indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Jumat, 18 Maret 2016

Perjalanan Atlet Terbaik Indonesia Dari Masa Ke Masa

Jumat, 18 Maret 2016

Print Friendly and PDF

CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Berikut Kami Hadirkan 
Perjalanan Atlet Terbaik Indonesia Dari Masa Ke Masa 



Rudy Hartono (All England 1960 – 1970)

Di mulai dari Rudi Hartono, dia adalah atlet Pertama yang mengharumkan nama Indonesia di Mata Internasional. Rudy Hartono Kurniawan (Hanzi: 梁海量, Nio Hap Liang; translasi fonetik nama Indonesianya ke bahasa Tionghoa: 哈托诺 Hatuonuo; yang lahir di Surabaya, Jawa Timur, 18 Agustus 1949; umur 66 tahun) adalah seorang mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Ia pernah memenangkan kejuaraan dunia pada tahun 1980, dan Kejuaraan All England selama 8 kali pada tahun 1960-an dan 1970-an.

obamabush
Via : www.djarumfoundation.org

Lim Swie King (All England 1970 – 1980)

Liem Swie King (Sederhana: 林水鏡; Pinyin: Lín Shuǐjìng ; lahir di Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956; umur 60 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis yang dulu selalu menjadi buah bibir sejak dia mampu menantang Rudy Hartono di final All England tahun 1976 dalam usianya yang ke-20. Kemudian Swie King menjadi pewaris kejayaan Rudy di kejuaraan paling bergengsi saat itu dengan tiga kali menjadi juara ditambah empat kali menjadi finalis. Bila ditambah dengan turnamen "grand prix" yang lain, gelar kemenangan Swie King menjadi puluhan kali. Swie King juga menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan enam kali membela tim Piala Thomas. Tiga di antaranya Indonesia menjadi juara. Liem Swie King adalah salah satu pemain bulu tangkis legendaris Indonesia asal Kudus. Ia telah puluhan kali mengharumkan nama Indonesia yang terkenal dengan pukulan jumping smash dan mendapat julukan sebagai King Smash.

Ellyas Pical (juara dunia kelas bantam yunior versi IBF 1985)

Ellyas Pical (lahir di Ullath, Saparua, Maluku Tengah, Maluku, 24 Maret 1960; umur 55 tahun) adalah petinju asal Indonesia yang merupakan juara dunia pertama dari Indonesia. Ia menang KO ronde ke-8 atas Ju-do Chun (Korsel) di kejuaraan bantam junior (52,1 kg) IBF di Jakarta, 3 Mei 1985. Namun, Pical kalah KO ronde ke-14 saat menantang juara versi WBA, Kaosai Galaxy (Thailand), di Jakarta, 28 Februari 1987.


3 Srikandi Panahan (Olimpiade Seoul 1988)

3 Srikandi Indonesia yaitu Nurfitriyana S. Lantang, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani adalah Olahragawan Indonesia yang meraih medali pertama kali pada Olimpiade Seoul 1988. Prestasi Mereka yang tergabung dalam Tim Panahan Beregu Putri adalah meraih medali Perak dalam Kejuaraan Dunia ini. Sekaligus menjadi yang pertama bagi Indonesia dalam Prestasinya di Kejuaraan Olimpiade Tahun 1998 ini.

Alan Budikusuma dan Susi Susanti (Olimpiade Barcelona 1992)

Pasangan Atlet Bulutangkis yang juga menjadi Pasangan Jiwa dan Teman Hidup ini, telah berhasil meraih penghargaan bergengsi pada Olimpiade 1992, di Barcelona. Alan dan Susi berhasil memenangkan Medali Emas Pertamanya di Kejuaraan Dunia ini, sekaligus menjadi penentu masa Kejayaaan Bulutangkis Indonesia di Mata Dunia.

Di Olimpiade ini Indonesia mendapatkan 2 Emas, 2 Perak, dan 1 Perunggu semuanya dari Cabang Bulutangkis. Setelah itu, Indonesia berhasil menyumbangkan Medali Emas pada Olimpiade selanjutnya Tahun (1996 – 2008). Alan berhasil mendapatkan Kemenagannya setelah berhasil mengalahkan Sesama Atlet Indonesia Ardy B Wiranata, dan Susi Susanti berhasil mendapatkan Emas Pertamanya di Kejuaraan ini, setelah mengalahkan Atlet Bulutangkis Asal Korea Bang Soo Hyun. International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) pada bulan Mei 2004 memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Pemain Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan Hall Of Fame yaitu Rudy Hartono Kurniawan, Dick Sudirman, Christian Hadinata, dan Liem Swie King.


Rexy Mainaky dan Ricky Subagja (Olimpiade Atlanta 1996)

Tongkat Estafet Prestasi Indonesia di Dunia Bulutangkis diteruskan oleh Atlet Bulutangkis Ganda Putra Rexy dan Ricky. Mereka berhasil mengharumkan Nama Indonesia dengan mendapatkan Medali Emas pada Olimpiade di Atlanta 1996.

Di Olimpiade ini, Cabang Bulutangkis juga berperan dalam menentukan Perolehan Medali. Di Olimpiade ini, Indonesia mendapatkan 1 Medali Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu.


Yayuk Basuki (Perempat Final Wimbeldon 1997)

Sri Rahayu Basuki atau lebih dikenal dengan nama Yayuk Basuki (lahir pada 30 November 1970 di Yogyakarta) adalah pemain tenis dari Indonesia yang paling terkenal pada tahun 1990-an. Ia memulai karier profesional pada tahun 1990. Pada tahun berikutnya, ia menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen profesional. Sepanjang kariernya, Yayuk berhasil memperoleh enam gelar tunggal Tur WTA dan sembilan gelar dari ganda. Prestasi terbaiknya dalam turnamen Grand Slam adalah mencapai babak perempat final Wimbledon pada tahun 1997. Ia pensiun dari karier profesional pada tahun 2004. Peringkat tertinggi yang pernah dicapainya adalah posisi ke-19 untuk bagian tunggal dan ke-9 untuk bagian ganda.

Link : http://noviantkj.blogspot.co.id/2013/05/10-atlet-legendaris-indonesia.html

Tony Gunawan dan Candra Wijaya (Olimpiade Sydney Tahun 2000)

Satu lagi perolehan Medali Emas di Olimpiade oleh Tim Bulutangkis Ganda Putra. Tony dan Candra berhasil mengharumkan nama Indonesia di Mata Internasional. Sekaligus berhasil menduduki peringkat satu dunia


Raema Lisa Rumbewas (Olimpiade Sydney Tahun 2000 – Athena 2004)

Raema Lisa Rumbewas (lahir di Jayapura, 10 September 1980; umur 35 tahun) adalah seorang atlet putri angkat besi asal Indonesia. Ia berasal dari keluarga atlet. Ayahnya, Levi Rumbewas pernah menjadi binaragawan terbaik Indonesia. Sementara ibunya, Ida Korwa juga seorang lifter. Keluarga ini boleh disebut perintis angkat besi di Papua.

Pada Olimpiade Sydey 2000 Lisa, begitu panggilan akrabnya, mendapat medali perak untuk kategori angkat besi putri, kelas 53 kg Grup A. Setelah itu Ia meraih medali perak di Olimpiade Athena 2004. Selain itu ia juga mendapat medali serupa pada SEA Games XXI. Rumbewas tampil kembali di nomor 53 kg pada Olimpiade Beijing 2008, namun hanya menempati posisi keempat dengan total angkatan 206 kg.

Pada Olimpiade Tahun 2000 di Sydney, Indonesia mendapatkan perolehan Medali 1 Emas, 3 Perak, dan 2 Perunggu.


(Tinju Dunia Kelas Bulu WBF – 2003 – 2012)

Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John (lahir di Banjarnegara, 14 September 1979; umur 36 tahun) adalah seorang petinju Indonesia. Chris John mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia, mencatatkan rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa, serta mencatatkan rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang paling sering mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa. Ia memenangkan Kejuaran Tinju Dunia Pertamanya di Tahun 2003.

Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.


Taufik Hidayat (Olimpiade Athena Tahun 2004)

Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 29 tahun) adalah pemain bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.

Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang sama.

Pada Olimpiade Athena tahun 2004, Indonesia mendapatkan 1 Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu.


Hendra Setiawan dan Markis Kido (Olimpiade Beijing Tahun 2008)

Prestasi Indonesia di Bidang Bulutangkis diteruskan oleh Hendra dan Markis. Mereka berhasil memperoleh Medali Emas di Kejuaraan Olimpiade Beijing Tahun 2008. Di Olimpiade Tahun 2008, Indonesia berhasil memenangkan 1 Emas, 1 Perak, dan 3 Perunggu.


Eko Yuli Irawan (Olimpiade Beijing 2008 – London 2012)

Eko Yuli Irawan (lahir di Lampung, Indonesia, 24 Juli 1989; umur 26 tahun) adalah atlet angkat besi Indonesia. Di Olimpiade Beijing 2008 Eko meraih medali perunggu. Sebelumnya di kejuaraan angkat besi dunia yunior di Praha, Republik Ceko tahun 2007, Eko meraih emas dan mendapatkan penghargaan sebagai the best lifter pada turnamen tersebut. Pada Olimpiade London 2012, Eko untuk kedua kalinya berturut-turut menjadi penyumbang medali pertama Indonesia dengan meraih medali perunggu di kelas 62 kg, ia menduduki peringkat ketiga dengan total angkatan 317 kg.


Rio Hariyanto (Formula 1 (F1) musim 2016)

Rio Haryanto (lahir di Solo, Jawa Tengah, 22 Januari 1993; umur 23 tahun) merupakan seorang pembalap berkebangsaan Indonesia yang kini membalap di ajang Formula Satu bersama tim Manor. Sebagai pembalap asal Indonesia pertama yang bisa membalap di level GP2, Rio memiliki basis pendukung yang sangat besar. Rio juga adalah pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang bisa menjajal mobil Formula Satu. Ia juga disebut sebagai salah satu pembalap muda yang berpotensi menjadi wakil Asia di ajang Formula Satu pada masa depan.

Pada tahun 2011, Rio berpartisipasi di ajang GP3 Series bersama tim Marussia Manor Racing dan di seri Auto GP bersama tim Driot-Arnoux Motorsport (DAMS). Dia mengawali kariernya di balap gokart pada tahun 2002 dengan Juara Nasional Go-kart kelas kadet. Pada tanggal 18 Februari 2016, Manor Racing selaku tim balap F1, resmi mengumumkan Rio Haryanto menjadi pembalapnya untuk musim 2016 mendampingi Pascal Wehrlein. Rio sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang berkiprah di ajang bergengsi tersebut


Mungkin masih sedikit Prestasi yang ditorehkan oleh Anak Bangsa di Bidang Olahraga. Namun Prestasinya cukup menorehkan dalam sejarah Tinta Dunia. Bagaimanapun kita patut berbangga dengan Para Atlet Indonesia yang telah berjuang Demi mengharumkan Nama Baik Indonesia di Mata Dunia. 



Indonesia Pasti Bisa ! 
Kehadiran Rio Hariyanto di ajang Balap Formula 1, telah memberikan angin segar bagi Iklim Olahraga di Indonesia. Pasalnya baru kali ini Pembalap Indonesia yang masuk di ajang Balap Formula 1. Bahkan, tak banyak Pembalap Asia yang masuk di Ajang Balap Paling bergengsi ini. Sebagai Bangsa, Kita harus Mensyukuri dan Mendukung Penuh apa yang dilakukan oleh Rio Haryanto demi mencapai cita dan juga harapan untuk mengharumkan Nama Indonesia di Mata Internasional.

Berbagai Dukungan demi Dukungan telah diperlihatkan oleh Anak Bangsa. Mulai dari PNS di lingkungan Kemenpora yang rela menyisihkan gajinya, hingga sejumlah bentuk Penggalangan Dana Lainnya demi Mendukung Rio Haryanto hingga masuk ke Ajang Balap Formula 1. Memang tidak sedikit dana yang dikeluarkan demi Mendukung Rio Haryanto. Diperlukan Dana sekurangnya 225 Milyar untuk meluluskan Jalan Rio dengan Tim Manornya. Jika tidak sekarang kapan lagi, sebab diperlukan waktu yang mungkin kita tidak tahu, bisa jadi 10 hingga 20 tahun lagi untuk menemukan Bibit Seperti Rio Haryanto. Untuk itu kita berjuang untuk mendukung Rio di ajang Balap ini. Tujuannya Demi Mengharumkan Nama Bangsa sebab Indonesia Pasti Bisa ! 

Kultur Indonesia yang terkenal guyub, memang telah melekat ke dalam hati sanubari Bangsa. Sejumlah kejuaraan baik menang atau tidak menang, begitu antusiasnya Kita untuk mendukung sportivitas penuh Para Atlet Indonesia di Medan Laga. Seakan tidak ada pernah matinya. Lihat saja Piala AFF beberapa waktu lalu, kita mendukung Para Kesebelasan Garuda yang bertanding di ajang ini. Walaupun kita tidak pernah menang, dan hanya menjadi Runner Up, namun semangat Para Supporter seakan tidak pernah padam. Garuda Selalu Jaya, Garuda Selalu di Dadaku !

Source
https://www.wikipedia.org/
Kembali : TERBAIK






Terbaik Indonesia
Lihat Lebih Lengkap>>>
Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Ensiklopedi Indonesia


Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>



Traveling Kita

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright ©2015 - 2017 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA