indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Minggu, 03 April 2016

5 Alasan Ini Buat Kamu Jadi Nggak Takut Ngadepin Ujian Nasional ... !

Minggu, 03 April 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

5 Alasan Ini Buat Kamu Jadi Nggak Takut Ngadepin Ujian Nasional ... !



Hari Senin Besok adalah Waktu Pelaksanaan Ujian Nasional 2016 untuk Tingkat SMU/ SMK Sederajat. Btw Kalian yang mau berjuang di Medan Perang, sudah nyiapin bekal Ilmu + Doa belum ? Karena Sebagian Besar Murid masih ngerasa bahwa Ujian Nasional ini adalah ancaman momok yang paling menakutkan. Ibarat Film Horror, Kamu pastinya jadi kebayang, mengenai lulus apa nggaknya Kamu di Ujian Nasional nanti. Terlebih bukan hanya sekedar Standar Kelulusan Mata Pelajaran yang diujikan yang menjadi penyebabnya, tetapi juga sejak tahun lalu, Ujian Nasional khususnya Tingkat SMU/ SMK, dan SMP sederajat sudah mulai diuji coba dengan Sistem Online. Jadi yang kebiasa pake Paper Based Test / PBT , dah dianggap nggak jaman lagi. Maka dari itu, Kamu jadi harus dituntut siap untuk ngadepin semuanya.

Berbicara Ujian Nasional, rasanya Kamu nggak harus perlu takut, dan ngapain juga dijadiin Momok yang menakutkan. Selama Kamu sudah nimbah ilmu buat berlaga di Medan Perang, dari pengembaraanmu selama setahun ikut Bimbel, Dapet Kisi Soal, atau mungkin juga dapet Bocoran ? (yang terakhir masalahnya juga pernah kejadian beberapa kali), ditambah dengan Doa tentunya, Kamu kayanya nggak perlu takut untuk hadapi itu semua.
Berikut 5  Alasan Buat Kamu Jadi Nggak Takut Ngadepin Ujian Nasional ... !

Perkembangan Ujian Nasional Dari Masa Ke Masa.
Sebelum, Kita bahas alasan apa aja yang buat kamu jadi nggak takut untuk ngadepin Ujian Nasional Besok, kayanya ada baiknya Kita cari tahu dulu tentang apa sih itu Ujian Nasional, dan gimana perkembangannya di Indonesia, dan masih berasa perlu nggak, Kalau Ujian Nasional ini diselenggarain pada zaman sekarang ? Yuk Kita cari tahu satu persatu.

Pengertian



Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan : “Bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak yang berkepentingan”. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar. Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score).

Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada Ujian Nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan. Jadi bagi Kalian yang mau ikut Ujian Nasional memang harus memenuhi Standar Kompetensi Batas Kelulusan.

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ujian_Nasional

Perkembangan Ujian Nasional dari Masa Ke Masa.
Mungkin Kamu masih belum ngerti, jika ternyata Ujian Nasional juga punya nama dan sistem yang berbeda bagi Perkembangan Ujian Nasional dari masa ke masa.

1. Periode sebelum tahun 1969
Pada periode ini, sistem ujian akhir disebut dengan "Ujian Negara" berlaku untuk semua mata pelajaran. bahkan ujian dan pelaksanaannya ditetapkan oleh pemerintah pusat dan seragam untuk seluruh wilayah di Indonesia.

2. Periode 1972 – 1982
Pada tahun 1972 diterapkan sistem Ujian Sekolah di mana setiap atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian akhir masing-masing. Soal dan hasil pemrosesan hasil ujian semuanya ditentukan oleh masing-masing sekolah/ kelompok sekolah.  Pemerintah pusat hanya menyusun dan mengeluarkan pedoman yang bersifat umum. Untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu pendidikan serta diperolehnya nilai yang memiliki makna yang “sama” dan dapat dibandingkan antar sekolah.

3. Periode 1982 – 2002
Pada tahun 1982 dilaksanakan ujian akhir nasional yang dikenal dengan sebutan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS). dalam EBTANAS dikembangkan sejumlah perangkat soal yang “pararel” untuk setiap mata pelajaran dan penggandaan soal dilakukan di daerah. Pada EBTANAS kelulusan siswa ditentukan oleh kombinasi nilai semester I (P), nilai semester II (Q) dan nilai EBTANAS murni (R)

4. Periode 2002-2004
Pada tahun 2002, EBTANAS diganti dengan penilaian hasil belajar secara nasional dan kemudian berubah nama menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN). Perbedaan yang menonjol antara UAN dengan EBTANAS adalah dalam cara menentukan kelulusan siswa, terutama sejak tahun 2003. Untuk  kelulusan siswa pada UAN ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual.

5. Periode 2005 – 2014
Mulai tahun 2005 untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, pemerintah menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMA/SMK/MA/SMALB/SMKLB. Sedangkan untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, mulai tahun ajaran 2008/2009 pemerintah menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk SD/MI/SDLB.

6. Periode 2015 – Sekarang
Ujian Nasional dilaksanakan dengan tidak lagi menggunakan Standar Kompetensi Batas Kelulusan yang ditentukan oleh Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan “Kemdikbud” melainkan Batas Kompetensi Kelulusan ditentukan oleh masing Pihak Sekolah. Hal ini mengikuti Sistem Ujian Nasional dengan mengambil sistem seperti di tahun 1982 – 2002, di mana Ujian Nasional ketika itu bernama Evaluasi Belajar Tahap Nasional (EBTANAS). Yang mana kelulusan siswa ditentukan oleh kombinasi nilai semester I (P), nilai semester II (Q) dan nilai EBTANAS murni (R). Ujian Nasional pada masa sekarang juga mulai menggunakan Sistem Online, yang pengerjaannya secara bertahap, bukan lagi berdasarkan kepada Paper Base Test (PBT), melainkan Computer Base Test (CBT).

Link :
http://lovelyindonesiia.blogspot.co.id/2015/06/perkembangan-ujian-nasional.html

Masih Perlunya Ujian Nasional Bagi Pendidikan Indonesia


Anis Baswedan - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Perkembangan Ujian Nasional di Indonesia, bukan tanpa kontroversi. Tercatat beberapa kali, ketika ada Pemerintahan yang baru, pada periode itu, biasanya terjadi Perubahan Kebijakan dalam menentukan Sistem apa yang harus dipakai bagi Pendidikan Nasional di Indonesia. Seakan Pemrintah yang baru ingin nunjukin Kalau ditanggannya Pendidikan Nasional, dapat menjadi lebih baik. Ini ada betulnya, karena secara Kita emang masih ketinggalan dalam menenetukan arah Model Pendidikan apa yang terbaik bagi Kita. Hal ini yang buat Pemerintah ngeluarin kebijakan termasuk di dalamnnya ngadain Perubahan Sistem Pendidikan Nasional seperti pada Periode  2005 – 2014, yang terkenal horror itu.

Di mana Penentuan Standar Batas Kompetensi Kelulusan selalu mengalami perkembangan yang seakan menuntut Siswa harus Belajar Extra, dan Siap Mental jika ternyata Ia nggak lulus UN, lantaran salah satu Nilainya nggak masuk kualifikasi batas Kelulusan atau Rata Nilai Keseluruhannya kurang dari yang ditentukan, dan ini nggak pandang bulu. Walaupun Murid itu punya raport yang Prestasinya Rangking 1 melulu di Kelas, tapi kalau pas Hari Hnya apes, nggak bisa ngerjain soal, dan hasilnya nggak bisa memenuhi kriteria kelulusan. Dengan berat hati, terpaksa harus ngulang lagi, sedih ya !

Sejak Tahun 2015, lalu Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan “Kemdikbud” memang sudah nggak nentuin mengenai Kompetensi Batas Kelulusan tiap Nilai Mata Pelajaran maupun Hasil Kumulatif Nilainya, namun Pihak sekolah yang nentuin apakah Murid tersebut kompeten untuk lulus atau nggak, tapi tetap aja Bagi Kamu harus kudu wajib Belajar.

Walaupun jamannya dah canggih, di mana metode dan sistem dalam mencapai pendidikan ada berbagai macam cara. Mulai dari Home Schooling, Sekolah Alam, Wirausaha, Internasional, yang menuntut Siswa menjadi lebih kreatif, tapi Sistem Pendidikan Secara Formal, dengan Ujian Nasional masih jadi standar Bagi Pendidikan di Indonesia. Terlebih Nilai Ujian Nasional kali ini, juga merupakan prasyarat bagi Kamu yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri Favorit, Melalui Jalur Saringan Masuk Perguruan Tinggi Negeri “SMPTN”.






5 Alasan Ini Buat Kamu Jadi Nggak Takut Ngadepin Ujian Nasional ... !

1. Belajar Buat Ngadepin Ujian Nasional



Yang namanya menempuh Ujian, salah satu syarat emang harus belajar. Ibarat di Medan Perang, Amunisi yang Kamu bawa harus banyak, dan kalau bisa berbagai macam cara harus ditempuh, agar Kamu lulus Ujian Nasional (UN). Entah itu Ikut Bimbingan Belajar, Komat – Kamit pelajarin dan hayati berbagai Kisi Soal, Coba Cari Bocoran, tapi pada intinya ya harus Belajar.

Tapi untuk yang terakhir “Coba Cari Bocoran Soal” dirasa kagak tepat Bagi Kamu untuk nerapinnya di Ujian Nasional kali ini. Pasalnya, sejak 2015 lalu, Ujian Nasional dah mulai gunain Computer Base Test (CBT), dalam artian secara Online, jadi beragam soal yang Kamu dapet diacak (random), di mana Sumbernya bisa darimana aja, dan Kamu jadi dituntut untuk belajar dengan lebih sungguh lagi. There’s No Reason For This Case ! Pointnya Kamu harus kudu Wajib Belajar, supaya bisa dapet nilai Baik di Ujian Nasional kali ini.



















2. Doa Yang Banyak



Setelah Belajar dah Kamu lakukan, Faktor X juga nggak bisa dianggap remeh, terlebih, Jika itu datangnya dari Sang Kuasa yang bisa nentuin apa aja dari hidup Kamu. Makanya minta yang baik – baik sama Gusti Allah, dan Kalau Perlu juga sujud sungkem sama Orangtua, terutama Ibu Kamu, Wakilnya Tuhan di Dunia. Prinsip Berusaha dan Berdoa “Ora Et Labora” adalah dua modal penentu Kamu, sehingga Kamu nggak takut lagi Ngadepin Ujian Nasional.



















3. Bersikap Rileks



Anggap Ujian Nasional adalah kaya Ujian biasa yang kamu ikuti. Mulai dari anggap itu kaya kamu lagi Ulangan Harian biasa, atau ekstrimnya lagi, Kamu anggap Kalau Ujian Nasional itu Kaya Kamu lagi ikut lomba mewarnai gambar ketika TK dulu.

Dengan begitu, Kamu akan jadi lebih santai untuk ngerjain Soal yang kemungkinan bakal bikin pecah otak Kamu. Kalau perlu sambil ngunyah Permen Karet “Its Okay”. Anggap aja Kemenangan dan Kekalahan adalah suatu hal yang biasa dalam hidup, Ubah mindset Kamu, tapi bukan berarti Kamu nggak ingin jadi yang Terbaik di Ujian Nasional. Percaya pada kemampuan, setelah Kamu percaya dua point “Berusaha dan Berdoa”  yang Kamu lakukan sebelumnya.

4. Sebelum Ujian Nasional Dimulai, Jangan Lupa Ke Toilet.



Ada baiknya, segala hal yang menyangkut buang hajat, baik itu Buang Air Kecil maupun Besar, sebelum Ujian dimulai, Kayanya harus Kamu lakukan ! Hal ini pastinya mempengaruhi Kamu, saat melaksanakan Ujian Nasional. Ada kemungkinan rasa Nervous Kamu, bermula masalahnya dari sini. Toilet dirasa jadi tempat yang tepat, bukan hanya untuk Buang Hajat Kamu, tapi juga untuk menghilangkan rasa khawatir Kamu, seperti Cuci Muka dulu biar nggak grogi dan rasa Ngantuk Kamu hilang, atau ngerapiin Rambut biar kelihatan klimis, dan Kamu jadi lebih Pede, untuk ngerjain soal Ujian Nasional.

5. Anggap Ujian Nasional Tahun Ini Hanya Formalitas.


Via : http://www.tribunnews.com/
Solusi terakhir ini merupakan Jawaban dari permasalahan Kamu, tentunya agar Kamu makin lebih Pede lagi dalam ngadepin Ujian Nasional. Ubah Mindset Kamu, bahwa Ujian Nasional ini merupakan Momok Horror yang menakutkan ! Karena nyatanya Ujian Nasional kali ini, dalam menentukan standar kompetensi kelulusan adalah dari Pihak Sekolah, bukan dari Kementerian Penddidikan dan Kebudayaan “Kemdikbud”. Sehingga potensi Siswa lulus 100%, makin kebuka lebar. Walaupun demikian, Kamu kudu tetap harus belajar, sebab Jika Kamu ingin memilih Perguruan Tinggi Negeri Terbaik, salah satu Pra Syaratnya adalah Nilai Ujian Nasional Kamu harus baik, dan ini berkontribusi 10% dari Syarat Masuk Perguruan Tinggi Negeri Favorit Kamu.


Apapun itu, tetap lakukan yang Terbaik Demi Menggapai Indonesia yang Lebih Baik. Sebab di Tangan Kamu lah, Harapan dan Cita menjadi Bangsa Yang Besar, dapat terwujud !

Kembali : ARTIKEL
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia


Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>



Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA