indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Sabtu, 01 April 2017

Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Lewat Event Bugil PG.Rejo Agung Madiun

Sabtu, 01 April 2017

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal
Lewat Event Bugil PG. Rejo Agung Madiun


 “Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal
Adalah Salah Satu Cara Agar Kita Lebih Mencintai 
Keanekaragaman Indonesia
Penulis

Di Era Modernisasi seperti sekarang ini, tak banyak Kota Besar di Indonesia, yang tetap mempertahankan Keberadaan Kearifan Budaya Masyarakat Setempat agar tetap lestari mengikuti Kemajuan Zaman.

Kami beruntung, hidup di Kota seperti Madiun !

Kota ini, dalam luasan skala bisa dibilang tidak terlalu besar, berada setingkat dengan Kabupaten (Tingkat II), Kota Administratif, namun dengan begitu,

Nyatanya Kota ini bisa dikatakan punya Fasilitas lumayan lengkap, baik dari Perdagangan, Industri, Kesehatan, Pendidikan, maupun Wisata Kulinernya.

Kota ini juga dinilai berhasil mempertahankan Keberadaan Budaya Masyarakat Lokal Setempat.

Kenal Istilah Cangkruk ?

Istilah ini dalam Kehidupan Masyarakat Madiun, mungkin bukan hal aneh. Masyarakat Madiun, yang dikenal guyub, dan “seneng ngumpul” menjadi Penanda bahwa Kearifan Budaya Masyarakat Lokal, berhasil dipertahankan.

Di Salah Satu Sudut Tempat Nongkrong Asyik - Kota Madiun

Dampak berdirinya berbagai macam Tempat Nongkrong Asyik, yang berada di Kota ini merupakan salah satu bukti bahwa lewat Kearifan Budaya Lokal Masyarakat Setempat, Kota ini, Kami rasa telah mampu mengangkat namanya sebagai Salah Satu Kota bagi Destinasi Wisata Kuliner Terbaik Indonesia.

Coba Kamu lihat !

Berapa banyak Rumah Makan, Kafe, Warung Angkringan, hingga Tempat Nongkrong Asyik, yang berada di Kota ini ?

Walaupun mempunyai Luas Daerah, yang tidak begitu besar, namun Kehadiran Tempat Demi Tempat tersebut, dirasa cukup banyak bukan ?

Sehingga Wajar, Kota ini disebut sebagai Kota Kuliner (selain memang punya Makanan Khas Terbilang Enak seperti Pecel, dan Bluder),  

Itulah mengapa Kota ini, mampu mempertahankan Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Setempat.

Bukan hanya itu, Eksistensi Event Buka GilingBugilPG Rejo Agung Madiun, juga merupakan salah satu cara untuk tetap mempertahankan Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Madiun.

Berikut Kami Hadirkan
Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal
Lewat Event Bugil PG. Rejo Agung Madiun











Mengenal Bugil Lebih Dekat !

Apa itu “Bugil” ?

Jika Salah Persepsi mungkin Konotasinya menjadi Negatif !

Bugil”, yang merupakan Akronim dari Pembukaan Giling di Beberapa Pabrik Gula, istilah ini menjadi lazim bagi Kami untuk disebutkan setiap kali ada Event Pembukaan Giling Tebu.

Semacam Pasar Malam (Night Market), yang buka dalam Jangka Waktu Tertentu, walaupun biasanya, ketika Siang maupun menjelang Sore Hari, Para Pedagang Dadakan ini, juga banyak, yang ngelapak Barang Dagangannya.


Nikmati Perjalanan Kekinian Anda Dengan Kami
- Senopati Tour Madiun
Lihat Lebih Lengkap>>>






















Entah Kapan Event Buka GilingBugil” ini terjadi pertama kali ?

Namun, yang jelas Acara Tahunan ini telah berlangsung turun temurun. Berdasarkan Tradisi Masyarakat Setempat sesuai usia Pabrik Gula itu berdiri. 

Biasanya di Awal Musim Giling, Event Tahunan ini, selalu dilakukan hampir di setiap Pabrik Gula Se - Karesidenan Madiun, yang meliputi Wilayah Kota, dan Kabupaten Madiun, Ponorogo, Magetan, hingga Ngawi.

Mereka, yang bekerja sebagai Buruh Lepas, maupun Para Karyawan Tetap di Sekitar Pabrik Gula itu, mengadakan semacam Tasyakuran atas Berkah, dan Limpahan Rahmat dari Sang Maha Kuasa, Allah SWT terhadap Keberhasilan Produksi Tebu, yang meningkat.

PGRejo Agung sendiri menjadwalkan Salah Satu Event Tahunan ini, sebagai Moment Penting bagi Keberhasilan Produksi Gula Mereka.

Dari Acara tersebut, Masyarakat membaur, menyatu dengan suasana Kemeriahan, yang biasa dilakukan selama Sepekan hingga Dua Pekan.

Penggambaran Masyarakat Madioen Tempo Dulu
Via : http://1000warnaindonesia.blogspot.co.id/



Acara, yang merupakan “Warisan Kolonial” ini, konon kabarnya dahulu diiringi dengan Musik dan Pesta Dansa Dansi, Khas Nonik Belanda, mungkin inilah , yang mendasari kenapa Masyarakat Madiun sering, yang namanya Kumpul diiring Musik di Akhir Pekan (Weekend)






Kini, suasana itu memang tidak ada, namun bukan berarti Event Tahunan untuk mempertahankan Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Setempat ini, menjadi punah atau hilang begitu saja,

Jalan Utama Yos Sudarso - Kota Madiun, tempat di mana Pabrik Gula ini berdiri, tetap mempertahankan Event ini, sebagai Tradisi Masyarakat Setempat, yang berlangsung turun temurun.


Ada yang menarik dalam Penyelenggaraan Event Buka Giling ini.

Selain Peran Serta Pedagang, dan Kelompok Masyarakat, melalui Mitra Binaan Pabrik Gula, yang mungkin menjadi syarat utama Perusahaan BUMNPlat Merah” di Indonesia lewat Program CSRnya, di bawah  PT. PG RAJAWALI I,

Adalah Tradisi, dan Prosesi Acara, yang berlangsung turun temurun itu, seperti :

-Cetik GeniTradisi Penyulutan Api Ketel sebagai Rangkaian Pembukaan Event Buka Giling Tebu, yang secara Filosofis agar Proses Produksi berjalan lancar dan mendapatkan hasil Produksi Gula, yang maksimal

Cetik Geni adalah Awal dari “Power Tenaga Ketel Pabrik, yang diadakan dengan harapan selama proses produksi berjalan selamat.   

Jadi agar Power Penggerak itu, diberi kelancaran menggerakan suatu proses giling di PG Rejo Agung.

Prosesinya, semacam selamatan tumpengan, yang Pesertanya Para Pegawai PG Rejo Agung, dan biasa dilakukan secara Pawai atau “Kirab”.

Secara Simbolis, berarti ini sudah menghidupkan Ketel dengan Api atau Geni ke Beberapa Ketel itu, yang namanya Cetik Geni.

Link :
http://wartaagro.com/berita-%E2%80%98cetik-geni%E2%80%99jadi-awal-giling-tebu-pg-rejo-agung.html

- Selain itu Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, yang biasa dilakukan saat Puncak atau Penutupan Buka Giling menjadi Pelengkap Eksistensi Kearifan Budaya Masyarakat Lokal pada Event Tahunan ini.

Biasanya bercerita Tentang Kondisi Produksi Tebu maupun Peristiwa di Sekitar Pabrik Gula, yang dibawakan dengan Gaya Kekinian sesuai Tuntutan Zaman.

Di mana Lakonnya bisa diambil dari Cerita Pewayangan Mahabrata maupun Ramayana.

Jadi wajar, jika Event ini, juga menjadi semacam Pertemuan (Rendezvous), kala ParaABG Sebenarnya”- Angkatan Babe Gue, ingin menikmati Suasana Masa Muda, ketika dahulu, Event Tahunan ini berlangsung.

- Yang paling unik adalah Tradisi Makanan Tradisionalnya, yang dijual oleh Para Pedagang, yang sengaja Buka Lapak di tempat ini.

Sebut saja :



. Gulali/ Harum Manis Kembang Gula, sebagai Makanan Lawas berasa Manis, yang sudah ada sejak Zaman Kolonial.

Berondong Beras Versi Kekinian
Via : https://yuwimaningsih.wordpress.com/

. Berondong Beras, istilah kerennya “Pop Rice”, semacam Kue Khas Tradisional terbuat dari Beras Ketan, agar lebih mengikuti arus Kekinian, maka dibuatlah apa, yang sesuai dengan Bentuk Benda maupun Action Figure Khas Zaman Sekarang.


. Hingga Kerak Telor, yang merupakan Akulturasi Kebudayaan Kuliner Betawi, yang berhasil dihadirkan setiap ada Event Tahunan Buka Giling ini.


Jadi dapat dipastikan :

Bukan hanya Para Angkatan Babe Gue, yang menikmati suasana di Event Tahunan ini, tetapi juga Para Generasi Milinnealis, yang hidup di Era Sekarang dengan Gadgetnya, sepertinya juga larut dalam Suasana Keceriaan Event ini, terutama dalam soal incip Kuliner.

Via : https://www.flickr.com

Berkurangnya Ketersediaan Lahan Tebu untuk Pembangunan Perumahan maupun Industri lainnya, yang mengakibatkan Mati Surinya Beberapa Pabrik Gula di Karesidenan Madiun, maupun Indonesia secara umum, hingga masuknya Berbagai Jenis Gula Import Murah dari Negara Lain, seharusnya menjadi Perhatian (Concern) Lebih bagi Pemerintah.

Sebab Keberlangsungan Pabrik Gula, yang dikelola oleh Pemerintah melalui BUMN agar tetap bertahan dewasa ini, juga merupakan Penentu dari Setiap Event Tahunan, yang biasa dilakukan di tempat ini.

Melalui Event inilah Kita jadi belajar mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Setempat sehingga dengan demikian Kita lebih mencintai Keanekaragaman Indonesia.


Mari Buat
Indonesia Lebih Baik !

Create your own user feedback survey

Lokasi :
PT. Pabrik Gula Rejo Agung Baru
Jl. Yos Sudarso No.23Patihan, Mangu Harjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63123


Kembali : ARTIKEL
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia



Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA