indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Selasa, 30 Juli 2013

Bali - Honey Moon Part 5

Selasa, 30 Juli 2013



CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Pengalaman demi pengalaman telah saya bagikan kepada sobat The Colour Of Indonesia dan hari ini merupakan hari terakhir perjalanan kami di Pulau Dewata.

Cuaca pagi ini bisa dibilang tidak cerah, tapi kami harus melanjutkan perjalanan ini. Schedule padat telah menunggu kami. Mulai dari berbelanja oleh-oleh di Cening Ayu, Pasar Sukowati, hingga mengunjungi toko baju terbesar yang terkenal dengan slogannya "Joger Jelek ". Perjalanan terakhir kami masih dimanjakan dengan nuansa Pantai Kuta, Bali sebelum kami pulang.

Cening Ayu Oleh-Oleh Khas Bali.
Cening Ayu yang berarti gadis cantik Bali ini memang nampak pada filosofi dari tempat yang menjual oleh-oleh khas Bali. Di sini kita dapat jumpai Batik Bali yang khas, souvenir khas Bali dan buah tangan lainnya. Berlokasi di Jalan Celuk Nomor 6X, Batu Bulan, Bali. Cening Ayu menjual Produk Unggulannya seperti Pie Susu Cening. Masakan Pie yang berbalut susu. Batik tulis Bali yag dibuat dengan menggunakan canting juga dijual di sini. Kami sangat menikmati suasana tempatnya walaupun tampak padat dengan para wisatawan namun karena ruang yang tertata rapih membuat kita betah berlama-lama di tempat ini. Tapi sayang waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WITA jadi kami harus melanjutkan ke Pasar Sukowati untuk membeli oleh-oleh kembali.



Pasar Seni Sukowati

Bila ditanya pasar seni yang menawarkan kerajinan dan souvenir khas Bali yang terkenal jawabnya adalah Pasar Sukowati. Pasar ini terdapat di beberapa lokasi. Jika tidak salah saya menyebutkan terdapat Pasar Sukowati 1-4. Dan kami berkesempatan mengunjungi Pasar Sukowati 3. Kami selalu diingatkan oleh Guide kami terhadap perilaku penjual di pasar seni ini. Kita harus selalu hati-hati dalam menawar barang di sini. Barang yang dijual terkadang mahal dan kita harus pandai menawar. Perilaku penjual yang terkadang menawarkan barang dengan cara memaksa membuat kita harus selektif dalam memutuskan barang apa yang harus kita beli. Di sini saya dan istri membeli buah tangan untuk ibu dan ibu mertua dan kakak ipar saya. Tidak lupa kami juga membeli sebuah lukisan couple Bali yang menggambarkan kehidupan di Bali pada masa itu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WITA sudah saatnya kami Lunch dan Shalat Dzuhur ditempat pertama kali kami mampir yaitu Yauma. Rasanya seperti Rendevouz hasrat seni saya untuk bernyanyi kali ini harus terlaksana. Tanpa malu-malu setelah Lunch dan Shalat Dzuhur saya maju ke depan untuk bernyanyi lagu My Way milik Frank Sinatra. Lagu kesukaan saya. Suasana begitu hangat dan santai hingga pukul 13.30 WITA kami bergegas menuju JOGER.


JOGER
Terletak  di Jalan Raya Kuta Bali dengan lokasi yang hanya berjarak 1 Km dari Pantai Kuta, Bali membuat tempat ini menjadi tempat favourite dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. JOGER adalah produk kaos, sepatu, tas, topi dan segala hal yang berbau sandang. Pemiliknya adalah Joseph Theodorus Wulandi alias Mr Joger adik kandung dari salah satu konglomerat dan musisi Indonesia "Jaya Suprana" yang juga merupakan pendiri Museum Rekor Indonesia "MURI". Pabrik kata-kata ini nampak pada slogan dan celotehan yang khas ala Bali-Indonesia-Inggris. Jika di Yogyakarta Dagadu merupakan pusat slogan sandang, di Bandung kita punya Dadung. Maka di Bali Joger memegang peranan penting sebagai pusat celotehan sandang. Yang unik lagi dari tempat ini jika kita ingin membeli maka pembeliannya pun dibatasi tidak boleh lebih dari 5 item yang sama atau 20 item yang bebeda. Hal ini agar keasrian dan keaslian Joger tetap terjaga. Karena banyak sekali barang-barang Piracy yang dijual bebas dan mengikuti produk serupa atau harganya lebih mahal dari toko aslinya. Kami membeli beberapa barang seperti topi, baju couple agar nampak serasi, batik koko, t-shirt, dan sandal.



Mr Joger

Pantai Kuta
Pantai Kuta menjadi destinasi terakhir kami setelah kami disibukkan berbelanja di tiga lokasi yang berbeda. Cening Ayu, Pasar Seni Sukowati, dan Joger. Lokasinya yang hanya 1 km dari Joger dengan akses yang menggunakan carteran minibus semenjak Lunch di Yauma membuat kami lebih cepat sampai ke lokasi tersebut. Selain daerah Pecatu daerah Kuta juga merupakan daerah termahal di Bali. Maklum saja kawasan ini mengkhususkan sebagai kawasan bisnis. Di Pecatu, Bali kita bisa melihat Housing Estate dan Condotel mewah. Sama halnya disini kita bisa melihat Hotel, Store, dan dua Mall yang berdiri Discovery Mall dan Kuta Beach Walk. Sewaktu itu Kuta Beach Walk masih dalam tahap progress jadi kami belum dapat menikmati keindahan mall ini. Kami sempatkan jalan-jalan di sekitar pantai. Dengan perbedaan yang amat mencolok dengan pantai di Sanur terlebih Dream Land. Pantainya tidak begitu bagus. Berkesan kotor, terlebih pada akhir-akhir itu pemberitaan seputar sampah di beberapa pantai Bali kian marak diberitakan. Banyak aktivis lingkungan seperti Walhi dan Green peace yang mengecam akan limbah dan polusi di Bali. Maklum Bali milik dunia. banyak orang-orang yang tahu bahwa Indonesia itu adalah Bali. Sebelum dipromosikan Raja Ampat, Sengigi, Mentawai, Wakatobi, dan Komodo Island. Bahkan Julia Roberts menyempatkan untuk shooting disalah satu scene nya dalam Film Eat, Pray, and Love dengan berlatar belakang wilayah Ubud, Buleleng dan Subak, Bali.  Waktu berjalan kami menyempatkan untuk makan di salah satu restaurant internasional di Kuta dengan masakan andalan Steak dan Cordon Blue.



Demikian perjalanan kami. Perjalanan ini dapat memberikan kesan yang mendalam bagi saya dan istri terlebih ini merupakan Honey Moon kami. Dan kepada sobat The Colour Of Indonesia semoga perjalanan bulan madu ini dapat memberikan informasi bagi anda sekalian yang ingin menikmati Bali. 
Semoga bermanfaat.......

 

PART LAINNYA

Kembali : SERI WISATA INDONESIA


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA