65.000,- untuk Rasa Keju (Cheese),

Dijamin cukup Menggoda

-  At Semarang Wingko Rolls -

Alamat :

Semarang Wingko Rolls
Jl. Pandanaran No.49, Randusari, Semarang Sel, Kota Semarang, Jawa Tengah 50244

3. Bandeng Juwana Elrina,

Dipilih sebagai Destinasi Terakhir Kami dalam berburu Oleh - Oleh Khas Semarang !


- At Bandeng Juwana Elrina -

Cukup lama,

Kami berada di Tempat Ini,

Selain untuk Keperluan membeli Oleh - Oleh,

Kami juga ingin menikmati Sensasi Makan Bandeng Presto, yang berada di Lantai Dua dari Pusat Oleh - Oleh Ini !


- At Bandeng Juwana Elrina -

Menurut apa yang Kami kutip :

Bandeng Juwana Elrina adalah :

Sebuah Pusat Oleh - Oleh, yang didirikan di Kota Semarang pada Tahun 1981 !

Bandeng Juwana,

Tidak hanya menjual Makanan Khas Semarang - Pantura, Jawa Tengah, seperti :

Bandeng Duri Lunak (Presto), Wingko, Tahu Bakso, Moaci, dan Lumpia,

Akan tetapi,

Tempat Ini juga menyediakan Ber Aneka Macam Makanan Khas Jawa Tengah Lainnya, seperti :

Enting - Enting Gepuk, Bakpia, dan masih banyak lagi !


Bandeng Presto
Produk Andalan Bandeng Juwana Elrina !
Via : http://www.bandengjuwana.com/

Produk Andalan Bandeng Juwana Elrina, yaitu : Bandeng Duri Lunak (Presto) !

Diproses dari Bandeng Segar Pilihan sehingga menghasilkan Suatu Produk, yang berkualitas !

Bandeng juga diolah menjadi Aneka Sajian Bandeng, yang tak kalah Lezatnya, seperti :

Otak Bandeng, Bandeng Asap, dan Goreng Telur, Bandeng Teriyaki, serta masih Banyak Berbagai Pilihan sesuai Selera (Taste) !


Sajian Aneka Menu Bandeng !
- At Waroeng Bandeng Juwana - 

Untuk menambah Kenyamanan Berbelanja tersedia Waroeng Bandeng Juwana, tepat di Lantai Atas Toko Bandeng Juwana Elrina !

Waroeng Bandeng Juwana mengkreasikan Bandeng dengan Berbagai Macam Resep Masakan, seperti :

Gule Bandeng, Tongseng Bandeng, Bandeng Tauco, Sate Bandeng, dan Lain - Lain !

Dan tentunya akan semakin menambah Pengalaman Wisata bagi Para Penikmat Kuliner di Kota Semarang !

Link :
http://www.bandengjuwana.com/tentang-kami