indonesaEnglish
GIIIPPPPPPPPPPPP

Sabtu, 26 September 2015

Demografi Batam

Sabtu, 26 September 2015

Print Friendly and PDF
I. Penduduk 


Suku Bangsa
Masyarakat Kota Batam merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari beragam suku dan golongan. Suku yang dominan antara lain Melayu, Jawa, Batak, Minangkabau, dan Tionghoa. Dengan berpayungkan Budaya Melayu dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Batam menjadi kondusif dalam menggerakan kegiatan ekonomi, sosial politik serta budaya dalam masyarakat. Hingga April 2012, Batam telah berpenduduk 1.153.860 jiwa dan memiliki laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Dalam kurun waktu tahun 2001 hingga April 2012 memiliki angka pertumbuhan penduduk rata-rata lebih dari 8 persen per tahun.

Komposisi etnis Kota Batam pada tahun 2000
Etnis
Jumlah (%)
Jawa
26,78
Melayu
17,61
Batak
14,97
Minangkabau
14,93
Tionghoa
6,28
Bugis
2,29
Banjar
0,67
Lain-lain
16,47
Sumber: Sensus Penduduk Tahun 2000


Agama
Islam adalah agama mayoritas di Kota Batam, dengan jumlah penganut sebanyak 76,69% dari seluruh penduduk kota. Diikuti oleh penganut Kristen (17,02%), Budha (5,79%), dan Hindu (0,40%). Mesjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor walikota dan kantor DPRD menjadi simbol masyarakat Batam yang agamis. Agama Kristen dan Katholik juga banyak dianut oleh masyarakat Batam, terutama yang berasal dari suku Batak,ambon ,minahasa, Flores. Agama Buddha kebanyakan dianut oleh warga Tionghoa. Batam memiliki Vihara yang konon terbesar di Asia Tenggara, yaitu Vihara Duta Maitreya.

Bahasa
Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Bahasa Melayu,Bahasa Minang, Bahasa Batak,dan Bahasa Jawa serta berbagai dialek etnis Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Batam adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu. 

II. Ekonomi



Pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional menjadikan wilayah ini andalan bagi pemacu pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun bagi Provinsi Kepulauan Riau. Beragam sektor penggerak ekonomi meliputi sektor komunikasi, sektor listrik, air dan gas, sektor perbankan, sektor industri dan alih kapal, sektor perdagangan dan jasa merupakan nadi perekonomian kota batam yang tidak hanya merupakan konsumsi masyarakat Batam dan Indonesia tetapi juga merupakan komoditi ekspor untuk negara lain. Keberadaan kegiatan perekonomian di Kota ini juga dalam rangka meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kota Batam sebagai pelaksana pembangunan Kota Batam bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kota Batam serta keikutsertaan Badan Otorita Batam dalam meneruskan pembangunan, memiliki komitmen dalam memajukan pertumbuhan investasi dan ekonomi Kota Batam, hal ini dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman ketiga instansi tersebut, yang kemudian diharapkan terciptanya pembangunan Kota Batam yang berkesinambungan. Batam, bersama dengan Bintan dan Karimun kini telah berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus(KEK). Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi di Batam yang pada akhirnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

FTZ (Free Trade Zone)

















FTZ (Free Trade Zone) Merupakan sarana dan media yang telah di tetapkan oleh BP Batam (Badan Pengusahaan Batam) menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dimana pelabuhan di Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun memiliki izin bebas pajak barang ekspor-impor yang berlaku mulai 1 April 2009 oleh Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan.

Komunikasi, Media & Hiburan
Perkembangan Telekomunikasi di Batam terbilang cukup pesat. Diantaranya :
- Batam memiliki Surat Kabar yang merupakan surat kabar wakil bauk surat kabar Lokal dan Internasional.
- Batam memiliki 65 stasiun radio baik itu berasal dari Indonesia, Singapura dan Malaysia yang mengudara di Daerah Otorita Batam.
- Batam memiliki 29 stasiun televisi (12 siaran nasional, 3 siaran lokal, dan 14 siaran internasional)

Transportasi


Akses menuju Kota Batam dapat ditempuh melalui jalur udara dan laut. Melalui jalur udara, Batam dapat dicapai melalui Bandar Udara dan Pelabuhan yang melayani rute domestik dan internasional. Selain itu di Batam memiliki banyak moda transportasi yang memudahkan masyarakat dalam beraktifitas.Bandar Udara dengan landasan pacu terpanjang di ASEAN yaitu 4.025 meter dan berstatus Internasional menjadikan Bandar Udara Hang Nadim Batam terbesar di Kepri melayani rute penerbangan domestik di seluruh bandara di Kepri (Bandara Dabo, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, dan Bandar Udara Ranai) juga melayani penerbangan domestik ke seluruh Indonesia maupun penerbangan Internasional



Pelabuhan Logistik dan Pelabuhan Penumpang yang mempercepat akses pertumbuhan ekonomi di batam dan memudahkan akses dari dan ke domestik dan internasional
-Pelabuhan Internasional Logistik yang menghubungkan Kota Batam dengan Singapura dan Malaysia: Batu Ampar, Kabil, dan Sekupang
-Pelabuhan Internasional Penumpang: International Ferry Terminal Batam Centre, Harbour Bay Batu Ampar, Batu Merah, Nongsa, Waterfront City dan Sekupang.
-Pelabuhan Domestik Penumpang: Harbour Bay Batu Ampar, Sekupang, Telaga Punggur.

Angkutan menggunakan Taxi (Blue Bird, Port Taxi, dsb) selain itu dengan biaya yg relatif murah menggunakan Angkutan Kota dan Ojek.



Pariwisata
Pada tahun 2010 Kota Batam menggelar tahun kunjungan wisata bertajuk Visit Batam 2010 - Experience it. Didukung oleh fasilitas hotel dan resort berstandar internasional serta aneka kegiatan wisata yang disusun dalam Kalender Kegiatan Kepariwisataan Kota Batan, diharapkan dapat menjamin kenyamanan dan kepuasan wisatawan domestik dan mancanegara saat berkunjung ke Kota Batam.

Tempat Penginapan unggulan:
• Harris Hotel
• Mercure Hotel
• Amaris Hotel
• Novotel Hotel
• Pacific Palace Hotel
• Planet Holiday Hotel
• Swiss in Batam Hotel
• Seruni Hotel
• Formosa Hotel
• Turi Beach Resort
• Hotel 01 Batam
• The BCC Hotel & Residence
• I Hotel
• Harmoni Suites Hotel


Tempat-tempat wisata bahari, alam, dan jelajah:
  • Jembatan Barelang
  • Alun-alun Kota
  • Bekas kamp pengungsi Vietnam Pulau Galang
  • Mega Wisata Ocarina
  • Pantai Nongsa
  • Pantai Melur, di Pulau Galang melalui Trans Barelang
  • Golden Prawn Bengkong
  • Pantai Sekilak
  • Marina City
  • KTM Resort (terdapat patung Dewi Kwan-Im raksasa)
  • Berbagai resort berstandar internasional yang menyediakan fasilitas hotel dan lapangan golf
  • Hutan Wisata Mata Kucing
  • Pantai Melayu di Pulau Rempang melalui Trans Barelang
  • Pantai Mirota, di Pulau Galang melalui Trans Barelang
  • Pulau Abang Besar
  • Kebun Raya Batam

Tempat-tempat wisata Belanja:
  • Pertokoan Nagoya
  • Pertokoan Jodoh
  • Mega Mall Batam Centre
  • Imperium Super Block Nagoya Hill Mall
  • Batam City Square Mall
  • Nagoya Hill
  • Lucky Plaza (Pusat penjualan HP)
  • My Mart (Pusat penjualan Komputer)
  • DC Mall
  • Kepri Mall
  • Panbil Mall
  • Plaza Batamindo
  • Top 100 Tembesi
  • Top 100 Jodoh
  • Perokoan Aviari
  • Ramayana - Robinson Mall
  • Plaza AVAVA
  • Center Point

Kawasan Industri di Batam



Industri di Batam terbagi menjadi industri berat dan industri ringan. Industri berat didominasi oleh industri galangan kapal, industri fabrikasi, industri baja, industri logam dan lainnya. Sedangkan industri ringan meliputi industri manufacturing, industri elektronika, industri garment, industri plastik dan lainnya.Selain itu Batam juga dikenal memiliki produksi galangan kapal terbesar di Indonesia.

Kawasan Industri Berat:
  • Kabil Industrial Park
  • Seafront Industrial City
  • Sekupang Makmur Abadi

Kawasan Industri Ringan:
  • Batamindo Invesment Cakrawala
  • Batu Ampar Industrial Park
  • Batu Merah Industrial Complex
  • Bintang Industrial Park I
  • Bintang Industrial Park II
  • Cammo Industrial Park
  • Citra Buana Industrial I
  • Citra Buana Centre Park II
  • Citra Buana Centre Park III
  • Executive Industrial Park
  • Hijrah Industrial Park
  • Indah Industrial Park
  • Kara Industrial Park
  • Latrade Industri
  • Malindo Cipta Perkasa Industri
  • Mega Cipta Industrial Park
  • Panbil Industrial Estate
  • Puri Industrial Park 2000
  • Refindo Industrial Park
  • Sarana Industrial Point
  • Taiwan International Park
  • Tunas Industrial Estate
  • Walakaka Industrial Park
  • Lytech Industrial Park

III. Pendidikan

Perguruan Tinggi dan Swasta Batam
Politeknik Negeri Batam, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Batam (UNIBA), Universitas Internasional Batam (UIB), Universitas Putera Batam (UPB), STMIK Putera Batam, STIE Ibnu Sina, STT Bentara Persada, Universitas Riau Kepulauan (Unrika) dan lain-lain.

IV. Sejarah

Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang melayu dengan sebutan orang selat sejak tahun 231 Masehi. Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah ini digunakan oleh pemerintah pada dekade 1960-an sebagai basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu. Pada dekade 1970-an, dengan tujuan awal menjadikan Batam sebagai Singapura-nya Indonesia, maka sesuai Keputusan Presiden nomor 41 tahun 1973, Pulau Batam ditetapkan sebagai lingkungan kerja daerah industri dengan didukung oleh Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau lebih dikenal dengan Badan Otorita Batam (BOB) sebagai penggerak pembangunan Batam. Kini menjadi Badan Pengusahaan (BP Batam).Seiring pesatnya perkembangan Pulau Batam, pada dekade 1980-an, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1983, wilayah Kecamatan Batam yang merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau, ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya Batam yang memiliki tugas dalam menjalankan administrasi pemerintahan dan kemasyarakatan serta mendudukung pembangunan yang dilakukan Otorita Batam (BP Batam). Di era reformasi pada akhir dekade tahun 1990-an, dengan Undang-Undang nomor 53 tahun 1999, maka Kotamadya administratif Batam berubah statusnya menjadi daerah otonomi, yaitu Pemerintah Kota Batam untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan dengan mengikutsertakan Badan Otorita Batam (BP Batam).

V Pemerintahan

- Pemerintah Kota (Pemko)
Peran pemerintah Kota Batam mengurus segala administrasi kependudukan dan pencatatan sipil maupun Sumber Daya Manusia. Dalam mewujudkan demokratisasi dan kelangsungan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Batam, pada tanggal 5 Januari 2011 yang lalu, diselenggarakan pemilihan walikota dan wakil walikota Batam. Melalui proses yang tertib dan aman, maka terpilih dan ditetapkannya Drs. H. Ahmad Dahlan dan Rudi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam periode 2011-2016.

- Badan Pengusahaan/ Otorita Batam (BP) Batam
Badan pemerintahan yang lebih berperan dalam tata kelola lahan dan investasi di Kota batam

- Kota Batam terdiri dari 12-kecamatan dan 64-kelurahan yaitu:
  1. Kecamatan Batam Kota
  2. Kecamatan Nongsa
  3. Kecamatan Bengkong
  4. Kecamatan Batu Ampar
  5. Kecamatan Sekupang
  6. Kecamatan Belakang Padang
  7. Kecamatan Bulang
  8. Kecamatan Sagulung
  9. Kecamatan Galang
  10. Kecamatan Lubuk Baja
  11. Kecamatan Sungai Beduk
  12. Kecamatan Batu Aji

ENSIKLOPEDI LAINNYA


Terkini Indonesia

Terbaik Indonesia

Belanja Indonesia Lihat Lebih Lengkap >>>




Travelling Kita

Comments
0 Comments
 
Copyright ©2015 - 2020 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA