indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Sabtu, 31 Oktober 2015

Wisata Maluku

Sabtu, 31 Oktober 2015


1. Nusa Pombo 

Nusa Pombo bisa ditempuh dalam waktu satu jam dari pelabuhan di Ambon dengan menggunakan speed boat. Pulau ini tidak berpenghuni, sehingga Anda sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman secukupnya. Jika ingin menginap, Anda bisa mendirikan tenda di sini. Jangan lupa membawa perlengkapan berkemah Anda dan bersiaplah melakukan petualangan di sini. Berbagai kegiatan yang bisa Anda lakukan di tempat wisata di Ambon ini adalah berenang, menyelam, snorkeling dan trekking keliling pulau. Pulau Nusa Pombo dikenal memilliki alam bawah laut yang kaya sehingga menjadinya sebagai tempat menyelam yang menyenangkan.

Sumber Foto : wahyuapphotography

2. Pantai Liang


Pantai yang juga disebut Pantai Hunimua ini pernah dinobatkan oleh PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1991. Tentu hal ini bukan tanpa alasan, tempat wisata di Ambon ini memiliki hamparan pasir putih dipadu dengan air jernih kebiruan yang membuat Anda tak pernah bosan menikmati keindahannya.Ombak di pantai ini tidak terlalu besar sehingga cocok untuk bermain air. Jika tak ingin basah, Anda bisa berjemur di pasirnya yang landai. Selan itu, deretan pohon rindang yang berjajar di tepi pantai bisa Anda gunakan untuk berteduh sambil menikmati kuliner setempat. Tempat wisata ini terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, atau sekitar 40 km dari pusat kota Ambon. Untuk bisa masuk Pantai Liang, Anda harus membayar 15.000 Rupiah.


3. Pantai Natsepa


Masih di kecamatan yang sama dengan Pantai Liang, ada Pantai Natsepa yang juga menawarkan keindahan khas pantai. Air laut di tempat wisata ini sangat jernih sehingga Anda bisa melihat ikan berenang dengan mudah. Bosan memancing di tepi pantai? Anda bisa menyewa perahu dengan tarif 20.000 per jam dan merasakan sensasi memancing di laut lepas. Jika tak suka memancing tapi ingin ikan segar, coba datang ke pasar ikan yang berjarak hanya sekitar 700 meter dari tempat wisata ini. Anda bisa membeli ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat. Jangan lupa mencicipi rujak buah khas Pantai Natsepa. Pantai ini dikenal dengan rujak buah segarnya yang banyak dijual di sekitar pantai. Buah-buahan segar seperti mangga dan jambu dipadu dengan saus kacang gula merah tentu akan sangat menyegarkan siang Anda di Pantai Natsepa.
Sumber Foto Samping : antarafoto.


4. Pantai Pintu Kota


Pantai ini menjadi ikon sekaligus tempat wisata di Ambon yang banyak dikunjungi. Berbeda dengan pantai-pantai sebelumnya yang memiliki hamparan pasir untuk berjemur, pantai ini dipenuhi oleh batuan karang. Tapi bukan berarti Pantai Pintu Kota kalah cantik. Yang menarik dari pantai ini adalah adanya sebuah tebing karang rakasa yang menjorok ke laut dengan lubang besar menyerupai sebuah pintu. Percikan air dari ombak yang menghantam tebing karang menjadi salah satu pemandangan favorit pengunjung. Selain biasa menjadi foto sampul untuk majalah wisata alam, tebing karang ini juga seringkali digunakan sebagai latar foto prewedding oleh banyak pasangan. Hanya dengan 5.000 Rupiah, Anda sudah bisa menikmati keindahan tempat wisata di Ambon ini. Jangan khawatir jika lupa membawa bekal karena di sini ada banyak penjual makanan.




















5. Pantai Santai


Sesuai dengan namanya, pantai ini cocok sekali digunakan sebagai lokasi bersantai. Lelah dan bosan dengan rutinitas harian akan terbayar lunas di tempat wisata di Ambon ini. Sambil menikmati pemandangan pantai, jangan lupa memesan pisang goreng dan teh manis yang menjadi kuliner andalan di sini. Anda ingin menyelam dan snorkeling tapi malas membawa perlengkapannya? Tenang, ada tempat penyewaan alat selam dan snorkeling di sini. Anda bisa menikmati keindahan alam bawah laut Pantai Santai tanpa perlu repot membawa alat selam dari rumah. Tempat wisata ini berada di Desa Latulahat atau sekitar 16 km dari pusat kota Ambon. Di sekitar pantai ini banyak tersedia penginapan untuk pengunjung yang merasa waktu sehari tak cukup untuk menikmati keindahan Pantai Santai.


6. Pantai Ora


Pantai Ora yang terletak di Desa Sawai, Seram Utara, Maluku Tengah ini merupakan salah satu tempat pariwisata yang ada di Maluku. Kondisinya yang masih sangat alami dan memiliki pemandangan yang sangat indah, menjadikan tempat ini sebagai salah satu tempat favorit yang sedang digemari oleh para wisatawan, terutama wisatawan lokal di Maluku. Dengan pemandangannya yang sangat indah, pantai Ora disebut-sebut sebagai Hawai-nya Indonesia oleh sebagian kalangan yang pernah berkunjung kesana. Saat ini, pengembangan fasilitas penunjang di pantai Ora sedang dalam proses pembangunan. Diharapkan dengan adanya penambahan fasilitas penunjang ini, pantai Ora bisa menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang favorit, dan menjadi salah satu ikon pariwisata di Maluku. Untuk diketahui, di pantai Ora juga disediakan fasilitas untuk para wisatawan yang senang dengan olahraga air, seperti diving, snorkling dan sejenisnya. Pokonya asyik kalau berkunjung kesana, dijamin tidak mengecewakan anda. Seperti disebutkan di atas bahwa, Sawai tepatnya Ora ga kalah bagusnya sama pantai-pantai yang ada di Hawai sana


7. Taman Laut Banda


Lokasi taman laut  Banda terletak di antara Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir  dan Pulau Hatta. Tepatnya terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan menumpang kapal feri dari kota  Ambon selama satu malam. Kegiatan wisata bahari di perairan Banda beraneka ragam, seperti melihat taman laut dari  atas perahu, menyelam, memancing ikan tuna dan cakalang, melihat ikan paus,  lumba-lumba, termasuk berbagai jenis ikan dan kerang purba yang saat ini disuakakan seperti ikan Napoleon, burung laut yang berenang dan terbang dekat serta menyaksikan Arombai Manggurebe (Lomba Belang atau balap perahu) dari pantai. Acara yang tak kalah menarik lainnya adalah acara timba uli yang bisa disaksikan setiap tahun dua kali yaitu pada bulan Maret dan April pada menjelang malam bulan 15 hari (dilangit) pukul 17.00 sampai dengan 20.00 WIT. Timba uli adalah “pesta laut” masyarakat Banda untuk menangkap hewan laut sejenis ulat laut berwarna hijau yang panjang (menyerupai benang) dan berbulu. Pada acara ini, berhamburan masyarakat Banda ke pantai, laki dan perempuan, tua dan muda. Dengan mambawa alat tangkapan uli (alat tangkap uli) menyerupai serok (bahasa Jawa Timuran) terbuat dari kain halus dan berbagai jenis lampu, menunggu keluarnya uli dari dasar pantai pesisir laut kemudian ditangkap. Hasil tangkapan uli kemudian dimasak dengan bumbu khusus kemudian menjadi sajian khas, lezat dan bergisi tinggi yang dimakan dengan sagu atau singkong rebus Musim kunjungan sebaiknya pada pada musim teduh (musim laut tidak berombak), yang  terjadi pada bulan Maret, April, Mei, September, Oktober dan Nopember. wisatawan dapat mencoba sendiri  menggunakan alat pancing untuk menangkap ikan tuna dan cakalang. Jasa pelayanan guide  dapat membantu wisatawan untuk menggunakan alat-alat pancing, sekaligus  menjelaskan proses penangkapan ikan cakalang yang dilakukan oleh nelayan. Pulau Banda terdapat  banyak toko yang menjual berbagai souvenir, seperti miniatur kapal dalam botol,  anyaman bambu alat memetik pala dan benda-benda replika peninggalan Belanda dan  Portugis. Terdapat pula beberapa guest house yang disewakan untuk menginap.


Menyelam di Kepulauan Banda



Kepulauan Banda  adalah salah satu tempat yang paling indah untuk menyelam di Indonesia. baik yang sudah ahli menyelam maupun pemula ,menyelam Mulai dari Banda Neira ke tembok vertikal di Pulau Hatta. Ketika menyelam kadang-kadang terlihat ikan hiu, penyu, ikan tuna, lobster dan baraccuda besar. Pulau Banda merupakan grup pulau-pulau vulkanik kecil di Laut Banda, sekitar 140km sebelah selatan pulau Seram dan sekitar 2000km timur Jawa, dan merupakan bagian dari provinsi Maluku. Pusat administratif  Bandanaira, terletak di pulau Pulau Banda. Tempat untuk Menyelam di Pulau Banda. Sonegat: Ini adalah tempat terdekat untuk menyelam. sekitar 5 menit dari pantai. Lokasi Sonegat yaitu laut antara Banda Neira dan Gunung (Gunung Api). Keraka Island: Keraka Island atau beberapa orang mengatakan pulau Kepiting. ibarat sebuah karpet pasir terhampar di pantai utara sebuah tempat yang sangat indah untuk piknik. Di bagian selatan pantai ada beberapa dinding setinggi 18 meter yang ditutupi oleh tunicata biru dan kuning . Di sebelah timur pantai, Anda bisa melihat di kedalaman 10 meter, berbagai ikan batu karang dan sekelompok barracuda. Sjahrir Island dan The Kapal Stone: atau yang sebelumnya dikenal sebagai Pulau pisang dan Batu Kapal hanya 20 menit dari  Banda-Neira dengan menggunakan perahu. Ini dua tempat yang baik untuk kegiatan menyelam di pagi hari, dan kegiatan menyelam di sore hari. Lontar Island: semacam pagar paling luar dari Pulau-pulau, bagian pinggiran kaldera cekung, tempat yang baik untuk merpati.


8. Benteng Amsterdam


Ini adalah salah satu benteng peninggalan penjajah di Ambon yang dibangun pada tahun 1512. Benteng Amsterdam berbentuk layaknya rumah biasa yang terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama menjadi tempat tidur para prajurit. Lantai kedua digunakan sebagai ruang pertemuan dan lantai ketiga adalah pos pemantau. Selain dari lantai tiga bangunan utama, masih ada sebuah menara yang juga digunakan untuk memantau keadaan sekitar. Benteng Amsterdam merupakan benteng kedua di Ambon yang dibangun setelah Kastee van Verre. Sebelum menjadi benteng pertahanan, tempat wisata di Ambon ini adalah tempat penyimpanan rempah-rempah hasil rampasan. Terletak di Kecematan Hila, Ambon, Anda bisa masuk ke benteng ini secara gratis.
Sumber Foto Atas dan Bawah : Eddie Likumahua



9. Museum Siwalima


Tak berbeda dengan kebanyakan kota lain, Ambon juga memiliki museum yang berisi koleksi benda-benda seni budaya. Museum Siwalima terdiri dari dua bangunan utama yaitu museum etnografi dan museum kelautan. Bangunan pertama adalam museum dengan koleksi etnografi. Di sini, Anda bisa melihat benda-benda yang berhubungan dengan seni dan budaya dari suku asli di Maluku mulai dari miniatur rumah adat, pakaian tradisional, peralatan rumah tangga sampai guci-guci peninggalan Jepang. Berjalan 500 meter, ada museum kelautan dengan koleksinya yang tak kalah menarik. Selain benda-benda yang berhubungan dengan kehidupan laut masyarakat Maluku, museum ini memiliki koleksi tiga buah kerangka ikan raksasa. Tiga kerangka ikan ini berukuran sangat besar yaitu 9, 17 dan 19 meter. Tempat wisata ini berada 5 km dari pusat kota Ambon dan buka setiap hari Senin – Jumat, jam 09:00 – 16:00, dan Sabtu – Minggu, jam 10:00 – 16:00. Anda dikenakan biaya masuk sebesar 3.000 Rupiah saja untuk bisa melihat benda-benda koleksi museum ini.


















10. Masjid Wapauwe


Keunikan dari masjid ini adalah tidak ditemukannya paku di bangunannya yang terbuat dari pelepah sagu ini. Selain itu, masjid ini juga masih menyimpan sebuah Al Quran yang ditulis tangan dan timbangan beras kuno untuk zakat fitrah. Bangunan Masjid Wapauwe pada awalnya hanya berkuran 10 x 10 meter dan tidak ada serambi, namun saat ini sudah ditambahkan serambi dan tempat wudhu, namun ukuran ruang utamanya tetap 10 x 10 meter. Selain keunikan dari bangunan dan koleksinya, masjid ini juga dipercaya bisa berpindah tempat sendiri. Masjid Wapauwe dibangun pada tahun 1414 di Wawane, kemudian dipindahkan warga ke Tehala yang berjarak 6 km dari lokasi awal. Pada tahun 1614, masjid berpindah sendiri ke Desa Atetu atau Kaitetu yang merupakan lokasi masjid saat ini. Menurut warga saat itu, masjid tiba-tiba sudah berpindah tempat ketika menjelang subuh.

11. Taman Laut Manusela


Pemandangan Taman Laut yang indah mengingat pantai di Maluku masih banyak yang belum terjamah. Wisata ini dapat dinikmati di Pulau Tiga, Manusela Beach, Pulau Banda.


12. Pantai Pasir Panjang


Pantai Pasir Panjang yang di Tual Maluku Tenggara merupakan pantai yang sangat menakjubkan dengan pasir putihnya yang sangat panjang dan lembut menyerupai tepung itu membuat mata tak tahan melihatnya disiang hari karena memancarkan cahaya yang menyilaukan. 

13. Pantai Manuala


Pantai yang tenang dan sejuk dengan banyaknya pepohonan di tepian pantai di dalamnya menyimpan pesona terumbu karang yang masih alami dan bercanda dengan satwa laut. 

14. Objek Wisata Lainnya
Pantai Ngur Sarnadan (Pasir Panjang), Kai
Pantai Ngurtafur, Pulau Warbal, Kai
Gua Ohoidertavun di Letvuan, Kai
Sawai, Seram Utara



Leksula, Buru
Pantai Latuhalat, Ambon
Tanjung Marthafons, Ambon
Taman Nasional Manusela, Seram
Air Terjun Waihetu, Rumahkay, Seram
Pantai Hatuurang
Pantai Lokki, Seram
Pantai Englas, Seram
Pantai Labuan Aisele, Seram Utara
Pulau Kasa, Seram
Pulau Pombo



Pulau Tiga Maluku
Pulau Luciapara
Pulau Ay, Run dan Rozengain (Hatta), Kepulauan Banda
Weluan, Kep. Tanimbar
Pulau Bais
Tanjung Sesar, Seram
Pulau Panjang, Pulau Lulpus dan Pulau Garogos
Danau Ranau - Namlea Maluku
Benteng Titaley, Seram
Danau Binaya, Piliana
Tawiri, Ambon
Pemandian Air Panas Tulehu, Ambon
Sungai kali ama,hualoy-seram
pantai maruru,hualoy-seram 



Gunung dan Perkampungan Booi
Kilfura, Seram
Pantai Soplessy, Seram
Gua Lusiala, Seram
Pantai Kobisadar
Ahuralo, Amahai
Batu meja masahatu, hualoy-seram
Gua Hutan Kartenes
Goa Akohy di Tamilouw, Seram


















ENSIKLOPEDI LAINNYA


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA