indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Selasa, 24 Januari 2017

Islam Itu Lahir di Indonesia Karena Akulturasi Budaya

Selasa, 24 Januari 2017

Print Friendly and PDF
Via : http://www.dream.co.id

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Islam Itu Lahir di Indonesia
Karena Akulturasi Budaya

Via : http://wartakota.tribunnews.com

Berita Pelarangan Pagelaran Wayang Kulit, di Cempaka Putihbeberapa waktu lalu, lagi - lagi membuat geger Indonesia.

Pasalnya Pagelaran Wayang Kulit, yang digagas oleh Cagub - Cawagub Petahana DKI Jakarta, Ahok - Djarot, telah membuat Keadaan (Konstelasi) Politik, dan Keamanan di Indonesia memanas. 

Via : https://widiynews.com



Selain menyudutkan Umat Islam dengan spanduk, yang bertuliskan :

Pemutaran Wayang Kulit Bukan Syariat Islam”,

lagi - lagi mengarah Ketua Umum FPIMuhammad Rizieq Shihab, yang  menjadi tertuduh sebagai dalang Pemasangan Spanduk Larangan Pagelaran Wayang Kulit ini.



Terlebih jika dikaitkan dengan Kontestasi Pilkada DKI Jakarta, terdapat indikasi bahwa Front Pembela Islam (FPI), memihak salah satu Cagub - Cawagub DKI Jakarta, Agus - Sylvi, yang diprediksi menjadi Rival Terberat, Cagub - Cawagub Petahana DKI Jakarta, Ahok -Djarot.

Dalam spanduk itu, memang tidak menyebutkan bahwa FPI DKI Jakarta, yang melakukan pemasangan spanduk atas larangan tersebut.

Dalam isi tulisan tersebut hanya tertulis dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Muslim Se – Jakpus.

Sepanjang penelusuran di Mesin Pencarian Google, yang Kami lakukan baik mengenai Kata Kunci (Keyword), FPI maupun Aliansi Masyarakat Muslim Se - Jakpus, mengenai Pemasangan Spanduk itu tidak diketahui kebenarannya.

Beberapa Berita hanya menyebutkan dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Muslim Se – Jakpus, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Bahkan ketika Kami mencoba melakukan penelusuran lebih mendalam terhadap Kata Kunci (Keyword), yang berkaitan dengan Aliansi Masyarakat Muslim Se - Jakpus, tidak diketahui jelas mengenai alamat, serta organisasi keberadaanya.

Sehingga dapat dipastikan berita, yang sempat menjadi Trending Topic di Lini Massa Twitter, dan Viral ini adalah Berita Bohong (Hoax) !

Berita, yang belum dapat diketahui kebenarannya, yang lagi - lagi menyudutkan Umat Islam di Indonesia.

“Jadi sebagai Organisasi Cendekiawan, Kami ingin mengingatkan semua kalangan Umat Islam maupun Umat Non Muslim siapa saja, untuk selalu waspada menerima segala jenis berita, itu harus hati-hati banyak, yang hoax,” kata Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menanggapi foto larangan wayang kulit, yang beredar di Media Sosial.

Dikutip dari :
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/icmi-imbau-muslim-dan-non-muslim-waspadai-berita-bohong


Via : https://twitter.com



Masyarakat harus pintar, dan jangan mau untuk terprovokasi.

Kita harus pintar memilih.

Banyak pihak, yang seakan ingin mengadu domba, baik itu diantara Umat Beragama, maupun Sesama Umat Muslim Sendiri di Indonesia.





Terlebih ini kaitannya dengan Pilkada DKI Jakarta, yang dinilai cukup memanas akibat Statement Ahok, yang menghina perasaan sebagian besar Umat Muslim, beberapa waktu lalu.

Jika Kita mau cerdas, dan berpikir kembali, bagaimana bisa Pagelaran Wayang Kulit, yang dahulu dilakukan sebagai alat bantu bagi Penyebaran Agama Islam oleh Para Wali di Tanah Jawa, tidak sesuai dengan Ajaran Islam.

Ini namanya Keblinger !

Via : http://www.almuhibbin.com

Islam itu lahir di Indonesia, karena Proses Akulturasi Budaya, yang berlangsung dengan cinta damai ...

Proses Percampuran Budaya, dan Agama, Hindu - Budha dengan Islam itulah, yang menyebabkan Agama Islam mudah diterima oleh Masyarakat di Nusantara, ketika itu.

Tanpa gontok - gontokkan, dan Peperangan.

Semua Proses Masuknya Islam dilakukan dengan cara cinta damai.

Jadi, kalau dibilang Pagelaran Wayang Kulit adalah Bukan Budaya, dan Ajaran Umat Islam, lagi – lagi Kami berpikir adalah sesuatu, yang Keblinger.

Memang Budaya, dan Ajaran Islam tidak tumbuh, dan berkembang pertama kali di Indonesia, melainkan disebarkan oleh Para Nabi, di Jazirah Arab, dahulu kala.

Namun, ketika Budaya, dan Ajaran Islam dibawa oleh Para Pendatang (Pedagang Gujarat), hingga Para Wali, yang berusaha untuk menyebarkan Agama Islam, pastinya Proses Akulturasi itu diperlukan, agar Agama Islam mampu beradaptasi, dan mudah diterima oleh Masyarakat Nusantara, yang ketika itu memeluk Agama Hindu, dan Budha.

Masjid Kudus Bergaya Arsitektur Hindu
Via : https://id.wikipedia.org

Maka tidak heran, banyak Kesenian Tradisional di Indonesia, yang juga bercerita tentang Kebaikan, dan mengandung Ajaran Islam,

Di tempat lain Kita juga sering mendapati Banyaknya Masjid, yang lagi - lagi Bergaya Arsiktetur Hindu, Budha, bahkan China.

Jadi adalah sesuatu, yang mustahil, jika Umat Musim di Indonesia, menentang Pagelaran Wayang Kulit, yang sejatinya ini merupakan alat bagi Penyebaran Agama Islam di Nusantara, ketika itu.

Kaligrafi Dalam Gunungan Wayang Kulit

Pagelaran Wayang Kulit, yang bukan sekedar Pagelaran, tetapi di sana terdapat nilai Filosofis, dan sedikit banyaknya bercerita tentang Ajaran Agama Islam, pada Tokoh, maupun Cerita Pewayangannya.

Via : https://twitter.com/hnurwahid

Para Toko Islam Indonesia, yang dikenal vokal pun, bahkan beberapa diantaranya menjadi Penggemar Wayang Kulit Akut.

Jadi jika ditanya, Pelarangan Pagelaran Wayang Kulit itu dilakukan oleh Umat Muslim Sendiri, adalah sesuatu, yang dirasa tidak mungkin (Mustahil) dilakukan.

Sunan Kalijaga (Wali Songo) Pencipta Wayang Kulit
 Via : http://www.dream.co.id

Bagaimana bisa Wayang Kulit, dan Tembang Lir - Ilir, yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga, yang ketika itu sebagai alat dakwah, bagi Penyebaran Masuknya Agama Islam di Indonesia, Kini, dikebiri oleh Umat Muslim Sendiri, yang dilarang dalam Pementasannya.


Lir - Ilir 
Via : Youtube.com 

Terlebih Islam sebagai Agama Pembawa Rahmat dan Kesejahteraan bagi Seluruh Alam Semesta (Rahmatan Lil ‘Alamin), hal ini pastinya, tidak sesuai dengan Konsep Islam Itu sendiri.


Via : https://www.instagram.com/

Jika Aksi Super Damai 212 saja dapat berlangsung tanpa adanya perusakan sedikitpun, dengan hadirnya Jutaan Umat Muslim Indonesia, yang turun ke jalan, ketika itu, untuk menuntut keadilan atas Kasus Penistaan Agama oleh Ahok,

pastinya hal ini, juga sulit dinalar, jika Umat Muslim Indonesia melarang Pagelaran Wayang Kulit, yang dahulu merupakan Alat Dakwah bagi Masuknya Islam di Tanah Jawa.

Logikanya : Melarang = Merusak.

Merusak Peranan Alat Dakwah bagi Penyebaran Agama Islam di Indonesia,

Merusak Aset Kebudayaan Nasional, yang seharusnya dikembangkan, dan bukan untuk ditenggelamkan,

Menghina Citra Umat Muslim di Indonesia itu sendiri, sebagai Agama, yang Cinta Damai, Umat Muslim di Indonesia, pastinya tidak akan menentang, jika itu diyakini tidak melanggar dengan Ketentuan Ajaran Agama Islam.

Sebagai Mayoritas Penduduk Terbesar di Indonesia, dan Dunia, Umat Muslim di Indonesia tidak akan gegabah, dan pastinya tahu dalam menghargai Perbedaan Antar Umat Beragama.

Jika itu diyakini, tidak menjadi Ancaman, terlebih Menyinggung Umat Muslim, pastinya Umat Islam Indonesia akan selalu menghargai Perbedaan itu.

Sama seperti, ketika Agama Islam, masuk di Indonesia, dilakukan dengan cara Cinta Damai, dengan membawa Simbol Pemersatu Budaya.

Sebab
Islam Itu Lahir di Indonesia
Karena Akulturasi Budaya

Kembali : ARTIKEL
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia



Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA