indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Minggu, 24 Januari 2016

Dijamin Kamu Tambah Betah Mempelajari Sesuatu Hal di 10 Museum Terbaik Indonesia Ini

Minggu, 24 Januari 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR


Dijamin Kamu Tambah Betah Mempelajari Sesuatu Hal di 10 Museum Terbaik Indonesia Ini ...
“ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai Sejarah dan Jasa Para Pahlawannya “ Nasehat bijak yang diucapkan oleh “The Founding Father” Bung Karno merupakan refleksi dari sebuah Bangsa yang tidak melupakan Sejarah dan Jasa para Pahlawannya. Sebagai bangsa yang besar memang kita tidak boleh melupakan sejarah, apapun itu bentuknya, terlebih jika sebuah sejarah itu merupakan bagian dari berdirinya Negara Kita Indonesia, sebuah negara yang begitu kaya “Gema Ripah Loh Jinawi”. Bukan hanya Sumber Daya Alam, melainkan  Potensi Sumber Daya Manusia-nya. Lalu bagaimana cara mempelajari sejarah dari sebuah Bangsa ?  Salah satu caranya mungkin kamu bisa ke Museum. Walau terkadang dalam proses belajar membosankan atau mungkin buat kamu BadMood, tetapi jika kamu mau mengenali dengan baik tentang sebuah negara dengan latar Belakang Budaya, Potensi Alam, hingga Kemajuan suatu Bangsa kamu memang harus pergi ke Museum. ....


Apa itu Museum ?
Museum adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu Museum bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Museum

Karena sifat dari Museum digunakan untuk kebutuhan : Studi, pendidikan dan juga kesenangan, Maka tidak heran jika Pengelola Museum baik itu yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah maupun Swasta berlomba untuk mendatangkan para pengunjung agar lebih tertarik ke museum. Bahkan sekarang banyak Museum yang dipergunakan sebagai ajang Selfie dengan latar belakang Museum. Hal ini menjadi sah, dimana salah satu tujuan museum adalah membuat kesenangan pengunjung, dan berfoto Selfie dengan latar belakang Museum merupakan nilai tambah dari Fungsi Museum itu sendiri. Berikut kami hadirkan 10 Museum Terbaik Indonesia Versi The Colour Of Indonesia. Dimana Kamu Jadi Tambah Betah Belajar Untuk Mempelajari Sesuatu Hal Di Museum Terbaik Indonesia Ini !

Sumber Foto : architecture & interior studio

1. Muesum Nasional – Jakarta



Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, adalah sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat 12. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Museum Nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah karena dihadiahkannya patung gajah berbahan perunggu oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871 yang kemudian dipasang di halaman depan museum. Meskipun demikian, sejak 28 Mei 1979, nama resmi Museum ini adalah Museum Nasional Republik Indonesia. Museum Nasional banyak mengoleksi benda-benda kuno dari seluruh Nusantara. Antara lain yang termasuk koleksi adalah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorisasikan ke dalam Etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, dan benda berharga. Pada tahun 2001, koleksi di museum ini, telah mencapai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang membuat museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 jumlah koleksi museum sudah melebihi 140.000 buah, meskipun hanya sepertiganya yang dapat diperlihatkan kepada khalayak.



Sumber koleksi banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi Etnografi Indonesia di museum ini cukup lengkap. Koleksi yang menarik adalah patung Bhairawa. Patung yang tertinggi di Museum Nasional ini (414 cm) merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di Bumi. Patung ini berupa laki-laki berdiri di atas mayat dan deretan tengkorak serta memegang cangkir terbuat dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek dengan gaya Arab di tangan kanannya. Diperkirakan, patung yang ditemukan di Padang Roco, Sumatera Barat ini berasal dari abad ke 13 - 14. Koleksi arca Buddha tertua di museum ini berupa arca Buddha Dipangkara yang terbuat dari perunggu disimpan dalam Ruang Perunggu dalam kotak kaca tersendiri. Sementara itu, arca Hindu tertua di Nusantara, yaitu Wisnu Cibuaya (sekitar abad ke-4 M) terletak di Ruang Arca Batu. Koleksi ini dipajang tanpa teks label dan terhalang oleh arca Ganesha dari Candi Banon. Sebelum gedung Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba No. 27, Jakarta Pusat didirikan, koleksi Museum Nasional juga meliputi naskah-naskah manuskrip kuno. Naskah-naskah tersebut dan koleksi perpustakaan Museum Nasional lainnya kini disimpan di Perpustakaan Nasional.


Muesum ini juga menjadi tempat yang nyaman untuk mempelajari segala yang dikemukakan di atas, terlebih dengan Gaya Klasik berpadu Minimalis Modern, Gedung Museum ini juga merupakan kombinasi yang sempurna dari perwujudan Pengaruh Budaya Eropa Kuno dengan konsep masa kini. Sebagai salah satu destinasi terbaik bagi kamu yang ingin berwisata ke Jakarta ...

Alamat :
Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110



2. Museum House Of Sampoerna - Surabaya



Jika berkunjung ke Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, jangan lewatkan Museum House of Sampoerna. Museum ini pun masuk dalam daftar museum terbaik di Indonesia. Seperti namanya, museum ini memang menyajikan berbagai informasi maupun perjalanan sejarah rokok kretek yang bermerk Sampoerna. Bukan hanya sejarah rokok, dengan mengunjungi museum ini kita pun akan mengetahui kehidupan pendiri Sampoerna yaitu Liem Seeng Tee.

Area seluas 1,5 hektar ini terdiri atas beberapa bangunan. Bangunan besar di tengah dan diapit dua bangunan kecil di kiri dan kanannya. Bangunan ini dididirkan pada tahun 1864 dan awalnya digunakan sebagai panti asuhan untuk anak yatim piatu laki-laki. Pada tahun 1912, panti asuhan dipindahkan ke Jalan Embong Malang. Lalu pada tahun 1932 setelah cukup sukses, Liem Seeng Tee membeli bangunan ini sebagai pabrik rokok Sampoerna. Sejak itu, tempat ini dikenal sebagai Pabrik Taman Sampoerna. Di bangunan utama yang besar, pada awalnya terdapat aula yang cukup luas. Oleh karena itu, atas ide istri Liem, aula tersebut dibuat menjadi gedung bioskop dengan nama Sampoerna Theater. Gedung bioskop ini dilengkapi dengan panggung berputar dan lantai buatan untuk efek khusus, sehingga membuatnya menjadi salah satu gedung theater terhebat pada masanya. Ir Soekarno sering menggunakan aula ini untuk mengobarkan semangat perjuangan pada masa penjajahan. Bahkan Charlie Chaplin pernah mengunjungi gedung bioskop itu.



















Saat ini, bangunan utama dijadikan museum rokok House of Sampoerna. Saat memasuki bangunan ini, aroma cengkeh bisa tercium. Di bagian depan dalam bangunan besar ini, Kamu dapat melihat replika warung rokok yang pertama kali digunakan oleh Liem Seeng Tee untuk berjualan bahan pokok dan tembakau. Kamu juga bisa menyaksikan sepeda tua miliki pendiri Sampoerna yang digunakan untuk berjualan rokok. Selain itu, terdapat berbagai barang pribadi seperti kebaya, sarung, dan furnitur tua milik pendiri Sampoerna. Di bagian tengah bangunan utama, terdapat berbagai foto dari direktur dan komisaris Sampoerna. Selain itu terdapat berbagai koleksi rokok dan korek api yang dipamerkan di sini. Lalu di ruang paling belakang masih di bangunan utama, terdapat berbagai alat produksi rokok dari Sampoerna pada masa awal. Misalnya alat produksi rokok serta mesin cetak tua. Kamu juga bisa melihat berbagai peralatan riset untuk pembuatan rokok dari departemen R&D pada masa itu. Di bagian belakang bangunan utama, terdapat pabrik yang cukup luas untuk memproduksi rokok. Hingga saat ini, bangunan ini masih digunakan untuk memproduksi rokok Sampoerna yang cukup merakyat yaitu Dji Sam Soe dan diproses secara tradisional. Kamu bisa menyaksikan proses pembuatan rokok di salah satu ruangan pabrik ini dari panggung di lantai 2 bangunan utama. Pabrik dibuka pada hari Senin hingga Sabtu dari jam 6 pagi hingga 3 sore. Ada 234 pekerja yang membuat produk tembakau di ruangan ini dengan latar belakang musik tradisional. Setiap pekerja mampu memproduksi 325 batang rokok per jam !

Sumber Foto : http://lukihermanto.com

Kemudian di bagian kanan dan kiri bangunan utama, terdapat bangunan yang lebih kecil. Kedua bangunan ini di sebut Rumah Barat dan Rumah Timur. Kedua rumah ini memiliki denah terbalik (seperti cermin). Dulunya, bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal keluarga Sampoerna. Pendiri Sampoerna memiliki prinsip bahwa mereka sekeluarga harus tinggal di lokasi pabrik agar bisa mengendalikan bisnis dengan lebih efisien dan efektif. Selain itu, pendiri Sampoerna ingin mengajarkan anak-anak lelakinya untuk belajar berbisnis secara langsung. Dengan Bangunan Klasik Berpadu Khas Oriental, Museum ini sering dijadikan sebagai salah satu tempat bagi Sesi Pemotretan Prewedding Terbaik di Indonesia untuk mengabadikan moment terbaik mereka !

Sumber : http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/272-house-of-sampoerna.html

Alamat:
Taman Sampoerna 6 Surabaya Jawa Timur 60163,
Telp: (031) 353 9000
Jam Buka:
Setiap: 09.00-22.00 WIB

3. Museum Antonio Blanco – Ubud, Bali


  
Museum Antonio Blanco merupakan salah satu tempat wisata museum terkenal di Ubud. Tempat wisata di Ubud ini mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjungi hingga ratusan orang per hari baik wisatawan lokal maupun asing. Sebagian besar wisatawan yang datang ke tempat wisata museum di Ubud ini adalah mereka yang memiliki jiwa seni yaitu seni melukis. Namun ada juga yang hanya sekedar ingin tahu tetang objek wisata Museum Antonio Blanco di Ubud ini. Museum ini didirikan oleh Don Antonio Blanco Seorang Maestro Lukis keturunan Spanyol dan Amerika hingga kematiannya menetap di Ubud, Bali. Keinginan Antonio untuk suatu hari nanti memiliki museum akhirnya mulai terwujud juga dan diberi nama The Blanco Renaissance Museum. Museum yang mulai dibangun pada 28 Desember 1998 di lingkungan kediamannya yang asri itu kini berdiri megah, menyimpan lebih dari 300 karya Antonio dan secara kronologis memperlihatkan pencapaian estetik dari Antonio muda hingga yang paling mutakhir. Secara arsitektural, bangunan museum yang berkesan rococo itu juga menawarkan filosofi dan kearifan Bali.

"King Of Pop" Michael Jakson dan Antonio Blanco

Banyak kolektor yang menghargai karya-karya lukisnya, seperti aktris Ingrid Bergman, ratu telenovela Mexico Thalía (Ariadna Thalía Sodi Miranda), Soekarno (Presiden pertama Indonesia), Soeharto (Presiden kedua Indonesia), mantan Wakil Presiden Indonesia Adam Malik, Pangeran Norodom Sihanouk, Michael Jackson (penyanyi yang dijuluki Raja Pop Dunia yang sempat membubuhkan tanda-tangannya pada sebuah lukisan sebagai sebuah donasi untuk Children of the World Foundation), dan masih banyak lagi. Sepanjang kariernya, Antonio menerima berbagai penghargaan, termasuk diantaranya Tiffany Fellowship (penghargaan khusus dari The Society of Honolulu Artists), Chevalier du Sahametrai dari Cambodia, Society of Painters of Fine Art Quality dari Presiden Soekarno dan Prize of the Art Critique di Spanyol. Antonio juga menerima penghargaan Cruz de Caballero dari Raja Spanyol Juan Carlos I yang memberikannya hal untuk menyandang gelar "Don" di depan namanya. Sekarang Museum ini dikelola oleh Generasi Penerus Antonio Blanco, Mario Blanco - "Putra Antonio Blanco", yang juga menampilkan hasil lukisannya di salah satu gallery pada museum ini.

Sherina dan Mario Blanco

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Antonio_Blanco

Alamat: Jl. Raya Penestanan, Ubud, Kab. Gianyar, Bali 80571



4. Museum Angkut – Batu, Malang


Sumber Foto : geretkoper.com

Museum Angkut Malang adalah tempat wisata dan ikon baru di kota Batu Malang. Museum yang juga disebut sebagai Museum Otomotif ini merupakan konsep wisata dengan bertemakan kendaraan dan berbagai wahana, pertama yang ada di Indonesia, bahkan terlebih lagi di Asia Tenggara. Museum Angkut Malang merupakan perpaduan tempat wisata yang unik juga berisi sejarah dan perkembangan dunia angkutan, dipadu dengan legenda Movie Stars atau para bintang film di jamannya dengan latar belakang kota-kota dan bangunan eksotis di Batavia, Eropa, Amerika. Dengan desain sedemikian rupa membuat kita seolah-olah berada dalam keadaan yang nyata seperti lokasi / tema pada masing-masing wahana yang ditampilkan. Konsep wisata seperti ini mungkin sudah ada di Amerika, akan tetapi untuk Asia Tenggara, baru Indonesia yang pertama.


Beberapa wahana di Museum Angkut Malang ini adalah Zona Edukasi, Zona Jerman, Zona Batavia, Zona Inggris, Zona Gangster & Broadway, Zona Las Vegas, Zona Itally, Zona Hollywood, Zona Perancis, dan Pasar Apung Nusantara. Di dalam Museum Angkut ini dipamerkan kendaraan-kendaraan dari berbagai daerah di Nusantara, juga dunia. Diantaranya ada kendaraan di era Soekarno, presiden pertama Indonesia, juga ada juga Perahu, Kapal Laut, Motor Zundap, bahkan Pesawat. Jika Kamu mengunjungi Zona Hollywood disana terdapat replika Batmobile (kendaraan Batman) ataupun patung raksasa Hulk yang sedang menghancurkan sebuah mobil. Dengan desain sedemikian rupa persis seperti aslinya sehingga suasana Hollywood dapat terasa dan area ini mungkin jadi tempat yang tepat bagi kamu untuk ber-Selfie, terlebih jika kamu belum sempat untuk mengunjungi Hollywood di Amerika Serikat.


Selain kendaraan, keberadaan alat angkut juga dipadukan dengan pusat kuliner. Bahkan juga dilengkapi pasar terapung, seperti yang ada di Kalimantan. Dengan demikian, para pengunjung dapat menikmati citarasa berburu kuliner serasa didaerah aslinya. Adapun ragam kuliner yang disuguhkan yakni seperti Gudeg Jogja, Sate Madura, Nasi Timbal, dan makanan khas daerah lainnya. Selain menikmati berbagai angkutan dan kendaraan, Kamu juga dapat menyaksikan kegiatan yang berhubungan dengan angkutan atau otomotif disini, seperti pameran, launching produk otomotif, event komunitas, lelang, kontes Modifikasi, CSR bidang angkutan, dan lain sebagainya. Museum Angkut Batu Malang ini dibangun bertujuan menghargai pencipta berbagai jenis angkutan di dunia, termasuk perkembangan Angkutan di Indonesia dari masa ke masa, karena mengingat perkembangan teknologi angkutan terus berkembang dari tahun ke tahun. Dunia angkutan atau transportasi juga telah membawa perubahan yang sangat signifikan bagi kehidupan umat manusia di bumi.


Alamat:
Jl. Terusan Sultan Agung No. 2, Kota Batu, Jl. Sultan Agung, Kec. Batu, Jawa Timur
Telepon: (0341) 595007
Jam Buka : 12.00–20.00

5. Museum Konfrensi Asia Afrika – Bandung

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu museum yang berada di kota Bandung. Terletak di Jl.Asia Afrika No.65. Museum ini merupakan memorabilia Konferensi Asia Afrika. Museum ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan Gedung Merdeka. Secara keseluruhan Gedung Merdeka memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut Gedung Merdeka sebagai tempat sidang utama, sedangkan yang berada di samping Gedung Merdeka adalah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai tempat memorabilia Konferensi Asia Afrika.


Latar belakang dibangunnya museum ini adalah adanya keinginan dari para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk mengetahui tentang Gedung Merdeka dan sekitarnya tempat Konferensi Asia Afrika berlangsung. Hal ini membuat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M memiliki ide untuk membangun sebuah museum. Ide tersebut disampaikannya pada forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika (1980) yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980 bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika.


Bila kamu berwisata ke Bandung rasanya kurang lengkap jika tidak mengunjungi museum yang menjadi sejarah bagi tonggak Perjuangan Bangsa Asia Afrika. Terlebih kini, tempat ini mempunyai Pedestrian Terbaik yang menarik bagi kamu untuk berselfie ria di  halaman depan dari Museum ini.

Sumber Foto : http://www.tribunnews.com/

Alamat : Jl. Asia-Afrika No. 65, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

6. Museum Batik Danar Hadi  – Solo



House of Danar Hadi (disingkat HDH) adalah sebuah kompleks wisata heritage terpadu tentang batik yang terletak di kota Solo di Jawa Tengah. HDH didirikan oleh perusahaan batik asal Solo PT Batik Danar Hadi pada tahun 2008 dan mengkhususkan Batik beserta aspek-aspek budayanya sebagai obyek wisata utamanya.








HDH terletak di dalam sebuah kompleks bangunan kuno yang merupakan cagar budaya. Bangunan utama di dalam HDH adalah Ndalem Wuryaningratan. Bangunan ini dulunya adalah kediaman seorang pangeran, cucu dari Raja Solo (Kasunanan Surakarta) Sri Susuhunan Pakubuwono IX dan menantu dari Sri Susuhunan Pakubuwono X yang bernama KRMTA Wuryaningrat. Selain sebagai seorang bangsawan Raden Wuryaningrat juga turut membantu perjuangan kemerdekaan dengan bergabung dengan gerakan Boedi Oetomo, Raden Wuryaningrat juga pernah menjabat sebagai ketua Parindra (Partai Indonesia Raya) dan anggota BPUPKI dari Solo. Bangunan ini dibangun pada akhir abad ke 19 dengan gaya arsitektur unik yang merupakan kombinasi Jawa-Eropa pada zaman patih dalem Sosrodiningrat IV (Perdana Menteri Kasunanan Surakarta dan ayah dari Raden Wuryaningrat). Seiring dengan berjalannya waktu bangunan ini menjadi terbengkalai dan dipenuhi dengan rumput ilalang, sampai akhirnya dibeli PT Danar Hadi pada tahun 1999 dan direnovasi. Sekarang bangunan ini diubah menjadi multipurpose function hall.

Sumber Foto : Boundfortwo.com

Di samping Ndalem Wuryaningratan terdapat juga sebuah Museum batik kuno yang dinamakan Museum Batik Kuno Danar Hadi. Museum ini adalah obyek wisata utama di kompleks HDH dan telah dibuka terlebih dahulu pada tahun 2002 oleh Wapres Megawati Soekarnoputri. Museum ini menyimpan koleksi kain batik yang mencapai 10,000 helai dan diakui oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Kain batik yang dipajang di museum ini berasal dari periode dan pengaruh kultur serta lingkungan yang berbeda-beda. Salah satu koleksi terpenting di museum ini adalah koleksi batik belanda, yaitu batik yang dipengaruhi oleh budaya Eropa dan dibuat oleh orang-orang Belanda yang menetap di Indonesia pada zaman kolonial. Koleksi kain-kain ini adalah koleksi pribadi dari H. Santosa Doellah, pendiri PT Batik Danar Hadi yang juga merupakan pencetus kompleks HDH. Di belakang Museum terdapat kompleks pabrik batik tulis dan cap yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan. Di samping museum terdapat juga Cafe Soga, sebuah kafe yang menyajikan tawaran kuliner yang beragam.


Alamat : Jl. Brigjen Slamet Riyadi, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141
Telepon : (0271) 714326
Buka : 09.00 – 21.00

7. Museum Ullen Sentalu – Yogyakarta


Museum Ullen Sentalu, terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman, adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman) beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta). Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.



Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta. Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.

Alamat:
Jl. Boyong Km 25, Kaliurang Barat, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telepon: (0274) 895161

Sumber Foto : Intaninchan.Wordpress.com

8. Rahmat International Wildlife Museum & Gallery - Medan


Rahmat International Wildlife Museum & Gallery merupakan sebuah tempat wisata yang sangat menarik dan unik di Kota Medan, Sumatera Utara. Museum dan galeri ini menyimpan beragam koleksi mengagumkan terdiri dari berbagai binatang liar diawetkan yang berasal dari tempat berburu di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia. Sekitar 2000 lebih binatang, besar dan kecil, ditata dengan amat artistik dan elegan sesuai dengan habitat mereka di dalam ruangan-ruangan berpendingin penuh di dalam gedung Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Lokasi museum yang langka ini berada di sebuah gedung di Jl. S. Parman 309, Kota Medan, Sumatera Utara Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, yang konon merupakan galeri satwa liar pertama di Asia Tenggara, adalah milik Rahmat Shah, seorang pengusaha dan pemburu profesional. Rahmat adalah orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan dan pengakuan internasional seperti The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards.


Tampak muka dan pintu masuk ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery waktu itu, yang mungkin saat sudah berubah menjadi lebih baik. Boks penjualan tiket berada di sebelah kanan tempat parkir. Tiket masuk adalah Rp.25.000 per orang, ditambah Rp.10.000 untuk night safari, jika mau, dan Rp.20.000 jika ingin memotret. Di bagian depan ruangan museum terdapat beberapa buah memorabilia atau kenang-kenangan yang dipajang pada meja dan dinding, bersebelahan dengan sebagian dari koleksi Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Koleksi burung diletakkan dalam sebuah kelompok yang disebut Pheasants of the world yang ditata dengan sangat artistik. Ada pula koleksi menarik yang diberi judul The African Big Five, atau lima binatang besar asal Afrika, yang terdiri dari Banteng, Gajah, Cheetah, White Rhino dan Singa. Koleksi The African Big Five menjadi salah satu pajangan mengesankan di museum ini. Cheetah tidak hidup di Indonesia, dan White Rhino kemungkinan besar juga tidak ada. Kambing gunung dengan tanduk melengkung cantik ini berada dalam koleksi kelompok The goats of mountain Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Penataan berbagai koleksi binatang yang sesuai dengan habitatnya, serta binatang pajangan yang semuanya asli dan dalam kondisi yang sangat baik adalah kekuatan utama dari museum ini.



Pada bagian akhir ruangan di dalam Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, terdapat koleksi The Night Safari yang ditata seperti tengah melihat kehidupan hewan di hutan pada malam hari. Menarik. Dengan semua yang dimilikinya, museum ini merupakan tempat yang wajib dikunjungi jika Kamu tengah berada di Kota Medan. Sebagian besar binatang yang disimpan di dalam Rahmat International Wildlife Museum & Gallery dikumpulkan oleh pemiliknya dari kegiatan berburu resminya, dengan memakai konsep standar dunia conservation by utilization. Standar untuk pencegahan terhadap kepunahan dan untuk peningkatan populasi satwa liar di habitat mereka yang asli. Rahmat International Wildlife Museum &Gallery dilengkapi perpustakaan jenis satwa dan habitatnya dari berbagai negara, Gift Shop cindera mata, Hunters Cafe dengan Audio Visual tentang perburuan konservasi, Studio Photo dengan fotografer profesional, dan Multi Function Room lantai 3 dengan koleksi para legendaris dan maestro dunia.


Sumber :
http://www.thearoengbinangproject.com/rahmat-international-wildlife-museum-gallery
Alamat:
Jalan Letjend S. Parman No. 309, Medan Baru, Medan, Sumatera Utara 20153
Telepon: (061) 4569964

9. Museum Pasifika – Nusa Dua, Bali



Museum Pasifika (Nusa Dua Bali) adalah museum seni di Bali, Indonesia, yang menyajikan kebudayaan Asia dan Pasifik dan berbagai macam artefak budaya. Museum ini didirikan pada tahun 2006 oleh Moetaryanto P and Philippe Augier. Museum ini banyak menyimpan banyak barang-barang yang berhubungan dengan seni dimana terdapat lebih dari 600 kesenian oleh 200 seniman dari 25 negara. Maka dari itu di dalam museum ini banyak dijumpai galeri-galeri dengan berbagai kategori.


Berikut uraian galeri yang ada pada Museum Pasifika
Galeri I: Seniman-Seniman Indonesia
Galeri II: Seniman-Seniman Italia yang ada Indonesia
Galeri III: Seniman-Seniman Belanda yang ada di Indonesia
Galeri IV: Seniman-Seniman Prancis yang ada Indonesia
Galeri V: Seniman-Senimana Indonesia-Eropa yang ada di Indonesia
Galeri VI: Pameran Temporer
Galeri VII: Seniman-Seniman di Indochina Peninsula: Laos, Vietnam, and Cambodia
Galeri VIII: Seniman-seniman di Polynesia dan Tahiti
Galeri IX: Kesenian Premier dari Vanuatu dan lukisan-lukisan dari benua pasifik Galeri X: Tapa dari Oceania dan Pasifik
Galeri XI: Asia: Beberapa pekerja seni di Jepang, China, Thailand, Malaysia, Filipina.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Pasifika
Alamat:
Complex Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Block P, Kuta Sel., Bali 80363
Telepon: (0361) 774935
Jam buka: Hari ini buka · 10.00–18.00


10. Museum Wayang - Jakarta



Museum Wayang adalah sebuah museum yang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat. Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain. Wayang-wayang dari luar negeri ada juga di sini, misalnya dari Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja. Hingga kini Museum Wayang mengkoleksi lebih dari 4.000 buah wayang, terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan. Umumnya boneka yang dikoleksi di museum ini adalah boneka-boneka yang berasal dari Eropa meskipun ada juga yang berasal dari beberapa negara non-Eropa seperti Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia. Selain itu secara periodik disenggelarakan juga pagelaran wayang pada minggu 2 dan ke 3 setiap bulannya. Pada tanggal 7 November 2003, PBB memutuskan mengakui wayang Indonesia sebagai warisan dunia yang patut dilestarikan.


Gedung yang tampak unik dan menarik ini telah beberapa kali mengalami perombakan. Pada awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk ("Gereja Lama Belanda") dan dibangun pertamakali pada tahun 1640. Tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 akibat hancur oleh gempa bumi pada tahun yang sama. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung museum wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai museum pada 13 Agustus 1975. Meskipun telah dipugar beberapa bagian gereja lama yang merupakan makam Gubernur Hindia Belanda “Jan Pieterszoon Coen” masih tampak terlihat dalam bangunan ini.


Walaupun mempunyai aura mistis, karena merupakan tempat pemakaman dari Jan Pieterszoon Coen “Gubernur Paling Kejam Hindi Belanda”yang mati akibat dipancung karena kekejamannya oleh Masyarakat Batavia (Batavia nama Jakarta tempo dulu), namun sensasi Kota Tua Jakarta, tempat lokasi Museum Wayang ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi Wisatawan yang ingin berkunjung ke Museum Wayang.


Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.27, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110
Telepon: (021) 6929560

Kembali : TERBAIK


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia


Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2018 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA