indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Selasa, 01 Maret 2016

Stasiun Jatinegara

Selasa, 01 Maret 2016

Print Friendly and PDF
Gambaran Umum

Via : www.cendananews.com

Stasiun Jatinegara (kode: JNG, +16 m, sebelum kemerdekaan bernama Stasiun Meester Cornelis) adalah sebuah stasiun kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur. Stasiun ini merupakan stasiun bertemunya tiga jalur, yaitu jalur ke Pasar Senen, jalur ke Manggarai, dan jalur ke Bekasi. Setiap harinya dilewati sekitar 350 kereta api. Di dekat stasiun ini terdapat dipo lokomotif.

Sebagai stasiun penghubung ke luar Jakarta, stasiun ini dilalui oleh semua KA ke berbagai kota di Pulau Jawa (kecuali tentu saja ke arah Banten dan Bogor). Saat ini, kereta api dari arah Barat tidak ada yang berhenti. Tetapi, semua KA yang datang menuju Jakarta berhenti untuk menurunkan penumpang di stasiun ini.

Sejarah


Awalnya, Jatinegara bernama Meester Cornelis. Nama itu diangkat dari panggilan murid-murid seorang guru yang mengajar, mendirikan sekolah, dan berkhotbah di kawasan tersebut, yakni Cornelis Senen. Nama itu kemudian diubah menjadi Jatinegara pada masa pendudukan Jepang karena Jepang tidak mau ada istilah Belanda. Nama Jatinegara berarti "Negara Sejati", sebutan dari Pangeran Jayakarta yang terlebih dahulu mendirikan perkampungan Jatinegara Kaum. Kampung ini didirikan setelah Belanda menghancurkan Keraton Sunda Kelapa dan berada di antara Rawamangun dan Pasar Klender.

Stasiun ini berada di jalur menuju Bandung, berdiri 1910 dan diperkirakan dirancang oleh arsitek Ir. S. Snuyff, kepala sementara Biro Perancang Departemen Pekerjaan Umum. Kota Meester Comelis, terletak di kedua sisi Sungai Ciliwung, merupakan kotapraja yang mandiri, sejak tahun 1935. Pada mulanya stasiun ini dinamakan Rawa Bangke, sebutan untuk rawa-rawa yang terletak di dekatnya, yang tampaknya juga memisahkan stasiun NIS Meester Cornelis dan seberang sungai. Stasiun lama BOS berbentuk lebih kecil dari stasiun lama NIS Weltevreden, terletak lebih ke arah barat dan masih sempat berfungsi sebagai kantor dinas selama beberapa waktu.

Pada awalnya S. Snuyff (SS) bermaksud untuk membangun stasiun yang besar untuk persinggahan kereta api menuju Bandung. Harapannya adalah bahwa penumpang dari Weltevreden akan memilih stasiun ini daripada stasiun Kemayoran, yang ketika itu adalah stasiun SS yang paling utama, namun tidak bersifat permanen. Pengambilalihan jalur NIS ke Bogor, yang sedianya dibatalkan tetapi masih memungkinkan perbaikan struktural dan tetap dipertahankan, sehingga rencana tersebut tidak dipertimbangkan lebih lanjut. Walau begitu kebutuhan akan sesuatu stasiun yang luas masih dirasakan, karena Meester akan menjadi stasiun penghubung yang penting sebagai rangkaian yang baru ke stasiun Weltevreden dan jalur yang ada ke Tanjung Priok melalui Pasar Senen (van Ballegoijen de Jong 1992: 104). Perluasan kota Batavia tetap mengarah terus ke Meester Comelis. Stasiun baru ini dalam perencanaan diusahakan memiliki ciri pedesaan Belanda, namun juga disesuaikan untuk daerah tropis. Tampaknya usaha itu berhasil.


















STASIUN TERKAIT

Lokasi

Link :
https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Jatinegara

Kembali : STASIUN
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia



Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA