indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Selasa, 19 April 2016

21 Perempuan Terbaik Indonesia Paling Inspiratif Masa Kini Versi The Colour Of Indonesia !

Selasa, 19 April 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
LITA M HASTANTI

21 Perempuan Terbaik Indonesia Paling Inspiratif Masa Kini
Versi The Colour Of Indonesia !

Dalam rangka Hari Kartini 21 April, The Colour Of Indonesia menghadirkan 21 Perempuan Indonesia Paling Inspiratif Di masa Kini. Mereka dapat Kami anggap sebagai Figur paling berpengaruh bagi Indonesia saat ini, serta tentunya dapat memberikan Inspirasi bagi Perempuan Indonesia untuk lebih melakukan yang terbaik Bagi Indonesia di Bidangnya.

21 Perempuan Indonesia ini berasal dari berbagai bidang, mulai dari Pemerintahan, Politik, Bisnis, Desainer, Media, Pekerja Seni, Pendidikan, Sosial, Olahraga, hingga Industri Hiburan.

Berikut Kami Hadirkan
21 Perempuan Terbaik Indonesia Paling Inspiratif 
Masa Kini Versi The Colour Of Indonesia !

1. Susi Pudjiastuti



Siapa yang tak kenal dengan Susi Pudjiastuti ? Lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965; umur 51 tahun adalah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019, yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat.

Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan serta PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya adalah agar dapat bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan

Ibu menteri yang satu ini tetap “kerja, kerja, kerja” di tengah kontroversi seputar dirinya. Dalam 100 hari pertamanya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi menangkap berbagai kapal yang melakukan illegal fishing, mengeluarkan peraturan baru yang melarang bongkar muat kapal di tengah laut, dan melarang penggunaan berbagai jenis pukat yang merusak kelestarian species ikan di laut Indonesia.

2. Tri Rismaharini



Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T terkadang ditulis Tri Risma Harini, atau yang akrab disapa Risma, lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961; umur 54 tahun adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai wali kota Surabaya pada 28 September 2010 hingga 28 September 2015. Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah. Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi Indonesia di era reformasi dan merupakan kepala daerah perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.

What else can we say about this woman ? Ibu Risma masuk ke daftar Fortune World’s Greatest Leaders tahun ini dan terus memukau kita dengan inovasi-inovasinya memimpin Surabaya. Salah satu walikota terbaik di dunia ini berhasil mengubah Surabaya dari kota yang padat menjadi lebih hijau dengan lebih banyak taman dan ruang-ruang terbuka.



















3. Khofifah Indar Parawansa



Dra. Khofifah Indar Parawansa, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965; umur 50 tahun adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Pada 26 Oktober 2014, ia dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Sosial, Kabinet Kerja periode 2014 – 2019.

Menteri Sosial kabinet Jokowi ini adalah salah satu menteri dengan kinerja terbaik. Sebelum menjadi Mensos, Khofifah aktif dalam berbagai gerakan, salah satunya menyelenggarakan Training of Trainer bagi tokoh lintas agama dalam membangun perspektif multi kultur dan harmoni kehidupan antar umat beragama di berbagai propinsi.

4. Yenny Wahid



Yenny Wahid yang bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, lahir di Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 1974; umur 41 tahun adalah seorang aktivis Islam dan Politisi Indonesia. Selain itu dirinya telah sukses terpilih sebagai ketua umum PKB.

Sebagai putri dari mantan presiden Indonesia, Yenny Wahid termasuk salah satu elite politik perempuan di Indonesia saat ini. Lewat The Wahid Institute, Yenny terus menghidupkan nilai-nilai pluralisme, toleransi, demokrasi, dan multukulturalisme yang diusung oleh ayahnya.

5. Dian Siswarini



Dian Siswarini, lahir Majalengka, 5 Mei 1968 menenpuh Pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang telekomunikasi (1991).

Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, adalah perempuan pertama yang mengepalai perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Posisi ini diraihnya setelah kurang lebih 20 tahun berkiprah di industri telekomunikasi.



6. Noni Purnomo



Noni Sri Aryati Purnomo ,lahir tanggal 20 Juni 1969 di Jakarta adalah Pewaris Tahta Blue Bird “Raja Taksi dengan Lambang Burung Biru”.

Di bawah kepemimpinan Noni Purnomo sebagai CEO, Blue Bird Group Holding berhasil mendapatkan IPO senilai 230 juta dolar. Perempuan yang masuk daftar Asia’s Power Businesswomen ini juga mengepalai divisi filantropi Blue Bird Peduli, yang salah satu programnya adalah pemberdayaan para istri karyawan Blue Bird Group.

7. Dea Valencia



Dea Valencia, lahir 14 Februari 1994 ini, kini menjadi young technopreneurship di kalangan teman-teman seusianya. Di usia yang terbilang sangat muda, Dea bisa meraih omzet ratusan juta dalam satu bulan.

Dea is not just any businesswoman. Saat mendirikan Batik Kultur pada tahun 2011, Dea sendiri yang menjadi creative designer, model, sekaligus direktur untuk bisnisnya. Hebatnya, Dea mempekerjakan karyawan dengan disabilitas sebagai bentuk giving back to the society.

8. Dian Pelangi



Dian Pelangi, lahir pada 14 Januari 1991 di Palembang, ia kemudian lulus dari Ecole des Arts et Techniques Superieur de la Mode (ESMOD) dengan nilai sangat memuaskan pada tahun 2008.

Dian Pelangi menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam trend fashion bergaya di negeri ini. Orang-orang tampaknya mengikuti hampir setiap gaya yang dia ciptakan. Menyadari pengaruh yang luas nya, Dian Pelangi menerbitkan buku sendiri pada tahun 2012 berjudul  Hijab Street Style yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama di toko-toko buku terdekat. Hijab Street Style adalah buku pertama Dian. Diluncurkan Minggu 15 Juli 2012, buku tersebut berisi lebih dari 600 foto muslimah di beberapa kota di Indonesia dan juga di beberapa kota di luar negeri seperti Kuala Lumpur, Bangkok, Singapura, dan lain-lain

Link :
http://beforeitsnews.com/arts/2013/02/biodata-profil-dian-pelangi-desainer-muslim-fashion-indonesia-2448580.html

















9. Jenahara



Nanida Jenahara Nasution, lahir 27 Agustus 1985 adalah merupakan anak dari perancang busana terkenal Ida Royani, walaupun demikian Jehan tidak lantas menggunakan nama besar ibunya untuk mendongkrak popularitasnya. Jehan lebih banyak mempelajari gaya busananya sendiri dari lingkungan sekitarnya.

Gaya yang asimetris menjadikan rancangan Jehan lebih fashionable dan juga unik. Pendiri dari "Hijabers Community Indonesia" ini sudah mempunyai 3 label fashion, diantaranya Jenahara untuk pakaian langsung pakai, Jenahara Nasution untuk baju yang limited edition, dan Jenahara by Ida Royani yang merupakan label kerja sama dengan sang bunda. Jenahara juga menjadi salah satu Kiblat Fashion Hijab bagi Anak Muda Masa Kini

Link :
http://butikkusederhana.blogspot.co.id/2015/04/intip-desainer-hijab-nanida-jenahara.html

10. Zahra Zubaidah


Via : https://www.youtube.com/
Zahrah Zubaidah, lahir 7 Desember 1994 ini adalah mahasiswa Fine Art (Seni Murni) di Glassgow School of Art.

Cantik, muda, dan multi talenta. Tiga kata ini tampaknya cocok untuk menggambarkan sosok Zahrah Zubaidah (20), gadis yang melukis wajah Soekarno dan Nelson Mandela dengan crayon. Lukisan itu kini tersebar di berbagai sudut Kota Bandung untuk memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika.

Zahra menjadi Pelukis Perempuan yang menginspirasi banyak orang, tentang bagaimana Ia berbuat dan melakukan yang terbaik untuk menjadi bagian dalam Penyelenggaraan Salah Satu Konferensi Internasional di Indonesia.

11. Dwikorita Karnawati



Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1964; umur 51 tahun adalah seorang akademis dan dosen Indonesia. Ia adalah Rektor wanita pertama Universitas Gadjah Mada, menggantikan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., yang terpilih sebagai Menteri Sekretaris Negara sejak 27 Oktober 2014.

Rita, demikian dia biasa disapa, menjadi rektor perempuan pertama di UGM dan akan memimpin hingga 2017. Sebelumnya, dia menjabat sebagai wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni.


















12. Dwia Aries Tina Pulubuhu



Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A, lahir di Tanjung Karang, Lampung, 19 April 1964; umur 51 tahun adalah guru besar Sosiologi Universitas Hasanuddin, yang saat ini menjabat sebagai Rektor Univesitas Hasanuddin. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Kerjasama. Dwia diangkat sebagai dosen di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Hasanuddin pada tahun 1988.

Dwia Aries Tina menggantikan rektor Unhas sebelumnya, Idrus Patturusi. Dwia akan memimpin kampus di Bumi Celebes tersebut untuk periode 2014-2018. Guru Besar Sosiologi ini merupakan perempuan pertama yang menduduki tampuk pimpinan tertinggi di Unhas.

Sejak 1988, Dwia sudah mengabdi di Unhas. Dia memegang dua gelar sarjana yaitu S-1 Sosiologi di Universitas Airlangga, Surabaya (1982-1985), dan S-1 Sosiologi di Unhas (1985-1986). Gelar master diraihnya dari Ateneo de Manila University, Filipina dan gelar doktor diraihnya dari Unhas.

Pada 2006, Dwia menduduki jabatan sebagai Wakil Rektor IV. Sebelumnya, dia merupakan Sekretaris Program Studi Sosiologi pada Program Pascasarjana Unhas (2000–2002), dan pada saat bersamaan juga dipercaya sebagai Koordinator Divisi Resolusi Konflik di Pusat Studi HAM Unhas (2001–2002).

13. Najwa Shihab



Najwa Shihab yang akrab dipanggil Nana, lahir di Makassar, 16 September 1977; umur 38 tahun adalah seorang pembawa acara berita di stasiun televisi Metro TV. Ia antara lain menjadi anchor program berita prime time Metro Hari Ini dan program bincang-bincang Mata Najwa. Najwa adalah putri kedua Quraisy Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Nana menikah dengan Ibrahim Assegaf, dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki yang akrab dipanggil Izzat (14 tahun).

Najwa adalah alumni Fakultas Hukum UI tahun 2000. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program AFS, yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik

Wajah Najwa Shibab selalu menghiasi layar kaca kita setiap Rabu malam di program Mata Najwa. Dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tajam dan cerdas, Najwa, undoubtedly, adalah salah satu jurnalis televisi paling prominent di Indonesia.

14. Marisa Anita



Marissa Anita, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 29 Maret 1983; umur 33 tahun adalah seorang jurnalis dan presenter berita Indonesia. Ia pernah berkarier di salah satu stasiun televisi swasta nasional, Metro TV. Ia dengan koleganya yang lain memandu acara 8-11 Show dari jam 8 pagi sampai jam 11 siang hampir setiap harinya. Ia kemudian pindah ke stasiun televisi swasta NET. pada Mei 2013.

Marisa dikenal sebagai News Anchor dengan pembawaan yang kritis, dan tajam dalam melakukan wawancara dengan berbagai Tokoh Masyarakat, termasuk Wawancara dengan Presiden R. I Joko Widodo di dalam Program Satu Indonesia.

15. Diajeng Lestari



Diajeng Lestari lahir di Bekasi pada tanggal 17 Januari 1986. Masa kecil Diajeng Lestari dihabiskan di tempat kelahirannya yaitu Bekasi. Sampai ketika kuliah, beliau diterima di FISIP Universitas Indonesia , jurusan Ilmu Politik.

Di tempat kuliah inilah pemikiran Diajeng Lestari berkembang. Selain mengikuti perkuliahan di Ilmu Politik, Mbak Ajeng (panggilan Diajeng Lestari) juga sering ikut perkuliahan jurusan lain. Mata kuliah yang disukainya adalah Management of Changes. Dari situlah pemikirannya terus berkembang. Ia mengimpikan dirinya bisa membuat sesuatu yang bisa memberikan perubahan yang positif di masyarakat.

Lewat StartUp E-Commerce, Hijup bersama suaminya Achmad Zacky, Founder dan CEO Bukalapak, Hijup menjadi salah satu Fashion E-Commerce Hijab Pertama di Dunia.

16. Nadine Zamira



Nadine Zamira Sjarier, lahir di Jakarta, 20 Februari 1984; umur 32 tahun adalah seorang figur publik Indonesia, pelaku bisnis lingkungan dan aktivis lingkungan hidup. Ia merupakan Miss Indonesia Earth 2009 dan kemudian mewakili Indonesia dalam Miss Earth 2009. Saat ini Nadine menjabat sebagai direktur utama sekaligus pendiri dari LeafPlus, sebuah lembaga konsultasi komunikasi lingkungan hidup

Mantan Miss Earth ini menjunjung tinggi gelarnya dengan konsisten memberikan kontribusi untuk lingkungan. Melalui gerakan Hidden Park yang diinisiasinya, Nadine Zamira menghidupkan kembali taman-taman kota di Jakarta.

17. Liliyana Natsir



Liliyana Natsir, lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985; umur 30 tahun adalah pemain bulu tangkis ganda Indonesia yang berpasangan dengan Tantowi Ahmad dalam nomor ganda campuran. Pengalamannya antara lain berlaga dalam perebutan Piala Uber (2004, 2008 dan 2010), Piala Sudirman (2003 , 2005, 2007, 2009 dan 2011), serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008 nomor ganda campuran bersama Nova Widianto.

Dua tahun lalu, Liliyana Natsir mencatatkan nama di sejarah sebagai pemain bulutangkis perempuan pertama yang memenangkan tiga Kejuaraan Dunia BWF dalam kategori ganda campuran. Hingga saat ini Liliyana Natsir terdaftar sebagai salah satu pemain ganda campuran terbaik di dunia, dan sering disebut sebagai Ratu Ganda Campuran.

18. Alexandra Asmasoebrata



Allida Alexandra Nurluthvia lebih dikenal sebagai Alexandra Asmasoebrata atau biasa dipanggil Andra (lahir di Jakarta, 23 Mei 1988; umur 27 tahun) adalah satu-satunya pembalap perempuan Indonesia di kelas gokart maupun mobil formula.

Andra memulai debutnya di ajang balap gokart sebagai kadet 60 cc, pada usia 12 tahun. Beberapa kali ia berhasil mengukir prestasi di ajang tersebut. Beberapa kali pula ia menyabet juara pertama di kelas tersebut. Setahun kemudian, ia mulai pindah ke kelas ber-cc lebih besar, yaitu 125 cc, bahkan ia sampai ke ajang setingkat ASEAN. Berkat penampilannya Andra kemudian ditawari untuk masuk ke arena balap internasional. Dia diikutsertakan dalam kualifikasi Formula BMW Scholarship pada tanggal 27 hingga 29 Februari 2004 di Spanyol. Inilah mulanya Andra masuk dalam dunia balap mobil formula. Pada tahun 2007, selain mengikuti kejuaraan Karting (Gokart), Andra juga mengikuti kejuaraan Formula Renault Asia.

Andra nama panggilan Alexander Asmasoebrata menjadi salah Satu Perempuan Indonesia yang menginspirasi di Dunia Olahraga yang dikenal Ekstrim, dan memacu adrenalin.

19. Mira Lesmana



Mira Lesmanawati, lahir di Jakarta, 8 Agustus 1964; umur 51 tahun adalah salah seorang produser film asal Indonesia yang menghidupkan kembali pada tahun 2000-an, yang merupakan anak dari tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana dan penyanyi senior Indonesia berdarah MInangkabau pada tahun 60-an Nien Lesmana.

Lulusan Institut Kesenian Jakarta yang dikenal sebagai produser bertangan dingin ini memulai kariernya di perusahaan periklanan. Pada tahun 1996 dia mendirikan Miles Productions, yang kemudian memproduksi beberapa film-film sukses seperti Ada Apa Dengan Cinta dan Petualangan Sherina serta Laskar Pelangi. Mira adalah kakak kandung dari musisi Indra Lesmana. Mira menikah dengan aktor Mathias Muchus.

Lewat tangan dingin Mira Lesmana sebagai produser, lahir banyak masterpiece di dunia perfilman Indonesia, seperti karya ambisius Pendekar Tongkat Emas yang baru saja kita saksikan akhir tahun lalu.

20. Chelsea Islan



Chelsea Islan, lahir di Washington, D.C., 2 Juni 1995; umur 20 tahun merupakan seorang aktris berkebangsaan Indonesia. Dia telah bermain dalam beberapa film seperti Refrain, Street Society, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar dan Dibalik 98. Dia juga bermain di serial televisi berjudul Tetangga Masa Gitu?.

Ia menjadi Rising Star di industri film Indonesia. Tahun ini, Chelsea mengambil peran-peran yang berani, seperti peran aktivis 1998 di debut penyutradaraan Lukman Sardi “Di Balik 98”, serta bersanding dengan aktor-aktris senior di “Guru Besar, Tjokroaminoto”.

21. Raisa



Raisa Andriana, lahir di Jakarta, 6 Juni 1990; umur 25 tahun atau yang lebih dikenal dengan nama Raisa adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Ia mulai dikenal publik setelah membawakan lagu berjudul Serba Salah. Sebelum bernyanyi solo, Raisa merupakan salah satu vokalis band bentukan Kevin Aprilio, Andante, yang kemudian menjadi Vierra (sekarang Vierratale).

Pelantun lagu “Serba Salah” ini baru saja memenangkan penghargaan Artist of the Year in Indonesia dalam ajang 16th Mnet Asian Music Awards tahun lalu. Dengan lebih dari 2,7 juta follower di Instagram, not only the most beautiful, she’s also one of the most influential Indonesian singer today.

Source :
http://www.ziliun.com/
https://id.wikipedia.org/
Kembali : TERBAIK 
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia



Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA