indonesaEnglish

GIIIPPPPPPPPPPPP

Senin, 14 Mei 2018

Begini Jadinya Kalo Avengers Dibuat Versi Ramadhan

Senin, 14 Mei 2018

 
Via : https://malesbanget.com



Menjelang Ramadhan,
Gojek Ngeluarin Seragam Driver Baru Loh! 
Helm-nya Keren Nih!
Penulis : MBDC


Link : 
https://malesbanget.com/2018/05/begini-jadinya-kalo-avengers-dibuat-versi-ramadhan/

Mendekati bulan Ramadhan gini, pasti jadi banyak yang mendadak syariah. Nah kali ini, para pemain Avengers Infinity War gak mau ketinggalan nih. Belom lama ini di Twitter viral poster Infinity War edisi Ramadhan. Nih coba deh kamu liat


Kalo kamu udah nonton filmnya, coba perhatiin lagi poster ini deh. Dari semua orang-orang yang ada di poster ini, ko ada satu orang yang asing ya? Jangan-jangan dia pemain baru Avengers ?


Kembali : ARTIKEL

Menjelang Ramadhan, Gojek Ngeluarin Seragam Driver Baru Loh! Helm-nya Keren Nih!

 
Via : https://malesbanget.com



Menjelang Ramadhan,
Gojek Ngeluarin Seragam Driver Baru Loh! 
Helm-nya Keren Nih!
Penulis : MBDC


Link : 
https://malesbanget.com/2018/05/menjelang-ramadhan-gojek-ngeluarin-seragam-driver-baru-loh-helm-nya-keren-nih/

Buat kamu yang sering naik ojek online, mendekati bulan Ramadhan ini jangan heran ya soalnya sebentar driver Gojek abis dapet seragam baru nih. Warnanya sih tetep hijau, tapi ada sablonan putih yang motifnya mirip kaya baju koko. Terus di bagian belakang dibawah lambang Gojek ada tulisan #CariPahala. Wah mungkin ini apresiasi dari Gojek buat para driver yang tetep semangat kerja meskipun lagi puasa.

Masih ada yang baru lagi nih, yaitu helmnya. Di helm Gojek yang baru ini, gak banyak perubahan sih, cuma aja bagian atas helm dikasih warna putih dan dibentuk jadi kaya semacam kopiah.

Kalo kamu penasaran, begini nih penampakannya !

Menurut kamu gimana nih desain jaket sama helm Gojek yang baru? Keliatan lebih Islami ya ?


Kembali : ARTIKEL

Sabtu, 12 Mei 2018

CHAMPION T - SHIRT - E.1 - IDR 230.000,-

Sabtu, 12 Mei 2018

CHAMPION T - SHIRT - E.1 - IDR 230.000,-

CHAMPION T - SHIRT - E.1 - IDR 230.000,-

Sebulan Di Jakarta - Museum Wayang, Dan Cerita Sejarah, Yang Tak Terlupakan !


CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Sebulan Di Jakarta - Museum Wayang,
Dan Cerita Sejarah, Yang Tak Terlupakan !

Tempat Terbaik,
untuk Mengenalkan Sejarah
Pada Anak Cucu Kita ! 
Penulis

Jakarta !

Ibukota dari Negara Indonesia ini memang mempunyai Cerita, dan Sejarahnya.

Usianya juga sudah tak mudah lagi (berdiri 22 Juni 1527, dan berumur 490 Tahun),

Maka jangan heran,

Layaknya Beberapa Kota Besar di Indonesia,

Jakarta, juga menyimpan Nilai Sejarah pada Bangunan Tuanya.


Sebut saja :

Kota Tua Jakarta - Batavia Lama (Old Batavia) !

Di Tempat, yang berada diantara Wilayah Jakarta Utara, dan Barat ini ,

Setidaknya berdiri Beberapa Bangunan, yang menyimpan Nilai Historis bagi Perkembangan Kota Jakarta.

Kota Tua Jakarta - Depan Museum Fatahillah

Sebut saja :

Museum Fatahillah dengan Meriam Si Jagurnya Museum Seni Rupa, dan Keramik, Museum Bahari, Museum Bank Indonesia, Jembatan Tarik Kota Intan, Stasiun Jakarta Kota, Masjid Luar Batang, Pelabuhan Sunda Kelapa,

Hingga terakhir,

Museum Wayang, sebagai Tempat Terbaik untuk mengenalkan Sejarah, dan Wayang Indonesia maupun Dunia kepada Anak Cucu Kita !




















Berikut Kami Hadirkan !
Sebulan Di Jakarta - Museum Wayang
Dan Cerita Sejarah, Yang Tak Terlupakan !

Penjelajahan Kami ...

Suasana Ibukota Jakarta dari Jembatan Penyeberangan Trans Jakarta - Semanggi



Selama di Ibukota Jakarta, beberapa waktu lalu,

Saya (Penulis), bukan hanya menyempatkan melihat geliat Pembangunan Ibu Kota Indonesia ini, yang memang dapat dikatakan cukup pesat !

Sejak terakhir ke Tempat ini, sekitar 3 Tahun, yang lalu,

Jakarta, yang dahulu bernama (Jayakarta, lalu berganti nama menjadi Batavia pada masa Penjajahan Kolonial Belanda di Indonesia),


Di Era Kini,

Memang tumbuh dengan Hal Modernisasi, dan Teknologi !

Ratusan Gedung layaknya Hutan Beton, tumbuh mengelilingi Ibukota Indonesia ini.

Suasana Area Perkantoran At De Breeze - BSD City

Belum lagi,

Beberapa Daerah Penyangga, seperti :

BSD CitySummarecon Serpong, Alam Sutera (Tangerang Selatan), Lippo Karawachi (Tangerang), Summarecon Bekasi (Bekasi), hingga Sentul City (Bogor),

Turut memberikan andil bagi Pertumbuhan Kota Jakarta, dan Problematika Arus Urbanisasi, hingga Kemacetan, yang semakin parah !


Sambil Menunggu Antrean Bus Way At Halte Bus Way - Tirtayasa

Ya !

Meski berstatus sebagai Kota Metropolitan bahkan Megapolitan, yang terhubung dengan Beberapa Kota di Daerah Penyangga Jabodetabek, hingga Beberapa Kota Mandiri Lainnya,

Jakarta, yang sarat dengan Modernisasi, di Era Kini, ternyata masih belum mempunyai Sistem Moda Transportasi, yang mumpuni.

Apalagi kalau bukan MRT, dan LRT, yang diharapkan dapat mengurangi Titik Kemacetan di Jakarta,

Di mana Kedua Mega Proyek Itu memang masih dalam Proses Pembangunan.

Bus Way milik Trans Jakarta, mungkin adalah :

Satu - satunya, yang dapat mengurangi Kemacetan

Itupun dapat dikatakan masih gagal !

Di mana Banyak Para Pengemudi, yang terkadang dengan sengaja menyerobot Jalur Bus Way, yang seharusnya menurut Peraturan tidak dapat diizinkan !


Temen Seperjuangan "Eksplorasi Muter Jakarta !"

Untuk itulah demi menempati janji dengan Teman Saya, Heri Yanto Samosir untuk melakukan “Eksplorasi Muter Jakarta” di Beberapa Waktu Lalu,

Saya harus bergegas lebih awal, berangkat dari Rumah Kakak di Permata Pamulang - Tangerang Selatan.

Lebih baik menunggu daripada tidak menempati Janji, seperti, yang sudah direncanakan sebelumnya.

Terlebih ini menjadi Kesempatan bagi Saya untuk melihat Kota Tua Jakarta dengan Beberapa Tempat Bersejarahnya,

Sekaligus mengabadikan Moment ini, yang jujur memang tidak sempat terekam sebelumnya, walau Beberapa Kali, Saya ke Tempat ini !





















Berikut Kami Hadirkan !
Sebulan Di Jakarta - Museum Wayang,
Dan Cerita Sejarah, Yang Tak Terlupakan !

At Museum Wayang


Melihat Kota Tua Jakarta, dengan Museum Wayang sebagai Salah Satu Tempat Bersejarahnya,

Saya langsung teringat tentang Cerita Sejarah Indonesia di Era Penjajahan (Kolonialisme) Belanda !

Maklum !

Belanda memang telah menindas, dan menyengsarakan Rakyat Indonesia berkat Politik Adu Domba atau Devide Et Impera nya !

Tak seperti Inggris, yang berusaha untuk mensejaterahkan Rakyat di Negara Jajahannya,

Hingga tergabung dalam Negara Persemakmuran (Commonwealth),

Seperti : Malaysia, Singapura, maupun Brunei Darussalam di Asia Tenggara,



Akan tetapi,

Kondisi Indonesia, yang dijajah oleh Belanda selama lebih dari 3,5 Abad, memang dapat dikatakan hanya menyengsarakan Rakyat Indonesia, yang hanya semakin bodoh, dan tertindas !

Baru setelah terjadinya Kritikan terhadap Pelaksanaan Tanam Paksa (Cultuurstelsel) oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch, yang begitu menyengsarakan Rakyat Indonesia, ketika itu,

Dilaksanakanlah Politik Etis atau Balas Budi di Tahun 1850an.

Pada masa Poltik Etis inilah, Orang Indonesia, baru diajarkan tentang Pendidikan.

Itu pun masih terbatas bagi Anak Kaum Ningrat Pribumi, yang memang Orangtuanya bekerja di Instansi Milik Belanda.

Maka jangan heran,

Jika Penggolongan Kelas Sosial, yang diberlakukan sejak Penerapan Tanam Paksa,

Menjadi Dasar bagi Pelaksanaan Program Belajar Politik Etis (Balas Budi) Ini.

Ketika itu terdapat 3 Klasifikasi Strata Masyarakat, yaitu :

- Eropa termasuk Belanda berada di Golongan 1
- Timur Asing (China, Arab, India) berada di Golongan 2
- Inlander (Kaum Pribumi) berada di Golongan 3

Akan tetapi,

Penjajahan Belanda, yang dilakukan lebih dari 3,5 Abad ini, bukan berarti tanpa Peninggalan.

Walaupun jujur diakui, hanya Kebodohan, Penindasan, yang didapat oleh Rakyat Indonesia, ketika itu,

Namun,

Beberapa Peninggalannya, yang terdapat di Kota Besar Indonesia, termasuk Kota Tua Jakarta (Old Batavia), masih dapat Kita lihat hingga kini.

Salah satunya adalah : Museum Wayang.



Memasuki Museum Wayang,

Saya jadi kembali membaca tentang Sejarah Gedung Tua ini.

Jika merujuk Wikipedia :

Museum Wayang dahulu merupakan Bekas Gedung bernama De Oude Hollandsche Kerk ("Gereja Lama Belanda") pada Tahun 1640,

Lalu,

Pada Tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 hancur dikarenakan gempa bumi.

Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun Gedung Museum Wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai Museum pada Tanggal 13 Agustus 1975.

Meskipun telah dipugar beberapa kali,

Namun bagian Gereja Lama, dan Baru masih tampak terlihat dalam Bangunan ini.

Batu Nisan Peninggalan Makam JP Coen, dan 18 Orang Gubernur Lainnya.

Selain dahulu difungsikan sebagai Tempat Beribadah bagi Umat Kristiani,

Pada Area ini,  

Juga terdapat Makam Gubernur Hindia Belanda (Gubernur Jenderal VOC) mulai dari Tahun 1629 - 1780.

Selain Jan Pieterszoon (JP) Coen, tercatat 18 Orang Gubernur Jenderal Lainnya, beserta Para Isteri, maupun Keluarga Mereka juga dimakamkan di Tempat ini.

Sebut saja :

Antonio van Diemen (1645), Abraham Patras (1737), Gustaff Willem Baron Van Imhoff (1750), hingga Reynier De Klerk (1780), juga dimakamkan di Tempat Ini.

Source :
https://www.researchgate.net

Selain Museum Wayang, Museum Fatahillah 
menjadi Cerita Peninggalan Belandayang tak terlupakan !

Jadi wajar,

Jika Gedung, yang pada masa kini, difungsikan sebagai Museum Wayang meninggalkan Jejak Historis, dan Unsur Mistis tersendiri bagi Para Pengunjung, yang datang.

Terlebih Jan Pieterszoon (JP) Coen, Gubernur Jenderal VOC - Hindia Belanda Keempat, dan Keenam ini, memang dikenal bengis.

Konon Ceritanya,

JP Coen, yang juga Pendiri Kota Batavia ini, sering melakukan Aksi Hukuman Pancung maupun Gantung di Sekitar Area Kota Tua Jakarta !

Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta), yang letaknya masih Satu Area dengan Museum Wayang, dahulu juga digunakan sebagai Penjara.

Kabarnya,

Banyak Para Tahanan, yang mati tersiksa akibat tidak adanya Ventilasi dan minimnya Cahaya Penerangan pada Bagian Bawah Tanah Penjara ini,


Yang mungkin menjadi Cerita Peninggalan Belanda, yang tak terlupakan !

Rasa Penasaran ini, yang akhirnya juga membuat Kami juga berniat untuk memasuki Museum Wayang.

Yang lagi - lagi dari Tempat Ini, berseliweran Cerita :

Adanya Figure raksasa, yang tingginya hampir mencapai langit - langit Ruangan, Suara Serdadu Londo berbaris lengkap dengan Aba Komando Berbahasa Belanda, Aneka Teriakan tidak jelas, Ringkikan Suara Kuda, dan masih banyak lainnya.


Koleksi Wayang Kulit At Museum Wayang Jakarta !

Harga Tiket Masuk ke Museum Wayang, ketika itu :

Dewasa/Umum Rp. 5, 000,-  dan Anak di bawah 5 Tahun, tidak dikenakan Biaya (Gratis).

Di mana Jam Buka (Operasional) untuk Museum ini,

Mulai dari Hari Selasa sampai dengan Minggu, Pukul 09.00 - 15.00 WIB.

Entah apa, yang menyebabkan Harga Tiket Museum Wayang ini, cukup dikatakan murah ?

Akan tetapi,

Museum Wayang, yang juga dikenal sebagai Salah Satu Tempat Bersejarah (Historis) di Jakarta ini,

Memang dikelolah langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ya !

Selain memang bertujuan untuk mengenalkan Sejarah kepada Anak Cucu Kita,

Melestarikan Salah Satu Cagar Budaya di Kota Jakarta lewat Museum Wayang ini,

Mungkin juga menjadi Alasan mengapa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Harga Tiket Masuk Murah !

Museum Wayang dapat dikatakan sebagai Salah Satu Landmark (Penanda Tempat) Bersejarah, yang cukup Instagramble !

Koleksi Wayang Golek At Museum Wayang Jakarta !

Di Tempat ini,

Kamu akan menemukan Ribuan Koleksi Wayang - Boneka Nusantara maupun Dunia berikut pula Cerita Sejarah, hingga Proses Pembuatannya !


Koleksi Wayang Dunia (Puppet) At Muserm Wayang Jakarta !

Ya !

Meski, Pada Tanggal 7 November 2003, Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) melalui Badan Khusus PBB - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO),

Memutuskan untuk mengakui Wayang Indonesia sebagai Warisan Dunia, yang patut dilestarikan,

Namun sekali lagi,

Wayang, yang dalam Bahasa Inggris disebut : Puppet,

Juga terdapat di Beberapa Negara Lain, seperti :

Thailand, China, India, Malaysia, Belanda, hingga Amerika Serikat.

Mungkin Istilahnya :

Boneka, yang digerakkan oleh Orang lewat Bagian Kayunya dapat dikatakan sebagai Wayang (Puppet) !


Museum ini Berlantai Dua !

Di Lantai Dasar,

Sejumlah Koleksi Wayang Nusantara dari Beberapa Daerah cukup menarik Perhatian Kami, ketika itu !

Ada Sejumlah Koleksi Wayang Golek, Kulit,


Cukup Bisa Buat Bulu Kuduk merinding Gan !!!
Boneka Gundala - Gundala

Dan, yang cukup membuat merinding, Bulu Kuduk Kami adalah :

Kehadiran Beberapa BonekaBoneka Si Gale - Gale, dan Mariyam Si Manis Jembatan Ancol !

Maklum !

Ada Unsur Cerita Misteri, yang menyertai di Balik Kehadiran Boneka Ini !


Boneka Si Gale - Gale 

Jika,

Si Gale - Gale, yang berasal dari Pulau Samosir - Sumatera Utara, bercerita tentang Kesedihan Raja Rahat, yang Putranya bernama Raja Manggale tewas di Medan Perang, tanpa diketahui Jenazahnya.

Sehingga Sang Raja menjadi jatuh sakit, dan untuk mengobati sakitnya Raja akibat Kesedihan Mendalam Kematian Anaknya, dibuatlah Patung/ Boneka mirip Raja Manggale, yang bernama Si Gale - Gale.

Dengan menggelar Pesta, dan Dukun, maka dipanggillah Arwah Raja Manggale, dan menarilah Boneka Si Gale - Gale ini selama 7 Hari 7 Malam.

Inilah, yang menyebabkan Boneka Si Gale - Gale, masih dipergunakan sebagai Tradisi dalam Upacara Kematian pada Suku Batak Samosir.

Yang, kabarnya 4 dari Boneka ini di Daerah Asalnya : Pulau Samosir - Sumatera Utara dapat menari Tor - Tor mengikuti Iringan Musik Gordang Sambilan, ketika Prosesi Upacara Kematian berlangsung.


Oey Tambashia, Siti Ariyah (Mariyam - Si Manis Jembatan Ancol), Mak Emper).
(Kiri - Kanan)
 
Lain Halnya,

Dengan,

Siti Ariyah (Mariyam - Si Manis Jembatan Ancol), yang jasadnya tewas terbunuh, dan dibuang, sebelum diperkosa di Jembatan Ancol.

Konon Ceritanya

Arwah Penasaran dari Mariyam (Siti Ariyah), yang dikenal Berparas Manis ini, sering menampakkan diri, dan menjadi Penunggu Jembatan Ancol, hingga kini !

Entah apa, yang terbayang sehingga memasukkan Boneka Ini ke dalam Museum Wayang,

Akan Tetapi,

Pastinya ada : Nilai Historis dari Dua Boneka dalam Museum Wayang Ini !


Wayang (Puppet) Tiongkok.

Di Lantai Kedua !

Kesan lebih International bisa Kamu temukan di Tempat Ini !

Ya !

Sekali lagi,

Wayang bukan hanya milik Indonesia saja !

Namun berbagai Negara di Belahan Benua Lain, juga mempunyai Konsep, yang serupa dengan Wayang.

Contohnya saja :

Negara India, Belanda, hingga Amerika Serikat.

Mereka mempunyai Boneka, yang dapat digerakkan oleh Manusia pada Kedua Tangannya lewat Kayu, yang disebut Puppet.


Wayang Lidi (Sada) At Museum Wayang Jakarta !

Menuju Bagian Lainnya,

Kami menemukan Wayang, yang terbuat dari Lidi, yang biasa disebut dengan Wayang Sada.

Menurut Informasi, yang Kami baca :

Wayang ini, memang mempunyai Keunikan Tersendiri.

Selain terbuat dari Batang Lidi Muda,

Wayang Sada ternyata juga membentuk Karakter maupun Tokoh Cerita dalam Pewayangan Mahabrata, dan Ramayana.

Entah apa, yang mendasarinya terbuatnya Jenis Wayang ini,

Dan Apakah Wayang Sada, juga dipakai sebagai Alat (Media) bagi Penyebaran Agama Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa,

Seperti : Wayang Kulit, dan Kayu (Klithik),

Akan tetapi,

Jika Kita melihat Keberadaan Wayang Lidi (Sada), saat ini,

Dalam Proses Pembuatannya bisa jadi menganut Konsep Ramah Lingkungan (Go Green) !


Koleksi Boneka Unyil At Museum  Wayang Jakarta

Pada Bagian Lainnya,

Terdapat Kumpulan Boneka dari Film Seri Anak Unyil”.

Sontak !

Melihat Hal ini,

Kami menjadi teringat akan Film Seri, yang ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI), setiap Hari Minggu !



Film ini, mungkin menjadi bagian, yang tak terlupakan bagi Kami,

Di mana,

Mungkin Kami tumbuh dengan Masa Kecil, yang sesungguhnya dengan Muatan (Content) Film, yang memang buat Anak Seusia Kami, dan sekaligus mendidik !

Mungkin hanya Bagian (Scene) dari Pak Ogah,

Yang terasa malas dengan ucapan “Cepek Dulu Dong !

Selebihnya Film Anak - Anak ini, memang menunjukkan Rasa Kesetiakawanan, hingga Keberanian dalam Berpetualang serta Memecahkan Kasus Ala Anak - Anak Seusia Kami di Zaman Old.

Tokoh di Film Seri Unyil diciptakan oleh Alm Drs. Suyadi, yang lebih dikenal dengan Pak Raden.

Jadi,

Jika Kamu melihat Toko Pak Raden dalam Film Unyil, bisa jadi merupakan Tokoh Fiktif, yang diperankan sendiri oleh Alm Drs. Suyadi, yang juga Pencipta Film Seri Anak Unyil.



Lalu,

Dalam Museum Wayang Ini terdapat Boneka Pertama dari Unyil, yang memang khusus menjadi Koleksi Tersendiri bersama Ribuan Koleksi Wayang Lainnya.

Jadi,

Kalau Kamu melihat Boneka di Lanjutan (Sekuel) Film Unyil dengan Versi Beda bernama “Laptop Si Unyil- Trans 7 ,

Dapat dipastikan Bonekanya bukan merupakan Boneka Pertama,

Yang mana pada Boneka di Tokoh Film Unyil Kini, telah dilakukan Perubahan (Modifikasi) sesuai Tuntutan Arus Kekinian mengikuti Perubahan Zaman !


Lorong Menuju Lantai 1 Museum Wayang Jakarta !

Pada Bagian Terakhir,

Terdapat Lorong Menurun menuju Lantai Dasar (1) dari Gedung Museum Wayang Ini.


Topeng untuk Pagelaran Wayang Orang (Wong), maupun Tari Topeng Cirebon !

Di Bagian Sisi Kanannya terdapat Ruang Kaca mirip Display,

Yang mana ditempatkan Beberapa Topeng bagi Pertunjukkan Wayang Orang (Wong) maupun Tari Topeng Khas Cirebon.

Ya !

Mungkin hanya Wayang Orang, yang dimainkan oleh Orang Sendiri secara Pribadi,

Selebihnya :

Wayang Kulit, Golek, Lidi (Sada), Kayu (Klithik) merupakan :

Sebuah Seni Pertunjukkan mirip Boneka, yang dimainkan oleh Orang secara Pribadi, yang mana pada Bagian Tangan, terdapat Kayu, yang berfungsi untuk menggerakkan.



Museum Wayang Jakarta,

Tempat, yang dapat berfungsi untuk belajar, dan mengenalkan Wayang di Indonesia maupun Dunia pada Anak Cucu Kita.

Tempat, yang sekali lagi bukan hanya berfungsi sebagai Sarana untuk belajar tentang Dunia Pewayangan,

Namun di Balik itu menyimpan Cerita Sejarah, yang tak terlupakan bagi Indonesia !



Sebulan Di Jakarta - Museum Wayang,
Dan Cerita Sejarah, Yang Tak Terlupakan !


Fotografer Dadakan :




Alamat :
Jl. Pintu Besar Utara No.27, Pinangsia, Tamansari, RT.7/RW.7,
Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110

Kembali : ARTIKEL
 
Copyright ©2015 - 2018 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA