indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Rabu, 01 Mei 2013

Antara Madiun dan Yogyakarta - Edisi Plesiran

Rabu, 01 Mei 2013

Hallo sobat The Colour Of Indonesia perjalanan kali ini adalah sesuatu yang menyenangkan ..... Sabtu 27/04/13 bersama istri "Lita M Hastanti" dan keponakan saya "Muhammad Fadhil Abiyan". Kami mengunjungi Kota Wisata Yogyakarta. Perjalanan ini adalah perjalanan yang sudah direncanakan jauh hari. Mengingat janji saya kepada keponakan untuk berpergian menggunakan Kereta Api "Manja" - Madiun - Yogyakarta.

Kereta Api Madiun Jaya 



Manja - Madiun Jaya adalah nama kereta api ini. Sebagai moda transportasi yang cukup nyaman dan biaya yang terjangkau. Kereta Api ini dapat mengangkut mobilitas warga masyarakat di sekitar Madiun - Yogyakarta. Kereta Api tampak padat ketika hari libur dan jam pergi hingga pulang kantor. Harga tiketnya pun terbilang murah hanya dengan Rp. 50.000,- tujuan Madiun Yogyakarta bisa ditempuh. Tentu saja jika berpergian ke Solo harga tiketnya lebih murah. Kereta Diesel buatan PT. Industri Kereta Api (Persero) ini hanya terdiri dari empat gerbong. Dimana mesin diesel terdapat di bagian bawah chassis. Dan bagian  kerangka dari kereta api ini nampak tinggi, karena mesin diesel yang terdapat tadi. Kata istri saya untuk menghindari banjir. Kereta Api ini juga dapat melaju kencang namun sama halnya dengan KRDI yang lainnya   seperti "Arjuna" Madiun-Surabaya, dan "Kuto Jaya" Palembang, di setiap stasiun kereta api ini berhenti. Contohnya Kereta Api Manja berhenti di Stasiun : Madiun, Paron, Walikukun, Sragen, Solo Balapan, Klaten, Maguwo dan Yogyakarta. Adapun mengenai jadwal kereta api ini pukul 06.00-09.30 dan pukul 18.30-22.30. Konsep Commuter Line nampak pada kereta api ini. Sehingga tidak heran jika kereta api ini berhenti hampir di setiap stasiun perjalanan. Dengan tujuan utama untuk mengangkut penumpang dengan sistem hilir mudik ataupun menunggu kereta lainnya yang lebih tinggi kelasnya dipersilahkan lewat. Kereta bisnis ini juga menggunakan pintu dan tangga masuk otomatis. Diharap penumpang tidak keluar jika kereta api ini dalam proses berhenti baik itu untuk mengangkut penumpang atau untuk mempersilahkan kereta lain lewat.



Yogyakarta I'M Coming !
Kami tiba di Yogyakarta Pukul 09.30 tepatnya di Stasiun Tugu kami berhenti. Stasiun ini mempunyai akses langsung ke Jl. Malioboro yang tereknal dengan pusat perbelanjaannya. Tapi tujuan kami langsung ke Taman Pintar-Yogyakarta. Maklum anak kecil yang kami bawa ini sangat ingin melihat Taman Pintar-Yogyakarta. Kami naik dokar mengitari Yogyakarta dan kusir pun adalah sebagai pemandu kami. Ia banyak menceritakan tentang obyek wisata baik yang saya baca di Intisari maupun yang lainnya. Salah satunya adalah Kampung Kauman, Yogyakarta. Kampung asal pendiri Muhammadiyah ini "K.H Ahmad Dahlan" tampak asri. Dan konon kabarnya kampung ini dan wilayah Kesultanan pada umumnya dikelilingi oleh benteng. Hal ini nampak jelas di setiap sudut dari kampung ini.





Taman Pintar Yogyakarta


Tempat wisata ini beralamat di Jalan Panembahan Senopati Nomor 1-3 Telp (0274) 583-713. Taman Pintar merupakan Taman Edukasi yang diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Dibangun dari bekas daerah pusat perbelanjaan taman ini diharapkan mempunyai fungsi dan keterkaitan dengan bangunan yang ada di sekitarnya sebut saja benteng Vredeburg, dan Gedung Agung. Taman ini mempunyai beberapa bagian seperti PAUD barat dan Timur, Batik , Kotak dan Oval, Bundar serta Memorabilia. Untuk karcis tidak berlaku terusan. Hanya di bagian Oval, Bundar, dan Memorabilia yang berlaku sebagai karcis terusan. Harga Tiketnya untuk Dewasa Rp. 15.000,-/ orang dan Anak" Rp 8.000,- / orang. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket terusan. Pertama yang dituju adalah bagian Memorabilia di sini kita akan jumpai tentang Profil dari Raja-Raja di Kesultanan Hamengkubowono mulai dari Sultan Hamengkubiwono I-XIII beserta nama gelarnya, Profil dari Presiden RI pertama hingga kelima beserta hobi dan penghargaan yang di dapatnya atau juga Tokoh Pahlawan lainnya pendiri bangsa ini. Saya rasa jika ingin belajar Sejarah secara lengkap bisa dilakukan di tempat ini. Setelah selesai melihat suasana Memorabilia kami memasuki Gedung Oval. Pertama kali yang terlihat kami disambut oleh Dinosaurus dan pengetahuan tentang jaman Purba beserta Manusia Purbanya. Saya amati penyebaran manusia purba pertama di Indonesia. Pintu masuknya berdiri Aquariun Tawar yang cukup besar. Setelah itu kami masuk ke Pengatahuan dan Penemuan mulai dari Bola Strum hingga penemuan yang membanggakan dari Karya Anak Bangsa Pesawat CN 2350   "Gatot Kaca". Perjalanan di Taman Pintar masih banyak, kita dapat melihat Satellitte Via Google Maps dan juga Rumah Gempa, tetapi berhubung keponakan saya sakit perut, waktu perjalanan hanya berhenti di Gedung Oval.








Mallioboro
Perjalanan di Taman Pintar banyak pengetahuan yang di dapat, tapi di sayangkan keponakan saya sakit perut hingga dua kali. Sehingga  kami memutuskan untuk makan siang dulu. Sebenarnya kami cukup untuk membawa bekal makanan siang. Tapi kemungkinan keponakan saya menginginkan suasana yang berbeda lagi. Maklum bawa anak kecil. Di Yogyakarta kami punya waktu 9 jam, mulai dari Pukul 09.30-18.30. Jadi waktu ini kami manfaatkan se-optimal mungkin. Kami menuju ke Malioboro Mall  dengan naik dokar biaya nya Rp 30.000,- . Setiba di sana yang dituju adalah salah satu restaurant cepat saji yang menghadirkan Pizza sebagai menu utamanya. Keponakan saya sudah tampak sehat lagi rupanya. Dan kami menyempatkan untuk berbelanja di Jalan Malioboro.



Stasiun Tugu
Kami tiba pukul 17.00. Kami sempatkan untuk membeli Gudeg sebagai bekal makan malam di Kereta. Lalu kami juga sempatkan untuk Pijat Reflexi karena seharian badan ini pegal rasanya. Inilah akhir perjalanan kami.....



Kembali Ke : Artikel







Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA