indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Kamis, 08 Oktober 2015

Wisata Kalimantan Barat

Kamis, 08 Oktober 2015

1. Bukit Penjamur Bengkayang



Bukit ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 900 mdpl. Terletak di Kabupaten Bengkayang, yang dapat ditempuh sekitar 4 Jam jalur darat dari Pontianak, bukit ini tengah menjadi primadona dikalangan pencinta alam di provinsi ini. Dengan trek yang tidak terlalu sulit dan akses masuk yang mudah dijangkau, Bukit Penjamur ini menawarkan pemandangan lautan awan dan sunrise yang spektakuler.

2. Sungai Kakap


Dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 1.5 jam dari Pontianak, Kec. Sungai Kakap yang terletak di Kab. Kubu Raya ini menawarkan eksotisme desa muara. Melihat kehidupan para nelayan tradisional, ekosistem hutan bakau, kelenteng di tengah laut dan akulturasi budaya Tionghoa dengan Melayu dan Dayak menjadi daya tarik tempat ini. Anda akan melihat jembatan geretak kayu, ataupun jembatan unik berukir aksara Tionghoa.

3. Pantai Temajuk

Merasakan eksotisme pantai perawan di perbatasan Indonesia dan Malaysia pasti akan menjadi kenangan tak terlupakan. Perjalanan yang jauh dan melelahkan ke desa terpencil di Kec. Paloh, Kab. Sambas ini akan terbayar ketika melihat birunya laut, dan putihnya pasir pantai Temajuk. Pantai ini hanya berjarak 4 Km dari border Indonesia-Malaysia, dan anda dapat menuju kesana untuk merasakan kehidupan di titik terdepan negeri ini, atau sekedar berfoto dengan latar belakang bendera dua negara.







4. Pulau Selimpai


Masih di Kab. Sambas, Pulau Selimpai adalah pulau yang terpisah dari daratan utama oleh sebuah sungai. Pulau ini berbatasan langsung dengan laut Natuna, dan menawarkan pantai pasir putih dan jajaran hutan pinus. Pulau ini juga menjadi tempat penyu bertelur dan terdapat bekas penangkaran penyu. Dengan medan yang masih lebih mudah dari pantai Temajuk, pantai ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang ingin menikmati pantai eksotis yang perawan di utara Kal-Bar.
   
5. Air Terjun Mananggar

Bukan, Air terjun ini bukan Niagara di Amerika sana. Air terjun ini terletak di Kec. Serimbu, Kab. Landak sekitar 5 Jam perjalanan darat dari Pontianak. Menawarkan air terjun yang masih alami di tengah rimba Kalimantan, maka anda akan merasakan pengalaman tak terlupakan disini. Berinteraksi dengan masyarakat Dayak di sekitar air terjun juga akan memperkaya pengetahuan budaya anda.







6. Danau Sentarum


Taman Nasional Danau Sentarum adalah taman nasional yang terletak di Kab. Kapuas Hulu. Perjalanan ke kabupatan ini dapat ditempuh satu hari perjalanan jalur darat dari Pontianak, atau 45 menit melalui jalur udara. Danau Sentarum merupakan danau penampung air hujan. Dikala musim penghujan, maka danau ini akan pasang, dan menggenangi pepohonan disana. Dikala musim kemarau, air mengering dan membuat areal danau seolah menjadi padang Sabana. Danau ini merupakan habitat Ikan Arwana dan merupakan daerah lingkup perhuluan sungai Kapuas.




7. Bukit Kelam


Bukit Kelam adalah bukit batu yang terletak di Kab. Sintang. Dapat ditempuh sekitar 9 Jam perjalanan darat dari Pontianak. Batu ini kabarnya merupakan batuan monolit terbesar di dunia, lebih besar dari Uluru di Australia. Di kaki bukit ini, terdapat tempat ziarah jalan salib untuk agama Katolik. Mendaki bukit ini merupakan sesuatu yang menantang, dan cocok untuk mereka yang suka dengan olahraga panjat tebing.

8. Gunung Palong


Taman Nasional Gunung Palong adalah taman nasional yang terletak di kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Taman nasional ini ditetapakan sebagai taman nasional dengan ekosistem yang paling beragam di Indonesia. Taman nasional ini juga menjadi habitat Orang Utan, Bekatan dan Burung Enggang, binatang khas pulau Kalimantan. Jika beberapa bulan lalu anda sering melihat foto-foto Tim Laman di Instagram National Geographic, maka foto tersebut berasal dari taman nasional ini.



9. Kota Singkawang



Tidak perlu jauh ke negeri Tiongkok sana untuk merasakan suasana kental etnis Tionghoa. Kota Singkawang adalah tempat dimana anda bisa merasakan budaya etnis tionghoa di tiap sisi kotanya. Kota yang dijuluki kota seribu kelenteng ini menawarkan atraksi Imlek dan Cap Go Meh, selain pantai pasir putih dan juga perbukitannya. Tidak seperti kota lain yang identik dengan peradaban etnis Tionghoanya dimana Bahasa Cina penduduknya sudah mulai luntur, Singkawang menawarkan sesatu yang berbeda dimana Bahasa Cina daerah seperti Hakka dan Tio Ciu masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. 

10. Rumah Radakng


Merupakan rumah khas suku Dayak, Rumah Radakng, Rumah Betang atau Rumah Panjang merupakan objek yang wajib dikunjungi jika bertandang ke Kal-Bar. Mulai dari rumah betang yang masih tradisional di Kampung Saham Kab. Landak hingga rumah radakng modern di kota Pontianak bisa dijadikan pilihan anda untuk mengenal kehidupan sehari-hari orang Dayak.

11. Museum Negeri Kal-Bar


Berkunjung ke museum ini cocok bagi anda yang suka mempelajari segala sesuatu dengan cepat. Tidak perlu berkeliling Kalimantan Barat, berkeliling museum ini  saja sudah cukup memberikan kita pengetahuan lengkap tentang provinsi Kalimantan Barat. Dengan tiket masuk yang sangat murah, hanya 1000 rupiah maka berkunjung ke museum ini merupakan sesuatu yang sangat Worth It.

12. Hutan Kota Untan



Bagi anda yang ingin merasakan sensasi hutan rimba Kalimantan, tetapi tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam menuju kesana, maka hutan kota Untan adalah jawabannya. Hutan kota yang ada dalam kompleks Universitas Tanjungpura ini terletak hanya “sepelemparan batu” dari pusat perdagangan Ayani Mega Mall. Jadi benar-benar ada di dalam kota. Di hutan ini anda dapat melihat tumbuhan liar seperti anggrek dan kantong semar, kayu-kayu langka dari Kalimantan, bahkan hewan-hewan yang sudah susah ditemui di dalam kota.




13. Kampung Beting

Terlepas dari stigma tempat ini sebagai The Bronx-nya Pontianak, mengunjungi Kampung Beting adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Melihat rumah-rumah penduduk berdiri diatas lumpur sungai Kapuas, membuat kampung ini terlihat seolah terapung. Di tempat inilah terdapat Istana Kesultanan Pontianak dan Masjid Jami. Anda juga bisa merasakan jembatan geretak terpanjang di dunia. Jembatan ini awalnya merupakan jalan yang terbuat dari kayu, yang menghubungkan rumah-rumah yang berdiri di atas air. Karena ketika dilewati kendaraan motor berbunyi “geretak geretak” maka jembatan kayu di Pontianak disebut geretak. Sayang beberapa geretak atasnya sudah di beton. 


14. Sungai Kapuas



Sungai terpanjang di Indonesia ini adalah nadi kehidupan rakyat Kal-Bar, sehingga jika anda menjelajahi sungai ini, maka anda akan semakin mengenal kehidupan masyarakat di provinsi ini. Menjelajahi sungai ini bisa dimulai dengan naik kapal wisata selama 45 menit di dalam kota Pontianak, hingga menyewa kapal tradisional yang akan mengantar anda menjelajahi sungai ini hingga perhuluannya di Kab. Kapuas Hulu.























15. Sinka Island Park


Sinka Island Park adalah salah satu obyek wisata yang berada di Jalan Malindo Teluk Karang, Kelurahan Sedau,Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang jaraknya hanya sekitar 8 km dari Kota Singkawang. Obyek wisata ini terletak di teluk Ma’jantuh atau teluk Karang. Lokasi ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Pontianak dan sekitar 30 menit dari Kota Singkawang. Sinka Island Park adalah perpaduan antara wisata alam dan wisata modern. Sinka Island Park merupakan sebuah kawasan wisata yang sengaja dibangun sebagai sarana hiburan bagi masyarakatKalimantan Barat, khususnya untuk warga Singkawang. Sinka Island Park didirikan oleh PT. Sinka Island Park yang pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Antoni Suwandi, S.H. yang selesai dibangun pada bulan April 2007. Sinka Island Park juga telah mendapatkan izin LK (Lembaga Konservasi) pada tanggal 17 Desember 2007 (SK.441/Menhut-II/2007). Tempat wisata ini memiliki keindahan pantai yang masih alami. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai dengan menaiki delman atau kuda yang dapat disewa di obyek wisata ini. Di kawasan wisata ini juga terdapat beberapa fasilitas pendukung lain, seperti kolam renang, dan beberapa kios minuman dan makanan yang menyediakan berbagai macam sajian kuliner yang lezat.
Sumber Foto : aanrosady.deviantart.com

16. Taman Bukit Bougenville


Mau menikmati taman bunga yang indah ? gak perlu jauh jauh ke Belanda deh. Di Indonesia juga ada tepatya di Singkawang. Saat liburan ke Singkawang, Kalimantan Barat, jangan lupa pergi ke Taman Bukit Bogenville. Di sana, Anda bisa menikmati kecantikan bunga aneka warna dan udara yang sejuk. Cocok dijadikan tempat rekreasi. Taman Bougenville terletak di Desa Sijangkung, 6 km dari Kota Singkawang. Tepatnya di kaki bukit Gunung Pasi. Kawasan wisata ini terasa begitu asri karena dikelilingi oleh hutan dan perkebunan. Terhitung ada sekitar 46 spesies bunga bougenville di taman ini. Meski didominasi bougenville, pengunjung yang datang tetap bisa melihat aneka bunga lain yang ada seperti, aglonema, antorium dan berbagai jenis anggrek. Tidak hanya bunga, taman seluas 1,5 hektar ini juga memiliki koleksi tanaman buah, seperti belimbing madu, alpukat, rambutan dan durian. Inilah salah satu tempat yang paling digemari para wisatawan saat berkunjung di Taman Bukit Bougenville, yakni hutan homogen. Kawasan ini disebut dengan Area Super Sejuk karena di kawasan ini dipenuhi dengan rerimbunan pohon gaharu. Jadi tidak salah apabila hutan homogen ini dijuluki Area Super Sejuk. Di lokasi ini selain bisa menikmati udara yang super sejuk, para wisatwan juga bisa memanfaatkan keindahan hutan homogen ini sebagai tempat untuk foto pre-weeding atau foto bersama sanak keluarga, sahabat tercinta.

Selain dapat menikmati tanaman hias, di Taman Bukit Bougenville ini juga terdapat kebun buah. Tanaman buah yang berada di lokasi ini merupakan jenis buah-buahan yang sering dijual para pedagang di Singkawang. Saat berkeliling ke kebun buah ini, para wisatawan dapat menemui koleksi tanaman buah, seperti durian, rambutan, belimbing dan alpukat. Nah, setelah berkeliling Taman Bukit Bougenville ini, bagi para wisatawan yang memiliki hobi menanam bunga atau sekedar mengkoleksi bunga, bisa membeli langsung bibit bunga yang tersedia di rumah kaca taman ini. Harga bibit bunga tersebut bervariasi tergantung jenis bunga yang ingin dibeli. Wahh asyik ya, sambil jalan-jalan bisa menambah koleksi bunga di rumah sekaligus. Nah, untuk Anda yang hobi mengoleksi bunga, bisa membeli langsung bibit bunga yang ada di rumah kaca taman bunga. Taman Bukit Bougenville buka setiap hari, mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Cukup dengan membayar Rp 10.000, Anda pun sudah bisa menikmati keindahan taman bunga dengan udara yang super sejuk.

17. Pulau Randayan


Siapa sangka di Kalimantan Barat ada pulau yang seeksotis Pulau Randayan? Pantainya berpasir putih dan sepi bagaikan pulau pribadi. Para traveler harus mengunjungi pulau ini satu saat nanti. Randayan adalah pulau yang terletak di sebelah utara daerah pesisir Provinsi Kalimantan Barat. Pulau ini memiliki alam yang sangat indah, serta pemandangan bawah laut yang sangat eksotis. Selain itu, pantai pasir putih yang dimiliki Pulau Randayan sangat indah dan menarik bagi wisatawan untuk datang. Kita dapat bersnorkeling ria, sambil menikmati ekosistem bawah laut yang masih terjaga keasriannya. Sebagai salah satu obyek wisata andalan, Pulau Randayan selama ini telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal, domestik, maupun asing. 

Untuk menuju pulau Randayan, Anda dapat melalui Teluk Suak. Perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Suak dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam dengan jarak 115 km. Teluk ini berada di 32 km dari Kota Singkawang. Dari Teluk Suak, Anda dapat menggunakan speed boat dengan tarif pulang pergi (PP) Rp 150 ribu. Alternatif lain, Anda dapat menggunakan perahu motor atau kapal khusus. Tetapi, Anda harus berangkat dari Pasir Panjang. Tarif kapal khusus adalah Rp 100 ribu pulang pergi. Sedangkan tarif perahu motor adalah Rp 30 ribu pulang pergi. Jika dilihat dari kejauhan, Pulau Randayan memiliki pantai dan warna air yang sangat jernih sehingga cocok untuk olahraga menyelam. Selain itu, bagi para wisatawan yang merasa capek menikmati pemandangan pulau ini dapat langsung beristirahat di villa-villa kecil yang disediakan oleh pihak pengelola pulau. Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki luas tutupan karang hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektar, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektar. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun yang memiliki hobi menyelam untuk mengeksplorasi keindahan alam bawah airnya. Fasilitas yang tersedia di sini selain snorkeling dan menyelam, kita juga bisa memancing. Ikan hasil tangkapan bisa langsung dinikmati dengan dibakar di sana. Makan ikan bakar sambil menikmati pemandangan di tepi laut yang indah, pasti akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Fasilitas wisata lainnya adalah vespa air. Fasilitas ini telah disediakan oleh pihak pengelola villa. Tarif penginapan di sini bervariasi. Ada penginapan atau cottage dengan tarif 600rb rupiah per malam. Awal mulanya, Pulau Randayan adalah pulau pribadi, yang sekarang telah disulap menjadi sebuah wisata bahari yang mempesona. Di sana Anda juga ditawarkan banyak panorama alam antara lain sunset, sunrise, panorama laut, dan jika Anda beruntung akan berkesempatan melihat penyu yang naik ke daratan untuk bertelur. Jadi, jangan ragu lagi untuk berlibur di Pulau Randayan, pulau kecil dengan sejuta keindahan.

18. Istana Kesultanan Kadariah Pontianak


Setelah berwisata dengan alam  dan taman sesekali jangan lupa untuk mengenal sejarah ya. Berkunjung ke Istana Kadariyah pada sebelah petang. Istana ini merupakan peninggalan kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman pada 14 Rejab 1185 H bersamaan 23 Oktober 1771M dan terletak 4 km dari pusat kota dan terletak di Kampong Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Istana ini masih menyimpan berbagai macam benda peninggalan seperti Singahsana, Kaca Pecah Seribu, Al-Quran tulisan tangan dan salasilah keturunan Sultan Pontianak dari sultan pertama, Sultan Sharif Abddurahman Alkadrie hingga kepada sultan kelapan, Sultan Syarif Hamid Alkadrie yang memerintah pada tahun 1945.

Pada bagian depan, tengah,  dan kiri depan istana pengunjug dapat melihat meriam kuno buatan Perancis dan Portugis. Dari sini, pegunjung juga dapat melihat anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan yang dulunya digunakan Sultan sebagai tempat peristirahatan atau untuk sekedar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Masih di ruangan ini, pengunjung juga dapat melihat  genta,  sebuah alat yang dulunya dipakai untuk penanda adanya marabahaya. Pada aula utama keraton ini juga terdapat cermin antik dari Perancis yang oleh masyarakat setempat disebut “kaca seribu”.Keraton Kadriah juga masih memiliki koleksi benda- benda bersejarah yang cukup lengkap seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah, foto keluarga Sultan dan arca- arca. Kata Pontianak sendiri berasal dari nama hantu wanita dalam bahasa Melayu, yang di Jawa dikenal dengan Kuntilanak. Konon ketika tengah menyusuri sungai kapuas untuk membuka kerajaan baru, di suatu tempat yang kini bernama Batulayang, rombongan kapal kakap Syarif Abdurrahman Alkadrie diganggu hantu-hantu wanita tersebut. Sultan pun menghentikan rombongan dan memutuskan untuk bermalam di tempat itu. Terlepas dari bagaimanapun kondisi fisik peninggalan bersejarah tersebut saat ini, berdiri kembalinya kesultanan Kadriah menyemburatkan harapan baru hati umat Islam Pontianak. Gerbong peradaban yang didirikan Syarif Abdurrahman itu akan kembali berderak, menyongsong terbitnya fajar baru kejayaan Islam, yang berbasis visi awal kesultanan Kadriah, yakni “tahta untuk dakwah.” 








ENSIKLOPEDI LAINNYA


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA